Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Certification Month

leave a comment »

Certified TIA-942 Design Consultant (CTDC): 90 minutes, 60 question, 83%
Certified Data Centre Specialist (CDCS): 90 minutes, 60 question, 75%

Foundation
Data Center Foundation Certificate (DCFC®)

Design / Build
Certified Data Center Professional (CDCP®)
Certified Data Center Specialist (CDCS®)
Certified Data Center Expert (CDCE®)
Certified Network Cabling Design Professional (CNCDP®)

Maintenance / Operations
Certified Data Center Facilities Operations Specialist (CDFOS®)
Certified Data Center Facilities Operations Manager (CDFOM®)

Risk
Certified Data Center Risk Professional (CDRP®)
Certified Data Center Migration Specialist (CDMS®)

Standards / Compliance
Certified TIA-942 Design Consultant (CTDC®)
Certified TIA-942 Internal Auditor (CTIA®)
Certified TIA-942 External Auditor (CTEA®)

I think I will go back to ITIL

Written by Anjar Priandoyo

September 24, 2021 at 1:07 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Disiplin

leave a comment »

Mengingat GEMBIRA-nya Kak Seto, sepertinya rahasia kesuksesan ini terlalu banyak checklistnya. GEMBIRA paling tidak mencakup 7 aspek:
1.Peak Physical (Exercise) Performance, what we do 2h
2.Peak Emotional Performance
3.Peak Nutrition Performance (Ingestion, Metabolism), what we eat 2h
4.Peak Spiritual Performance (Meditation, Relaxation)
5.Peak Rest Performance (Sleeping) 8h
6.Peak Social Performance (Harmony with other)
7.Peak Actualization

Kalau diconvert dalam 24 jam (Olahraga-Olahrasa), point 1 fisik 2h, point 3 nutrisi 2h dan point 5 istirahat 8h saja sudah memakan setengah hari. Sisanya untuk bekerja, harus melakukan sesuatu yang secara emosi sehat, secara social sehat dan secara aktualisasi sehat. Too much sepertinya.

1.8 jam tidur
2.8 jam bekerja
3.2 jam olahraga
4.2 jam makan sehat dan bersih

Wiki: Emotion and memory. Cognitive bias is a systematic pattern of deviation from norm or rationality in judgment. The peak–end rule is a psychological heuristic in which people judge an experience largely based on how they felt at its peak and at its end. Altered state of consciousness

Written by Anjar Priandoyo

September 24, 2021 at 10:03 am

Ditulis dalam Life

Set Top Box TV

leave a comment »

Rumah tangga miskin yang memiliki televisi, terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), atau data perangkat daerah bidang sosial. Lokasi rumah berada di cakupan siaran televisi yang akan terdampak ASO. Seperti bansos, pembagian bantuan Set Top Box akan dilakukan melalui Kantor Pos. ref

Wiki: Conditional Cash Transfer

Written by Anjar Priandoyo

September 23, 2021 at 8:57 pm

Ditulis dalam Society

Gembira

leave a comment »

G-nya adalah gerak jangan mager. Jadi kalau pagi minimal 50 kali lompat-lompat begini bergerak. Kalau nggak ya senam, push up.
E-nya adalah emosi cerdas. Jadi marah boleh, tapi marah dengan senyum. Jadi marah kepada anak, ‘Sayang Ayah marah,’ gitu sambil membelai. Jadi anak tidak tersakiti hatinya, kita tidak terguncang apa detak jantungnya sebagainya,” imbuhnya.
M-nya adalah makan dan minum teratur dan sehat.
B-nya adalah bersyukur, beribadah, dan berdoa.
I-nya istirahat yang cukup. Saya teratur tidur 8 jam berkualitas.
R-nya rukun dalam keluarga, rukun bersama teman-teman.
A-nya adalah aktif dalam berkarya,”
GEMBIRA Kak Seto

Realita seringkali terasa pahit. Ada orang yang diatas kertas sangat berprestasi, namun karena alasan kesehatan maka ia harus mengerem. Ada orang yang sangat berprestasi, kemudian ketika dipromosikan menjadi tidak berprestasi. Alasannya, posisi barunya tidak sesuai dengan aspirasinya. Saya sendiri menilai bahwa itu konsekuensi atas posisi barunya. Bukan karena ia tidak suka, atau bukan karena lebih enak disebelumnya. Konsekuensinya seperti itu. Si anak kemudian memutuskan untuk resign. Ada orang yang memutuskan untuk mengambil risiko namun belum berhasil.

