Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Intelligent in a nutshell

leave a comment »

I did not finish two AI books this month, although I am using various tools such as GetAbstract. I think the topics is to broad, just like writing about IT in 2000s, or Digital in 2010s. Writing about AI in 2020s is like covering a whole working human-computer- system with all computer-computer system. Imagining we will have an intelligent car that can take us everywhere, or having intelligence expert replacing doctors, pyschologist, or architect.

2003 beginning of DARPA Autonomous Vehicle (AV) project
2008 financial crisis slowing the self-driving car
2016 Tesla driver-assist program

Autonomy. The Quest to Build the Driverless Car (Lawrence D. Burns, Christopher Shulgan 2018)
The Future of Work Robots, AI, and Automation (West, D.M. 2018)

Written by Anjar Priandoyo

Juli 11, 2020 at 5:03 pm

Ditulis dalam Society

Corona

leave a comment »

Corona ini memberikan banyak masalah, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Masalah yang disengaja misalnya, ketika interaksi lebih banyak dirumah, baru tersadar, ternyata anak seharusnya lebih banyak berada diluar, berkegiatan diluar, seperti pergi ke kolam renang atau pergi berlibur. Sayangnya, karena Corona ini tidak ada kegiatan diluar rumah yang bisa dilakukan.

Ada juga masalah yang tidak disengaja, misalnya, karena berada dirumah dimana kesempatan seharusnya untuk membeli hal-hal barang-barang hobby, tapi justru memunculkan masalah baru. Tapi ini tentunya akan menjadi cerita yang luar biasa untuk disampaikan pada generasi berikutnya, ketika ada sebuah masa dimana orang-orang harus bersabar menunggu hingga pandemi berakhir dan bisa kembali bekerja dan beraktivitas diluar.

Written by Anjar Priandoyo

Juli 11, 2020 at 2:07 pm

Ditulis dalam Life

Syukur

leave a comment »

Sekolah seringkali mengajarkan orang untuk bersikap obyektif, hal ini sangat bagus, namun bukan berarti tanpa konsekuensi, salah satunya adalah bersikap terlalu skeptis atau bersikap secara obyektif secara berlebihan. Contohnya, jika ada orang yang menemukan bahwa harga printer termurah ada di sebuah toko buku kecil yang lokasinya cukup jauh, sangatlah tidak tepat jika kita memberikan informasi bahwa ada di gramedia yang terdekat harganya lebih murah. Pernyataan ini menyakiti orang tersebut, menunjukkan bahwa ia teledor memeriksa di gramedia, atau sesederhana merusak kebahagiaan orang tersebut atas keberhasilannya menemukan printer murah dalam versinya.

Sikap skeptis berlebihan ini sebenarnya banyak dampak negatifnya, seperti membuat orang sulit berkembang, padahal disisi lain untuk berkembang perlu spekulasi. Membuat orang susah bahagia, karena skeptis berpandangan bahwa semua orang buruk, semua orang menipu, semua orang berusaha menyakiti orang lain. Secara umum juga bisa membuat orang berpandangan negatif, seperti tidak mengenal konsep sabar, tidak mau memahami konsep syukur.

Sebagai catatan mendefinisikan sabar dan syukur sama seperti ketika klien mendefinisikan stabil dan handal. Sabar, syukur, stabil dan handal itu artinya luas, bisa jadi berhenti melakukan sesuatu, bisa jadi berhati-hati.

Written by Anjar Priandoyo

Juli 9, 2020 at 6:40 am

Ditulis dalam Life

Indonesia Privacy Legal Framework

leave a comment »

Law is about rules, a procedures that need to be follow. This rule can bring right and obligation. For example, traffic law, it give right to the pedestrian to walk in zebra cross and give obligation for driver to stop. Any non compliance of law will get punishment. If the pedestrian walk in the middle of road he will get punishment, if the driver not stop, he will get punishment.

Interestingly, in Indonesia Privacy law in a sense of “the right to be let alone” as law is not applicable in Indonesia.

The message of Information Law 11/2008 (UU ITE) is regulating something in internet, its regulated the right that people can not be insulted and also the consequences of violating the right of not being insulted over the internet. Technically without using UU ITE, the defamation (pencemaran nama baik), blasphemy (penistaan agama) and hate speech (ujaran kebencian) can be punished only by KUHP (Ahok cases)

Criminal acts under Law No 11 of 2008: distributing and/or transmitting and/or making accessible electronic information/documents which are contrary to moral norms in Indonesia or related to gambling or insulting or blackmailing or threatening other people.

