Golden Day

“Iya Mas, jadi yang saya pelajari di Singapore, KL, China. Mereka punya kebijaksanaan Golden Day setiap minggunya. Artinya ada satu hari dalam seminggu, dimana karyawan tidak boleh masuk kantor. Harus ada di mall, di lapangan golf atau apapun dalam rangka relationship dengan client”
“wah enak bener tuh Pak”
“Betul, saya rencananya ingin menerapkan kebijaksanaan seperti itu disini”
“Tapi pak, kalau untuk pekerjaan non core business yang bukan business development atau marketing. Alias yang cenderung supporting macem Finance, IT atau HR gimana?”
“Sulit memang, pekerjaan office support kan cenderung terjadwal ya mas, tapi pointnya adalah 80% kesuksesan kita ditentukan dari orang yang kita kenal mas”

“Saya juga belajar mas, disini orang berani investasi besar untuk relationship, makanya bos-bos disini kalau service clientnya ga tanggung-tanggung. Mau meeting dimanapun jadi. Relationship kan sesuatu yang intangible mas, ga bisa diukur kan”

Si bapak, bekerja sebagai GM sebuah unit bisnis di perusahaan minyak integrated (upstrem & downstream) terbesar di dunia.

Kapan kita perlu berorganisasi?

Kira-kira dua tahunan yang lalu saat IA-ITB Jakarta sedang ramai-ramainya memilih ketua barunya. Dikantor saya cukup banyak anak ITB yang tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam organisasi tersebut. Walau tidak menutup kenyataan banyak juga yang seakan tidak perduli. Kondisinya pun kurang lebih hampir sama saat Kagama punya leadership program untuk anak-anak mudanya yang middle-up manager dalam sebuah organisasi KLP banyak yang tertarik tapi rasanya lebih banyak  anak-anak muda potensial yang justru tidak tertarik. Iluni? kurang lebih sama lah.

Anak muda jaman sekarang cenderung apatis dengan organisasi-organisasian. Begitu kesimpulan sementara yang saya yakini, paling tidak hingga saat ini. Diluar ikatan kampus-kampusan organisasi, Pengajian Dep.Kop tempat anak-anak Schlumberger Atrium Mulia dan anak-anak minyak seputaran Kuningan, ataupun anak-anak Sunda kelapa kurang lebih rasanya seperti itu.

Kapan waktu yang tepat untuk berorganisasi?
Pertanyaan ini menimbulkan tanda tanya besar bagi saya Read the rest of this entry »

7 olahraga terbaik untuk networking

1. Golf
“I could tell more about how someone is likely to react in a business situation from one round of golf than he could in a hundred hours of meetings”
Mark McCormack, What They Don’t Teach You At The Harvard Business School

“Golf is a microcosm of the business world. People who can learn the principles and discipline to play good golf have the capacity to do well in business”
Ken Blanchard, The One Minute Manager

Paling penting menurut saya poin no. 7 hehehe. Kalo tee off pagi trus istri juga ikut bangun dan sambil senyum manis menemani menikmati minuman hangat sebelum pergi. udah pasti maen bagus! Kalo mau pergi doi cemberut. Huaaa ancur deh game hari itu :-)
Fnovianto, Tujuh tips handal bermain golf

2. Tenis
Ah kalau golf sih antara ya dan nggak mas. Tenis sebetulnya lebih umum untuk pergaulan Read the rest of this entry »

Anjar Priandoyo Linkedin.com open submission!

“Linkedin.com itu Friendsternya professional”

Kira-kira sejak 2 tahun yang lalu saya menggunakan Linkedin.com untuk mengembangkan network professional saya. Hasilnya tidak jelek, connection saya pertama kali adalah seorang Senior Manager di Overseas MNC -beliau mantan bos saya dulu. Kemudian network saya pun berkembang semakin besar, mulanya setiap client yang saya datangi saya ajak untuk bergabung dalam linkedin. Sekarang semakin baik, cukup banyak Senior Manager, GM ataupun bahkan Vice President dalam connection saya.

Tips mengembangkan network linkedin.com Read the rest of this entry »

Enam cara membuat orang suka pada kita

Six ways to make people like you

  1. Become genuinely interested in other people.
  2. Smile.
  3. Remember that a person’s name is to that person the sweetest and most important sound in any language.
  4. Be a good listener. Encourage others to talk about themselves.
  5. Talk in terms of the other person’s interests.
  6. Make the other person feel important - and do it sincerely.


How to Win Friends and Influence People
Dale Carnegie’s summary of his book, from 1936

Ada yang punya pengalaman lain?

Mendefinisikan kembali makna silaturahmi

Kapan waktu yang tepat untuk bersilaturahmi?
Kepada siapa kita bersilaturahmi?
Apa yang harus kita bicarakan saat bersilaturahmi?
Apa yang kita rasakan kita saat bersilaturahmi?
Apa yang orang rasakan saat kita me-silaturahmi dirinya?
Berapa kali dalam hidup kita harus bersilaturahmi?