Written by Anjar Priandoyo

September 23, 2021 at 4:14 am

Ditulis dalam Life

Teknologi and Sosiologi

leave a comment »

image

Rumus produktivitas sederhananya adalah melakukan sesuatu lebih dari yang lain. Lebih besar nilainya -meski jumlahnya satu, lebih banyak jumlahnya -meski nilainya kecil, lebih efisien meski jumlahnya sedikit dan nilainya kecil. Caranya adalah dengan melakukan inovasi, melakukan sesuatu dengan kreativitas, melakukan dengan teknik tertentu, dengan cara yang berbeda, dengan bantuan teknologi

Sewaktu mengerjakan P02, saya menemukan bahwa skype merupakan teknologi yang sangat efektif untuk berkomunikasi jarak jauh. Terobosan baru pada jamannya. Saya menemukan sendiri teknik ini berdasarkan pengalaman saya melakukan bimbingan jarak jauh. Di P02 saya menemukan teknologi folder sharing untuk bekerja -ini saya tidak menemukan sendiri tapi diajari. Namun meski sudah digunakan di P02 saya sedikit terlambat mengadopsinya, hingga bisa digunakan secara maksimal di P06 dan digunakan dengan sangat masif di P08. Teknologi sangat membantu produktivitas. Teknologi adalah satu hal dan teknologi yang tepat guna tidak pernah mengecewakan. Teknologi yang tidak tepat guna yang mengecewakan banyak, semisal menggunakan beberapa device untuk mendengarkan meeting.

Selain teknologi, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah faktor sosial -sosiologi. Ini terjadi di P06. Faktor sosial ini sendiri terdiri dari beberapa elemen: reciprocal, equilibrium. Di P06 sebenarnya, dilakukan kesepakatan antara P05 dan P06, namun ternyata kesepakatan ini tidak sepenuhnya dipegang dimana P05 justru tidak diprioritaskan -disinilah reciprocity menjadi penting. Reciprocity bahasa lainnya adalah kepercayaan, imbal balik -yang menurut istri saya penjelasan mudahnya relationship itu harus ada imbal balik (take and give), kalau hanya give saja maka tidak akan sustain. P06 sendiri kemudian menjadi awal titik keseimbangan baru melalui P08 dan P09. Pihak-pihak yang bertikai di P06 kemudian memisahkan diri dalam semestanya sendiri.

Challenge terhadap institution ini terjadi di P06 diselesaikan di P08 dan P09 dimana aktor yang terlibat memutuskan untuk memisahkan diri. Ini kemudian terjadi lagi di P08 dimana ketika terjadi ketidaksepakatan maka aktor ini kecenderungannya akan memisahkan diri. Bayangan saya equilibrium ini akan terjadi di P11 dan P12.

Theoretical Perspectives in Sociology
*The reciprocity principle is one of the basic laws of social psychology: It says that in many social situations we pay back what we received from others
*The social equilibrium is the tendency of the social system, when disturbed, to return to its original state, because any small change in a social element is followed by changes in other related elements that work toward diminishing the first disturbance. (Talcott Parsons)
*Another important example of equilibrium analysis in social behavior is the application of central place theory to economic geography. The theory is that places (cities, towns, villages) will be positioned across the countryside in a way that embodies a set of urban hierarchies and a set of commercial pathways. The topology of the system and the size of the nodes are postulated to be controlled by social variables such as transport cost and demand density.
* institutions are in the most general sense “building blocks of social order: they represent socially sanctioned, that is, collectively enforced expectations with respect to the behavior of specific categories of actors or to the performance of certain activities
*Social order and social conflict always are con- tinuing, simultaneous aspects of interaction among individuals and groupings in every society. There is no society without some conflict. Without some order, there is no society. The opposite of consensus is not conflict but rather dissent, disagreement, dissensus.
*The more television people watch, the lower their involvement in civic life will be. (Robert Putnam)

Written by Anjar Priandoyo

September 22, 2021 at 4:06 am

Ditulis dalam Society

Renungan dini hari

leave a comment »

Sekitar 4 hari menjelang ujian TOGAF, laptop saya tiba-tiba berhenti berfungsi -layarnya mati. Laptop yang usianya sudah lebih dari 5 tahun -dibeli di sekitar Okt 2015, ini mendadak berhenti berfungsi. Kejadian ini mempertegas tanda-tanda berakhirnya sebuah era baru, untuk masuk ke era berikutnya. Artinya tahapan antara periode 2014-2019 atau sekitar 5 tahun lamanya ini memang sudah benar-benar berakhir. Saya mulanya berpikir bahwa berakhir ini artinya dengan dikembalikannya posisi pada awal sebelum berangkat. Tapi saya kemudian menyadari bahwa mengembalikan pada posisi awal ini bukan merupakan terminologi yang tepat.

Selama dua tahun terakhir ini 2019-2021, saya berusaha sekuat tenaga untuk mengejar ketertinggalan, mengembalikan pada posisi awal 2014. Berbagai cara saya lakukan, ikut sertifikasi sebanyak-banyaknya, membuat paper sebanyak-banyaknya, mengerjakan proyek sebanyak-banyaknya. Bisa, tapi tidak worthed sebenarnya. Bisa, tapi pengalaman hidup yang saya dapatkan selama di negeri seberang tidak ternilai dengan rupiah. Tidak bisa ternilai baik secara positif, maupun secara negatif -bahwa yang saya dapatkan bukanlah sebuah kerugian yang tidak ternilai. Atau lebih tepatnya adalah sebuah pengalaman yang intangible.

