Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Dash Symbol

leave a comment »

Dash Symbol
https://english.stackexchange.com/questions/28601/appropriate-dash-to-use-when-attributing-a-quotation

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Januari 18, 2018 at 5:12 pm

Ditulis dalam Life

Memahami Kalah

leave a comment »

Kalah

Dalam setahun rata-rata orang Indonesia membeli 8 buah baju, 2 buah buah sepatu, 2 buah buku, dan 1 kali menonton di bioskop. Sementara, rata-rata orang Amerika membeli 60 buah baju, 8 buah sepatu, 12 buku dan 5 kali menonton di bioskop.

Artinya? orang Indonesia tidak mencintai produk dalam negeri?

Tidak, karena produksi buku dan film di Indonesia trennya terus meningkat jenis dan ragamnya. Tapi, penjualannya terus menurun. Ibaratnya sudah berusaha keras untuk swasembada, namun seringkali tidak berdaya.

Mungkin, buat apa menonton produksi kreatif dalam negeri yang harganya relatif sama tapi kualitasnya tidak sebaik produk luar negeri.

Lalu apa artinya?

Mungkin karena kita kalah bersaing. Pemenang menguasai semuanya.

Lalu bagaimana caranya menang?

https://tirto.id/apa-yang-dipelajari-di-sekolah-film-clUw
https://tirto.id/sekolah-film-kemiskinan-imajinasi-dan-kurang-pergaulan-clS9
http://surabaya.bisnis.com/read/20141015/94/75196/orang-indonesia-jarang-nonton-bioskop-ternyata-ini-penyebabnya

Written by Anjar Priandoyo

Januari 16, 2018 at 1:56 pm

Ditulis dalam Science

Memahami dunia ustad

leave a comment »

Opini dari tirto ini bagus sekali.

Ustad Radio 1980-1990: Zainuddin,
Ustad TV 2000-2010: Aa Gym, Yusuf Mansur, Solmed
Ustad Medsos 2015-now: Abdul Somad, Felix Siauw, Habib Rizieq

https://tirto.id/dari-aa039-gym-ke-felix-siauw-ustaz-medsos-amp-medium-dakwah-politis-cCGf

Written by Anjar Priandoyo

Januari 16, 2018 at 12:50 pm

Ditulis dalam Life

Memahami industri buku

leave a comment »

Saya harus memberikan kepada tirto untuk reportasenya yang selalu tajam. Ini data yang tidak mungkin saya dapatkan tanpa investigasi, misalnya:

60% barang yang dijual di Gramedia bukan buku.
Paradox: minat baca tinggi, volume buku banyak, penjualan menurun
Pangsa pasar buku elektronik di Indonesia hanya 2%, Amerika 35%, Inggris 29%

https://tirto.id/memburu-label-best-seller-bCGJ
https://tirto.id/ikapi-minat-baca-meningkat-penjualan-buku-menurun-cnpA
https://tirto.id/membentuk-industri-buku-sehat-tanpa-monopoli-bGjn

Kumparan juga tidak kalah
Ini reportase yang juga sangat baik dari kumparan

Orang hanya membeli 2 buku per tahun

https://kumparan.com/@kumparannews/industri-buku-di-indonesia

Jumlah buku yang diterbitkan di Indonesia 18.000 judul. Jepang (40.000 judul), India (60.000 judul), dan China (140.000 judul)

View story at Medium.com
https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20150706063457-241-64528/penjualan-buku-agama-dan-anak-kalahkan-novel
https://jonru.wordpress.com/2012/07/04/self-publishing-jangan-buru-buru-menjual-buku-anda-di-gramedia/

Written by Anjar Priandoyo

Januari 16, 2018 at 12:45 pm

Ditulis dalam Management

Menulis buku self help/nonfiction

leave a comment »

Update: (jumlah kata)
https://writers.stackexchange.com/questions/3983/minimum-realistic-word-count-of-non-fiction-book

Saya baru menyadari bahwa menulis buku self help saja ada teorinya. Misalnya:

1.Reachable e.g Goal (Effective People (7 habits), Manage emosi (emotional inteligence)), How to, You.

