Archive for the ‘Tips Mencari Jodoh’ Category
Kriteria suami ideal
Dua dari tiga sahabat baik saya menikah dengan cara taaruf (taaruf bahasa mudahnya, kenalan, cocok langsung lamaran). Kalau mau lebih general mungkin tiga dari empat sahabat saya menikah relatif cepat (baca: tidak melalui masa pacaran berlama-lama). Saya pribadi agak menyangsikan efektivitas model seperti ini, sampai suatu hari sahabat saya main kerumah -dalam rangka hunting rumah.
“Iya Jar kalau boleh ngasih masukan buat kamu, jadi dulu kita masing-masing ngisi CV nikah, kita masing-masing nulis kriteria pasangan ideal nurut kita, kita juga menyusun planning kita kedepan apa, lima tahun lagi apa, sepuluh tahun lagi apa”
Ujar si teman dengan mata berbinar penuh optimisme, meski hari itu mendung dengan semangat sejak pagi hingga tengah hari kami habiskan memutar dari Bintaro, Alam Sutra hingga Sevilla BSD.
Kalau mau jujur si teman memang kriteria suami ideal sekali, lulusan PTN dengan passing grade tertinggi se tanah air, badan tinggi tegap, guanteng pula. Sementara si istri tidak kalah mengkilapnya. Ada ya pasangan ideal seperti ini, dapetnya dari taaruf lagi. Benar tak habis pikir saya. Dan kalau mau jujur pula, rasa-rasanya dulu Baca entri selengkapnya »
Pernikahan persahabatan Informatika ITB dan Ilmu Komputer UGM
InsyaAllah bila tidak ada halangan, bulan November ini sahabat kami Feriati Nurdinasari dan Febrianto akan menikah. Dina dari Informatika ITB dan Anto dari Ilmu Komputer UGM. Dina dari Probolinggo (Tegal, yang mana Din) dan Anto dari Pariaman Bukittinggi. Dina dari Bank Indonesia dan Anto dari Bank Mandiri. Seru ya, pasangan yang serasi sekali.
Sebenarnya Dina dan Anto bukan pasangan pertama di angkatan kami yang menjalin pernikahan seperti itu. Sebelumnya ada pernikahan persahabatan dengan Universitas Diponegoro dan Universitas Indonesia. Kebetulan semua pengantin pria-nya merupakan angkatan kami. Metodenya pun macam-macam mulai dari taaruf, semi taaruf atau sekedar dijodoh-jodohkan teman.
Menurut pengamatan saya, mencari jodoh dari kampus ‘tetangga’ (walaupun lintas provinsi) merupakan metode yang cukup efektif dan manjur. Bu Enny (IPB) dan Pak Priadi (Mesin ITB) yang bertemu saat kunjungan asrama mahasiswa juga merupakan salah satu contoh efektifnya metode ini.
Mungkin ada cerita lain? tips-tips mungkin?
Oh ya, selamat ya untuk Dina dan Anto :) semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah
Ada yang ingin mencoba juga?
Istikharah Cinta, Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal?

“…Jodoh adalah urusan besar. Dengan suami/istri kitalah, kita jalani sebagian besar dari tahun-tahun kehidupan kita. Namun, seringkali memilih jodoh tidaklah mudah. Banyak orang diantara kita yang kebingungan, “Diakah jodoh yang terbaik bagi saya?..”
Cara cerdas mendapatkan jodoh ideal
Ok, saya belum membaca buku ini, walau sebenarnya buku mengenai tips mencari jodoh ini telah lama terbit dan ditulis oleh orang-orang yang cukup saya kenal secara pribadi (orang-orang karena memang penulisnya banyak). Pertama kali melihat buku ini reaksi saya biasa saja, karena waktu itu status saya saya sudah menikah dan saya pikir urusan jodoh itu urusan insting. Gampang deh, rasanya tidak perlu teori-teori XYZ tinggal niat yang kuat, bismillah, eksekusi jalan sudah.
Tapi ternyata buku ini tidak berhenti di biasa saja, Baca entri selengkapnya »
Mencintai itu bukan kejahatan
“Oh jadi yang jahat si A ya”
“Bukan Mas, si A itu pacarnya si B (tokoh utama cowok yang kaya raya) dari kuliah”
“Lho terus kok kaya gitu, padahal si C (tokoh utama cewek yang miskin) kan baru kenal si B ya?”
“Si B kan kemarin hilang ingatan, terus ditolong si C, si B jadi suka sama si C”
“Terus si D ngapain itu?”
“Si D itu bosnya si C dikantor, si D itu temennya si B”
“Jadi yang jahat si C ya?”
“Bukan mas, si A dan si C tuh ga jahat”
Beberapa hari mengambil cuti, saya berkesempatan menemani Dinda nonton sinetron-sinetron Korea di JakTV. Lucu-lucu juga ternyata, Sinetron yang tayang pagi hari ini punya genre yang berbeda dibandingkan dengan sinetron produksi tanah air. Selain tidak ada adegan teriak-teriak, karakter antagonis yang berlebihan sampai, konflik yang menurut saya jauh lebih sederhana daripada sinetron Indonesia.
