Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

The state of research

leave a comment »

<2004 (declining) Bioinformatics, Knowledge Management
2005 Biodiesel
2006 IT Governance, Enterprise Architecture
2011 Big Data
2013 Internet of Things
2014 Machine Learning

The only one that getting the latest update of the state of research is the researcher itself.

Written by Anjar Priandoyo

Desember 10, 2019 at 9:11 am

Ditulis dalam Science

Ustad di Indonesia

leave a comment »

Abdul Somad (42) lahir 18 Mei 1977, Angkatan 1996. Menikah 20 October 2012 (35 tahun, versi lain menikah umur 31 tahun pada versi 2008). Melya Juniarti Binti Asman (29) lahir 1990, perbedaan usia 13 tahun. Usia pernikahan 7 tahun. Mulai populer di google Mei 2017 ref

Written by Anjar Priandoyo

Desember 5, 2019 at 6:04 am

Ditulis dalam Society

IT Valuation

leave a comment »

Many studies performed on IT valuation that specific on each technology item such as RFID [1], ERP, BI even anti virus or PDF reader. Its the same with stock analysis, you can do an indepth analysis on each stock, but you also can do analysis on the portfolio level. The objectives is different. Individual stock analysis used to understand the ROI/NPV for each stock, but on portfolio there is a belief that the stock can not be analyzed, therefore choosing a group of stocks would be a better way.

[1] Doerr, Kenneth H., William R. Gates, and John E. Mutty. “A hybrid approach to the valuation of RFID/MEMS technology applied to ordnance inventory.” International Journal of Production Economics 103.2 (2006): 726-741.

IT Value Analysis by Resource-Baseds View Theory: The Case Study of PT. Telekomunikasi Indonesia

Written by Anjar Priandoyo

Desember 1, 2019 at 6:43 am

Ditulis dalam Science

Bersyukur

leave a comment »

Ada beberapa hal yang ingin sekali saya lakukan. Sabtu pagi misalnya, saya ingin menganalisa sebuah masalah TI yang sangat belum pernah dipecahkan. Saya sudah punya banyak referensi, termasuk target output yang bisa dihasilkan. Namun, seketika jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, saya kembali tersadar bahwa ada waktu dimana saya harus berhenti untuk melakukan hal yang sebenarnya sangat ingin saya lakukan.

Sabtu menjelang siang misalnya, ada banyak hal yang ingin saya lakukan, tapi mendadak hujan turun. Segala rencana berubah, saya harus menyesuaikan diri, mengambil keputusan yang sebenarnya tidak ingin saya lakukan. Menjelang malam pun demikian, badan saya terasa sangat letih, tidak ada pilihan lain, saya harus beristirahat.

Itulah hidup, sebenarnya jika orang sudah memiliki pekerjaan yang layak, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah mengerem. Jika orang sudah memiliki penghidupan yang layak, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah menahan. Rem adalah satu-satunya cara wujuda bersyukur.

Written by Anjar Priandoyo

November 30, 2019 at 10:31 pm

Ditulis dalam Society

Metode valuasi aset teknologi informasi

leave a comment »

Kementerian ESDM misalnya, memiliki anggaran sebesar 1 trilyun untuk membangun infrastruktur energi di Indonesia. Investasi pertama digunakan untuk membangun PLTU di Lampung dengan nilai 100 milyar. Dari investasi 100 milyar ini digunakan untuk membangun PLTU selama 2 tahun, kemudian mulai tahun 3 menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar 50 milyar. Untuk menghitung cost benefit analysis project ini sangat mudah. Payback period investasi ini adalah 2 tahun. ROI rata-rata dalam waktu 5 tahun adalah 30% (50 milyar x 3 tahun / total 5 tahun). Karena ini proyek komersial maka komponen perhitungannya jelas, valuenya hanya dilihat dari sisi ekonomis (monetary, money).

