Karet

“Karet (juga sawit) itu gak ada quotanya Jar,
beda sama Kopi. Kopi itu kalau sudah sampai quota tertentu harganya akan turun”
“Iya Jar, mulai mbangun nih di Prabumulih dan Baturaja.
Disini tanah masih murah. 1 hektar bisa 2-3 juta”
“Nanti ngelolanya gimana?”
“Tiap 3 hektar itu dikelola 1 keluarga. Om-ku punya 30 hektar
dirintis sejak 20 tahun lalu bekerja sebagai PNS”
“Omku sekarang secara finansial jauh lebih baik dibandingkan keluarga lain yang dokter dan insinyur”

Cerita seorang teman yang kemarin mampir kerumah. Sudah S2, bekerja di perusahaan mentereng diluar negeri, tapi ingin pulang jadi petani.

“Wah enak dong, modal kecil untung gede?”
“Ya kira-kira kalau naik motor Trail 5 jam PP lewat lumpur-lumpur itu enak”

“Dari situ aku juga belajar, bahwa membangun mental wirausaha itu tidak mudah.
dari situ juga aku tahu, yang pengen duit tuh bukan polisi atau tentara aja, tapi lurah sampai aparat desanya juga pingin”

Panduan membangun usaha untuk engineer telanjur banyak uang

Saya sudah 11 tahun di vendor telco, dengan pengalaman selama ini saya rasa sudah harusnya buka perusahaan sendiri. masalahnya saya bukan engineer lagi, tapi lebih ke business. masalahnya telco sarat modal / capital intensive, bagaimana saran mas Anjar utk menjual diri ?
Mas Toto,

saya umur 40, sekarang lagi coba pengin usaha sendiri, tapi nggak tahu mau ngapain. mungkin Anjar ada ide? modal yang ada kira-kira 500 juta sampai 1M lah, jangan banyak-banyak dulu. Background geology, jadi mustinya bisa bikin perusahaan konsultan perminyakan. tapi sudah lima tahun kerja di luar indonesia, jadi network di indonesia agak kurang bagus.

Sekarang sih kerja sebagai managing consultant untuk perusahaan minyak nasional di Afrika dengan kontrak setahun dengan gaji USD1000/hari. tapi kalau karier rasanya sudah mentok, nggak bisa kemana-mana lagi. jadi solusinya usaha sendiri itu
Mas Jono,

HIPMI dan sekolah bisnis alternatif terbaik

“Jar, alamat HIPMI Jakarta dimana ya?”
“Hmm, aku cari dulu ya, besok deh aku kabarin, btw dalam rangka apa? bukannya kamu di Singapore?
Rony, teman baik saya ini tinggal di Singapore sejak lulus SMA hingga saat ini lulus S2, semuanya beasiswa
“Iya, aku di Singapore, tapi kerjaku banyak shift malam, jadi punya 3-4 hari off setiap 2 minggunya, jadi mungkin bakal bolak-balik Jkt-SG terus”
“Wah…”
“Iya Jar, aku pengen serius belajar wirausaha, makanya aku pengen join HIPMI”

Rony, teman baik saya ini adalah satu dari sedikit orang yang meyakini bahwa belajar wirausaha/bisnis merupakan salah satu basic skill yang harus dikuasai dengan baik oleh semua orang -yang ingin sukses. Padahal, kalau melihat background pendidikannya, pun bila harus bekerja sebagai dosen ataupun professional di MNC company pastilah sudah lebih dari cukup. Rony mengambil electrical engineering, riset terakhirnya seputar robotic dan sejak dulu dia dikenal cerdas dan jagoan fisika.

Tapi bukan Rony namanya kalau tidak bervisi besar. Sebenarnya sejak kuliah, Rony sudah mulai membangun bisnis dengan mengekspor Mpek-mpek ke kampusnya. Entah bagaimana hitung-hitungannya, biaya paket dan sebagainya, tapi waktu itu dia bilang bisnis ini sangat menguntungkan, walaupun kemudian tidak dilanjutkan karena alasan klasik: sibuk.

