Anjar Priandoyo

Archive for the ‘Standar Gaji’ Category

Pengalaman 2 tahun harusnya digaji berapa?

with 5 comments

Saat ini kerja di perusahaan IT System Integrator, sebagai IT consultant di project salah satu operator. Menurut pengalaman mas Anjar, jika saya akan pindah ke perusahaan lain. Berapakah range persentase yang cocok untuk nego salary di tempat yg baru? Dengan pengalaman saya 2 tahun di industri project telco. Salary saat ini kisaran 3 s.d 4 juta.
Jono, alumni PTN ternama

Komentar:
Dengan kisaran 1-3 tahun pengalaman kerja, biasanya beberapa perusahaan masih menganggap seorang engineer sebagai freshgraduate, kecuali perusahaan tersebut memang bekerja (hubungan vendor dan user) dengan perusahaan si pelamar.

Dalam contoh diatas, jika Jono pindah ke Telkomsel -karena memang Telkomsel membutuhkan skillnya- maka seharusnya Jono bisa dihargai tinggi: >6-7 juta, misalnya. Yang mungkin bisa sebanding jika Jono harus mengawali karir dari awal di Indosat.

Tapi jika Jono pindah cross industry seperti ke Banking, ataupun Telco -tapi tidak melihat kemampuan Jono sebelumnya- Misalkan ternyata di XL Jono diterima sebagai ABAPer SAP, maka Jono akan dihargai pada entry level 3-4 juta, misalnya.

Tapi kembali, karena 1-3 tahun seringkali tidak signifikan, maka kita harus pintar-pintar betul memilihnya. Apalagi kalau calon perusahaan kita memang terbiasa menerima entry level dengan pengalaman 1-3 tahun. Karena ujung2nya sudah ada mekanisme standar dan harga dasar gaji.

Selamat hunting dan nego. Jangan lupa aturan 2x gaji dan 20% growthnya.

Btw terimakasih untuk Mas Jono yang sudah kirim email, informasinya sudah sangat jelas. Saya pasti memfilter informasi yang konfidential, dan saya pasti melindungi identitas penanya.

Written by priandoyo

Mei 24, 2007 at 10:35 am

Ditulis dalam Standar Gaji

Perbandingan gaji di manufaktur elektronik

with 6 comments


Berikut sample screenshot dari perbandingan gaji, careerpath di sektor manufaktur elektronik. Detail perbandingan bisa dilihat di blognya Papabonbon pada thread: Perbandingan gaji di manufaktur elektronik. Sample yang diambil adalah: LG, Samsung, Sanyo, MKI (Matsushita kotobuki Indonesia alias Panasonic), Epson (data menyusul). Papabonbon memberikan data detail berikut tips dan trik survive di industri ini

Papabonbon merupakan salah satu dari 10 kontributor terbaik lifeauditor, berpengalaman dalam Big4 audit firm dan memiliki spesialiasi dalam manufaktur dan industrial product. Lebih jelas dan untuk diskusinya monggo mampir ke blognya beliau.

Written by priandoyo

Mei 24, 2007 at 9:31 am

Ditulis dalam Standar Gaji

Kalau gaji bawahan lebih besar

with 34 comments

“…Gimana cara menyikapi, klo ada engineer yang baru masuk tapi gajinya
jauh lebih besar dari kita. Padahal kita yang harus men-enabling mereka. Ini salah satu contoh untuk kasus NSN ex Nokia vs NSN ex Siemens..”
Salah satu komentar di: Kalau engineer vendor mengeluh

Anjar Thinks:
Pecat HRD-nya, apa-apaan nih. Tapi sebentar mas Jono, sabar dulu, engineer baru ini, umurnya lebih muda? experiencenya lebih muda? atau bagaimana. Lebih detail dong curahan hatinya.

Jadi inget ceritanya Bu Enny, ada arisan Bank Mandiri ex Bapindo, arisan Bank Mandiri ex BDN, arisan ex BBD, Exim. Semuanya punya gaya, jaringan, jargon dan nasionalisme masing-masing. Tobat.

Written by priandoyo

Mei 24, 2007 at 6:15 am

Ditulis dalam Standar Gaji

Dalam industri sejenis kompetisi salary tidak akan beda jauh

with 25 comments

Teori: “Dalam industri sejenis kompetisi salary tidak akan beda jauh”

Asal muasal Teori:
Teori ini muncul dari banyak pengalaman rekan2 engineer yang batal pindah perusahaan. Ada banyak teori yang muncul seputar kegagalan rencana pindah tersebut, ada teori ‘gentlement agreement’ antara operator -sebagaimana gosip NSN dan Wisma Mulia yang melarang pindah ke user. Ada yang berteori struktur gajinya tidak maksimal, sampai ada yang berteori mengenai kultur kerja, ataupun karir plan.

