Terlanjur menjadi lulusan PTS yang tidak berkualitas

Sudah setahun yang lalu saya lulus dari sebuah PTS Jurusan Teknik Informatika di Jogja. Dalam rentang waktu setahun setelah lulus, saya sudah ‘bekerja’ sekitar 4 bulan di sebuah software house dan menjadi tenaga pengajar di sebuah SMK di kampung halaman juga sekitar 4 bulan.

Salah satu yang membuat saya keluar dari software house adalah karena saya merasa -dan sepertinya benar- bahwa saya tidak punya kualifikasi di bidang tersebut (Microsoft .NET). Mungkin Mas Anjar bisa membayangkan bagaimana kualitas lulusan PTS Yogyakarta. Kalau memang harus menyalahkan, sepertinya sebagian prosentase kegagalan saya adalah kontribusi lembaga yang mencetak saya menjadi sarjana dan beberapa sebab.

Kemudian, saya pun ‘terprovokasi’ oleh sebuah mimpi: “Bukalah satu pintu:ilmu bahasa, maka pintu-pintu yang lain akan terbuka.” I must leave my school in my village. Dengan sangat bersemangat, saya pun menuju ke sebuah kawasan yang dikenal dengan sebutan “kampung bahasa” di Kabupaten Kediri.

Jadi rencana saya adalah:
1. Improving my English in Kediri. Maybe, until “nglotok”
2. Improving my computer knowledge. I plan, i’ll improve Java in Bali Camp - Surabaya
Mohon saran dan masukan Anda. Sebelum dan sesudahnya, saya ucapkan terima kasih.

Ferry via email

Kalau pinalti itu satu-satunya pilihan

Pilih-pilih adalah penyakit freshgrad yang paling umum. Teknik Industri Graduate ga pengen kerja di pabrik. Finance graduate malah pengen kerja di advertising. Yang sudah dapet tawaran di perusahaan A, menimbang-nimbang bahwa jam kerjanya terlalu berat dan ingin menunggu rekrutmen di perusahaan B, dan seterusnya.

Pilih-pilih menurut saya bukanlah hal yang buruk tapi ingat jangan terlalu lama memilih-milih. Saran saya maksimal 9 bulan dari kelulusan, kita harus dewasa memilih pekerjaan dan masa depan kita. Apapun memang ada resikonya dan tidak selamanya hidup itu selalu segaris dengan apa yang kita cita-citakan. Sama seperti nikah kan, kalau pilih-pilih terus ya ga jadi-jadi deh :).

Kenapa harus 9 bulan? paling tidak masih dibawah 1 tahun kan. Pasti akan muncul tanda tanya dari employeer melihat rekrutmennya menganggur lebih dari 1 tahun setelah lulus. Seharusnya calon rekrutmen bisa menuliskan daftar proyek atau kesibukan lainnya selama mengisi waktu setelah lulus Read the rest of this entry »

Outsource 3.5 juta atau Permanen 2.5 juta?

Pilihan yang sulit, jadi karyawan outsource disebuah vendor telco intl ternama dengan gaji 3.5 juta atau jadi karyawan direct permanen disebuah bank plat merah dengan gaji 2.5 juta.

Perkenalkan saya Hendra, saya tahu Mas Anjar di blognya Mas. Saya ingin menanyakan standar gaji untuk junior system support enginner berapa yah? Saya sudah sampai tahap offering dari salah satu vendor telco sekitar 3,5 jt dengan status outsourcing. Padahal saat ini saya pegawai tetap di salah satu Bank plat merah dengan gaji sekitar 2,5 jt FYI, saya lulusan PTN ternama dan tidak ada pengalaman atau pengetahuan di telco, tapi saya memiliki pengalaman di programming dan pengetahuan akuntansi keuangan. Kira-kira sebaiknya saya terima atau tidak yah penawaran tersebut. Terima kasih

Komentar: Read the rest of this entry »