2.Structure:
Chapter 1: explain the problem or the pain. Use this as a your chance to connect with the reader through empathy.
Chapter 2: introduce the solution.
Chapter 3 and subsequent chapters, give a step-by-step solution.
Chapter Last: Tie everything up and end on a positive note. Encourage the reader to start implementing these actions immediately. Ideally, at the end of each chapter, you’ll give the reader an assignment to complete.

3.Style:
Make it specific: Gajian
Share your credential: Consultant
Structure: (Define problem, developing plan; implementing plan and overcoming problem; stick to the plan)
Game plan

Written by Anjar Priandoyo

Januari 15, 2018 at 2:05 pm

Ditulis dalam Life

Show dont tell

leave a comment »

Di awal film Hidden Figures (2016), diceritakan bahwa Katherine G. Johnson, Dorothy Vaughan dan
Mary Jackson sedang memperbaiki mobil yang mogok.

Katherine duduk disetir mobil, Dorothy tiduran dibawah kap mobil dan Mary berdiri disamping mobil. Ini menggambarkan karakter Katherine sebagai seorang leader/visioner/tokoh utama, Dorothy sebagai tokoh keibuan/rela berkorban, dan Mary sebagai tokoh out of the box.

Simbol ini sebenarnya berbeda dengan profesinya, yang Engineer adalah Mary -dia tidak memperbaiki mobil.

Kalau mau bisa saja yang memperbaiki mobil adalah Mary, karena dia yang mengerti teknisnya, tapi disini diceritakan dia justru tidak memperbaiki. Adegan ini menjelaskan banyak sekali bagaimana karakter tiga tokoh ini, yang buat beberapa orang justru bisa jadi tidak perlu.

Alternatif lainnya adalah dinarasikan saja bagaimana karakter tiga orang ini.

Sebelum itu sebenarnya, untuk menceritakan adventure seperti ini, komposisi karakter tiga orang ini perlu didesain semenarik mungkin chemistrynya.

Ini juga sesuai teori yang mengatakan untuk membuat kombinasi karakter harus terdiri dari:
https://mythcreants.com/blog/how-to-create-powerful-character-combos/

  1. Superficial similarities: works in NASA
  2. Meaningful differences: leader (widow), family guy, easy going
  3. Unifying influence: interact with head of NASA (although true leader in the group is Dorothy)

Protagonist, Antagonist, Mentor, Sidekick, Love Interest

Written by Anjar Priandoyo

Januari 15, 2018 at 1:44 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Consumption (economics)

leave a comment »

Ilmuwan sejati itu tidak pernah sepakat dengan pendapat orang lain. Kalau mau sepakat itu namanya praktisi. Saya baru paham, ketika melihat pola bagaimana orang berbelanja. Kalau seorang ekonom disuruh menjadi manajer toko, kemudian memprediksi apa saja yang orang belanjakan, maka ekonom tersebut akan memberikan usulan sebagai berikut.

  1. Life-cycle hypothesis (LCH), (Franco Modigliani 1950). Orang itu semasa muda dihemat-hemat, setelah tua baru dibelanjakan. Ini bisa memprediksi bahwa jumlah tabungan di sebuah negara itu tergantung pada pertumbuhan pendapatan nasionalnya.

  2. Absolute income hypothesis (AIH), (Keynes, Tobin 1960-70). Orang itu kaya cenderung lebih hemat dari pada orang miskin. Ini bisa memprediksi bahwa tingkat menabung tidak selalu sama persis dengan tingkat pendapatan.

  3. Permanent income hypothesis (PIH), (Friedman 1960). Orang itu berbelanja tidak hanya bergantung pada penghasilannya saat ini tapi juga berdasarkan ekspektasi penghasilan dimasa depannya.

  4. Random walk model of consumption (Robert Hall). Orang yang berbelanja berdasarkan ekspektasi penghasilan dimasa depan itu mustahil di prediksi.

  5. Relative income hypothesis (Duesenberry). Orang itu berbelanja dipengaruhi oleh standar/gaya hidupnya.

Written by Anjar Priandoyo

Januari 15, 2018 at 1:29 pm

Ditulis dalam Science