Berangkat dari berbagai teori yang banyak beredar, dicoba dikaitkan dengan teori pembentukan harga pasar, teori-nya orang HRD dll dkk. Diangkatlah teori ini. Yang ternyata setelah dikrosscek dilapangan banyak sekali pembenaran atas teori tersebut.

Aplikasi Teori:
1. Negoisasi gaji,
apalagi rencana pindah pekerjaan kita cross industri, ada baiknya kita memahami betul struktur gaji di calon perusahaan kita yang baru

2. Penentuan karir path, perlukah pindah kerja, yang juga pindah industri misalkan, bagaimana standar gaji yang berlaku.

Kontra:

Meskipun industri yang sama, namun standar salary bisa berbeda banget. Karena tiap company mempunyai pertimbangan sendiri dalam menentukan standar salary. Biasanya hal itu dipengaruhi oleh:
1. Culture dari company (termasuk ownernya) dalam menghargai karyawan.
2. Country of origin dari company.
3. Scale of business dari company tersebut termasuk financial strengthnya.
4. Kompetisi dalam memperebutkan talent di market.
5. Supply talent yang tersedia di market.
Pengamatanku sih 3 faktor teratas adalah faktor yang paling berpengaruh.

Orang Int’l executive recruiting agency

Contoh kasus yang terbukti:
Big4 audit firm: PwC, EY, KPMG, DTT
Operator: TSEL, XL, ISAT
Manufacturer: Honda, Yamaha, Toyota, Suzuki

Contoh kasus yang dipertanyakan:
Vendor: NSN vs Ericsson vs Nokia

Ada yang mau mendebat

Written by priandoyo

Mei 23, 2007 at 5:51 am

Ditulis dalam Standar Gaji

Kalau engineer vendor mengeluh

with 108 comments

Di NSN (ex Siemens), gaji tetep2 aja, malah kayanya cenderung turun. Karena pajak makin naik, n gaji ga dinaikin + uang lembur ditiadakan. NSN, perusahaan yang begini besar aja masih menggaji karyawannya kecil banget, jadi menurut saya teori “Dalam industri sejenis, kompetisi salary tidak akan berbeda jauh” ga benar juga.

Di NSN, bagi yang merintis karir dari fresh gred..3 tahun masih dapet gaji dibawah 5juta. Padahal berada pada level engineer yang bagus, dan tanggung jawab atas project indosat dan telkomsel.
NSN-ers, komentar di blog

Komentar:
Saya sejauh ini selalu menjunjung teori: Dalam industri sejenis, kompetisi salary tidak akan berbeda jauh. Mungkin ada pendapat lain?

Written by priandoyo

Mei 22, 2007 at 7:49 am

Ditulis dalam Standar Gaji

Rate freshgrad D3 ditjen pajak 5.5 juta

with 237 comments

“…Saya sekarang masih CPNS di Direktorat Jenderal Pajak, Memang sih sistem penggajian di Ditjen Pajak sudah mulai dibenahi dengan dilakukannya modernisasi kantor pajak, Lulusan Diploma III yang bekerja di kantor modern sudah menerima gaji+tunjangan sekitar 5,5 juta

Tapi kalo menurut saya masih kurang layak apalagi kalo mau dibandingin dengan gaji pegawai bank indonesia. Padahal tantangan bekerja di kantor pajak itu jauh lebih berat daripada kerja di bank indonesia. Bayangin aja pegawai pajak harus bekerja mengumpulkan uang 400 triliun sementara selama ini (sebelum modernisasi kantor pajak) pegawai pajak (fiskus) cuma digaji 2,2 juta. Semoga aja ke depannya sistem remunirasi di Ditjen Pajak semakin baik…”

Komentar:
Jadi inget disalah satu diskusi membandingkan Bank dengan aset terbesar di Indonesia (Bank Mandiri) vs Ditjen Pajak. Ternyata Bank Mandiri ga ada apa-apanya hehehe.

