Anjar Priandoyo

Arsip untuk kategori ‘Pekerjaan

Siklus pekerjaan

tinggalkan komentar »

Senin, selasa, rabu, kamis, jumat…
Ah jumat, rasanya berton-ton penat terselesaikan. Bagian paling indah dari hidup: weekend.
Akan beristirahat, 2 hari lamanya.
Senangnya.

Dan segala rencana akan muncul besok hari

Ditulis oleh priandoyo

Juni 14, 2013 pada 10:04 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Hening, Tenang, Menang

dengan 4 komentar

Dalam 10 tahun terakhir bekerja, mungkin nasihat yang paling bermanfaat dalam melewati setiap tahapan kerasnya perjalanan dunia karir adalah nasihat untuk diam. Nasihat untuk hening, nasihat untuk tenang dalam situasi apapun. Karena hanya dalam keheningan, dalam ketenangan kita bisa membuat keputusan yang tepat, keputusan yang bijak. Bukan sekedar menang dengan tanpa merendahkan, bukan sekedar berperang tanpa pasukan.

Kalau dibandingkan awal-awal bekerja, permasalahan yang dihadapi saat ini jauh lebih rumit. Bukan sekedar orang tidak pernah bicara terus terang, tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan apa yang akan dilakukan oleh orang lain dalam menghadapi situasi ini.

Tapi hidup bukannya tanpa tanda-tanda, seperti mendaki gunung ataupun menjelajah hutan, tanda-tanda itu pasti ada. Ada tanda-tanda yang tampak begitu jelas, sejelas arah matahari tenggelam, ada tanda-tanda yang samar terlihat seperti arah tiup angin yang entah bergerak kemana.

Buat saya, indikator kekacauan ini hanya satu, yaitu orang itu sendiri. Meski dalam diam tubuhnya berbicara, meski dalam bicara ramai mengenai langit, hatinya berbicara kedalaman samudra. Jadi terimakasih teman, terimakasih sahabat, terimakasih keluarga. Peta dan kompas kehidupan yang begitu jelas, tertulis dan terbacakan.

Ditulis oleh priandoyo

Mei 1, 2013 pada 1:28 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Membangun tim yang solid

dengan 2 komentar

Dalam pengerjaan sebuah proyek ataupun pekerjaan sehari-hari dikantor, memiliki tim yang solid dan kompak merupakan impian setiap orang, managernya apalagi. Tim yang solid memungkinkan setiap orang bekerja secara efisien dan mampu menyelesaikan permasalahan secara efektif. Hati lebih tenang dan kualitas kehidupan dapat dengan mudah didapatkan.

Tapi kenyataannya tidak semudah itu, pada umumnya tim project terdiri dari orang-orang yang berasal dari department yang berbeda. Berada dalam fungsi matrix yang artinya setiap orang bisa memiliki 2-3 bos yang berbeda membuat penyusunan prioritas menjadi berantakan -dalam teori Project Management, penyebab konflik terbesar adalah Prioritas, Scheduling & Resources. Belum selesai masalah internal, Tim tersebut masih harus menghadapi klien yang masalahnya juga rumit.

Layaknya manusia, tim yang solid juga tidak langsung terbentuk hari itu juga, tapi melewati serangkaian perjalanan yang panjang. Mulai dari tahap saling curiga, saling menyesuaikan hingga akhirnya menjadi tim yang solid. Manager mungkin punya resep tersendiri bagaimana agar proses penyesuaian ini menjadi lebih cepat, atau bagaimana menghindari terjadinya benturan pada tahapan penyesuaian oleh orang orang yang karakternya berbeda-beda.