Ada banyak hal yang bisa membuat hidup kita lebih bahagia. Salah satunya adalah melaksanakan silaturahmi. Silaturahmi bahasa mudahnya adalah bertamu, bagi sebagian orang bahasa lainnya adalah menyiapkan topik pembicaraan yang panjang, sementara ada juga yang mengartikannya sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan satu sama lain.

Silaturahmi mungkin salah satu aktivitas sosial yang paling mudah. Tinggal berkunjung ketempat tinggal seseorang dan bicara. Pun agak repot silaturahmi bisa juga dilaksanakan di mall ataupun cafe tertentu. Intinya sama, melaksanakan fitrah kita sebagai mahluk sosial. Manusia yang membutuhkan interaksi antara manusia satu dengan manusia yang lain. Read the rest of this entry »

Tujuh tips handal bermain golf

“Hah, jadi kamu belum pernah main golf?”

Paling tidak ini sedikit tips supaya ‘pinter’ main golf.

1. Terlahir sebagai anak caddie,
Terlahir sebagai anak caddie, tinggal dekat lapangan golf mungkin tips terbaik untuk menjadi pemain golf yang handal. Tiger Woods adalah contoh terbaik untuk tips ini, lahir dari pasangan Afro Amerika-Thailand, Tiger sejak kecil sudah dilatih golf oleh sang ayah.

2. Belajar swing pertama umur 5 tahun,
Driving range umumnya diisi orang yang ‘tua’ dan anak-anak kecil. Anak-anak kecil ini kelak akan menjadi pemain golf yang handal. Panjang lingkar perut anda menentukan kualitas swing yang dihasilkan. Seperti dalam terminologi olahraga manapun: ‘lebih cepat dilakukan lebih baik’.

3. Punya tetangga penggemar golf, Read the rest of this entry »

Networking tips untuk freshgrad

Bicara networking adalah bicara telur dan ayam. Orang memiliki network yang luas karena posisinya yang penting atau tinggi sementara orang bisa mencapai posisi yang tinggi karena networkingnya yang luas. Pertanyaannya, jika kita bukan siapa-siapa, bagaimana cara mencapai posisi tinggi dan punya network yang luas? Read the rest of this entry »

Tips makan ga makan asal kumpul

Sabtu, adalah hari yang paling ideal untuk bersilaturahmi. Paling tidak itu yang keluarga kami yakini selama ini. Membuat acara di hari sabtu relatif mudah dibandingkan acara di hari minggu. Logika sederhananya, pun jika sekalian capek, minggunya masih ada waktu untuk beristirahat dan menyelesaikan urusan pribadi.

Ceritanya, kemarin sabtu, sekali lagi kami mengundang sanak kerabat untuk berkunjung ke rumah. Biayanya tidaklah mahal, beberapa potong ayam, lele, sambal terasi dan lalapan di pasar Jombang sudah cukup untuk menjamu mulai dari 5 hingga 25 orang dalam satu harinya, ditambah hidangan penutup seadanya, mulai dari pisang, gorengan hingga sirup sudah cukup membuat suasana rumah meriah dari siang hingga menjelang magrib.

Persiapan pun dilakukan seadanya, pagi berangkat kepasar, menjelang siang masak-masak, menyiapkan piring dan gelas dan beres. Cukup 1 tukang masak: Dinda atau Bu dhe, dan 1 orang pembantu umum: saya. Untuk menyiapkan semua keperluan untuk makan-makan. Read the rest of this entry »

Kalau network saja tidak lagi cukup

Sebagai orang yang datang dari latar belakang keluarga yang biasa saja, bersekolah di kampus yang biasa saja, kecerdasan juga rata-rata pada umumnya, mau tidak mau kita harus putar akal bagaimana bisa survive menandingi si X yang sekolah di LN, cas cis cus bahasa inggrisnya, bagaimana bisa menandingi si Y, anak dewan komisaris BUMN, bagaimana bisa eksis disamping si Z yang rajinnya minta ampun, yang mikirnya 24×7 hanya untuk pekerjaan. Repot kan.

Salah satu strategi yang cukup proven adalah punya banyak teman, alias punya network. Tapi membangun network ini sendiri pun menimbulkan masalah tersendiri. Bukan anak clubbing lah, ga bisa ngobrol tentang aksesoris CR-V terbarulah, ga suka fitness apalagi golf-lah. Akibatnya seperti ayam dan telur, karena ga punya ’sesuatu’ yang bisa dijual untuk masuk dikomunitas yang lebih tinggi, akibatnya ga akan pernah bisa masuk.

“Kalau belum bisa jadi kepala preman terminal, jadi kepala preman pengkolan dulu bos”
“Bicaralah maka kamu akan dikenal”
“Berbuatlah maka kamu akan dilihat”
“Memberilah maka kamu akan dikenang selamanya” Read the rest of this entry »