Arsip untuk kategori ‘Pendidikan’
Tips lulus ujian CISA
Jumat kemarin mungkin merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi beberapa teman-teman di kantor yang sudah lulus ujian CISA (Certified Information System Auditor), apalagi yang sudah tembus dalam ujian pertama kalinya. Tapi minggu kemarin mungkin juga merupakan hari yang paling menyebalkan bagi teman-teman yang memutuskan untuk mengulang ujian pada akhir tahun ini. Pengalaman saya lima tahun terakhir ini melihat ujian CISA seringkali membuat saya terbingung-bingung, kenapa?
1. Banyak* orang berpengalaman yang gagal dalam ujian CISA, sementara disisi lain selalu ada si beruntung yang lolos dalam ujian pertamanya.
2. Banyak* orang yang gagal atau lulus dengan score yang mepet, entah tinggal satu atau dua soal lagi lulus, atau hanya karena kesalahan kecil satu dua nomor.
Apapun kebingungannya, saya melihat ada kesamaan antara orang-orang yang berhasil lulus antara lain:
1. Memiliki waktu belajar yang cukup, ini faktanya yang saya lihat bahwa waktu mereka cukup, dalam artian pada saat ujian tidak panik.
2. Percaya pada strategi belajarnya, ini cukup menjawab orang-orang yang hanya berbekal CISA Review Manual saja namun dapat lulus ujian ini pada percobaan pertama.
Mungkin ada yang mau berbagi pengalaman dengan hasil ujian CISA kemarin?
catatan:
*kata banyak bisa diganti sedikit, ini sangat subyektif, tidak ada data pendukung kecuali pengamatan :)
Tips mengikuti ujian BSMR
Ujian BSMR (Badan Sertifikasi Manajemen Resiko) adalah salah satu ujian wajib bagi kepada seluruh pengurus dan pejabat bank dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen risiko perbankan Indonesia dan corporate governance, detail bisa dilihat disini. Dari kacamata karyawan, ujian ini intinya adalah kewajiban dari perusahaan, dimana BI mewajibkan pada Agustus 2010 (CMIIW) semua pihak terkait harus bersertifikasi BSMR. Jadi agak berbeda dibandingkan sertifikasi CIA, FRM atau CISA yang triggernya lebih pada karir achievement karyawan tersebut. BSMR -sampai saat ini setahu saya- lebih karena requlatory.
BSMR sendiri terdiri dari 5 tingkat, yang biaya pertingkatnya 2,3,4,5 dan tingkat terakhir sebesar 6.5 detail bisa dilihat di situs BSMR juga. Jumlah soalnya 50 buah diselesaikan dalam waktu 1 jam 30 menit. Sedikit sharing tentang pengalaman mengikuti ujian BSMR level 1 (yup baru level 1) antara lain:
Tips Persiapan
1. Atur jadwal belajar dengan baik, buat yang sudah lama tidak pernah ujian, rasa-rasanya agak malas kalau harus kembali menghapal lagi.
2. Untuk yang menggunakan training provider, sadari betul apa peran dari training provider tersebut. Ada training provider yang betul-betul mengajarkan kita konsep mengenai risk management, sementara ada tipe training provider yang lebih memfokuskan pada kelulusan ujian.
3. Soal BSMR terdiri dari 2 tipe yaitu hapalan dan logika, untuk hapalan sayangnya kita memang harus benar-benar menghapal dan untuk logika sebenarnya soal-soal ini bisa diselesaikan dengan memahami maksud soalnya (ini tidak perlu dihapal). Masih ada satu tipe soal lagi yaitu itung-itungan, tapi di level 1 pengalaman kemarin tidak ada soal hitungan yang muncul.
Tips Ujian
1. Persiapkan fisik anda sebaik mungkin menjelang ujian. FYI, Ujian diselenggarakan di area PRJ Hall A sampai D. Ujian dilakukan secara massal (mungkin lebih dari 4000 orang dalam satu ruangan besar). Kursi ujian sangat tidak representatif, hanya berbentuk kursi biasa tanpa sandaran untuk menulis.
2. Pakaian santai, rasanya tidak ada aturan mengenai pakaian yang digunakan. Sempat juga melihat peserta yang menggunakan celana pendek. Tapi paling tidak cari pakaian yang paling nyaman juga cukup hangat karena AC bekerja sangat (atau mungkin terlalu) baik sehingga terasa sangat dingin.