Biasanya, kalau di sinetron Indonesia, kita bisa menebak dengan mudah tokoh mana yang antagonis -digambarkan kejamnya luar biasa, ataupun tokoh protagonis yang cantik, lembut dan sebagainya dengan hanya satu kali nonton. Tapi kalau di sinetron korea, tidak demikian.
Sebenarnya yang lebih dekat di dunia nyata yang mana ya?
Mengapa lelaki berbohong dan perempuan menangis
“..Jika kelemahan lelaki dan wanita begitu diambil kira, pastilah kedua-duanya tidak hidup berpasangan. Namun, sudah menjadi fitrah serta tuntutan hidup bahawa lelaki dan wanita saling memerlukan. Justeru, wujudlah percintaan dan perkahwinan…”
Raja Yusoff Ariffin
*Ada yang mau berbagi pengalaman?
Kenapa selingkuh?
Saya baru ketemu dengan teman lama, dia bercerita sekarang punya side job sebagai tarot reader dan kabarnya cukup ramai. Beberapa kali masuk media massa. Kebetulan kliennya sebagian besar dari kalangan artis.
Yang menarik dari ceritanya adalah sebagian besar masalah yg dihadapi kliennya (80%-90%) adalah selingkuh, baik oleh mereka sendiri atau oleh pasangannya. Ada yang karena cinta platonik, karena balas dendam, juga ada yang tidak tau kenapa.
Gimana Mas Jar klo buat topik sendiri tentang perselingkuhan, karena dengan membahas hal ini kita bisa tau lebih luas dan bisa belajar cara menghadapinya/menghindarnya. Apalagi udah ada permintaan di atas tuh yang sebenarnya terkait.
CakHan
Mengapa mencari jodoh itu sulit?
Alasan mencari jodoh itu sulit
1. Tidak bisa memilih (khusus bagi lelaki)
2. Tidak yakin dengan calonnya (khususnya bagi perempuan)
3. Ketakutan yang tidak perlu
4. …
5. ..
Lima alasan mencari jodoh itu sulit (32 comments)
“Dari ribuan SMS yang masuk ke HP saya, SMS terbanyak itu konsultasi masalah mencari jodoh, sisanya masalah hutang, masalah rumah tangga baru kesehatan dan lain-lain”
Reza M Syarief, 27 Sept 07 di Majlis Ta’lim Lt 52 Wisma Mulia
Kenapa ya?
Lifeauditor mencari jodoh edition
Rezeki, Hidup, Mati dan Jodoh adalah empat misteri kehidupan terbesar. Point yang terakhir: jodoh, bisa jadi merupakan topik yang paling seru dibicarakan. Topik diskusi manapun biasanya ujung-ujungnya akan berakhir pada pembicaraan ini. Sekedar penghangat, berikut topik tips mencari jodoh yang paling ramai didiskusikan disini:
- Kenapa lelaki baik menikah cepat (52 comments)
- Berapakah usia ideal untuk menikah (44 comments)
- Jodoh anda dari mana datangnya (40 comments)
- Lima alasan mencari jodoh itu sulit (32 comments)
- Calon jodoh kita kebanyakan fans kita (21 comments)
Ada saran, komentar dan masukan? oh ya, dengan ini ‘biro jodoh’ dinyatakan berhenti sementara -ternyata menjodoh-jodohkan orang itu luar biasa sulit-
Percaya diri
Dari hasil ngobrol dengan teman-teman cowok ada statement menarik yang bisa diriset: Rasa percaya diri cowok bertambah ketika bisa punya pacar dan akan makin bertambah ketika udah punya istri
Mba Titi, Psikolog UI
Ada pendapat lain? rasa-rasanya sih…
Mau dicari kemana lagi?
Biasanya setiap pindah kantor baru -saya bisa setiap 2 minggu sekali pindah kantor kalau musim sibuk audit- selain dispenser air minum, yang auditor cari adalah cewek cantik dikantor tersebut. Tapi gak mesti auditor pastinya, temen-temen yang kerjaannya mobile, mulai dari vendor sampe konsultan HR pastinya punya kelebihan untuk bisa lebih banyak lirik kanan kiri. Pengalaman saya sih, lebih banyak teman yang punya jodoh dari kerjaan mobile ini daripada teman yang kerjanya ga mobile.
Contoh, teman saya kerja di semacam hospital product supplier, kerjaannya muter-muter dari RSPI sampe RSPP. Akhirnya istrinya dari perawat disalah satu rumah sakit. Ga jauh-jauh dari itu. Masih terkait dengan rumah sakit, teman saya yang lain istrinya ternyata bekerja dalam ruangan yang bersebrangan dengan ruang si teman. Tetep ga jauh-jauh.
Nah kalau secara empiris, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa jodoh itu ga jauh-jauh dari lingkungan kita. Dan secara teoritis, calon jodoh itu kebanyakan fans kita, maka sebenarnya metode seleksi bisa dilaksanakan lebih mudah.
Saya ga perlu ngajarin kan gimana proses PDKT-nya, setiap orang punya gaya sendiri dan setiap orang pun punya sense tersendiri mengenai PDKT yang dilakukan orang lain pada kita. Jadi? lirik sedikitlah, ga usah jauh-jauh.
Got get ‘em tiger!

