Anjar Priandoyo

Energy and Air Pollution

leave a comment »

A. Pricing
Energy pricing is indirect tool for reducing emissions, attractiveness of this tool depend on cost of monitoring and enforcement. An analysis of various energy type (electricity, coal, diesel, natural gas) with respect to various pollutant (TSP, SOX, NOX, VOC, CO) indicated that there is a relation of energy composition and pollutant composition, which can be argued that there is a model/tool that can reduced the pollution with main consideration: price (Eskeland, 1994, World Bank)

Pollutant: Various (TSP, SOX, NOX, VOC, CO)
Finding/background (indirect related with research): Fossil fuel is cheap, electricity is expensive
Conclusion: Certain fuel has bigger pollutant
Implications: To reduce pollution (to encouraged people use cleaner energy) subsidy given to clean energy.

B. Social Cost Damage
Energy Sector (4): Oil & Gas Extraction, Coal Mining, Electricity Generation, Oil Refineries

C. Health Impact
Pollutant: PM
Conclusion: fossil fuel is threatning health
Implications: To reduce pollution, we need to use an energy that has lower impact with health

Written by priandoyo

February 7, 2016 at 6:52 am

Posted in Science

Tagged with ,

Lingkaran Kekuasaan

leave a comment »

Alkisah di tahun 1990, hidup seorang konsultan yang bijak berusia 30 tahun bernama Koko. Konsultan ini bekerja untuk kliennya, sebuah divisi teknologi informasi. Divisi ini dipimpin oleh seorang tokoh cerdas berusia 40 tahun bernama Didi. Ditahun 1990, Didi menghire perusahaan konsultan dimana Koko bekerja untuk membantunya melakukan transisi sistem. Sistem lama berbasis teks harus diganti dengan sistem baru berbasis grafis. Proses transisi ini merupakan dilema besar bagi divisi tersebut. Disatu sisi transisi ini baik karena sistem menjadi lebih efisien, disisi lain akan ada PHK karyawan lama yang menggunakan sistem teks lama. Disisi lain proses transisi ini biayanya tinggi dan tidak mudah.

Apa yang sekolah tidak ajarkan?
Koko adalah seorang konsultan yang rajin belajar. Menyikapi situasi diatas, Koko menyadari bahwa sekolahnya dahulu tidak pernah mengajarkan bagaimana menghadapi situasi seperti ini, dan Koko sadar betul ilmunya belum mencukupi.

Apa yang paling penting dalam dalam kasus diatas?
Koko mendapatkan akses kekuasaan melalui Didi. Koko berhutang budi pada Didi.
Didi memegang kekuasaan tertinggi.

Apa yang harus Koko lakukan?
Didi merupakan pimpinan yang kontroversial, usianya relatif muda, keputusan transisi sistem merupakan analisa Didi sendiri. Koko melihat bahwa selama masa transisi ini rentan terjadi kesalahan. Mulai dari kesalahan entri data hingga kesalahan handover sistem. Belum lagi beberapa pihak yang tidak setuju dengan transisi sistem.

Apa yang harus Didi lakukan?
Didi memegang kekuasaan tertinggi. Didi melihat dalam skala yang lebih luas. Didi melihat bahwa Koko memiliki komitmen 100% pada dirinya, sehingga Koko tidak perlu dipusingkan. Namun Didi melihat bahwa ancaman atas kekuasaannya 30% datang dari kesiapan sistem teknologi, 30% dari kesiapan staffnya dan 30% dari politik kantor dan 10% yang Didi tidak tahu

Skenario apa saja yang mungkin? bila ada tokoh Rere (pimpinan direktorat) yang akan menjatuhkan Didi
A. Didi mengajak Koko bergabung, Didi jatuh, Koko diangkat menjadi pimpinan divisi baru, akhirnya Koko tidak bertahan lama, Koko dijatuhkan orang-orang Didi. Skenario Konflik

B. Didi jatuh, Koko baru bergabung, Koko diangkat menjadi pimpinan divisi baru, akhirnya Koko tidak bertahan lama, Koko dijatuhkan oleh Rere. Skenario Sinergi

Kesimpulan?
Apapun keputusan yang Koko ambil hasil akhirnya sama, pada tahun 2015, Koko pensiun sebagai kepala divisi. Dan ini tidak pernah diajarkan di sekolah.

