Para kepala tiga yang gundah (pindah quadran)

Kenalkan saya Imam (33th), saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan Multimedia dan Internet. Sudah beberapa minggu ini saya mengunjungi blog mas Anjar, menarik sekali. Pembicaraan tentang gaji telco dan perkembangan karir membuat saya ingin juga mengejarnya tetapi beberapa kali saya mendapat tawaran gaji lebih tinggi selalu saya tolak karena saya harus meninggalkan kota tercinta ini

Tapi ini bukan tanpa alasan, Selain bekerja jadi kuli/satpam server dan NOC, saya mempunyai beberapa usaha seperti 3 warnet, kost dan rumah kontrakan yang kalau ditotal, pendapatan saya bisa lebih dari gaji saya jadi kuli/satpam itu. Read the rest of this entry »

Umur 35 banting setir?

Banyak pertanyaan masuk di blog ini seputar banting setir profesi, contoh kasus kali ini dari Mas Jono di stasiun TV nasional. Ada problem dengan umur yang sudah 35 tahun, yang mungkin buat dunia engineering tergolong tidak muda lagi. Ada yang punya saran bagaimana strategi banting setir yang paling efektif untuk Mas Jono?

detail email
Salam kenal mas Anjar, saya Jono. Sudah 6 tahun kerja sebagai penunggu stasiun Transmisi TV Swasta Nasional, lias OPERATOR TRANSMISI.

Intinya saya bosan dengan situasi kerja sekarang ini, apalagi ada kabar TV tepat saya bekerja mau dibeli oleh pemilik TV yang lain, sehingga ada wacana pemancar mau digabung yaitu satu tower untuk 2 atau bahkan bisa 3 pemancar sekaligus. Seperti punya grup NC itu kan dibeberapa kota sudah 1 tower dan 1 Gedung dipakai bertiga untuk TPI, GLOBALTV, dan RCTI. Dulu pegawainya banyak juga yang di PHK.

Saya ingin sekali kerja di telco, operator mau, vendor juga mau. Dulu pernah test di Vendor dan operator seluler tapi belum rejekine mas. Sekarang satu-satunya yang membuat saya tidak PEDE adalah umur saya yang ampir 35tahun. karena pengalaman 6 tahun sebagai operator Transmisi, sepertinya gak dihargai kalo masuk dunia telco.

Kenapa pria menikah ini masih bimbang?

Mas mau konsultasi, aku sekarang kerja di suatu konsultan di finance industri sebagai IT sys admin sudah bekerja selama dua tahun dengan take home pay (2007) sekitar 6 juta. Kerjaan dan keadaanku persis seperti artikel blog di bawah ini. Aku kerja di industry ini sebagai IT memang ke depannya agak sulit berkembang (terutama dari sisi knowledge). Nah sekarang aku ada tawaran pindah dari sebuah vendor IT (sytem integrator) tapi gajinya gak sebesar di tempatku sekarang. Take homepay-nya bedanya sekitar 1 jutaan lebih rendah (take homepay 5 jutaan).

Tapi aku rasa ke depannya aku bisa lebih berkembang di vendor ini karena pastinya aku akan banyak belajar untuk handle produk kelas dunia (IBM, Cisco, dsb). Mumpung umur masih di bawah 30 tahun. Gimana ya mas kira-kira menyikapinya mohon petunjuk. Apakah aku tetep legowo jalanin di perushsaan yang sekarang atau aku loncat ke vendor yang satu ini. Aku harus mutusin 1-2 hari ke depan keputusannya. Pastinya kalau aku pindah ke vendor ini kerjaanku pasti lebih under pressure dan challenging.

btw aku juga sudah menikah dengan 1 anak..istriku sih agak berat melepaskanku pindah. tapi aku istikhoroh aja
Mas Jono via email Read the rest of this entry »

Siapa bilang jadi direktur enak

Katanya, setelah ada reorganisasi ada beberapa direksi yang harus turun jabatan. Nah Pak Jono itu direksi yang paling ‘kasihan’ mau diturunin jadi kepala divisi ga bisa, dia ga paham betul operasional di perusahaan ini. Mau dibikin direksi di anak perusahaan ga ada. Coba mau gimana lagi, emang ada ya lowongan untuk direksi. Susah kan.

Tau kan tunjangan direksi untuk rumah, untuk kendaraan, untuk HP itu berapa. Nah semua itu bakal di cabut kalau Pak Jono ga jadi direksi lagi.
Obrolan mbak-mbak di sebuah lorong kantor

Sudah tahu juga kan, kalau direksi pegawai kontrak yang bisa dipecat kapan aja kalau kinerja perusahaan ga bagus. Ah kadang kita bisa belajar melihat sesuatu dari luar saja.