Electronic information or documents that contain insult or defamation, threats of violence or frightening information (including cyber bullying)

Electronic System Provider
Right to be forgotten
The Government’s right to terminate access

In bigger context such as “personal data protection” is can be found in several regulation, for example PP 71/2019 which introduce:

  • a new concept of Public and Private Electronic System Operators
  • new data localization requirements for Public Electronic System Operators
  • further elaboration on the deletion of electronic data
  • provisions on electronic certificates and electronic reliability certificates
  • a new scope of electronic certification services

RUU PDP (Perlindungan Data Pribadi) aka Data Protection Bill

  • UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik) 14/2008
  • UU ITE 11/2008 > UU 19/2016
  • UU Administrasi Kependudukan 23/2006
  • UU Kesehatan 36/2009
  • UU Telekomunikasi 36/1999
  • UU Perbankan 10/1998
  • UU HAM 39/1999
  • UU Perlindungan Konsumen 8/1999

Main concern:

  • Definition: Personal data definition is keep changing e.g in PM20/2016 is “keterangan yang melekat dan teridentifikasi” in PP71/2019 “data tentang seseorang yang teridentifikasi dan tidak teridentifikasi”
  • Right: Data owner rights: access, choose, be informed, complete data, withdraw, rectification, restrict processing
  • Obligation: consent and protect
  • Non Compliance: Rp 20-70 billion for individuals, 3x max for corporation

PP 71/2019
PM 20/2016

Baiq Nuril Case (kalah) ref

Written by Anjar Priandoyo

Juli 8, 2020 at 4:40 pm

Ditulis dalam Society

Tagged with

Roti Sisa

leave a comment »

Apa yang ada dinikmati, apa yang ada dijalani

Written by Anjar Priandoyo

Juli 7, 2020 at 7:27 am

Ditulis dalam Life

Tagged with

Islam, practical faith

leave a comment »

“Being part of a modern capitalist economy was compatible with the teachings of the Prophet Muhammad, but also that a spirit of entrepreneurship, discipline and diligence were in fact religious duties incumbent upon all Muslims”. Well maybe I am not really agree with this, to some degree a balance is needed between capitalist and socialist principles. But I agree more on the “Robert Bellah’s habits of the heart” principles of religion as habit.

Have Faith In Yourself

  1. Accept Your Current Situation
  2. Think About Your Past Success
  3. Trust Yourself
  4. Talk with Yourself
  5. Don’t Let Fear Stop You
  6. Let Yourself Off the Hook
  7. Go with a Positive Attitude
  8. Let a Life Coach Help You
  9. Keep Moving Forward And Never Look Back
  10. Let Life Move You

Islam itu apa
Islam itu sebuah sistem keyakinan yang memiliki peranan sangat penting dalam hidup manusia. Mengamalkan Islam sebagai sebuah sistem memiliki manfaat yang positif dibandingkan sekedar memiliki keyakinan. Sebagai contoh, seseorang bisa saja memiliki keyakinan untuk berbakti pada orang tuanya -yang bisa jadi pada titik tertentu yang kontradiktif dengan logika pada umumnya. Sebagai contoh seorang anak yang memutuskan untuk merawat orang tuanya, meninggalkan cita-citanya.

ref, ref

Written by Anjar Priandoyo

Juni 29, 2020 at 7:38 pm

Ditulis dalam Life

Senja bukan sembarang senja

leave a comment »

Mengingatkan kembali bahwa hidup akan selalu berakhir. Selalu ada pulang, kelak suatu saat nanti

Written by Anjar Priandoyo

Juni 29, 2020 at 5:35 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Mencari Islam

leave a comment »

Saya membaca banyak buku mengenai Islam, kebanyakan dari sudut pandang akademisi, di goodreads pun saya mengkategorikannya sebagai shelf “sejarah”. Buku tersebut menjawab banyak pertanyaan besar yang sejak dulu saya tanyakan seperti kenapa bukan menjadi negara yang kaya, kenapa banyak terjadi konflik kekerasan. Jawaban atas pertanyaan tersebut saya dapatkan dengan sangat jelas, sejelas mau diambil dari sudut pandang mana pertanyaan itu: geographical determinism, socio-politics atau etnographic atau apapun sudut pandangnya. Termasuk mau jawaban seperti apa yang tergantung motivasi penulisnya, jawaban netral, jawaban patriotis atau sekedar jawaban diskusi ngobrol-ngobrol santai.