Lifeauditor, Freshgrad Edition

Demi memuaskan rasa ingin tahu para freshgrad tentang dunia kerja, edisi kali ini akan membahas lika-liku mengenai kehidupan freshgraduate dalam mencari kerja. Posting-posting terkait dunia kerja yang saya coba kumpulkan antara lain:

1. Dimana mencari program magang terbaik?
2. Perlukah ikut rekrutmen di kampus?
3. Masih bergunakah program persiapan dunia kerja?
4. Apa yang harus kita lakukan bila telanjur menganggur?
5. Darimana motivasi job hunting anda?
6. Bilamana harus memilih diantara banyak pilihan kerja?
7. Networking tips untuk freshgrad

Dan posting-posting terdahulu yang masih relevan
Suara hati trainee BRI yang kecewa.
Nasib Management Trainee kita

Selamat menikmati.

PS: edisi selanjutnya mungkin - Lifeauditor, Expatriat Edition atau
Quarterlife Crisis Edition? atau ada saran lain? Ditunggu kontribusi, saran dan kritiknya.

Networking tips untuk freshgrad

Bicara networking adalah bicara telur dan ayam. Orang memiliki network yang luas karena posisinya yang penting atau tinggi sementara orang bisa mencapai posisi yang tinggi karena networkingnya yang luas. Pertanyaannya, jika kita bukan siapa-siapa, bagaimana cara mencapai posisi tinggi dan punya network yang luas? Read the rest of this entry »

Bagaimana cara memilih diantara banyak pilihan?

Problem freshgrad yang lain adalah seputar memilih. Banyak email yang masuk menanyakan bagaimana bila harus memilih diantara banyak pilihan. Jawabannya pendeknya sebenarnya sangat sederhana: Dewasalah -kelak menikah pun akan seperti itu lho. Sedangkan jawaban panjangnya adalah: Read the rest of this entry »

Darimana motivasi job hunting terbaik anda?

Dimanapun, motivasi adalah hal yang paling signifikan menentukan kesuksesan anda. Begitu juga dalam job hunting, motivasi merupakan hal yang paling penting untuk menjaga arah anda selama pertempuran mendapatkan pekerjaan. Motivator terbaik selama job hunting paling tidak datang dari Read the rest of this entry »

Apa yang harus kita lakukan bila telanjur menganggur?

“Mas, idealnya berapa lama sih kita menganggur?”

Sarjana, idealnya adalah seseorang yang dibekali konsep berpikir yang matang. Artinya dia tidak lagi berpikir dalam kerangka pelaksana (saja), tapi sudah berpikir dalam kerangka konsep (perencana). Praktisnya, sarjana sudah bisa mengorganize sesuatu dengan baik. Paling tidak dalam karir planningnya, bagaimana mendapatkan koneksinya dan bagaimana untuk mencapai tujuannya dengan baik. Read the rest of this entry »

Masih bergunakah program persiapan dunia kerja?

Saya pernah mengulas mengenai Bandung Talent Source (BTS), sebuah program skill sourcing yang mempersiapkan calon tenaga kerja di dunia professional. Sampai saat ini program ini masih debatable untung ruginya. Ternyata, program model ini tidak hanya diadakan oleh BTS tapi salah satunya oleh ZTE-STTTelkom. Dan diluar skill sourcing sebenarnya masih banyak program persiapan dunia kerja (yang seharusnya kita analisa terlebih dahulu untung dan ruginya) Read the rest of this entry »

Perlukah ikut rekrutmen di kampus?

Rekrutmen kampus merupakan salah satu pintu masuk dunia kerja yang paling mudah. Biasanya si perusahaan datang lengkap dengan atribut standing banner, kadang representative yang cantik-cantik dan mas-mas yang terkadang juga alumni kampus yang menjelaskan visi dan misi perusahaannya. Gampang, test terkadang juga diadakan dikampus, follow-up cepat dan sama sekali tidak repot. Dan hampir dipastikan perusahaan yang datang adalah perusahaan yang bonafid.

Masalahnya cuman satu: rekrutmen kampus itu terlalu kompetitif. Read the rest of this entry »