Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Menyikapi Kesibukan

leave a comment »

Saya melihat laptop saya, dan menemukan banyak sekali folder yang harus saya selesaikan. Persiapan sertifikasi Cloud, persiapan presentasi IoT, persiapan presentasi universitas, belum lagi hal-hal seputar pekerjaan. Padahal untuk “hobby” ada beberapa hal yang harus dilakukan mulai mempersiapkan editing kamera hingga, persiapan makan siang bersama tim.

Untuk urusan hobby ini ada banyak sekali yang harus disiapkan, mulai dari Workinprogress, personal vlog sampai dengan lifeshow. Ini juga harus menyelesaikan rutinitas yang ingin selalu saya lakukan: buku dan film.

Written by Anjar Priandoyo

April 10, 2021 at 6:56 am

Ditulis dalam Life

Sukses dan Kaya: antara pribadi dan masyarakat

leave a comment »

Sukses. Menurut saya, hal yang paling bisa diukur didunia ini adalah sukses, kaya dan materialisme lain. Namun menentukan parameter kesuksesan ini tidaklah mudah. Sebagai contoh, seorang dosen yang bisa menyelesaikan pendidikan hingga S3 menurut saya adalah dosen yang sukses. Hampir dipastikan dosen tersebut pasti tekun sehingga bisa mencapai gelar tersebut. Hampir, karena teori ini belum 100% benar, bisa saja ada dosen yang bisa menyelesaikan pendidikan S3 tapi dengan cara berhutang kesana-kesini yang menyebabkan dia bangkrut. Atau bisa saja dia menyelesaikan S3 karena sudah mendapatkan bekal yang cukup -orang tuanya juga berpendidikan S3- sehingga dia sebenarnya sudah mendapatkan pembimbing sejak kecil.

Kaya. menurut saya, adalah hal yang paling mudah diukur didunia ini, khususnya dari pandangan masyarakat. Sukses itu sangat tergantung pada sudut pandang apa, sementara kaya sifatnya universal, seperti uang yang merupakan sarana pertukaran -kata ganti (uang mirip kata ganti, sebagai contoh tujuan yang paling benar apa, jawabannya adalah “itu”, pergi ke itu, ambil yang itu). Seorang yang berpendidikan rendah, namun kaya raya, hampir dipastikan orang tersebut pasti tekun sehingga bisa mengumpulkan kekayaannya.

Hari-hari belakangan ini saya menjalani beberapa hal baru. ISACA, Sertifikasi (Agile, AWS), Presentasi (IGF, Binus), Youtube, Lari, Penelitian. Beberapa hal ini bisa jadi sukses, bisa jadi gagal. Agile misalnya relatif gagal. Sebenarnya tidak perlu khawatir. Kaya pada akhirnya banyak bergantung pada faktor randomness.

Note: The impact of randomness on the distribution of wealth (Statistical Mechanic)
Piketty and the randomness of wealth ref

Written by Anjar Priandoyo

April 7, 2021 at 5:42 am

Ditulis dalam Life

IT Valuation

leave a comment »

Jadi untuk topik diskusi kita hari ini adalah seputar valuation. Secara definisi:

“Business valuation is a process and a set of procedures used to estimate the economic value of an owner’s interest in a business. Valuation is used by financial market participants to determine the price they are willing to pay or receive to effect a sale of a business”

Jadi kurang lebih Bahasa Indonesianya adalah penilaian harga (catatan: penilaian (valuation) ini dibedakan dengan nilai perusahaan (value) seperti hemat, jujur, cepat).

Sebelum, masuk lebih lanjut, kita harus memahami terlebih dahulu bahwa valuasi ini menjadi hal yang rumit ketika yang dinilai adalah benda-benda (aset) yang sifatnya intangible, software salah satunya, data sebagai turunan software juga merupakan aset intangible yang sulit dilakukan pengukuran ataupun penilaiannya.

“computer software is classified as an intangible asset because of its nonphysical nature”

Lalu bagaimana cara melakukan valuation? secara umum ada 3 pendekatan:
1. Market approach, ini cara yang paling mudah dan akurat. Sebagai contoh kalau ada orang yang menjual data geologist sebesar $1000 per satu record data, maka bisa diasumsikan ini harga yang paling tepat. Kesulitannya, tidak semua data itu dijual dipasar.

2.Cost approach, ini berapa biaya yang diperlukan untuk menghasilkan data tersebut. Sebagai contoh untuk menghasilkan data geologist diperlukan 3 orang engineer untuk mengambil data di Sulawesi dengan biaya transportasi $500.

3.Detailed estimation approach, ini dibuat satu kategori khusus, karena penerapannya berbeda-beda. Sebagai contoh di software engineering ada method COCOMO, LOC dan seterusnya. Di data valuation ada Royalty Method (diasumsikan ada third party yang menyediakan data tersebut), With-and-without-method (diasumsikan data tersebut menambah competitiveness/value/profit perusahan tersebut)

ref

Written by Anjar Priandoyo

April 6, 2021 at 7:55 am

Ditulis dalam Science

McKinsey

leave a comment »

Written by Anjar Priandoyo

April 3, 2021 at 6:35 am

Ditulis dalam Life

Operational Excellence

leave a comment »

Operational Excellence, Shingo Prize, even lean should begin with human approach: respect.