Written by priandoyo

February 7, 2016 at 5:35 am

Posted in Job

Sectors Classification

leave a comment »

Klasifikasi dalam Perusahaan (berbasis proses)
Pemahaman mengenai klasifikasi adalah hal yang paling penting dalam menyelesaikan sebuah masalah. Sebagai contoh, perusahaan secara umum dapat dibagi menjadi 3 fungsi utama (CEO, COO dan CFO). Kalau mengacu ke COSO maka perusahaan dibagi dalam 4 fungsi utama: Strategic, Operational, Finance dan Compliance. Tapi, kalau mengacu pada industry perbankan Basel maka fungsi utama adalah Credit, Operational dan Market. Tiga fungsi utama Basel ini kalau diturunkan lagi menjadi 8 fungsi termasuk didalamnya liquidity, legal, reputasi, strategic dan compliance.

Seorang konsultan yang memberikan jasa masukan/nasihat yang cross industry harus memahami klasifikasi ini dengan baik dan tentunya memiliki fundamental big picture yang baik. Contohnya, saat memberikan nasihat pada perusahaan perakitan motor, maka isu terbesarnya adalah operasional termasuk supply chain barang, sedangkan pada perbankan isu utama bisnis adalah kemampuan peminjam uang membayar hutang.

Klasifikasi dalam Konglomerasi (berbasis object/sector/business line)
Kalau klasifikasi dalam perusahaan umumnya berbasis fungsi, maka klasifikasi dalam konglomerasi umumnya berbasis sector line. Contoh Astra membagi berdasarkan sektor Otomotif, Keuangan dan Perkebunan. Bank Mandiri bisa dianggap membagi berdasarkan sektor misalnya Corporate Banking, Retail Banking dan Commercial Banking.

Klasifikasi Sektor dalam Negara
Klasifikasi Sektor dalam negara merupakan klasifikasi yang paling besar dan tinggi tingkatannya. Sama seperti COSO vs Basel, klasifikasi sektor dalam negara juga beragam. Mulai dari klasifikasi sector berdasarkan ekonomi, klasifikasi sector berdasarkan energi, hingga klasifikasi sektor berdasarkan dampak lingkungan (environment).

Klasifikasi ini pada awalnya membingungkan karena demikian banyaknya. Tapi pada dasarnya klasifikasi masing-masing sektor ini diperlukan. Klasifikasi oleh World Bank untuk keperluan sustainability tentunya berbeda dengan klasifikasi dari bursa saham.

Pusing? pasti.

A. Sector by Economy
A1. UN/World Bank
1. Primary (Agriculture, Mining)
2. Secondary (Industry/Manufacturing)
3. Tertiary (Services)

A2. Lines
1. Public Sector
2. Private Sector

A3. Other:
Industrial Classification
Global Industry Classification Standard (GICS)

B. Sector by Energy
Sector by Energy Use (EIA) World 2012
1. Industrial (51%)
2. Transportation (26%)
3. Residential (14%)
4. Commercial (8%)

Sector by Energy Use (EIA) (e.g US)
1. Industrial (31%)
2. Transportation (28%)
3. Residential (22%)
4. Commercial (19%)

Sector by Energy Use With Electricity (e.g US)
1. Electric Power (40%)
2. Transport (28%)
3. Industrial (21%)
4. Residential & Commercial (10%)

C. Sector by Environment Impact
C1. Sector by GHG IPCC (CO2, CH4, N2O, O3, CFC)
1. Energy
2. Industrial Process
3. Solvent and Other Product Use
4. Agriculture
5. Land-Use Change and Forestry
6. Waste

