Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Manajemen Risiko

leave a comment »

Berapa banyak risiko yang ada di dunia ini? tidak terhingga, risiko pada dasarnya adalah “ilmu gaib”, “taruhan (betting)”, “against the god”, “against all the odds”. Pada dasarnya adalah bagaimana perusahaan itu tertib mencatat.

PBI 13/23/PBI/2011 Manajemen Risiko Bank Syariah

1.Risiko Kredit: Kegagalan nasabah
2.Risiko Pasar: Risiko pada perubahan harga pasar
3.Risiko Likuiditas:
4.Risiko Operasional
5.Risiko Hukum:
6.Risiko Reputasi
7.Risiko Strategic
8.Risiko Imbal Hasil (Rate of Return Risk)
9.Risiko Investasi (Equity Investment Risk)

PBI 11/ 25 /PBI/2009 Manajemen Risiko (Perubahan 5/8/2003)
1. Risiko Kredit
2. Risiko Pasar
3. Risiko Likuiditas
4. Risiko Operasional
5. Risiko Kepatuhan
6. Risiko Hukum
7. Risiko Reputasi
8. Risiko Strategic

POJK 18/POJK.03/2016 Manajemen Risiko

Written by Anjar Priandoyo

April 12, 2021 at 3:38 pm

Ditulis dalam Life

Ketenangan hati

leave a comment »

Saya tidak tahu harus mulai dari mana, yang jelas saya hanya bisa mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan terlebih dahulu. Pertama kali tentunya masalah pekerjaan (P1). Sayangnya masalah pekerjaan ini gampang-gampang sulit. Tahun 2020 misalnya, saya bisa saja mengerjakan 2 proyek secara paralel sebagai PM. Namun tahun 2021 ini saya melihat bahwa mengerjakan 2 proyek secara paralel hampir mustahil untuk dilakukan. Februari 2021 saya sudah mencoba dan nampaknya saya hanya bisa untuk mengerjakan satu proyek saja. Saat ini saya harus fokus untuk hanya mengerjakan Proyek09 saja. Fokus dalam artian bisa mengabaikan hal lain.

Weekday
1.Pekerjaan, only at Weekday, I just want to help others
2.Pelatihan (sertifikasi AWS) <1%, I will do my best, focus on learning not passing
3.Presentasi (internet governance forum, binus) <1%, stop worried
4.Penelitian <1%, nothing to loose, just try
5.Perkumpulan (organisasi) <5%, try to support others
6.Pengabdian (proyek, masyarakat, dosen) <1%, try to be useful

Weekend
1.Membaca buku/film, menenangkan diri
2.Menulis, mengekspresikan diri, karena sulit menjelaskan apa yang terjadi.
3.Merawat (diri:lari, mahluk hidup:ikan, kebun)
4.Istri (KPR)
5.Keluarga: Pasangan, anak-anak (sekolah, jalan-jalan)

Written by Anjar Priandoyo

April 11, 2021 at 4:23 pm

Ditulis dalam Life

Weekday vs Weekend

leave a comment »

Hidup itu sebenarnya dibagi dua saja: 1) Weekday; 2) Weekend. Weekday adalah hari dimana saya harus bekerja melayani bos saya dan Weekend adalah hari dimana saya bisa melakukan apapun yang saya suka. Urusan melayani bos ini sifatnya sangat luas, bos bagi saya artinya adalah pengguna jasa yang saya berikan, bisa berarti atasan langsung yang sifatnya lebih banyak berkoordinasi, bisa juga berarti klien yang menggunakan jasa secara langsung. Untuk bisa melayani dengan baik, tentunya diperlukan keseimbangan antara jasa yang diberikan dan balas jasa yang diterima. Sebagai contoh, seorang tukang nasi goreng bisa menjual 100 nasi goreng dalam semalam dengan harga 10 ribu atau memilih untuk menjual hanya 20 nasi goreng dengan harga 50 ribu rupiah.