Bacaan lain
Modernisasi KPP jalan terus, setoran pajak lewati target

Written by priandoyo

Mei 21, 2007 at 6:09 am

Ditulis dalam Standar Gaji

CSM vs PSN: provider satelit terbaik di Indonesia

with 68 comments

Status: Pending, looking for contributor and insider info, silahken post comment kalau ada gosip, berita terakhir
Objective:
Memahami peta persaingan satelit di Indonesia
Inspirasi:
Pertanyaan tentang gaji di PSN

PT Citra Sari Makmur
1987 didirikan oleh Subagio Wirjoatmodjo
1993 Joint venture dengan Bell Atlantic Indonesia, USA (48.95%)
1996 Telkom Tbk (25%) ikut sebagai shareholder

CSM Market leader with premium price with 56% market share among Indonesian satellite public network operators, and co-leader among terrestrial broadband network providers. Significant big player (2003-rank no.5) in Asia Pacific.

PT Pasifik Satelit Nusantara
Komposisi: PT Telekomunikasi Indonesia, Hughes Space and Communications International, Inc. Telesat Canada

Referensi:
Bagaimana membuat indonesia terhubung tulisan bersamanya orang PSN, CSM, LAPAN, TELKOM, Infokom

“…4 operator satelit di Indonesia, yaitu PT. Pasifik Satelit Nusantara, PT. Telkom, PT. Indosat (operator satelit sebelumnya, PT. Satelindo, baru-baru ini melakukan merger dengan PT. Indosat) dan PT. Mediacitra Indostar…”

Written by priandoyo

Mei 16, 2007 at 10:43 am

Ditulis dalam Standar Gaji

Dilbert’s Salary Theorm

with 6 comments

Dilbert’s “Salary Theorm” states that “Engineers and scientists can never earn as much as business executives and sales people”  This theorm can now be supported by a mathematical equation based on the following two postulates:

Postulate 1: Knowledge is Power.
Postulate 2: Time is Money.

As every engineer knows: Power = Work / Time Since: Knowledge = Power and Time = Money Then: Knowledge = Work / Money

Solving for Money, we get: Money = Work / Knowledge. Thus, as Knowledge approaches zero, Money approaches infinity, regardless of the amount of work done.

Conclusion: The less you know, the more you make.

Dari teori gajinya Dilbert yang sangat terkenal :)
Terjawab kan posting gaji Jono yang 10 juta itu, mas Panjul bagaimana?

Written by priandoyo

Mei 11, 2007 at 4:19 am

Ditulis dalam Standar Gaji

Berapakah kenaikan gaji pegawai kontrak?

with 10 comments

Sebelumnya terimakasih untuk rekan Wati yang sudah mengirim email sedemikian panjang kepada saya, perlu beberapa pengeditan terlebih dahulu untuk bisa masuk konsumsi publik rupanya.

Studi kasus
Wati 32 th, menikah satu anak, pengalaman 8 tahun dengan track record:
24 th: lulus kuliah
26 th: admin, marketing berganti 2-3 perusahaan
28 th: sekretaris berganti 2 perusahaan
32 th: sekretaris di 1 perusahaan terakhir selama 3 tahun.

komposisi gaji:
Rp. 900.000: gaji pokok
Rp. 300.000: tunjangan jabatan
Rp. 190.000: premi hadir (dipotong apabila ada absen 7 hari)
Rp. 100.000: lembur rata rata 6 jam seminggu

Selama 3 tahun saya bekerja dengan status karyawan kontrak per 12 bulan . Fasilitas dan benefit (asuransi kesehatan, jamsostek,THR dan cuti) yang diterima nyaris sama, kecuali karyawan tetap menerima 21% revenue perusahaan sebagai service charge. Nilainya dibagi rata bagi seluruh karyawan (tetap) dan setiap hari dilaporkan oleh perusahaan di employee notice board di kantin karyawan. Gaji saya bersifat flat tanpa ada break down, kecuali potongan jamsostek yg saya setorkan setiap bulan
 
Pertanyaan saya
1. Apakah wajar seorang karyawan selama 3 thn berturut turut menjalin kontrak dgn perusahaan tanpa putus?
Buat saya tidak wajar

2. Saya tidak menerima uang lembur, premi hadir dan kenaikan gaji berkala dgn penyesuaian UMR seperti yang diterima rekan rekan karyawan tetap, dgn alasan jumlah gaji sudah ditetapkan pada awal kontrak ? padahal kontrak khan bisa dibuat adendum!

3. Dgn tiadanya kenaikan gaji, berapa % gaji yang saya pantas terima pada kontrak berikutnya yang mungkin dimulai 1 juli 2007 ini?
Ini ceritanya bisa panjang, coba lihat kanan kiri peers anda bagaimana, industri diluar anda bagaimana, apakah kita underpaid, atau memang industrial averagenya seperti itu.