Ditulis oleh priandoyo

September 11, 2012 pada 8:31 pm

Ditulis dalam Pekerjaan

Melihat lebih jernih

dengan 7 komentar

“Gimana Jar…”
“Wah mumet bro, puyeng, ribet, kompleks, pusing…”

Bukan sekali, mungkin seminggu bisa 3 kali saya menghadapi situasi penuh tekanan seperti ini, indikatornya juga kian jelas, perut kembung (yang belakangan saya semakin yakin bahwa ini merupakan gelaja awal stress), sakit kepala hingga tidur tidak nyenyak. Penyebabnya macam-macam mulai ketidakpastian seputar proses tender, requirement dan ekspektasi client yang luar biasa, hingga misi-misi ‘impossible’ lainnya yang harus dikerjakan.

Kemarin contohnya, dalam sehari saya harus berada di empat tempat secara berurutan yang berada di ujung ke ujung. Pertama ke Bundaran HI, selanjutnya ke Salemba, dilanjutkan ke TB Simatupang, kemudian ke Pancoran dan berakhir di Bundaran HI lagi. Di semua tempat tersebut saya menghadapi ketidakpastian mulai dari jenis transportasi apa yang akan digunakan hingga apakah panitia/petugas procurement masih membuka layanan -kalau ternyata sudah tutup maka percuma sudah perjalanan panjang hari itu.

Maka rute hari itu (start dari Bundaran HI) adalah menggunakan Kereta Ekonomi (Kota – Bogor), dilanjutkan Taxi, sampai ketempat client, dilanjutkan Ojek, Busway (yang ternyata salah). Tidak lupa ditambah bumbu hujan deras sepanjang perjalanan. Lengkap sudah perjalanan saya hari itu. Paling tidak hanya satu tempat yang meleset saya kunjungi, itupun karena force majeure, dimana hujan sudah terlalu besar untuk saya bisa sampai pada tempat itu tepat waktu.

Kejadian kemarin memang memberikan saya pelajaran banyak tentang moda transportasi alternatif di Jakarta, sehingga tentunya jika harus menjumpai hari dengan perjalanan rumit seperti kemarin saya sudah siap. Tapi pelajaran sesungguhnya bukan pada skill ‘perjalanan’ tadi. Buat saya skill terpenting yang harus saya kuasai adalah belajar untuk melihat lebih jernih situasi dan kondisi yang saya hadapi.

Cara melihat lebih jernih itu bisa diawali dengan menghilangkan distracter dan pengganggu pandangan lainnya, melihat dari sudut pandang yang lebih luas dan kemudian melihat dari cara pandang yang berbeda. Sudah memang, saya masih harus belajar lebih baik lagi.

Ditulis oleh priandoyo

April 18, 2012 pada 2:59 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Dikaitkatakan dengan ,

Rapat, rapat, rapat

dengan 3 komentar

Salah satu client di kantor memiliki agenda rapat rutin setiap minggu sekali dengan durasi hampir setengah hari. Wajar sebenarnya karena clientnya besar, scopenya luas dan waktunya sangat sempit. Selepas mengikuti rapat-rapat yang cukup melelahkan tersebut saya jadi teringat inisiatif Pak Dahlan Iskan untuk mengurangi durasi rapat di BUMN menjadi 50% dari rapat yang biasa dilakukan. Mungkin mengelola rapat yang efektif adalah dilema dan ironi tersendiri di banyak perusahaan. Keputusan-keputusan penting selalu hadir dari hasil rapat panjang sementara disisi lain orang cenderung ‘pilih-pilih’ dengan komitmen dari hasil rapat ataupun tentang inisiatif tertentu yang dihasilkan dari rapat.

Tapi bukan, saya bukan ingin membahas mengenai efisiensi dan efektivitas rapat, tapi saya ingin mengingatkan diri saya bahwa kita harus senantiasa berpikir kreatif dan inovatif disela-sela waktu rapat yang panjang dan melelahkan tersebut. Bayangkan, dalam durasi satu proyek, maka lebih dari 10% dari waktu proyek dihabiskan untuk melakukan rapat progress report. Dan rasanya cukup ‘menyeramkan’ apabila membayangkan bertahun-tahun kita tidak mengalokasikan sedikit 5-10% dari waktu untuk melakukan kreatif dan berinovasi.