Investasi kedua digunakan untuk membangun fasilitas Carbon Capture Storage (CCS), nilainya 200 milyar. Ini sangat sulit. Permasalah pertama, berapa harga Carbon yang sudah ditangkap, contoh harganya apakah $20-80/tCO2eq ref. Ini juga tergantung definisinya misalnya:

  1. The expected mitigation of climate-change damage (biaya memperbaiki kerusakan, misalnya akibat banjir karena perubahan iklim)
  2. The cost of reducing CO2 emissions (biaya untuk power generation company memasang filter, ultra critical operation)
  3. The social cost of carbon (biaya kesehatan, stress, kesejahteraan penduduk)
  4. The politically negotiated value (biaya carbon trading yang dinegosiasikan)
  5. CO2 market prices (biaya real dipasar)

Bagaimana dengan IT, kurang lebih ini juga sama. Orang membeli motor bisa dihitung berapa cost benefit analysisnya, tapi orang membeli liburan ke Singapore misalnya sulit diukur. Tapi sebenarnya dari sisi akademik, valuasi aset teknologi informasi lebih mudah dilakukan.

Menurut saya ada beberapa aturan yang harus dibuat.

  1. Metode valuasi ini harus standar dan bisa menjawab seluruh use case secara konsisten. E.g investasi antivirus sebesar 1 juta, harus bisa diukur benefitnya dibandingkan dengan investasi mesin backup sebesar 1 milyar.

  2. Cara paling mudah adalah dengan industry benchmark tapi industry benchmark tidak bisa mengukur dengan detail berapa komponen masing-masingnya. Sebagai contoh, pengguna TI di kota Cirebon tentunya berbeda dengan penguna TI di kota Bandung. Benchmark pada dasarnya adalah sampling. Jika semangkok permen harus diukur, maka dibandingkan dengan semangkok kacang tanah misalnya.

  3. Cara mengukur harus dilihat dari siapa yang membutuhkan hasil pengukuran ini. Sebagai contoh, kalau sasarannya adalah divisi TI, maka cara yang digunakan adalah sesederhana TCO (Total Cost Ownership, actual). Jika investasi pembelian Adobe Acrobat cost reduction, maka Cost Benefit Analysis bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa investasi Adobe Acrobat ini menguntungkan atau tidak. Mungkin secara filosofi hanya tiga: revenue generation, cost reduction atau risk management. Untuk dua point yang pertama, relasinya langsung pada profit & loss perusahaan.

  4. Jika sasarannya adalah penggunanya, maka ukurannya bukan lagi cost reduction dari adobe acrobat, tapi dari utilisasinya. Semisal, ternyata pemakaiannya rendah, artinya manfaatnya tidak maksimal.

Written by Anjar Priandoyo

November 29, 2019 at 12:55 pm

Ditulis dalam Science

Design Principles for Cloud

leave a comment »

Azure Design Principles:
1. Design for self healing
2. Make all things redundant
3. Minimize coordination
4. Design to scale out
5. Partition around limits
6. Design for operations
7. Use managed services
8. Use the best data store for the job
9. Design for evaluation
10. Build for the needs of business

Azure Design Patterns:
1. Availability
2. Data Management
3. Design and Implementation
4. Messaging
5. Management and Monitoring
6. Performance and Scalability
7. Resiliency
8. Security ref, ref

AWS Design principles ref

Written by Anjar Priandoyo

November 29, 2019 at 11:50 am

Ditulis dalam Science

Jargon

leave a comment »

Jargon:

  • SOA is a style of software design, Microservices is a new word for SOA, or a new word for webservices
  • Cloud Computing is type of Internet Hosting Services, Cloud Computing is a new word for VPN/Dedicated Hosting/Colocation Centre

Jargon:

  • OpenShift Container Platform: On-premises platform as a service built around Docker containers orchestrated and managed by Kubernetes on a foundation of Red Hat Enterprise Linux.
  • OpenShift is a family of containerization software developed by Red Hat
  • OS-level virtualization refers to an operating system paradigm in which the kernel allows the existence of multiple isolated user space instances. Such instances, called containers (Solaris, Docker), Zones (Solaris), virtual private servers (OpenVZ), partitions, virtual environments (VEs), virtual kernel (DragonFly BSD) or jails (FreeBSD jail or chroot jail),1 may look like real computers from the point of view of programs running in them.
  • Service-oriented architecture (SOA) is a style of software design where services are provided to the other components by application components, through a communication protocol over a network
  • Though service-oriented architecture advocates “Everything as a service” (with the acronyms EaaS or XaaS,[63] or simply aas), cloud-computing providers offer their “services” according to different models, of which the three standard models per NIST are Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), and Software as a Service (SaaS)

Conclusion:
SOA is different than Cloud Computing ref

Written by Anjar Priandoyo

November 29, 2019 at 11:46 am

Ditulis dalam Science