3. Datang awal, beramai-ramai lebih baik. Ujian biasanya dimulai jam 10.00-11.30 tapi biasanya banyak peserta yang sudah hadir sejak jam 08.00. Bisa jadi karena tidak familiar dengan lokasi PRJ atau bisa jadi karena cukup banyak teman-teman satu profesi perbankan. Rasa-rasanya ajang ujian BSRM bisa juga menjadi ajang networking juga
Akhirnya, untuk yang berencana mengambil ujian tetap semangat. Persentase angka kelulusan adalah 80%, cukup tinggi rasanya tapi bukan berarti menjadi dasar untuk tidak belajar. Saya rasa waktu 3 bulan menjelang ujian dengan waktu 1 jam perhari sudah lebih dari cukup untuk lulus ujian ini. Mungkin ada pengalaman lain mengenai ujian BSMR ini?
Kapan sebaiknya mengambil S2?

source:www.toothpastefordinner.com
Bayangkan situasi seperti ini, kita sudah beberapa tahun bekerja. Karir sepertinya damai-damai saja, keluarga pun kelihatannya bahagia-bahagia saja. Maka mungkin ini waktunya untuk mengambil S2. Jadi cerita kemarin ada seorang teman yang menghubungi saya berdiskusi seputar pilihannya untuk mengambil S2.
Si teman sudah memperhitungkan masak-masak tentang pilihannya mengambil S2 disalah satu univ di Jakarta. Biaya sebenarnya sudah masuk dalam perhitungan (tentunya dengan cicilan setiap semester), program studi pun sudah dianalisa dengan baik. Masalah terbesarnya justru pada motivasi untuk sekolah lagi.
“Iya Njar, tapi pegel juga eh dari Tangerang ke Jakarta, jam-jam segitu lagi”
“Tenang bro, paling cuman 1 tahun lebih dikit kan”
Kalau saya perhatikan, profil teman-teman yang mengambil S2. Rasa-rasanya motivasi terbesar untuk mengambil S2 adalah lebih pada aktualisasi diri (khususnya untuk para karyawan ya). Ada yang ‘titipan ‘ dari orang tua untuk S2, ada yang tujuannya memotivasi keluarganya untuk menempuh pendidikan lebih tinggi, atau alasan-alasan motivasi lain diluar material seperti peningkatan karir dan gaji.
Akhirnya saya berpesan pada si teman:
“Bro saranku sih sebaiknya S2 ini disegerakan aja, kalau ada motivasi dan semangat jangan ditunda-tunda lagi. Makin lama biasanya motivasi untuk sekolah ini makin hilang”
Ada pengalaman untuk menjaga motivasi supaya bisa S2?
Untung rugi kuliah S2 di UI
Buat yang tertarik untuk mengambil program S2, ada baiknya mempertimbangkan untuk mengambil program S2 di UI. Mumpung sekarang sedang periode pendaftaran untuk tahun ajaran 2009 nanti (kuliah sekitar Februari 2009). Menurut saya S2 ini sangat menguntungkan, apalagi dengan biaya cukup terjangkau, kecuali ada budget untuk MM yang jauh lebih mahal, bandingkan dengan MM UI yang 70-80juta (CMIIW)
Periode pendaftaran: 13 Oktober 2008 – 28 Nopember 2008
Biaya pendaftaran: Rp. 500.000
Kampus: Salemba / Depok
Biaya: http://www.pps.ui.ac.id/bop-06.htm
lama kuliah: 3 Semester
Ilmu Komputer: 7-10 juta/semester
Ekonomi: 9-10 juta/semester
Detail di: http://penerimaan.ui.ac.id
Mungkin ada yang punya pengalaman lain dengan program S2? konon permintaan S2 untuk tahun ini akan meningkat mengingat cukup banyak institusi yang mewajibkan pengajarnya terutama dari praktisi untuk punya S2, sebelum bisa memberikan pengajaran di kelas.
Selamat hari Pramuka
“..Selamat hari Pramuka..”
