Berapa standar gaji IT di Malaysia?

Saya seorang ibu, sekarang tinggal Canada. Barusan saja saya browsing untuk mencari informasi yang berhubungan dengan “kerja” di Malaysia, dan saya dapat link ke blognya Bapak.

Suami saya berkebangsaan Pakistan, dan adik suami yang sekarang tinggal di Pakistan ingin tahu informasi tentang kondisi kerja di malaysia dan singapura. Beliau punya pengalaman di bidang IT selama kira-kira 3 tahun di amerika. Yang beliau tanyakan adalah bagaimana standar gaji di malaysia di bidang teknologi.

Apakah gaji yang kita terima nanti bisa memenuhi standar hidup sehari-hari di sana (malaysia), kalau misalnya kita bandingkan dengan US dollar..kira kira berapa US dollar ? Bagaimana persaingan kerja di sana terutama bagi mereka yang tidak berkebangsaan Malaysia..?

Terus terang..saya tidak tahu informasi apalagi yang mungkin perlu saya tanyakan…kalau Bapak berkenan, bisa menambahkan informasi-informasi yang mungkin perlu bagi mereka yang berniat untuk bekerja di Malaysia dalam bidang teknologi (IT misalnya).

Saya sangat mengharapkan bantuan informasi dari Bapak dan apakah ada web site yang bisa kami akses untuk mendapat informasi dalam hal ini? Terima kasih sebelumnya atas perhatian Bapak

Baca juga:
Standar gaji di Malaysia, Instrumen Engineer.
Survey gaji IT di Asia Tenggara (ZDnet).
Indonesia: $5,619 (5 jt/bln) | $11,109 (10 jt/bln) | $20,030 (20jt/bln)
Malaysia: $9,983 | $17,261 | $25,615
Singapore: $25,282 | $40,465 | $64,289

Cuti kuliah, kerja jadi expat di Qatar

Dear Mas Anjar, saya merupakan salah satu mahasiswa PTN program G&G (Geophysic & Geologi), saya rencananya ingin mengambil cuti 1 sampai 1,5 tahun untuk bekerja mencari biaya untuk kuliah karena ketidakmampuan finansial keluarga saya, daerah tujuan saya bekerja adalah di Qatar dan khususnya di lingkup perminyakannya, yang saya dengar lagi booming sekarang.

Saya cukup paham dengan dunia perminyakan karena bidangnya tidak jauh dari apa yang saya pelajari di kampus khususnya di eksplorasi minyak. Saya bisa berbahasa arab insyaAllah aktif sedangkan bahasa inggris saya masih belajar dalam tahap aktif. Saya pernah dengar katanya untuk kesana tidak perlu S1, yang penting bisa bahasa Ingris dan mampu.

Saya pernah punya pengalaman bekerja dari mulai awal kuliah, jadi saya rela ditempatkan di posisi apa saja dan sebagai apa saja. Mohon informasinya mas, bagaimana saya harus memulainya dan apa yang harus saya persiapkan. Sebelumnya terima kasih dan mohon bantuannya.
Mas Iqbal via email

Ada apa dengan Engineer India

Wah ngomong-ngomong tentang India. Saya jengah juga di NTS kok bisa-bisanya dikuasai sama groupnya inspektur Vijay. Padahal udah jelas-jelas Indonesia itu sama aja kualitasnya sama India. Tapi kenapa jadi kayak gitu, seakan-akan sikap budaya kita untuk menjunjung tinggi orang luar negeri udah agak kelewatan. Bahkan menurut saya, satu-satunya kelebihan orang INDIA dibanding INDONESIA adalah: mereka rela dibayar lebih rendah daripada orang INDONESIA untuk pekerjaan IT dan Telco. Gak tau kok di NTS / Bakrie kok malah lebih tinggi gaji india daripada indonesia?