C2. Sector by Air Pollution
– NOx, SOx, VOc, NH3, CO, PM
– PM2.5, PM 10, NO2, O3, CO, SO2, NH3, Pb
– US EPA 6 common pollutant (O3, PM, CO, NO2, SO2, Pb)

Business Process Classification
COSO Classification
1. Strategic Risk
2. Operation Risk
3. Finance & Reporting Risk
4. Compliance Risk

Basel Classification
1. Credit Risk (1)
2. Operational Risk (4)
3. Market Risk (2)
4. Systemic Risk
5. Pension Risk
6. Concentration Risk
7. Strategic Risk (7)
8. Reputational Risk (6)
9. Liquidity Risk (3)
10. Legal Risk (5)
-. Compliance Risk (8)

http://unstats.un.org/unsd/cr/registry/regcst.asp?Cl=27
https://www.eia.gov/tools/faqs/faq.cfm?id=447&t=1
http://www3.epa.gov/airquality/urbanair/

Written by priandoyo

February 6, 2016 at 7:35 pm

Posted in People

Tagged with

Indonesia Kekuatan Ekonomi Dunia

leave a comment »

Amir umurnya 18 tahun, baru lulus STM, badannya sehat, orang tuanya pensiunan guru SD. Amir sekarang bekerja Astra Honda sebagai operator dengan gaji 2 juta per bulan. Amir anak yang pintar dan rajin bekerja, dalam waktu 36 tahun bekerja, Amir bisa pensiun dengan posisi sebagai supervisor senior atau manajer dengan gaji 20 juta.

Budi umurnya 18 tahun, baru lulus SMA, badannya sehat, orang tuanya petani. Budi masuk Secaba AD lulus sebagai Sersan dengan gaji 1.5 juta per bulan. Dalam waktu 36 tahun bekerja Budi bisa pensiun dengan pangkat pelda atau letnan dengan gaji 10 juta.

Mana yang lebih sukses Amir atau Budi?
Baru bekerja 3 tahun, Amir mendapat training di Jepang karena ada mesin baru yang datang. Kemudian sambil bekerja Amir mengambil kursus bahasa Jepang dan melanjutkan S1 dalam bidang mesin. Amir kemudian beruntung mendapatkan beasiswa S2 di Jepang kemudian akhirnya diangkat menjadi Manajer dan pensiun sebagai Direktur Astra.

Budi setelah lulus Secaba melanjutkan pendidikan pasukan khusus, dikirim sebagai pasukan perdamaian di beberapa negara timur tengah. Dengan prestasinya Budi melanjutkan pendidikan lanjutan perwira dalam bidang hukum, akhirnya Budi pensiun dengan jabatan pimpinan pusdik dengan pangkat kolonel.

Amir dan Budi sama-sama sukses.

Potensi mana yang lebih sukses Amir atau Budi?
Amir tingginya 184cm, tinggi besar, fisiknya kuat. Budi tingginya 163cm, pendek kurus, suka seni dan design.

Dari potensi, maka sebenarnya Amir lebih cocok bekerja di militer, sementara Budi lebih cocok bekerja di industri. Bekerja di militer butuh fisik yang kuat, sementara bekerja di industri butuh kemampuan design/control mesin yang baik.

Orang tua Amir sebenarnya lebih yakin bila Amir bekerja sebagai militer, sebagaimana orang tua Budi lebih yakin bila Budi bekerja sebagai industri. Namun yang lebih tahu adalah Amir dan Budi itu sendiri, yang bahkan Amir dan Budi sendiri tidak lebih dari berspekulasi dengan masa depannya.

Apakah Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia
Bapaknya Amir dan Budi, setiap hari memikirkan bagaimana cara agar anaknya bisa sukses. Segala hal dipersiapkan. Amir dilatih bermain sepakbola, sementara Budi dilatih melukis.

Mana yang lebih baik plastik atau kertas?
Pertanyaan di phdcomics, ah saya jadi teringat. Sampai kapan pun saya tidak bisa menjawab pertanyaan seperti itu.