Kali kedua diskusi dengan Rony adalah saat dia lulus S1, Rony yang sedang menunggu S2-nya mulai membangun usaha jualan sembako dan pangkalan minyak tanah di kota kelahirannya. Idenya sederhana namun efektif, sembako dijualnya dalam sebuah mobil pickup yang mobile menjemput pelanggannya. Sementara pangkalan minyak tanah pastinya bisnis menguntungkan dengan resiko tinggi. Rahasia umum, bermain dalam dua bidang bisnis ini tidak jauh-jauh letaknya dari aparat, preman setempat hingga ‘mafia pasar’. Read the rest of this entry »

Entrepreneur muda Asia terbaik dibawah 25 tahun, Businessweek

Businessweek merilis daftar entrepreneur muda (dibawah 25 tahun) terbaik di Asia. Silahkan lihat di situsnya untuk lebih detail. Sekilas yang saya tangkap untuk Indonesia -hebat juga ya, ada 4 orang yang masuk dari 22.

B.B. Budiman, 23 tahun www.neuro-designs.com
Surya Budiman, 25 tahun www.asiamobileview.com
Ario Pratomo, 23 tahun www.crystalcargo.ae
Hendi Setiono, 23 tahun www.babarafi.com
Lebih lanjut: Good times for Asia’s Young Entrepreneurs

Dari profilnya sekilas (sekilas ya CMIIW)
1. IT / Techno preneur, mendominasi para pengusaha muda ini. Sisanya macem-macem e.g Hendi Setiono di franchise. Agak paradox dengan kenyataan survey gaji orang IT dari ZDnet yang dirilis kemarin
2. Highly educated, lulusan overseas. Secara sinis diterjemahkan datang dari keluarga mampu -cukup banyak didiskusikan disini.

Jadi?
Kapan sebaiknya memulai usaha? (42 comments)
Cerita mereka yang gagal (17 comments)
Kerja itu cermin kehidupan (28 comments)
Tinggal pilih!

Ada komentar?
Apakah sekedar idol-idol an, yang diblow up media saat -everybody needs a hero. Ataukah memang pengusaha muda yang memang battle proven. Apakah bisa dijadikan cermin motivasi atau ?

Baca juga:
Businessweek best place to launch career 2007

Ernst & Young Entrepreneur of the year 2007: Ciputra 

The secret of the great

Great Job! E:E:E
Great Expertise
Great Exposure
Great Experience

Great Life! F:F:F
Great Faith
Great Family
Great Friend

Jono adalah contoh professional yang hebat Read the rest of this entry »

Rich Dad, Poor Dad-nya Mba Juminten

Sepenggal email dari Mba Juminten:
Kalau buku Who Moved My Cheese? begitu menyemangati saya untuk selalu ingin berubah, buku Rich Dad Poor Dad justru mengajak melakukan hal yang saya rasa sangat sulit untuk dilakukan di sebagian besar orang. Jangan bekerja untuk uang, buatlah uang bekerja untuk kita. Padahal di blog nya Pak Anjar, terekam komen orang-orang yang sangat “bernafsu” untuk bisa bekerja di perusahaan yang bonafide supaya mendapat gaji yang besar.

Saya sendiri sekarang juga “kuli” (baca : bekerja untuk uang). Berulang kali sempat terbersit keinginan untuk mengoptimalkan asset supaya bisa menjadikan “uang bekerja untuk kita”. Seperti dipaparkan seorang financial planner di acara Welcome to BCA tadi malam, asset itu ada 2 macam, berwujud dan tidak berwujud. Asset berwujud seperti rumah, tabungan, mobil, deposito, reksadana dll. Sedangkan asset tak berwujud berupa skill, knowledge, networking dll. Tapi untuk “do action”, rasanya kok rasanya sulit ya…

Baca juga:
Who moved my cheese-nya Mba Juminten.
Kapan sebaiknya memulai usaha (36 respons)
Kerja itu cermin kehidupan (26 respons): Kerja atau usaha itu sama saja
Cerita mereka yang gagal (16 respons): apa yang tidak ada dimedia

Terimakasih Mba Jum, untuk kiriman resensinya. Barangkali ada rekan-rekan lain yang ingin sharing, silahkan, ditunggu ya.

