Archive for the ‘uncategorized’ Category
Golden Day
“Iya Mas, jadi yang saya pelajari di Singapore, KL, China. Mereka punya kebijaksanaan Golden Day setiap minggunya. Artinya ada satu hari dalam seminggu, dimana karyawan tidak boleh masuk kantor. Harus ada di mall, di lapangan golf atau apapun dalam rangka relationship dengan client”
“wah enak bener tuh Pak”
“Betul, saya rencananya ingin menerapkan kebijaksanaan seperti itu disini”
“Tapi pak, kalau untuk pekerjaan non core business yang bukan business development atau marketing. Alias yang cenderung supporting macem Finance, IT atau HR gimana?”
“Sulit memang, pekerjaan office support kan cenderung terjadwal ya mas, tapi pointnya adalah 80% kesuksesan kita ditentukan dari orang yang kita kenal mas”
“Saya juga belajar mas, disini orang berani investasi besar untuk relationship, makanya bos-bos disini kalau service clientnya ga tanggung-tanggung. Mau meeting dimanapun jadi. Relationship kan sesuatu yang intangible mas, ga bisa diukur kan”
Si bapak, bekerja sebagai GM sebuah unit bisnis di perusahaan minyak integrated (upstrem & downstream) terbesar di dunia.
Citibank Indonesia mengecewakan, citibank.co.id apalagi
“Masa ngurus kartu kredit citibank perlu waktu 1 bulan, malu-maluin aja”
Saya termasuk orang yang sangat konservatif dengan produk perbankan satu ini: kartu kredit. Selain mendorong untuk hidup konsumtif, saya meyakini bahwa semua fitur pada kartu kredit bisa digantikan lewat kartu debit. Dan sejauh ini saya merasa cukup, puas dan tidak terganggu dengan tidak adanya kartu kredit.
Saya pemegang Garuda Frequent Flyer, dulu high travelling -sebelum Dinda hamil, tapi rasa-rasanya hampir tidak ada masalah dengan tidak adanya kartu kredit ini. Sampai akhirnya saya menyerah, karena ternyata (sialnya) masih banyak jasa yang mensyaratkan penggunaan kartu kredit mulai Fitness First ataupun Indosat M2. Baca entri selengkapnya »
Keterbatasan
Bagian paling menyenangkan dari sebuah perjuangan adalah titik nol. Suatu titik permulaan dimana dengan segala keterbatasan yang ada, kita meyakini bahwa tujuan yang kita inginkan dapat dicapai dengan cara yang kita yakini. Suatu titik dimana kita telah menghitung segala hal, menghitung selisih jarak, menghitung gap yang harus kita penuhi untuk mencapainya. Suatu titik dimana muncul keyakinan yang sangat kuat bahwa kita bisa mendapatkannya.
Sewaktu lulus kuliah, dan mendapatkan kenyataan bahwa harus mengawali karir di kota besar, dengan minimnya pengetahuan, minimnya dukungan keluarga. Saat itu merupakan saat-saat terberat bagi saya untuk beradaptasi dengan situasi yang serba baru ini. Mulanya banyak ketakutan yang muncul. Apakah karir saya menjanjikan? dapatkah saya menabung? bagaimana bila ada tekanan dari teman dan atasan? Segala keterbatasan ini seringkali membuat saya takut dan tertekan. Saya merasa tidak punya apa-apa, saya merasa nol besar.
Namun, disaat-saat seperti itulah, saya mulai belajar menyimpulkan bahwa memang saya sedang berada dalam titik nol dalam perjuangan hidup saya. Saya belajar untuk ikhlas, belajar menerima, untuk selanjutnya belajar untuk beranjak dari titik nol menuju titik-titik lain yang lebih baik.
Hidup seperti sebuah siklus yang terus berputar. Setiap saat akan ada titik nol yang harus kita lalui. Awal menikah, awal berkeluarga, awal memiliki anak. Dan titik-titik nol yang lain. Setinggi apapun titik yang telah kita capai, akan ada saatnya kembali kepada titik awal itu lagi.
Manusia sangatlah kecil dan terbatas dimata Sang Pencipta. Dengan menyadari titik dimana kita berada, dengan menyadari keterbatasan yang kita miliki, kita bisa belajar banyak hal bagaimana mensyukuri hidup ini dengan sebaik-baiknya.
