Anjar Priandoyo

Archive for the ‘Pernikahan’ Category

Selingkuh, paling banyak dicari

with 20 comments

Iseng-iseng lihat page statsnya WP, dan agak terkejut ternyata “selingkuh” merupakan salah satu kata yang paling sering di cari di blog ini sepanjang tahun (2006-2008). Ada yang bisa menjelaskan kenapa?

1. axis 9,592
2. bri 5,085
3. isp 4,015
3. bank niaga 3,717
4. sap 3,555
5. nissan grand livina 3,302
6. selingkuh 3,119
7. suzuki sx4 2,921
8. jobsdb 2,511
9. gunamandiri 2,440
10. experd 2,435
11. dinar irak 2,333
12. sinarmas telecom 2,289

kenapa selingkuh (130 respons)

Written by priandoyo

Desember 19, 2008 at 7:54 pm

Ditulis dalam Pernikahan

Pernikahan persahabatan Informatika ITB dan Ilmu Komputer UGM

with 31 comments

InsyaAllah bila tidak ada halangan, bulan November ini sahabat kami Feriati Nurdinasari dan Febrianto akan menikah. Dina dari Informatika ITB dan Anto dari Ilmu Komputer UGM. Dina dari Probolinggo (Tegal, yang mana Din) dan Anto dari Pariaman Bukittinggi. Dina dari Bank Indonesia dan Anto dari Bank Mandiri. Seru ya, pasangan yang serasi sekali.

Sebenarnya Dina dan Anto bukan pasangan pertama di angkatan kami yang menjalin pernikahan seperti itu. Sebelumnya ada pernikahan persahabatan dengan Universitas Diponegoro dan Universitas Indonesia. Kebetulan semua pengantin pria-nya merupakan angkatan kami. Metodenya pun macam-macam mulai dari taaruf, semi taaruf atau sekedar dijodoh-jodohkan teman.

Menurut pengamatan saya, mencari jodoh dari kampus ‘tetangga’ (walaupun lintas provinsi) merupakan metode yang cukup efektif dan manjur. Bu Enny (IPB) dan Pak Priadi (Mesin ITB) yang bertemu saat kunjungan asrama mahasiswa juga merupakan salah satu contoh efektifnya metode ini.

Mungkin ada cerita lain? tips-tips mungkin?
Oh ya, selamat ya untuk Dina dan Anto :) semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah
Ada yang ingin mencoba juga?

Written by priandoyo

Oktober 21, 2008 at 1:27 am

Tips mencari baby sitter dan pembantu rumah tangga

with 64 comments

Paska lebaran seperti ini banyak rumah tangga mulai menyadari betapa pentingnya peranan pembantu rumah tangga dan baby sitter. Paska lebaran ini pula banyak rumah tangga dihantui ketakutan bahwa PRT yang selama ini membantu dirumah tidak lagi kembali bekerja. Mencari PRT itu gampang-gampang susah kata banyak orang, tapi faktanya, justru sehabis lebaran inilah puncak supply jasa jenis ini.

Dimana mencarinya?
Saya lebih sering menggunakan rekomendasi, entah dari teman, kerabat ataupun orang tua. Pengalaman saya, rekomendasi orang tua (atau orang yang lebih dituakan) paling efektif. Pernah suatu kali PRT rekomendasi teman hanya bertahan 2 hari dirumah. Tradisi rekomendasi orang tua ini juga sudah digunakan oleh generasi bapak saya dalam mencari PRT. Baca entri selengkapnya »

Written by priandoyo

Oktober 9, 2008 at 12:00 pm

Ditulis dalam Pernikahan

Kamillosan

with 15 comments

Dulu, waktu melahirkan Azkia, puting susu Dinda sempat berdarah. Dinda juga sempat demam tinggi 39′-40′ selama hampir tiga hari berturut-turut. Panik juga. Dugaannya beragam, mulai dari infeksi, demam berdarah hingga pikiran buruk lainnya. Waktu itu, sempat terbersit untuk membawa Dinda ke dokter atau rumah sakit. Khawatir semakin parah.

Sampai akhirnya Dinda menghubungi seorang sahabatnya yang pernah mengalami kejadian serupa dan akhirnya tenanglah kami. Ternyata hal itu biasa terjadi. Cukup dengan asam jahe (apa Nda namanya) dan oleskan salep Kamillosan di puting si ibu. Sebegitu sederhana dan sebegitu mudahnya perasaan kami berubah menjadi tenang setelah mendengar cerita si sahabat.