Namun memilih 100 atau 20 nasi goreng ini tidak mudah, ada banyak faktor lain yang harus diperhatikan, contoh jumlah pelanggan, selera pelanggan, persaingan, lokasi, gaji karyawan dan seterusnya. Faktor ini sangat banyak jumlahnya, sebagai contoh apakah minuman dari teh botol, atau membuat teh manis sendiri.

Dengan banyak faktor seperti itu, menurut saya Weekday pada dasarnya adalah hari mencari uang (baca: materi duniawi). Uang bisa saya dapatkan dari 1) Proyek di kantor (OFFICE), 2) Proyek di Organisasi (ISACA), 3) Proyek di Penelitian (RESEARCH), ataupun 4) Proyek di konsultasi (CONSULTING). Uang dalam hal ini adalah sesuatu hal yang sifatnya material. Sebagai contoh, penelitian itu tidak mendapatkan uang, tapi sifatnya adalah materi. Organisasi apalagi, sifatnya adalah nirlaba, tapi sifatnya juga materi.

Sementara Weekend adalah hari dimana saya tidak mencari materi duniawi, dimana saya melakukan hal-hal yang saya sukai tanpa ada konsekuensi apapun. Dalam hal ini, hingga sejauh ini ada 3 hal yang ingin terus menerus saya lakukan 1) Lari 2) Membaca buku/film 3) Berkarya Menulis/Video. Lari ini sangat personal, karena berbagai kesulitan hidup, bisa diselaraskan dengan berlari. Membaca ini juga sangat mudah dilakukan, termasuk dalam versi lainnya adalah menonton film. Dan yang ketiga adalah berkarya. Ini bisa saya lakukan dengan cara menulis, termasuk saat ini sedang dicoba dengan cara membuat video. Dalam hal weekend, tidak ada batasan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Satu-satunya yang membatasi adalah waktu.

Written by Anjar Priandoyo

April 11, 2021 at 5:04 am

Ditulis dalam Life

Youtube sebuah catatan

leave a comment »

Youtube sebuah catatan

Sebenarnya ini kamera lama, clip on lama. Namun ide baru. Rencana membuat video yang sedikit lebih rapih juga sebenarnya sudah terkubur cukup lama. Baru sekarang bisa terwujud.

Written by Anjar Priandoyo

April 11, 2021 at 4:11 am

Ditulis dalam Life

Tagged with

Menyikapi Kesibukan

leave a comment »

Saya melihat laptop saya, dan menemukan banyak sekali folder yang harus saya selesaikan. Persiapan sertifikasi Cloud, persiapan presentasi IoT, persiapan presentasi universitas, belum lagi hal-hal seputar pekerjaan. Padahal untuk “hobby” ada beberapa hal yang harus dilakukan mulai mempersiapkan editing kamera hingga, persiapan makan siang bersama tim.

Untuk urusan hobby ini ada banyak sekali yang harus disiapkan, mulai dari Workinprogress, personal vlog sampai dengan lifeshow. Ini juga harus menyelesaikan rutinitas yang ingin selalu saya lakukan: buku dan film.

Written by Anjar Priandoyo

April 10, 2021 at 6:56 am

Ditulis dalam Life

Sukses dan Kaya: antara pribadi dan masyarakat

leave a comment »

Sukses. Menurut saya, hal yang paling bisa diukur didunia ini adalah sukses, kaya dan materialisme lain. Namun menentukan parameter kesuksesan ini tidaklah mudah. Sebagai contoh, seorang dosen yang bisa menyelesaikan pendidikan hingga S3 menurut saya adalah dosen yang sukses. Hampir dipastikan dosen tersebut pasti tekun sehingga bisa mencapai gelar tersebut. Hampir, karena teori ini belum 100% benar, bisa saja ada dosen yang bisa menyelesaikan pendidikan S3 tapi dengan cara berhutang kesana-kesini yang menyebabkan dia bangkrut. Atau bisa saja dia menyelesaikan S3 karena sudah mendapatkan bekal yang cukup -orang tuanya juga berpendidikan S3- sehingga dia sebenarnya sudah mendapatkan pembimbing sejak kecil.