22:30, Azkia pup lagi Nda
Semua karena Cinta
“Iya Njar, ini masih yang sama kok”
Sambil melirik ke istrinya yang tersipu disebelahnya.
Saya selalu terkagum-kagum dengan orang yang begitu setia menjaga kepercayaannya dalam waktu yang lama. Seorang sahabat yang kemarin datang kerumah bersama istrinya yang sudah dipacarinya sejak tahun pertama kuliah, hingga sudah 6 bulan usia anak pertamanya.
“Ah Njar, yang kaya gitu sih banyak, ga aneh”
Seru teman yang lain.
“Iya, tapi karena dia teman asrama, karena saya merasa sangat dekat, dan karena dia juga menikah cepat dan karena begitu banyak hal yang mirip maka saya tergetar mendengar pernyataannya”
Cinta, kadang datang tiba-tiba. Kalimat-kalimat cinta juga terkadang muncul disaat-saat yang tidak terduga. Sesederhana pernyataan “ini masih yang sama” atau ketika harus bangun berkali-kali tengah malam mengganti popok si kecil.
Dinda, Azkia aku sayang kamu.
Nama anakku Azkia Maulidya, Azkia artinya Suci, Maulidya karena lahir di bulan Maulid. Sekali lagi mohon doanya ya, mohon maaf baru dilaunching namanya sekarang. Katanya, sunnah melaunching nama anak adalah saat syukuran akikah.
Aku takut waktu akan segera berlalu
“Aku takut waktu akan segera berlalu dan aku harus masuk kantor”
Dinda, selepas magrib suatu ketika diawal cuti 3 bulannya
Libur panjang memang menyenangkan, dulu waktu sekolah, liburan panjang bisa diisi berbagai aktivitas, tapi bagian paling menyebalkan adalah mengingat bahwa tetap harus berangkat sekolah esok.
Disini bukan Cilandak
“Jadi Pak, pilihannya ada dua, mau gede sekalian atau tidak sama sekali, kalau mau sekalian harus ada tenda, kursi dan prasmanan. Tapi kalau engga, mendingan ngirim nasi kotak akikahan saja ke tetangga sekitar sini”
“Gitu ya pak?”
“Iya, disini kalau ngundang 50 orang (satu RT) yang dateng sepuluh saja sudah untung, beda dengan tempat saya dulu, ngundang 5 yang dateng 5, ngundang 10 yang dateng 10″
Sedikit tips untuk akikahan.
1. Rekomendasi memang menyenangkan, tapi faktor jarak juga menentukan.
Sebagai orang yang tidak berpengalaman seputar akikahan, maka rekomendasi adalah komponen utama dalam membuat keputusan untuk memilih provider akikah. Atas dasar itulah diambil penyedia akikah yang sudah terbukti, rasa masakannya enak (gule, sate, tongseng), pilihan yang variatif hingga jaminan kualitas. Beberapa list dari teman seperti Amanah Akikah, Barokah Akikah adalah pilihan-pilihan yang bisa diambil. Tinggal telpon beres.
2. Mencarinya mungkin mudah, tapi lokasi terdekat mungkin menawarkan pilihan terbaik.
Beberapa teman ternyata lebih suka berburu penyedia jasa akikah sendiri. Di dekat rumah pastinya banyak, atau informasi dari masjid terdekat pasti ada. Lokasi yang terdekat memungkinkan kita memilih dan menyaksikan proses pemotongan si kambing. Lebih ‘live’ kesannya.
Mungkin ada tips-tips menyelenggarakan akikah lainnya?
Backing bagian II
“Mas, ternyata truk yang nabrak itu punya orang rotan, teman SMA saya dulu, persis kayak mas tabrakan dulu tuh”
“Oh gitu, terus gimana? jadi gampang kan ganti ruginya?”
“Engga juga, teman saya ketakutan, Bapak saya kan tokoh masyarakat, di RS waktu dia kecelakaan banyak sekali warga yang berkunjung”
Bapak si teman adalah seorang guru di sekolah negeri setempat, mungkin karena wibawanya dia disegani masyarakat. Apa sih yang dipunyai guru? tapi pengaruh selalu bisa dibangun dengan karakter yang kuat.