Menariknya, kemarin, ternyata ada seorang teman, yang baru saja melahirkan anak keduanya ternyata mengalami kejadian yang sama seperti Dinda. Dan betapa ‘berasa flash back’ ketika berulang menjelaskan fungsi Kamillosan, treatment tidak panik kepada si teman. Rasa-rasanya seperti melihat pasangan muda (kami) berdua diawal-awal kelahiran Azkia. Sama paniknya dan sama (berubah seketika) menjadi tenang mendengar masukan yang berpengalaman.

Sekedar catatan kecil buat saya:
Teman, sahabat seringkali lebih penting dan berguna dibandingkan dokter. Terutama untuk pasangan muda. Pastikan ada kontak teman-teman yang sudah punya anak atau punya pengalaman kurang lebih tidak jauh-jauh dari kita. Bisa sih orang tua atau saudara jauh, tapi ingat teknologi dan zaman sudah banyak berubah. Mungkin banyak hal yang berbeda

Written by priandoyo

September 18, 2008 at 8:59 pm

Ditulis dalam Pernikahan

Bagaimana cara memilih alat kontrasepsi keluarga berencana (KB)

with 29 comments

Ceritanya selepas magrib tadi mampir ke rumah sakit menjenguk seorang sahabat yang baru saja melahirkan anak keduanya. Selisih antara anak pertama dan anak keduanya lebih dari 2.5 tahun. Menurut saya sih normal-normal saja, saya dan kakak saya hanya selisih 1 tahun 2 bulan dan rasa-rasanya sih baik-baik saja tuh. Kalau bicara planning sih, waktu yang ideal mungkin 4 tahun lagi untuk Azkia punya adik.

Ternyata, setelah ngobrol-ngobrol, si sahabat pun punya planning yang hampir sama sebenarnya. Juga 4 tahunan untuk punya anak keduanya. Hanya saja karena ‘kekurang-efektifan’ alat kontrasepsi yang dipilih akhirnya bablas juga. Si sahabat memilih alat kontrasepsi suntik, yang katanya ada sedikit ‘masalah’ saat transisi dari periode tiga bulanan menjadi satu bulanan, maka terjadilah.

Mungkin ada yang punya tips seputar alat kontrasepsi ini? sebenarnya waktu awal-awal menikah, kami juga mengandalkan alat kontrasepsi berjenis kondom. Pertimbangannya banyak, mulai dari belum mapan, belum ada rumah. Tapi lama-lama males juga. Rasa-rasanya sih banyak juga pasangan yang prinsipnya sama seperti itu.

Ada cerita lain? pengalaman dan tips pribadi mungkin?

Written by priandoyo

September 12, 2008 at 3:50 pm

Ditulis dalam Pernikahan

Kuliah, Kerja Plus Nikah

with 53 comments

Mo minta masukan-masukan gimana supaya mantap “kuliah, kerja plus nikah”
Rei

Karena saya bukan pakar dalam bidang ini, mungkin ada teman-teman yang bersedia menjawab

Written by priandoyo

Februari 9, 2008 at 2:09 am

Ditulis dalam Pernikahan

Selamat ulang tahun Dinda

with 18 comments

Hari ini setahun yang lalu, rasanya hampir tidak percaya saya memutuskan menikah dengan Dinda. Simple, waktu itu segalanya belum stabil. H-2 hari pernikahan saya masih di Purwakarta dan H+2 setelah menikah agenda saya seharusnya berangkat ke Medan -dimana keluar kota sudah jadi rangkaian full dalam 5-6 bulan terakhir tahun itu dan itu busy season. Itu dari sisi pekerjaan, dari sisi persiapan mental apalagi. Saya merasa masih terlalu kanak-kanak menyikapi hidup ini, masih cengeng.

Ternyata, pada akhirnya pasti baik. Sekarang kondisi saya jauh lebih baik daripada satu tahun yang lalu sebelum menikah. Dan rasanya tidak percaya kalau harus mengingat kondisi satu tahun yang lalu. Ah rasanya indahnya pernikahan sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata

Tahun depan ceritanya pasti lebih hebat lagi!
Ayo menikah

Written by priandoyo

November 26, 2007 at 4:53 am

Ditulis dalam Pernikahan

Cerita pasangan muda yang gagal berumah tangga

with 29 comments

Jujur tidak mudah untuk melangkah mendekat dimana harus terlebih dulu mengelola ketidakcukupan (ini yang berbeda dg kalian), mungkin bisa jadi bahan tulisan sampeyan, agar kami bisa tahu mengelola ketidakcukupan dari orang-orang yg cukup :)
Mas Arif, di Tolong beri saya nasihat tentang pernikahan