Written by Anjar Priandoyo

April 3, 2021 at 5:46 am

Ditulis dalam Life

Management, Pengusaha

leave a comment »

Manager focus on routine, getting things done.
Business man focus on profit, business man basically a manager that getting things done on money
Entrepreneur focus on innovation, creating something new, out of nothing

Written by Anjar Priandoyo

April 2, 2021 at 8:33 am

Ditulis dalam Life

Internet Governance Forum

leave a comment »

Internet Governance Forum
https://www.intgovforum.org/multilingual/

IGF NRO IANA ICANN IETF ISOC
Sudah lama ga denger istilah ini

ref

Written by Anjar Priandoyo

April 1, 2021 at 4:53 pm

Ditulis dalam Life

Indonesia bukan negara kaya

leave a comment »

Kalau kita perhatikan, banyak ungkapan yang sebenarnya salah. Sebagai contoh “Indonesia adalah negara kaya” adalah ungkapan salah yang seringkali diucapkan berulang-ulang. Indonesia punya lahan sawit, tapi margin dari lahan sawit sebenarnya sangat kecil karena sawit adalah industri ekstraktif, sama seperti batubara atau migas. Keuntungan terbesar adalah pada industri manufacturing e.g mengubah sawit menjadi margarin misalnya. Industri manufacturing ini adanya di Eropa, kenapa Indonesia tidak bisa menjadi manufacturing produk sawit, karena industri turunannya adanya di Eropa semisal coklat, biskuit dan kue. Kenapa kita tidak membuat industri kue? karena di Indonesia orang tidak makan sandwich atau makanan packaging lainnya. Orang Indonesia, dan negara berkembang masih makan ready to made, bukan ready to eat.

Hal lain, banyak orang Indonesia mau jadi orang kaya, “Orang kaya adalah pengusaha”. Ini adalah ungkapan yang salah kaprah juga. Dari 100 orang terkaya di Indonesia, mungkin 100 diantaranya adalah pengusaha, tapi masalahnya mereka menjadi kaya itu bukan dari usaha yang dilakukan, 99 diantaranya menjadi kaya karena warisan, dan 1 orang diantaranya menjadi kaya karena keberuntungan. Lalu kalau orang kaya menjadi kaya karena sebelumnya sudah kaya. Maka pertanyaan yang relevan adalah “Bagaimana orang miskin menjadi kaya”

Orang miskin menjadi kaya, satu-satunya cara adalah dengan berhemat dan mengumpulkan uang secara konsisten. Sedikit saja orang miskin itu tidak berhemat -menghamburkan lebih banyak yang dia dapatkan maka dia akan kembali miskin. Sedikit saja orang miskin itu tidak konsisten -belum sampai titik tertentu dia kaya, maka dia akan kembali miskin. Orang miskin itu perlu juga harus melakukan langkah-langkah inovasi, dengan pertumbuhan organik saja, sangat mustahil orang tersebut bisa melompat menjadi orang kaya. Karena satu persen saja faktor yang membuat seorang menjadi kaya adalah keberuntungan, maka cara ketiga selain orang itu konsisten (routine operation effectiveness manager), selain orang itu efficient (profit oriented busineness), orang tersebut harus innovative (breakthrough accelerated system)

Written by Anjar Priandoyo

Maret 29, 2021 at 8:56 pm

Ditulis dalam Life

Tahun ketiga

leave a comment »

Melewati periode 2014-2019 tidaklah mudah. Saya mempersiapkannya dengan mulai rutin berlari. Sayangnya begitu masuk di Winter 2014, salju, udara dingin menghentikan langkah saya untuk berlari secara rutin. Tahun pertama saya berantakan. Tahun kedua saya mencoba memulai lagi, dan kembali berantakan, saya mencoba melompat melalui IHC, sayangnya IHC yang terburu-buru terpaksa dihentikan oleh hayfever. Tahun kedua juga berantakan. Masuk tahun ketiga, baru situasi membaik.

Written by Anjar Priandoyo

Maret 29, 2021 at 8:24 am

Ditulis dalam Life

Journey

leave a comment »

I start to realize that 2014-2019 period is very hard for me, however I learned a lot. Although it seems that it will not be useful, such as VISA continuity process as individual vs as family. But this enrich me a lot. Life is a journey, is not how much you make, but how you react with things that happen in front of you.

β€œIt’s not what happens to you, but how you react to it that matters.”

― Epictetus

Junior years: 2004-2014
Mid-level years: 2014-2024
– phase 1: 2014-2019 a snow in meadow (KEN)
– phase 2: 2019-2024 a fast payment (BSPI)
Senior years:

Written by Anjar Priandoyo

Maret 28, 2021 at 3:47 pm

Ditulis dalam Life