Di tempat kerja saya di telco middle east, kita sedang berupaya membangun gank of indonesia. Alhamdulillah pada saat NHO, executive directornya bilang: “i’m very happy to see group of Indonesian, at least now we can break indian mafia in our company”. wah…. kita jadi ke GR-an gitu deh hehehe. Beberapa orang india jadi diem, dan gank philipina yang duduk di seberang meja jadi ngiri gak ikutan dipuji…

Disini (negara sini); orang india udah mulai agak menganggu. sikapnya yang suka mengambil muka bos ,mengklaim kerjaan orang , malas, jorok (gak bersih) udah mulai dikeluhkan. gak tau ya di NTS atau Bakrie indianya gimana
klompencapir_telco via comments di Natrindo Telepon Seluler

Bahas ekspansi India dong. Ekspansi mereka udah ada dimana-mana tuh, terutama di IT, Telco, dan Banking yang notabene merupakan sektor prospektif. Kadang aku sendiri sedih, posisi2 yang harusnya bisa diisi orang kita malah diisi orang India, seperti di Corporate Banking tuh.
Head hunter via email Read the rest of this entry »

Jadi Manager di Indonesia atau Senior Engineer di Amerika

Halo Mas Anjar, Minta pendapatnya, saat ini saya bekerja sebagai product manager di salah satu vendor telekomunikasi multinasional, base di jakarta, tapi dengan responsibility regional. Saya senang dengan pekerjaan saya saat ini, juga mendapat gaji yang cukup baik untuk standard Indonesia (sekitar 20 juta/bulan,). Cerita-nya beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan tawaran pekerjaan (permanen) dari salah satu operator mobile terkemuka di dunia sebagai Senior Project Engineer, berbasis di Amerika dengan gaji kalau dirupiahkan sekitar 70 juta/bulan.

Saya minta pendapat, apakah move ini strategis kalo dilihat dari career development. Saya memang berencana untuk kerja disana jangka panjang, tapi misalnya saya pulang ke Indonesia, kira-kira akan balik jadi engineer lagi atau bisa langsung menduduki posisi managerial ?? Untuk informasi, pengalaman saya sebagai managerial di indonesia ini kira-kira 1.5 tahun. Total work experience 8 tahun. Mohon saran dan pendapatnya.
Richard di Jakarta

Komentar: Read the rest of this entry »

Standar gaji di Malaysia, Engineer

Perkenalkan nama saya Willy 36 tahun bidang kerja Instrument Engineer 12 tahun. Pengalaman nggak pindah-pindah. Saya dapat offer RM13000 gross dari EPCI di KL Malaysia. Family Status, Asuransi kesehatan kontrak 1 tahun renewable. Setelah dikurang pajak yang saya terima sekitar RM10500 deh

Minta sarannya nih urgent , apakah diambil atau tidak? pekerjaan saat ini sedikit dibawah angka itu tapi kondisi/benefit yang lainnya kurang OK, kecuali bahwa statusnya Permanent Staff.

Pertanyaannya:
1. Apakah saya dibayar normal atau underpaid? please advisenya
2. Sebenarnya saya udah deal informal / belum sign kontrak. Apakah etis kalau saya minta tambah lagi meskipun sebelumnya saya sudah bilang ok di email?

Komentar:
Ada yang punya saran? yang sekarang di Malaysia mungkin. Kalau etis tidak etis, saya kira sah-sah aja untuk minta tambah. Tapi, mungkin ada yang punya pendapat lain.

Prospek kerja di Indonesia buat lulusan Singapura

Dear Bang Anjar, Langsung saja ya Bang. Aku pengen nanya2 tentang prospek kerja di Indonesia buat lulusan Singapur.

Aku lulusan Singapura jurusan Computer Engineering, kalo di Indo kayaknya campuran Teknik Elektro + Informatika, sekarang udah kerja di Multi National Company di SG. Sekarang kira2 udah punya 1 year experience. Mulai bulan ini, aku lagi ambil part-time master di bidang IT juga yang kira2 lulus taun 2009. Kemungkinan besar aku bakal tinggal di Singapur selama 6 tahun karena ada ikatan dinas dari beasiswa kuliahku. Ikatan dinasnya bisa ke semua Singapore-based company, termasuk MNC yang buka cabang di Singapur.

Nah, karena kuliah di sini trus lanjut kerja juga, aku ngga gitu ngerti perkembangan situasi kerja di Indo yang kira2 bakal aku masuki abis ikatan dinasku selese. Cuman setauku, kerja di sektor IT di Indo bakal susah - sedikit perusahaan yang bisa di apply - dan gaji juga bakal pas2an - kalo ngga bisa dibilang kecil. Dan Industri yang hot di Indo pada berkutat di minyak ama Telco. Bener kan bang?