Kaya. menurut saya, adalah hal yang paling mudah diukur didunia ini, khususnya dari pandangan masyarakat. Sukses itu sangat tergantung pada sudut pandang apa, sementara kaya sifatnya universal, seperti uang yang merupakan sarana pertukaran -kata ganti (uang mirip kata ganti, sebagai contoh tujuan yang paling benar apa, jawabannya adalah “itu”, pergi ke itu, ambil yang itu). Seorang yang berpendidikan rendah, namun kaya raya, hampir dipastikan orang tersebut pasti tekun sehingga bisa mengumpulkan kekayaannya.

Hari-hari belakangan ini saya menjalani beberapa hal baru. ISACA, Sertifikasi (Agile, AWS), Presentasi (IGF, Binus), Youtube, Lari, Penelitian. Beberapa hal ini bisa jadi sukses, bisa jadi gagal. Agile misalnya relatif gagal. Sebenarnya tidak perlu khawatir. Kaya pada akhirnya banyak bergantung pada faktor randomness.

Note: The impact of randomness on the distribution of wealth (Statistical Mechanic)
Piketty and the randomness of wealth ref

Written by Anjar Priandoyo

April 7, 2021 at 5:42 am

Ditulis dalam Life

IT Valuation

leave a comment »

Jadi untuk topik diskusi kita hari ini adalah seputar valuation. Secara definisi:

“Business valuation is a process and a set of procedures used to estimate the economic value of an owner’s interest in a business. Valuation is used by financial market participants to determine the price they are willing to pay or receive to effect a sale of a business”

Jadi kurang lebih Bahasa Indonesianya adalah penilaian harga (catatan: penilaian (valuation) ini dibedakan dengan nilai perusahaan (value) seperti hemat, jujur, cepat).

Sebelum, masuk lebih lanjut, kita harus memahami terlebih dahulu bahwa valuasi ini menjadi hal yang rumit ketika yang dinilai adalah benda-benda (aset) yang sifatnya intangible, software salah satunya, data sebagai turunan software juga merupakan aset intangible yang sulit dilakukan pengukuran ataupun penilaiannya.

“computer software is classified as an intangible asset because of its nonphysical nature”

Lalu bagaimana cara melakukan valuation? secara umum ada 3 pendekatan:
1. Market approach, ini cara yang paling mudah dan akurat. Sebagai contoh kalau ada orang yang menjual data geologist sebesar $1000 per satu record data, maka bisa diasumsikan ini harga yang paling tepat. Kesulitannya, tidak semua data itu dijual dipasar.

2.Cost approach, ini berapa biaya yang diperlukan untuk menghasilkan data tersebut. Sebagai contoh untuk menghasilkan data geologist diperlukan 3 orang engineer untuk mengambil data di Sulawesi dengan biaya transportasi $500.

3.Detailed estimation approach, ini dibuat satu kategori khusus, karena penerapannya berbeda-beda. Sebagai contoh di software engineering ada method COCOMO, LOC dan seterusnya. Di data valuation ada Royalty Method (diasumsikan ada third party yang menyediakan data tersebut), With-and-without-method (diasumsikan data tersebut menambah competitiveness/value/profit perusahan tersebut)

ref

Written by Anjar Priandoyo

April 6, 2021 at 7:55 am

Ditulis dalam Science

McKinsey

leave a comment »

Written by Anjar Priandoyo

April 3, 2021 at 6:35 am

Ditulis dalam Life

Operational Excellence

leave a comment »

Operational Excellence, Shingo Prize, even lean should begin with human approach: respect.

Written by Anjar Priandoyo

April 3, 2021 at 5:46 am

Ditulis dalam Life

Management, Pengusaha

leave a comment »

Manager focus on routine, getting things done.
Business man focus on profit, business man basically a manager that getting things done on money
Entrepreneur focus on innovation, creating something new, out of nothing

Written by Anjar Priandoyo

April 2, 2021 at 8:33 am

Ditulis dalam Life