“Disini sistemnya memang seperti itu mas, korup, kekeluargaan yang kuat dan nekat, alhamdulilah mas ada yang backup juga”
“Terus solusinya mau gimana pak?”
“Saya sih pengen damai aja, kasihan”
Pelajaran penting, backing memang penting tapi massa yang nekat bisa jadi alat negoisasi yang paling efektif.
Dua purnama dihidupku
Alhamdulilah, telah lahir putri pertama kami, Minggu 23 Maret 2008, pukul 22.40 di RS International Bintaro. Berat 3.385 Kg, Panjang 49 cm dengan persalinan normal. Mirip bundanya, putri pertama kami, lahir tepat bulan purnama. Satu hal lagi yang sangat membanggakan. Dinda melahirkan dengan proses persalinan yang sangat cepat, masuk jam 20.00-an kemudian kurang dari 3 jam kemudian putri kami lahir dengan selamat.
Yang kebetulan mampir ke Bintaro monggo mampir, insyaAllah akikahan diselenggarakan Minggu depan. Menunggu kakek dan neneknya yang masih dalam perjalanan ke Jakarta. Mohon doa restunya ya, semoga bisa menjadi anak yang sholehah.
Backing
“Mas, saya harus pulang kampung dulu, Bapak saya kecelakaan”
“Oh ya? kejadiannya bagaimana pak?”
“Bapak lagi naik motor, terus tiba-tiba ditabrak truk, sekarang kritis. Mas punya kenalan di Rumah Sakit itu?”
“Saya cek dulu ya pak, kemarin Mbak sempet jaga di RS itu”
“Iya Mas tolong ya, disini ga semua orang mengerti penanganan yang bener”
Si korban usianya sudah lebih dari 60 tahun, ditabrak truk disalah satu jalur pantura. Setelah di cek ternyata si Mbak ga jaga di RS itu, sudah kebanyakan dokter katanya.
Besoknya,
“Mas, alhamdulilah bapak saya sudah lewat kritisnya, sempet operasi di kepala kemarin”
“Wah alhamdulilah pak, terus sekarang gimana pak?”
“Ini mas ada masalah kecil, motor bapak saya ditahan sama Polisi, juga STNK dan SIM-nya, padahal bapak saya yang ditabrak”
“lha kok bisa?”
“Iya saya juga baru nyadar waktu mau ngecek motor, ternyata ditahan sama polisi. Sopir sama Truknya ditahan juga mas”
“Hufff, repot juga ya, sudah jatuh ketiban tangga pula”
“Mas punya kenalan polisi di sini mas?”
“Saya cek dulu ya pak, rasa-rasanya temen-temen sudah ga bertugas disitu lagi”
Tarik nafas dalam-dalam, kalaupun ada, anak-anak mau ambil PTIK dan justru sedang butuh-butuhnya uang.
Dalam kondisi darurat, teman bisa jadi merupakan sumber pertolongan yang paling efektif. Pelajaran yang saya dapatkan dari kejadian kemarin adalah:
1. Selalu punya dan menjaga emergency contact dengan orang-orang ‘penting’. Kalaupun belum jadi orang penting Baca entri selengkapnya »
Muludan, Tahu petis, dan mitos tentang Nabi
Besok Muludan, dan di Cirebon Muludan (perayaan Maulid Nabi) merupakan event paling ramai di kota Udang ini. Acara Muludan bisa memakan waktu satu bulan penuh, bertempat di sekitar komplek Keraton Kesepuhan. Saya sewaktu kecil bersama Bapak dan Kakak pasti menyempatkan diri ke acara ini. Entah membeli sebungkus Tahu Petis, Martabak ataupun sekedar melihat-lihat Tong Setan dan hiburan rakyat lainnya.
Salah satu rangkaian acara dalam Muludan adalah Panjang Jimat, pada acara Panjang Jimat ini, semua senjata dari kerajaan dicuci kemudian diarak menuju komplek pemakaman Sunan Gunung Jati, yang juga pemakaman keluarga kerajaan. Kurang lebih ya, karena saya sendiri belum pernah melihat prosesi Panjang Jimat ini.
Pada saat acara Panjang Jimat misalnya, ada salah satu event, -berlangsung tengah malam- dimana sebagian masyarakat meyakini Baca entri selengkapnya »