Rich Dad, Poor Dad
Written by Robert T. Kiyosaki
Apa yang diajarkan orang kaya Read the rest of this entry »

Cerita mereka yang gagal

Bikin usaha sendiri itu ternyata SUSAH (Walo ada beberapa orang beranggapan gak susah - susah amat - salute untuk mereka), waktu saya resign ke pekerjaan saya 3 bulan lalu dan memutuskan menikah dalam otak saya sudah punya planing bikin usaha di tempat baru, nyatanya banyak kendala untuk memulainya, dari lahan sampai permodalan,menurut saya niat serta intelegensi saja tidak cukup untuk mendirikan suatu usaha, rasanya sangat putus asa, lebih mudah mengirimkan CV, Interview, Psikotes dan tes kesehatan dan minggu depan saya sudah menempati pos saya yang lama sebagai karyawan (again) di kantor baru milik orang lain bukan sebagai entrepreneur di kantor saya sendiri. Mental saya belum siap menjadi pengusaha Ternyata……….!!!
Brigita. September 14th, 2007

Share aja…. gw pernah bangkrut bikin usaha di bidang selluler, komputer dan game. Setelah dicerna… kegagalan tersebut bersumber pada:
1. Pembagian waktu yang belum bisa mengena pada sasaran
2. Konsentrasi yang tak terfokus pada satu bidang
3. Lalai dan cape berkerja sendiri
Jd… untuk memulai bisnis, haruslah dipertimbangkan matang–matang segala sesuatu yang mungkin akan terjadi… jangan asal sambil jalan aja…
Nnay. September 14th, 2007 Read the rest of this entry »

Kapan sebaiknya memulai usaha

Blog ini cukup banyak membahas periode transisi mulai dari transisi mahasiswa-dunia kerja, transisi single-menikah, hingga yang sekarang dicoba diangkat dari professional-pengusaha. Saya sebenarnya -pastinya sebagai orang yang ragu-ragu memulai usaha- punya banyak contoh kesuksesan dan banyak pula contoh mengenai kegagalan seseorang dalam membangun usahanya.

Mengingat sebagian besar pengunjung ini mungkin adalah karyawan safe player -seperti saya- yang menunda-nunda kapan memulai usaha. Mungkin ada baiknya kita mulai posting ini dengan sharing, sebenarnya apa yang kita rencanakan untuk membangun usaha sendiri.

Seorang senior, teman baik saya selalu bilang -tentunya saat masih dibangku kuliah, bahwa setelah kerja 4 tahun dia akan berhenti dan berwirausaha. Nyata, sampai dengan tahun keempat dan penghasilan -dan tentunya cukup modal- si senior tidak juga berhenti menjadi karyawan. Sebenarnya, masalahnya ada dimana? apa yang membuat karyawan ragu-ragu?

Ada juga yang berencana memulai sebelum umur 30, pokoknya setelah menikah, rumah, mobil dan posisi manager ditangan tercapai. Tapi? ternyata banyak juga yang setelah mencapai itu, ternyata belum tergerak -dan kelihatannya semakin sulit untuk memulai usaha.

Ada masukan? -khususnya yang setia menjadi karyawan, yang pernah gagal, yang selalu ragu-ragu, atau yang sudah sukses.

Kerja itu cermin kehidupan

Dagang itu gimana sih Sal?
Dagang? gimana ya, dagang itu cermin kehidupan Jar
kalau kehidupan keluarga kita baik dagang juga lancar
kalau kehidupan pribadi kita ada masalah dagang juga tersendat
tahu kan maksudnya.., mestinya di pekerjaan juga gitu
promosi, kenaikan jabatan mestinya sama dengan dagang
Faisal, pedagang busana muslim di Tanah Abang, alumni PTN ternama, penghasilan rata-rata 12 juta perbulan.

Jadi cerita begini, Amir, sebutlah namanya mengkritik tulisan-tulisan diblog ini. Kira-kira begini kritikannya
‘Blog lu tuh Jar beda banget ma blog blog pengusaha dan motivator pada umumnya. Di blog lu tuh isinya keluh kesah pegawai, curhat seputar remunerasi dikantor. Beda banget di blog sebelah yang sharing kesuksesan mereka bikin usaha, bagaimana bisa mengapai omset sekian milyar. Di blog sebelah bakal kedengeran kisah sukses mereka, sementara pengunjung diblog ini tetep jalan ditempat jadi karyawan”

Tung, kira-kira begitu intisarinya, yang jelas Read the rest of this entry »

Sebuah perusahaan bernama persahabatan

Kemarin setelah hampir tiga bulan saya, dinda dan satu bulan terakhir ini ada bu dhe menempati rumah ini, baru kemarinlah kami sempat ‘mengundang’ teman-teman kampus untuk berkunjung kerumah. Bukan sengaja terlambat, -tapi karena memang ada beberapa bagian rumah yang perlu diperbaiki, dan bukan sengaja menunda karena kebetulan beberapa kali dinda harus outing ke bogor, bali ataupun lembur dikantor sehingga sabtu minggu pun sering kali tidak ada dirumah. Read the rest of this entry »