Written by priandoyo

February 6, 2016 at 2:20 pm

Posted in Job

Energi sebagai kekuatan dan keamanan

leave a comment »

Bicara energi orang biasanya mengaitkan energi dengan kekuatan. Bila ada anak yang aktif dikelas, gurunya sering memadankan anak itu kelebihan energi. Bicara energi juga bicara mengenai senjata. Minyak misalnya sudah lama dikenal sebagai sumber terjadinya konflik di era modern. Energi, dalam hal ini minyak diperlukan selain sebagai transportasi alat-alat perang, sedangkan energi dalam hal energi nuklir juga bisa berarti senjata pemusnah yang mematikan. Dalam konsep keamanan dan pertahanan, energi adalah komponen dasar, termasuk didalamnya ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan ekonomi.

Energi Nuklir
Konon Einstein (b1879) memasang gambar dari tiga orang ilmuwan yang dikaguminya di ruang belajarnya. Tiga orang itu adalah Newton (b1642), Faraday (b1791), dan Maxwell (b1831). Einstein mengagumi Maxwell atas Maxwell’s Equations-nya di tahun 1861, Faraday dengan 1831 Induction-nya dan Newton 1684 Principia Mathematica-nya.

Kalau dilihat dari kacamata Einstein (fisika teori), maka butuh waktu lebih 300 tahun untuk mengungkap 4 buah gaya paling mendasar: gravitasi, elektromagnetis, gaya lemah dan gaya kuat. Dan Newton, Faraday dan Maxwell adalah pahlawan di setiap era-nya di era abad 17 dan 19. Dari sudut pandang Einstein energi paling kuat adalah energi nuklir dan ini semua didapat dari percobaan orang-orang paling pintar selama ratusan tahun.

Energi Fossil
Kenapa Einstein tidak memajang gambar James Watt yang di 1760s menyempurnakan mesin uap? Kenapa Einstein tidak memajang gambar Ernst Rutherford (bapak Nuklir) yang menurut Einstein disebut Second Newton (dan experimentalist terhebat setelah Faraday?) -ini jawabannya gampang, kan sejaman.

Abad 17 (Fondasi Science)
1687 Newton? ok, Gravitasi dan (sebelumnya) Calculus

Abad 18
1765 James Watt Invention

Abad 19
1831 Faraday Discovery
1864 Maxwell Discovery (Theory of Electromagnetism)
1843 Joule Discovery (Law of Conservation of Energy)
1876 Otto’s Internal Combustion

Energi Masa Depan?
Tesseract or Money :)

https://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_scientific_discoveries
https://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_historic_inventions
http://raconteur.net/infographics/the-greatest-inventions-of-all-time

Written by priandoyo

February 6, 2016 at 1:29 pm

Posted in Science

Bicara energi, bicara kerumitan

leave a comment »

Bicara energi, biasanya kita akan melihatnya dari sudut pandang sumber energi. Contohnya sumber energi kita berasal dari minyak dan gas (60%) kemudian sekitar 30% adalah batubara dan yang paling kecil adalah energi terbarukan sekitar 10% seperti air dan panas bumi. Dengan komposisi seperti ini, orang akan bertanya, kenapa kita tidak mengembangkan energi terbarukan? jawaban singkat yang paling populer adalah masalah biaya, tapi jawaban sebenarnya tidak sesingkat itu.

Sebenarnya, untuk mempermudah, ada cara lain untuk bicara energi dengan melihatnya dari sudut pandang cara kerja energi (mekanisme, mesin/machine, motor/engine). Dari sudut pandang ini cara kerja energi dibagi menjadi dua yaitu external combustion energy (steam engine / mesin uap) dan internal combustion energi (gasoline engine). Dua jenis mesin ini memiliki karakteristik yang berbeda, mesin uap digunakan untuk menggerakkan sesuatu yang sangat besar, berat dan kontinu. Sementara mesin bensin digunakan untuk menggerakkan sesuatu yang kecil dan tidak kontinu.