Namun, saya semakin menyadari, betapa banyaknya buku yang saya baca, walaupun sebenarnya tidak banyak-banyak juga karena saya hanya sekedar membaca diwaktu luang, hal tersebut tidaklah sebanding dengan mengamalkan Islam. Mencari Islam tidak akan pernah berakhir, ada buku baru yang ditulis, ada penemuan baru, ada teknologi baru yang mampu menjelaskan bagaimana Islam berkembang. Namun, mengamalkan Islam bisa dimulai pada detik ini juga. Semudah hal pertama yang dilakukan saat bangun pagi adalah mengambil air wudhu.

Berikut beberapa buku yang sudah dan sempat saya baca yang menurut saya sangat menarik untuk orang-orang yang sedang berusaha mencari Islam.

  • Destiny Disrupted (Tamim Ansary, 2009)
  • The Long Divergence (Timur Kuran, 2010)
  • Islam Observed: Indonesia Morocco (Clifford Geertz, 1968)
  • The Religion of Java (Clifford Geertz, 1960)
  • A History of Modern Indonesia (M.C. Ricklefs, 1981)
  • Mystic Synthesis in Java (M.C. Ricklefs, 2006)
  • Islamisation and Its Opponents in Java (M.C. Ricklefs, 2012)
  • A History of Islam in Indonesia: Unity in Diversity (Carool Kersten, 2017)
  • Islamic Populism in Indonesia and the Middle East (Vedi Hadiz, 2016)
  • Muslim Democracy: Indonesia Turkey (Edward Schneier, 2015)
  • History of Islamic Philosophy (Henry Corbin, 1964)

Written by Anjar Priandoyo

Juni 27, 2020 at 8:01 am

Ditulis dalam Life

Penyakit datangnya dari pikiran

leave a comment »

Penceramah itu mengingatkan bahwa kebanyakan penyakit, stroke atau diabetes datangnya dari pikiran.

Written by Anjar Priandoyo

Juni 27, 2020 at 7:19 am

Ditulis dalam Life

Tagged with

Sensitif, umur 40 dan rem

leave a comment »

Beberapa hari ini saya ingin sekali mencatat mengenai rem. Tanda-tandanya sebenarnya sudah terlihat di awal minggu, mulai dari proses pengambilan raport yang bermasalah -meskipun pada akhirnya berakhir dengan sangat baik setelah terburu-buru menyelesaikan tugas, dilanjutkan dengan tekanan untuk mengerjakan proyek. Dampaknya baru dirasakan tadi malam. Triggernya sambal yang terlalu pedas membuat saya terbangun sejak pukul 2 dini hari, melanjutkan tidur setengah-setengah. Badan rasanya tidak enak sekali.

Di jam-jam terakhir, selain sambal, faktor lain adalah saya begitu bersemangat sekali menyelesaikan pekerjaan hingga malam sekitar pukul 21:00, sesuatu yang jarang sekali saya lakukan -saya lebih tipe bangun pagi. Walhasil dampaknya baru terasa sekarang. Sama seperti faktor tekanan yang membuat saya berlari lebih jauh dari biasanya pada awal minggu yang lalu.

Untungnya, ada beberapa relaksasi yang saya lakukan. Pagi-pagi saya menyiram tanaman, menyapu halaman dan merapihkan rumah. Relaksasi 15-20 menit yang tidak terlalu menguras tenaga namun bisa menyegarkan kepala. Kalau cerita ini juga terjadi hari ini, berulang, maka satu-satunya cara yang dilakukan adalah dengan berdisiplin. Lain kali kalau sudah lewat jam 5pm seharusnya pekerjaan berhenti, kalau belum jam 9am maka jangan memulai untuk bekerja. Ini cerita yang berulang-ulang kali lamanya, dan akan terus berulang, bahwa kesehatan itu sangat berharga.

Written by Anjar Priandoyo

Juni 25, 2020 at 6:39 am

Ditulis dalam Life