Karena masing-masing dari kita memiliki waktu yang sama-sama panjangnya, maka selain ‘kesederhanaan’, alokasi-alokasi untuk waktu yang ada pun harus dilakukan dengan sangat baik dan efisien. Semoga ya. Tulisan pendek disini pun intinya mengingatkan kembali saya untuk berani dan tidak takut bertindak kreatif.

Ditulis oleh priandoyo

Oktober 24, 2011 pada 10:16 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Mengundang

dengan 2 komentar

Aturan Undang-Mengundang, terutama dalam lingkungan formal akademik/korporasi ternyata sangat unik bila dibandingkan aturan undang-mengundang dalam lingkungan entertainment/consumer product. Teori aturan ini tidak berlaku pada launching produk seperti Mobil, Majalah atau produk-produk populer lainnya.

1. Pada dasarnya orang tidak mau di undang
Pada dasarnya orang tidak mau diundang ke sebuah acara seminar, launching product baru, acara gathering kelompok tertentu (alumni sekolah/universitas). Jangankan pada tingkat manager atau direksi, staf yang diundang pun seringkali malas untuk hadir dalam sebuah corporate event.

2. Bila pada akhirnya orang tersebut mau datang maka penyebabnya adalah karena alasan personal
Yang saya amati, seorang manager sales handal tidak hanya perlu mengirim email, tapi juga mengirim undangan hardcopy, menelpon hingga meminta secara langsung dan personal kepada target undangan untuk bisa datang ke acara tersebut.

Susah ya ternyata, walau kata kuncinya adalah ‘personal’, tapi ternyata tidak semua orang bisa dan mampu mengkondisikan dirinya menjadi manager sales yang handal.

Ditulis oleh priandoyo

Oktober 17, 2011 pada 11:28 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Menentukan harga wajar dan kompetitif nilai proyek

tinggalkan komentar »

Pembahasan tentang bagaimana sulitnya menentukan harga wajar dan kompetitif suatu proyek jasa konsultasi mungkin sudah pernah dibahas dibanyak tempat. Tulisan ini hanya sekedar berbagai pengalaman saya dalam menentukan harga dan lebih penting bagaimana dengan harga tersebut perusahaan dapat memenangkan tender di sebuah institusi dengan baik.

1. Kemampuan memprediksi harga adalah segalanya
Di banyak pekerjaan, kemampuan meramal (baca: memprediksi) atau kemampuan yang berhubungan dengan ‘feeling’ sangat mutlak diperlukan. Mulai dari petroleum engineer yang meramal cadangan minyak disuatu titik, trader saham dengan feeling pergerakan sahamnya hingga konsultan dalam memprediksi owner estimate (OE) dari sebuah nilai proyek dan competitor fee dalam sebuah bidding.

Sebegitu pentingnya kemampuan memprediksi ini sampai perusahaan seringkali menempatkan manajemen seniornya untuk menghadiri acara acara penentuan harga semodel e-auction ataupun tender terbuka. Wajar, karena kerja persiapan berbulan-bulan bisa lenyap hanya karena kegagalan si wakil dalam menekan tombol e-auction.

2. Harga pasar tidak mungkin berbohong
Perusahaan bisa saja membuat aturan dan rumus perhitungan nilai proyek dengan menggunakan estimasi mandays, durasi, recoveryrate ataupun kompleksitas kerja. Tapi, apapun model perhitungannya harga yang paling tepat adalah harga yang terbentuk berdasarkan persepsi pasar.