Baru mulai nego, kasus diatas bisa sangat variasi, bisa pake teori 10-20% bisa pakai industrial standard.

4. Gaji saya Rp. 1.750.000  dgn potongan jamsostek 35.000 dan pajak penghasilan Rp. 30.000, kira kira gaji yang dilaporkan perusahaan kepada jamsostek pada kisaran berapa ?
Sebentar ini perlu otretan dulu.

Written by priandoyo

Mei 11, 2007 at 3:50 am

Ditulis dalam Standar Gaji

Lo ga butuh konsultan, lo butuh auditor!

with 15 comments

“Jar, thanks ya advicenya, sekarang gw dah di telco company. Take home pay >10.x juta, dapet COP (Car Ownership Program), insurance, medical unlimited, pulsa dan yang paling penting bandwith yang almost unlimited…bahagia hidup gw, thanks ya..”
Jono, seorang teman via telpon, senin pagi kemarin.

Jono salah seorang teman baik saya mengejutkan syaraf ketenangan saya dipagi itu dengan berita baiknya. Beliau diterima disalah satu big three telco company di Indonesia. Mungkin ini berita biasa aja, tapi masalahnya Jono baru berumur 25 tahun, lulusan statistik, track record kerja juga biasa aja -Jono 3 tahun ini berpindah-pindah di 3 perusahaan. Bukan seorang graduate yang cemerlang atau extraordinary. Jono biasa aja.

Dan fakta yang paling ‘menyebalkan’ Jono diterima di managerial position, secara saya pernah bekerja dalam perusahaan yang sama namun sebagai engineer, saya tahu persis betapa hampir mustahilnya seorang telco engineering graduate bisa mencapai posisi manager dalam kurang dari 3 tahun. Tapi jebret-jebret Jono bisa, dalam path yang kompetisinya tidak tight, dalam kesempatan yang tiba-tiba ada.

Mungkin luck?
“Lu kan dulu advice nego di 6.x atau 7.x Jar, gw juga nego disegitu, eh terakhir senior managernya bilang ini posisi buat manager, en dikasih 10.x hehehe, beyond expectation banget jar”

Ok, cerita Jono kali ini cukup membuatku ‘meringis’ memang saya sudah cukup banyak memberikan wejangan seputar strategi, seputar ‘man behind the gun’ dan seputar tips dan trik, tapi ternyata tawaran yang diberikan Jono jauh lebih tinggi dari sekedar masukan saya. Melongo saya jadinya.

Demi menghibur diri, saya berandai-andai didalam hati, Ah palingan si Jono ini luck biasa. Pasti kan, lha wong tiba-tiba ada posisi itu dan tiba-tiba Jono bisa isi tuh posisi. Iya kan, dan segala kata-kata dalam hati untuk membesarkan diri saya.

Moral of the story:
1. Sebenarnya tidak ada panduan, guidance atau konsultan yang bisa bantu kita untuk negoisasi
, lo ga butuh semua itu. Rule of the gamenya sebenarnya jelas, tapi ada baiknya kita tanya seseorang yang benar-benar tahu struktur salary di perusahaan tersebut. (for somecase, auditor is good references)

2. Menikahlah dan lu bakal punya value lebih. Hehehe, kurang nyambung sebenarnya. Tapi Jono ini cukup fenomenal, kurang dari seminggu sebelum pernikahannya (kurang dari satu tahun yang lalu) Jono diberhentikan dari salah satu MNC FCMG terbesar di Indonesia karena: Bosnya tidak cocok.

Tapi faktanya kurang dari satu tahun, Jono bisa comeback dan mendapatkan posisi yang jauh lebih baik dari #1 MNC FCMG tersebut.

3. Bertemanlah dengan banyak orang (yang konstruktif). Mungkin, tidak banyak nasihat saya yang benar-benar bermanfaat bagi Jono waktu itu. Tapi paling tidak saya berusaha memposisikan diri sebagai teman yang konstruktif, mendukung cita-cita seorang teman, perjuangan dan pencapaiannya.

Orang-orang ini bisa kita jadikan auditor sebagai benchmark, sebagai rollback point kalu jatuh, sebagai pelampiasan kebahagiaan kita -iya kan, kalau kita sukses emang kita mau ngasih tahu siapa kalau bukan teman?

Ayo semangat
*Silaturahmi itu menambah rezeki

Written by priandoyo

Mei 9, 2007 at 6:45 am

Ditulis dalam Standar Gaji

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 483 pengikut lainnya.