Saya selalu berusaha menyajikan informasi yang seimbang mengenai suatu proses. Ambil contoh tentang proses enterpreneurship yang punya jargon ‘ngapain sih jadi orang kantoran’. Sedapat mungkin saya berusaha menyajikan sharing dari mereka yang tidak hanya sukses baik bekerja maupun wirausaha, tapi juga mereka yang gagal. Bukankah kita bisa belajar jauh lebih banyak dari kegagalan. Baca entri selengkapnya »

Written by priandoyo

November 9, 2007 at 11:01 am

Ditulis dalam Pernikahan

Ayo belajar jadi orang tua asuh

with 14 comments

anak.jpg

Hanafi (5.5th) tahun depan akan masuk sekolah dasar. Hanafi saat ini tinggal di Tumpang, Malang Jawatimur bersama neneknya. Ibunya bekerja sebagai assisten rumah tangga di Jakarta. Hanafi kecil mungkin hanyalah sebagian kecil dari jutaan anak usia sekolah yang mungkin akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pendidikan dasar yang layak. Dan hidup Hanafi akan banyak berubah bilamana ada orang-orang yang mau membantunya dengan menjadikan Hanafi anak asuh.

Buat kami -pasangan muda yang sedang belajar menjadi orang tua- kami memutuskan untuk menjadi orang tua asuh bagi Hanafi. Bagi kami, Hanafi tidak sekedar anak SD biasa di pelosok kecil nun jauh disana, tapi Hanafi diharapkan bisa sebagai sarana pembelajaran bagi kami untuk membangun keluarga yang lebih baik dengan semangat berbagi sebagai landasan keluarga.

Menjadi orang tua asuh sebenarnya bukan hanya suatu kewajiban sosial tapi juga merupakan kebanggaan bagi si orang tua asuh terlebih bila anak asuhnya berhasil. Ummi-nya Dinda contohnya, si Ummi yang punya banyak anak asuh -beberapa berhasil beberapa menghilang- mungkin merupakan contoh sederhana bagaimana si mampu mendistribusikan kelebihannya kepada orang lain.

Ada banyak cara untuk menjadi orang tua asuh, dari nominal terkecil hingga kontribusi terbesar, antara lain Baca entri selengkapnya »

Written by priandoyo

November 5, 2007 at 1:56 am

Ditulis dalam Pernikahan

Tolong beri saya nasihat tentang pernikahan

with 32 comments

Hari ini seorang sahabat baik mengatakan bahwa dalam selang 2 minggu lagi dia akan menikah. Seperti yang saya alami menjelang hari pernikahan tiba, yang sang sahabat lakukan adalah meminta nasihat dari yang ‘terlihat’ lebih berpengalaman seputar pernikahan. Karena saya tahu betul bahwa sebagian besar lelaki semakin ragu menjelang detik-detik terakhir kesempatan menyempurnakan agamanya.

‘Jar, masukan dong, 2 minggu lagi nih, gimana pengalamanmu’
‘Nggg, gimana ya pastinya nikah itu fitrah, setengah agama, suatu hal yang membanggakan bagi seorang lelaki, suatu kepuasan bagi orang tua’
‘Terus proses menjalaninya bagaimana’
‘Pastinya sabar, nikah mungkin ada hal yang ga enaknya, tapi percayalah hal-hal yang pahit dan ga enak itu justru bikin kita makin hebat, ibarat kelas intensiflah, cape tapi hasilnya pasti bagus’

Terus terang buat saya sulit untuk menuliskan apa nasihat sebuah pernikahan. Seperti banyak orang bijak pun menasihati pernikahan hanya dengan saran
‘Pokoknya jalanin aja mas’
Tapi kok rasanya ga puas ya mendengar nasihat seperti itu. Seperti kata si sahabat, Pak Jono yang pengurus Majlis Ta’lim di kantornya pun seringkali memberikan nasihat sederhana tentang sesuatu yang tidak perlu diungkapkan.

Ah, serumit itukah pernikahan? Ataukah pernikahan itu sebenarnya terlalu mudah? atau justru kita -yang sudah menikah- terkadang tidak menyadari dimana posisi barunya.

Mungkin yang sudah menikah punya cerita

Written by priandoyo

November 1, 2007 at 10:04 am

Ditulis dalam Pernikahan