Mesin uap merupakan bapak dari mesin bakar/bensin. Mesiun uap diciptakan oleh James Watt pada 1764 yang mendorong revolusi industri (textil, iron), sedangkan mesin bensin/bakar diciptakan oleh Nikolaus Otto 1876, seiring revolusi industri kedua (kereta, steel, petroleum). Mesin bensin tidak mungkin diciptakan tanpa mesin uap, mesin bensin memiliki getaran yang kuat sehingga memerlukan proses metalurgi yang lebih baik.

Jadi, dari sudut pandang mekanisme energi, yang terbesar adalah mesin uap 40% (pembangkit listrik), mesin bakar 30% (transportation). Mesin uap kalau termasuk dengan kebutuhan industri bisa mencapai 60%.

https://en.wikipedia.org/wiki/Transducer
https://en.wikipedia.org/wiki/Energy_transformation
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_IEEE_milestones
https://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_historic_inventions

Transducer: Device that converts one form of energy to another
Heat Engine: Convert Thermal (Heat) Energy to Mechanical Energy (e.g Steam Engine)
Electrical Machine: Convert Mechanical energy to Electricity
Electric Motor: Convert Electrical Energy to Mechanical Energy

Written by priandoyo

February 6, 2016 at 12:08 pm

Posted in Science

Tagged with

Apa sih penyebab kematian tertinggi di Indonesia?

leave a comment »

Bicara penyebab kematian tertinggi di Indonesia, orang biasanya bilang stroke, jantung, diabetes atau kecelakaan. Mungkin karena masalah budaya, jarang sekali orang yang mengatakan bahwa penyebab kematian seseorang adalah karena pola makan, gaya hidup, atau kurang olahraga. “Tak baiklah mengungkap keburukan orang yang sudah meninggal” kurang lebih begitu argumen orang mengenai penyebab kematian.

Padahal antara stroke dan pola makan adalah hal yang berbeda. Stroke, jantung dan kecelakaan adalah penyebab kematian, sementara merokok, kurang olahraga adalah faktor risiko penyebab kematian. Orang yang rajin merokok, risiko kematiannya lebih tinggi, orang yang tidak hati-hati menyetir risiko kematiannya lebih tinggi. Tapi hal ini tidak selalu berbanding lurus. Bukankah banyak cerita bahwa seorang kakek yang rutin merokok umurnya 95 tahun.

Kalau hanya faktor risiko mengapa hal ini menjadi penting?
Meski faktor risiko bukan penyebab utama, konsep ini sangat penting khususnya dalam kebijakan kesehatan dimana skalanya sangat luas -dalam wilayah negara atau dunia misalnya, ataupun dalam konsep bisnis asuransi. Dalam penyusunan kebijakan kesehatan misalnya, institusi seperti WHO tidak hanya mengukur penyebab kematian saja, tapi juga termasuk beban yang diakibatkan akibat masalah kesehatan (Disease Burden). Hal ini karena orang yang berpenyakit kualitas hidupnya (Quality Adjusted Life Years – QALY)-nya terganggu dan beberapa tidak hidup secara maksimal (Disability Adjusted Life Years – DALY). Database mengenai Global Burden Disease bisa dilihat disini.

Lalu apa penyebab kematian tertinggi?
Di Amerika secara umum adalah Jantung dan Kanker

Lalu apa faktor penyebab kematian tertinggi?
Di Indonesia nomor 3 adalah asap rokok, nomor 4 adalah pencemaran udara

Apa saja penyebab kematian yang bisa dihindari (preventable causes of death)
Kalau konteksnya adalah penyebab kematian yang dapat dihindari maka komponennya banyak sekali, bisa dari bunuh diri dan kecelakaan.

Bagaimana mengkampanyekan hidup sehat?
Hmm, secara umum sangat berat. Penyebab kematian yang jelas sangat tinggi seperti rokok pun susah untuk dikampanyekan.

Written by priandoyo

February 5, 2016 at 5:59 pm

Posted in People

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 504 other followers