Kalau kantor bukan tempat terbaikmu


“Dulu, dikantor pernah ada seorang konsultan yang hebat, dia salah satu lulusan terbaik di Australia. Dulu dia kerja bareng saya, pinter banget” Bosku mengawali pembicaraan.
“Sebenarnya waktu dia lulus kuliah, ada stasiun TV yang menawari dia jadi program manager, tapi karena dia lihat nama besar kantor ini akhirnya dia pilih gabung kita”
“Orangnya luar biasa creative, dia bisa bantu saya bikin presentasi yang bagus, bikin karikatur kalau saya sedang presentasi”
Si bos bercerita sambil terkekeh mengenang dia.
“Kerjaannya memang bagus, tapi saya sadar bahwa kantor ini bukanlah tempat terbaiknya”
Si bos, kantor konsultan keuangan terbesar di Jakarta

Pengalaman 2 tahun harusnya digaji berapa?

Saat ini kerja di perusahaan IT System Integrator, sebagai IT consultant di project salah satu operator. Menurut pengalaman mas Anjar, jika saya akan pindah ke perusahaan lain. Berapakah range persentase yang cocok untuk nego salary di tempat yg baru? Dengan pengalaman saya 2 tahun di industri project telco. Salary saat ini kisaran 3 s.d 4 juta.
Jono, alumni PTN ternama

Komentar:
Dengan kisaran 1-3 tahun pengalaman kerja, biasanya beberapa perusahaan masih menganggap seorang engineer sebagai freshgraduate, kecuali perusahaan tersebut memang bekerja (hubungan vendor dan user) dengan perusahaan si pelamar.

Dalam contoh diatas, jika Jono pindah ke Telkomsel -karena memang Telkomsel membutuhkan skillnya- maka seharusnya Jono bisa dihargai tinggi: >6-7 juta, misalnya. Yang mungkin bisa sebanding jika Jono harus mengawali karir dari awal di Indosat.

Tapi jika Jono pindah cross industry seperti ke Banking, ataupun Telco -tapi tidak melihat kemampuan Jono sebelumnya- Misalkan ternyata di XL Jono diterima sebagai ABAPer SAP, maka Jono akan dihargai pada entry level 3-4 juta, misalnya.

Tapi kembali, karena 1-3 tahun seringkali tidak signifikan, maka kita harus pintar-pintar betul memilihnya. Apalagi kalau calon perusahaan kita memang terbiasa menerima entry level dengan pengalaman 1-3 tahun. Karena ujung2nya sudah ada mekanisme standar dan harga dasar gaji.

Selamat hunting dan nego. Jangan lupa aturan 2x gaji dan 20% growthnya.

Btw terimakasih untuk Mas Jono yang sudah kirim email, informasinya sudah sangat jelas. Saya pasti memfilter informasi yang konfidential, dan saya pasti melindungi identitas penanya.

Kapan karir kita bakal mentok?

“…Kira-kira klo kita masuk di Insurance sebagai orang IT, itu nanti mentoknya dimana yach? Saya bingung juga, makanya saya milih berkarir di IT Solutions aja, padahal benefit yg ditawarin sama si insurance lebih bagus. Tapi yaa itu, sepertinya untuk orang IT tidak ada lift untuk sampai ke lantai tertinggi…”
Jono, di Jakarta

Komentar Orang:

  1. Kalau ingin melakukan hal-hal besar lakukanlah sebelum umur 25 tahun, kalau terlambat lakukanlah sebelum 30 tahun, kalau masih terlambat lakukan sebelum 40 tahun.
  2. Paling tidak butuh 3 tahun untuk memahami kekuatan dan kelemahan kita, sebelum menemukan titik balik.
  3. Teorinya kita akan sangat jenuh setelah 5 tahun melakukan hal yang sama.
  4. Menikah merupakan keputusan pria yang paling berat.
  5. Life is begin at 40
  6. 30 something, singles and happy

Auditor Thinks:
Rulenya simple sebenarnya, tidak ada satu teori pun yang bisa menjelaskan karir path dengan sangat baik. Yang benar2 tahu kondisi di company X pada tahun Y dengan kita duduk dalam salah satu kubikel adalah kita sendiri kan. Dan tidak ada siapapun yang bisa memberikan nasihat ttg masa depan dengan tepat.

Anjar Thinks:
Kalau masih muda bermimpilah setinggi-tingginya, ambillah resiko seberat-beratnya. Toh hidup tidak akan berulang dua kali. Kecuali kita menganggap diri kita tidak muda lagi.

Bacaan optimis pragmatis (yang ‘melelahkan’):
Eileen Rachman: Karir mentok? sudahkah berinvestasi pada diri sendiri?
Yana Arsyadi: Karir mentok, apa yang harus dilakukan?
Adytia P: Harapan di balik karir mentok
Jonru: Ketika karir mentok tiba