Waktu masih sekolah, hari-hari seperti ini pasti ada persami (perkemahan sabtu minggu) atau perjusami (perkemahan jumat sabtu minggu). Ga tau sekarang, sepertinya Pramuka kalah dengan kegiatan-kegiatan outbound komersil
/. . . / . _ / . _ _ . . / . _ /_ _
/ . _ _ . / . _ . / . _ / _ _ / . . _ / _ . _ / . _
Beasiswa S2 IT Telkom?
IT TELKOM program Pasca Sarjana Teknik Elektro-Telekomunikasi, menyediakan beasiswa angkatan 08/09 untuk 15 orang. Program Magister Teknik Telekomunikasi IT Telkom didirikan dan dikukuhkan dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas No. 429/DIKTI/Kep/1999, serta SK Dirjen DIKTI No. 586/D/T/2006.
Peminatan :
1. Wireless communication,
2. telecommunication management.
Persyaratan :
1. Lulusan S1 jurusan teknik elektro, teknik informatika, fisika teknik, fisika, matematika,
2. Lulus seleksi penerimaan, TPA (Test Potensial Akademik), TPK (Keahlian), dan wawancara.
Pendaftaran : 1 Maret-15 Agustus 08,
Pelaksanaan tes : 16 Agustus 08,
Penguman tes : 19 Agustus 2008.
Sekretariat Program :
Gedung C Lantai 2, Kampus IT Telkom
Jl Telekomunikasi no 1, Terusan Buah Batu
Bandung, 40257
Informasi selengkapnya : http://www.ittelkom.ac.id/graduate
Review dan perbandingannya: Scholarshipfocus
Komentar:
IT Telkom ini apanya STT Telkom ya? mungkin ada yang bisa memberi review tentang beasiswa program pascasarjana ini?
Nabung, Sekolah, Hijrah
“…Saya nemu blog ini setelah ada refer link dari teman yang bingung tentang statusnya sebagai IT mid class worker di Indonesia dengan gaji yang tidak pernah cukup, dan selalu merasa “salah” karena tidak bisa bekerja di Oil/gas atau Telco. Saya adalah jebolan 1st tier rank bschool di UK, dulu S1 di sekolah teknik di Bandung, selama 6 thn kerja di service company punyanya ex-wapres US sbg logging field engineer. Sharing dan gamblang bukan bermaksud pamer: gaji pertama langsung di 9juta diluar kontrak rig, bonus proj, etc. 3 tahun kemudian THP jd 16jt, dan saat resign sebelumnya tiap bulan ditransfer 24juta lebih diluar macem-macem allowance.
Itulah yg saya tabung sebelum habis semua untuk bayar biaya bschool, dan selepas itu, saya gabung dgn Consulting firm (satu diantara ini: Bain&co, McKinsey, Mercer, Eli-Lilly, Lehman Bro) dengan paket yang jauuuh lebih besar dari yang didapat saat masih di oil area. range yg sy dpt: > USD$ 117.000
Jadi….oil/telco bukan satu2nya area dmn org bs dpt gaji+bonus besar…toh sampe skrg saya masih sewa rumah dan tdk pny mobil :P jadi buat temen2 di indo, jgn pikirkan soal gaji di telco/NGO/IT or else, let it go by the flow, bikin planning utk career upgrade. Di luar negri, standar gaji sdh baku utk tiap area lain dgn di indo yg gaji org seenaknya. di negri saat ini sy tinggal,gaji semua di satu level sama tanpa liat paspor, tdk spt di indo, bule bego dibyar ribuan dollar hanya utk duduk pake dasi…”
Edo
Komentar:
Beberapa teman juga berjuang lewat Scholarship, mungkin ada pendapat lain?
*quote mid class worker, keren juga istilahnya hehehe
Indoskripsi.com, Kumpulan Skripsi Online Full Content
“…Berangkat dari kegelisahan kami atas nasib ilmu pengetahuan di bangsa ini, karena kebanyakan dari kita lebih suka menutup diri dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta kadang-kadang kita lebih suka untuk melakukan plagiat dari karya orang lain daripada percaya dengan kemampuan diri kita sendiri, dari sinilah ternyata biang keladi matinya ide-ide dan gagasan kreatif serta mandulnya produktifitas intelektual bangsa ini.
