Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Politik berbasis informasi

leave a comment »

Ada tujuh point penting yang disampaikan mengenai pengelolaan utang negara:

  1. Pembayaran utang saat ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi dari utang masa lalu, mengapa baru sekarang diributkan?

  2. Mengapa pada saat Ketua MPR ada di kabinet dulu tidak pernah menyampaikan kekhawatiran kewajaran perbandingan pembayaran pokok utang dengan anggaran kesehatan, padahal rasionya lebih tinggi dari sekarang? Jadi ukuran kewajaran yang disebut Ketua MPR sebenarnya apa?

  3. Pernyataan: 2018 rasio pembayaran pokok utang dana desa menurun 39,3% menjadi 6,6 kali. Jadi arahnya adalah menurun tajam, bukankah ini arah perbaikan?

  4. Pernyataan: Defisit APBN selalu dijaga di bawah 3%. Ini bukti tak terbantahkan bahwa pemerintah berhati-hati dan terus menjaga risiko keuangan negara secara profesional dan kredibel

  5. Pernyataan: Defisit keseimbangan primer juga diupayakan menurun dan menuju ke arah surplus. Apakah ini bukti ketidak-wajaran atau justru malah makin wajar dan hati-hati?

  6. Selama tahun 2015-2018, pertumbuhan pembiayaan APBN melalui utang justru negatif. Pemerintah mendapat perbaikan rating menjadi “investment grade” dari semua lembaga pemeringkat dunia sejak 2016

  7. Mari cerdaskan rakyat dengan politik yang berbasis informasi yang benar dan akurat.

ref, ref, ref

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 20, 2018 at 10:16 am

Ditulis dalam Science

Bagaimana beropini yang baik

leave a comment »

Syarat tulisan yang bagus:

POLAR (JELAS)
Contrast: Black and white (good or bad) tendency
Negara maju vs berkembang, barat vs timur, kaya vs miskin, Inggris vs Indonesia

Tone: Emotional attitude
positivity vs negativity, optimism vs pessimism

LINEAR (COMPLEX)
Multi Perspectives:
Wealth, Power, Age

Framing: How things work
Conspiracy (nothing happens by accident, nothing is as it seems, and everything is connected)
Western superiority framing, Hidden enemy framing (price in Indonesia more expensive)
Life failure framing (ada keputusan yang bisa berakibat fatal)

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 20, 2018 at 7:23 am

Ditulis dalam Science

Age perspectives

leave a comment »

Mencoba menulis dengan tema umur, (themes negativity, frame modernity). Satu-satunya variable yang bisa dibandingkan adalah usia kelulusan PHD, UK 26 tahun, terlambat di EU ref. Diluar itu relatif sama seperti MP rata-rata 50 ref. Framing umur harus dilihat dari dimensi yang punya institutional barrier e.g sekolah dan punya preferential e.g sekolah vs bekerja (industry maturity). Untuk yang tidak ada seperti DPR tidak bisa menggunakan framing umur.

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 20, 2018 at 7:05 am

Ditulis dalam Science

Data Statistik: Menikah dan Pensiun

with one comment

Di Inggris, pada tahun 1971 rata-rata usia menikah adalah 23 tahun, tahun 2017 rata-rata usia menikah adalah 31 tahun (lelaki 32, perempuan 30). Di Indonesia rata-rata usia menikah pada tahun 1971 adalah 19 tahun, tahun 2017 rata-ratanya naik menjadi 26 tahun (Lelaki 27, Perempuan 24) dari data BPS/Susenas. Baik Inggris maupun Indonesia punya pola yang sama dalam mempersiapkan pernikahan, semakin tidak terburu-buru.

Di Inggris pada tahun 1950-an orang mulai berhenti bekerja pada umur 67, saat ini berhenti bekerja pada tahun 1965 ref. Di Amerika tahun 1900 orang berhenti bekerja pada usia 76 tahun, saat ini orang berhenti bekerja pada umur 64 tahun refref. Kecenderungannya orang berhenti bekerja semakin cepat. Dana pensiun kecenderungannya bertambah dari 60 di 2010, menjadi 65 di 2018 dan ditargetkan menjadi 67 di 2027 ref, ref, ref.

Virginity: Inggris 18, Indonesia 24 ref
5 tahun pacaran, 2 tahun tinggal bersama ref, ref

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 19, 2018 at 4:22 pm

Ditulis dalam Science

Viral Content

leave a comment »

Baru lihat video viral mengenai anak yang memanjat tiang bendera dan pembukaan Asian Games. Ternyata dua video ini memang benar-benar bagus. Video panjat bendera misalnya, tiang benderanya terlihat sangat tinggi, gambarnya relatif jelas. Video Asian Games juga sama, meski aksi motornya relatif biasa, tapi ditambah adegan pramuka menyebrang jalan, video ini jadi bagus sekali. Ide yang disampaikan memang bagus sekali, ini memenuhi syarat untuk membangun konten viral.

Membuat konten viral ini tidak mudah. Sebagai permulaan, tulisan harus unik, semisal ada 1 vending mesin untuk setiap 23 orang di Jepang. Idenya harus original, mengemasnya harus bagus. Yang jelas tulisan seperti ini tidak mudah untuk dibuat. Ide yang disajikan harus benar-benar origina dan konsisten.

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 19, 2018 at 3:48 pm

Ditulis dalam Science

Media Alternatif Baru

leave a comment »

Saya mengenal Vox sejak Juli 2015-an, melalui peta-peta yang disusun Vox untuk menjelaskan banyak perubahan dunia. Setelah itu Vox menjawabnya dengan banyak liputan indepth yang rasanya belum banyak dibahas oleh media mainstream yang lebih mengejar update. Entah persisnya kapan, indepth news ini bergeser lagi dengan munculnya Vice, New Yorker, The Atlantic, yang sebenarnya jauh lebih tua namun mulai mengubah gaya indepthnya seperti Vox. Termasuk model-model Politico, Salon Newsweek yang rasa-rasanya tidak bisa mengalahkan media alternatif baru ini. ref

Baru-baru ini saya melihat ada model kedua yang lebih kental bau akademiknya seperti The Conversation atau New Mandala, keduanya berbau Australia. Indepth-nya mirip-mirip dengan media alternatif baru diatas.

Siapa yang menang? menurut saya kemungkinan besar yang menang adalah yang punya modal lebih besar. Contohnya Reddit dan Google. Tulisan bagus dari media alternatif tersebut pintu masuknya hanya dari Google, orang tidak akan mengunjungi langsung media alternatif tersebut. Kalau mau bridging adalah Reddit, setelah pintu masuk lainnya dari Sosial Media. Persaingan media memang keras.

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 19, 2018 at 1:50 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Father of

leave a comment »

Every time we learned about something, we need to learn from the Father of that subject, for example:

  • Father of Paleontology: Georges Cuvier (b1769)
  • Father of Egyptology: Jean-François Champollion (b1790)
  • Father of Archaeology: Flinders Petrie (b1853)

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 19, 2018 at 10:49 am

Ditulis dalam Science