Aku bingung kalo misalnya aku lanjutin kerjaanku kaya dalam posisiku yang sekarang ini ampe 5 tahun lagi trus balik ke Indonesia, apa bisa aku dapet kerja ya, Bro? Aku pengen banget sebenernya kerja di MNC gede kaya HP, IBM trus dalam 5 tahun minta transfer ke Indo, tapi kayaknya mereka cuma buka marketing department di Indo, ngga ada IT. Tapi kalo misalnya ngga pake transfer kaya gitu - pindah perusahaan abis 5 tahun trus cari kerja di Indo - kayaknya bakal susah banget. Apalagi banyak saingan yang bagus2 dari Indo sendiri.

Boleh minta saran/rekomendasinya Bang?
Alex di SG

Komentar: Read the rest of this entry »

Expat pulang ke Indonesia, sebaiknya digaji berapa

Dear Pak Priandoyo, Salam kenal, Saya mendapatkan blog anda melalui rekomendasi temen saya yang sekarang kerja di Algeria, dulunya dia kerja di Jakarta. Saya ingin bertanya dan mendapat masukan dari anda, Saya lulusan teknik elektro jurusan komunikasi. Setelah lulus tahun 2001 saya berkerja sebagai Automation & Instruments Supervisor. Pada tahun 2004 ada tawaran menarik untuk bekerja di Timur Tengah sampai sekarang sebagai Automation and Instruments Engineer. Beberapa hari yang lalu saya dapat email dari salah satu MNC Company pada divisi Automation di Jakarta, yang menanyakan expected salary saya berapa. Pertanyaan saya: Jika saya ingin berkerja di Jakarta dengan pengalaman saya di bidang yang sama selama 6 tahun, kira2 kira2 expected salary berapa ya.
Mas Alex via email

Komentar: Read the rest of this entry »

Satu langkah ke Timur Tengah

Fenomena mencoba peruntungan ke luar negeri sebenarnya bukan suatu hal yang aneh dan sudah terjadi sejak dulu. Diawali dari teman-teman dari Migas kemudian disusul dengan teman-teman Telco dan IT. Middle East tujuan yang paling banyak dicari karena berbagai alasan seperti pembuatan visa dan working/resisdent permit relatif lebih mudah jika dibandingkan negara Eropa dan AS dan biasanya akan diuruskan oleh agen/company yang akan merekrut.
Mas Yarzuq, di Ramai-ramai ke Qatar Telecom

Blog Engineer di Timur Tengah:
Tentangqatar.blogspot.com. (Mas Syarif dkk, Qatar)
Indogulf.blogspot.com. (Mas Aan dkk, Qatar)
Milis: gogulfindonesia@googlegroups.com

Posting tentang timur tengah di blog ini:
Ramai-ramai ke Qatar Telecom
Qatar, Gunamandiri dan Uang

Ada yang ingin sharing seputar pengalaman menaklukkan timur tengah? ada yang ingin menambahkan data diatas?

Qatar, Gunamandiri dan uang!

Saya gak percaya sama Gunamandiri, mereka ambil fee terlalu besar jadi karyawannya untuk ke Qatar dibayar rendah…gak sesuai dengan harapan. tapi silakan dicoba aja..kalo kebetulan ada rekan2 yang diluar kota dan dipanggil oleh Gunamandiri ini, sebaiknya ditanyakan range salary kira2 berapa, jangan sampai setelah datang di jakarta untuk interview kecewa karena tidak sesuai harapan. Dan caritahu dulu biaya hidup di Qatar itu berapa real dalam sebulan. jnagan sampe nanti kita hidup susah disana, khan kita terbilang expat.
Commentnya Bad Boys

Posting lowongan WOQOD, Qatar Fuel Company oleh papibonbin

Baca juga
Ramai-ramai ke Qatar Telecom

Ada komentar? anak-anak mid-east yang mulai berkeliaran di blog ini, yang pernah punya pengalaman dengan agency, monggo sharing.

Ramai - ramai ke Qatar Telecom

Ceritanya kemarin sowan ke kantor teman di Mega Kuningan, ternyata fenomena bedol desa tidak hanya terjadi di audit firm saja, tapi juga di operator. Salah satu tujuan favorit peserta bedol desa ini ternyata: Qatar Telecom (Qtel). Proses rekruitasi favorit adalah direct dengan perusahaannya, bukan lewat agency.

“Jadi gini Jar, trendnya sekarang lari ke timur tengah semua. Ente tau, ga si Qtel ini beli 25% sahamnya STT Singapore lho. Terus kemaren Saudi Telecom juga dah beli si Natrindo. Jadi sekarang kita gerilya ke sono dulu, tar balik lagi ke sini.

Baca juga: Bagaimana dengan kesempatan NTT DoCoMo