Banyak dari kalangan masayarakat mengatakan bahwa karya ilmiah, baik yang berupa skripsi, thesis, jurnal, penelitian, dan lainnya kini hanya menjadi sampah perpustakaan yang teronggok dalam rak-rak buku kampus-kampus. Padahal kalau karya tersebut terpublikasikan, besar peluangnya untuk menjadi sumber inspirasi dan media pengembangan bagi masyarakat yang haus dan peduli terhadap ilmu pengetahuan. Jerih payah dari kalangan intelektual di negeri ini perlu untuk kita support bersama, dan tak patutlah kiranya kalau kita membuat karya emas mereka tersebut menjadi sia-sia…”
Indoskripsi.com
“….Kami hadir kerena melihat banyaknya teman-teman mahasiswa yang dalam proses penyusunan skripsi, tesis banyak mengalami kendala, salah satunya karena minimnya referensi sehingga mereka mengalami kesulitan, kekecewaan dan frustasi dan tidak sedikit yang kena dropout. Sangat disayangkan bukan? Oleh karena itu lewat situs ini kami hadir guna menyediakan referensi berupa file-file skripsi, tesis yang sudah jadi, tidak untuk sebagai plagiarisme namun untuk dijadikan sebagai sample, pembanding dan pengembangan dalam penulisan karya tulis ilmiah yang lebih baik. Dengan semakin banyak referensi, contoh penulisan dan materi semakin terbantu anda dalam menyusun karya tulis. Sehingga proses penyusunan skripsi, tesis anda bisa menjadi lebih cepat, hemat waktu, tenaga dan biaya. Tidak semua judul skripsi atau tesis kami tampilkan disitus, silahkan hubungi kami…”
skripsi-tesis.com
“…Infoskripsi.com berisi Informasi seputar skripsi, Baca entri selengkapnya »
Prospek universitas di luar Jawa
Kasihan temanku di daerah pusing mo ke Jawa (baca Jakarta) lowongan disana semua. Padahal itukan take risk, kalo gak punya modal gede, padahal baru dipanggil test kesatu dari Sulawesi. Ya. sulit, makanya saya prefer nganjurin sarjana-sarjana daerah buka usaha.
Kecuali perusahaan bonafit kayak tambang asing, itu biasanya dari test awal sudah dibiayai akomodasi tapi kalo perusahaan Indo, segede-gedenya paling dikasih makan siang doang. Kata temanku mereka paling banter mengharap jemput bola sedikit sekali perusahaan yang datang ke kampus.
Mas Laode via email
Komentar:
Ada yang punya pendapat?
Kelas pertamaku di FEUI

“Los, besok 9 November ketemuan di FEUI yak, aku ada ngajar nih.
Kamu dah jadi dosen kan? atau masih di CSIS?”
“Di FE? Akh masa? kok bisa Jar?”
Carlos, Dosen FEUI, komentarnya via SMS
“Emang bisa ya Jar? bukannya harus S2 ya”
Bang JTR , dosen FEUI, baru 3 minggu pulang S2 dari University of Groningen. Ketemu di BEJ, habis diskusi dengan orang World Bank.
“Jadi, mas mau berangkat jam 05.00 pagi dari rumah?”
Dinda yang terbengong-bengong dengan rencana berangkat pagi-pagi. Kelas dimulai jam 08.00. Routenya, Bintaro-BEJ-Depok
Masih ga percaya -mengutip sambutannya Bang Enda-, Alhamdulilah akhirnya setelah lama menunggu saya mendapat kesempatan juga mengajar di FE Universitas Indonesia. Iya, mengajar, kelas S1 Akuntansi mata kuliah audit sistem informasi. Kebetulan Partner (dengan huruf P besar) yang seharusnya mengajar sedang sangat sibuk sehingga saya yang harus menggantikannya pagi ini.
Sangat berkesan, karena untuk pertama kalinya bisa mengajar di FEUI. Kalau dulu di UGM, UII, Unpas ataupun Atmajaya -beberapa dalam bentuk presentasi paper- masih mengajar dengan kental aroma akademik, sekarang mengajar dengan lebih banyak muatan pragmatisme di dunia kerja. Jadi agak bingung juga apa yang harus disampaikan. Satu yang muncul dibenak ketika mengajar: ‘Apa iya ilmu yang saya ajarkan bisa bermanfaat secara praktis di industri -atau cuman konsep ngawang-ngawang ga jelas’. Baca entri selengkapnya »