Bulan Oktober ini saya akan memasuki sebuah era baru. Seharusnya ini adalah era baru sebelum bilangan kepala empat hadir. Beberapa hal memang terlihat buruk sekali. Kesulitan tidur misalnya, semakin parah. Tapi disisi lain, di awal 39 tahun sudah mulai bisa mengendalikan berat badan dari angka 70 menjadi angka 65 kg. Beban pekerjaan misalnya, semakin menggila dimana weekend semakin tidak terkendali, onsite juga semakin tidak terkendali. Tapi disisi lain, kesempatan untuk menjadi pembicara semakin besar, kesempatan untuk melakukan aktivitas aktualisasi juga semakin besar.

Disini saya melihat, bahwa penting sekali untuk melihat pentahapan diri. Ada difase mana dalam kehidupan kita berada sekarang. Menurut saya, usia 40 adalah umur puncak. Setelahnya, every good things has an end. Setelahnya, nothing last forever. Maka, pada saat ini kita tidak punya pilihan lain, sudah di puncak, maka saatnya menurun. Seperti mendaki gunung Ciremai, dipuncak banyak sekali hal yang bisa kita lihat, bisa dinikmati. Tapi setelah itu waktunya untuk turun. Waktunya untuk lebih berhati-hati menuruni jalan yang mudah tapi sebenarnya berbahaya -karena curam.

Written by Anjar Priandoyo

September 20, 2021 at 1:03 am

Ditulis dalam Life

Umur 40

leave a comment »

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ – ١٥

https://quran.com/46/15

We have commanded people to honour their parents. Their mothers bore them in hardship and delivered them in hardship. Their ˹period of˺ bearing and weaning is thirty months. In time, when the child reaches their prime at the age of forty, they pray, “My Lord! Inspire me to ˹always˺ be thankful for Your favours which You blessed me and my parents with, and to do good deeds that please You. And instil righteousness in my offspring. I truly repent to You, and I truly submit ˹to Your Will˺.”

Financial life cycle:
1.Accumulation of wealth
2.Grow/Manage wealth
3.Preserve/Protect wealth: Financial freedom, vacation/retirement home
4.Transfer wealth/Golden Years

Kompas:
4 Cara Terbaik Menurunkan Berat Badan di Usia 40 Tahun (14 Sep 2021)
10 Makanan Tak Sehat yang Harus Dibatasi di Usia 40 Tahun

Written by Anjar Priandoyo

September 15, 2021 at 9:47 am

Ditulis dalam Life

Olah raga, Olah rasa

leave a comment »

Hari ini saya menyempatkan menelpon orang tua saya di Cirebon. Dari beberapa hal yang saya ceritakan pada mereka, saya menyimpulkan satu hal saja sebenarnya. Berkah. Bahwa segala sesuatu yang didapat dengan cara yang tidak baik, maka akhirnya menjadi tidak baik. Diucapkan oleh dua orang, dalam kesempatan yang berbeda yang maknanya sama. Harta, atau dalam bahasa yang lebih luas, segala hal yang didapat dengan cara yang tidak baik, dengan cara yang tidak halal, dengan cara yang tidak sustain maka pada akhirnya tidak mencapai tujuannya.

Menarik, menurut saya, idealnya, orang itu dalam 24 jam sehari, bisa tidur nyenyak 8 jam, bisa bekerja dengan giat 8 jam, bisa berolahraga 1 jam, bisa berolahrasa 1 jam. Berolahrasa bisa melalui membaca, mendengar atau melihat.

Breakdownnya kurang lebih
MALAM: ISTIRAHAT
18:00-20:00 2h olahrasa (makan, mandi, baca)
20:00-04:00 8h tidur
04:00-06:00 2h olahraga

PAGI: BEKERJA
06:00-08:00 2h olahrasa (makan, mandi, baca)
08:00-18:00 10h bekerja (08:00-12:00, break 12:00-13:00, 13:00-17:00, break 17:00-1800)

Written by Anjar Priandoyo

September 14, 2021 at 8:01 pm

Ditulis dalam Life

Musim Hujan

leave a comment »

Sudah 3 hari ini hujan datang setiap hari. Hari ini pertama kalinya hujan datang pagi hari. Menurut orang-orang dahulu, bulan September merupakan awal turunnya musim hujan. Kalau melihat rata-rata sebenarnya hujan mulai turun di bulan November, dan mencapai puncak di bulan Desember.

Written by Anjar Priandoyo

September 14, 2021 at 5:42 am

Ditulis dalam Life

Jernih

leave a comment »

Interesting. Mengamati perilaku orang-orang, saya menyimpulkan bahwa kita perlu jernih dalam melihat sesuatu. Untuk selanjutnya dapat dengan baik membuat keputusan.

Idea: political skills (machiavellian intelligence), business skills
Wiki: Crusades, European wars of religion

Written by Anjar Priandoyo

September 13, 2021 at 7:27 pm

Ditulis dalam Life