Mencintai itu bukan kejahatan
Mei 9, 2008 — priandoyo“Oh jadi yang jahat si A ya”
“Bukan Mas, si A itu pacarnya si B (tokoh utama cowok yang kaya raya) dari kuliah”
“Lho terus kok kaya gitu, padahal si C (tokoh utama cewek yang miskin) kan baru kenal si B ya?”
“Si B kan kemarin hilang ingatan, terus ditolong si C, si B jadi suka sama si C”
“Terus si D ngapain itu?”
“Si D itu bosnya si C dikantor, si D itu temennya si B”
“Jadi yang jahat si C ya?”
“Bukan mas, si A dan si C tuh ga jahat”
Beberapa hari mengambil cuti, saya berkesempatan menemani Dinda nonton sinetron-sinetron Korea di JakTV. Lucu-lucu juga ternyata, Sinetron yang tayang pagi hari ini punya genre yang berbeda dibandingkan dengan sinetron produksi tanah air. Selain tidak ada adegan teriak-teriak, karakter antagonis yang berlebihan sampai, konflik yang menurut saya jauh lebih sederhana daripada sinetron Indonesia.
Biasanya, kalau di sinetron Indonesia, kita bisa menebak dengan mudah tokoh mana yang antagonis -digambarkan kejamnya luar biasa, ataupun tokoh protagonis yang cantik, lembut dan sebagainya dengan hanya satu kali nonton. Tapi kalau di sinetron korea, tidak demikian.
Sebenarnya yang lebih dekat di dunia nyata yang mana ya?