Tahu penempatan perusahaan dan bagaimana persepsi pasar terhadap perusahaan merupakan kunci untuk memenangkan tender dengan baik. Mudahnya sama seperti membeli mobil, ada kelas-kelas mobil dimana harga atas dan harga bawah sudah ditentukan

3. Tahu tata nilai perusahaan dan internal procurement
Penentuan nilai proyek merupakan suatu strategi bisnis yang harus dipelajari dengan baik bagi tiap perusahaan yang bidang jasanya bergerak dalam bidang proyek. Salah satu yang wajib adalah mengenai aturan procurement di perusahaan tempat kita berkompetisi. Mulai dari PP 54 tahun 2010, Peraturan Internal, aturan 80:20, 70:30 dan 60:40 Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh priandoyo

Oktober 2, 2011 pada 9:52 pm

Ditulis dalam Pekerjaan

Mencari Auditor (dan Konsultan) Teknologi Informasi

dengan 2 komentar

Ternyata, mencari konsultan dan auditor teknologi informasi itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebagai sebuah pekerjaan yang merupakan penggabungan antara dua bidang pekerjaan yaitu Audit (Akuntansi) dan Teknologi Informasi, proses pengawakan (resourcing) untuk pekerjan seperti ini -sekali lagi- bukanlah sebuah hal yang mudah.

Sebagai orang yang berlatar belakang TI saya ingin sharing sedikit beberapa hal yang menyebabkan proses rekrutmen tenaga konsultan dan auditor teknologi informasi ini sangat sulit dilakukan. Tentunya pendapat ini bisa jadi sangat berbeda dibandingkan cerita dari orang yang berlatar belakang Audit (Akuntansi) dan tempat dimana dia bekerja.

Nama Audit Firm / Kantor Akuntan Publik bukanlah nama yang ‘populer’ buat lulusan TI
Bagi yang ingin bekerja di core business, bila dibandingkan Microsoft, Google atau Samsung tentunya nama kantor akuntan publik adalah nama yang amat sangat asing. Jangankan bertanya mengenai gaji dan prospek karirnya kedepan. Mengeja namanya pun banyak yang kesulitan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh priandoyo

September 26, 2011 pada 6:33 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Apa yang bisa kita pelajari dari kesalahan

dengan 4 komentar

Sudah pernah gagal? sudah pernah berbuat kesalahan? sudah pernah di’maki’ dimuka publik, dihadapan para petinggi-petinggi dan para decision maker?

Ternyata belajar dari kesalahan dan kegagalan bisa jadi memberikan pelajaran yang jauh lebih banyak dibandingkan pelajaran yang kita dapat dari sebuah pencapaian. Dan bukankah inovasi-inovas terbaik didunia ini datang dari milyaran (hahaha lebay) kegagalan.

1. Belajar mengakui dan menerima bahwa proses yang kita lakukan menyebabkan kesalahan dan kegagalan

2. Belajar mengerti dan memahami dimana letak kesalahan yang terjadi

3. Belajar berinovasi dan berkreasi menemukan, memperbaiki dan meningkatkan proses dimana kesalahan tersebut terjadi

4. Belajar mengulang proses yang sama dengan lebih cepat dan lebih baik

Ditulis oleh priandoyo

September 21, 2011 pada 4:31 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Mencari programmer ASP berbakat

dengan 3 komentar

Kantor saya mencari programmer ASP berbakat dan berkelakuan baik, syukur-syukur mengerti mengenai Oracle. Benefit sangat kompetitif dan berkesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin. Fasilitas yang diberikan:

1. Duduk sebelah meja dengan saya
2. Mendapatkan bonus bimbingan karir dan jaringan kerja di bidang TI
3. Bisa pulang pergi ke kantor bareng saya *khusus di daerah Bintaro, Tanah Kusir, Kebayoran dan sekitarnya
4. Kalau masih single bisa saya bantu mencarikan jodoh dan rumah

Tertarik? silahkan kirim email ke priandoyo@gmail.com dengan CV terakhir

Ditulis oleh priandoyo

September 8, 2011 pada 2:51 pm

Ditulis dalam Pekerjaan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 443 pengikut lainnya.