Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Dinda

with 45 comments

“Mas aku pendarahan..banyak banget”
…(selang 2 jam kemudian)
“..aku keguguran..”
…(selang 1 jam kemudian)
“Kenapa mas selalu ga ada disaat-saat penting..”

“…Ya aku selalu ga ada…”

Timika hari ketiga, April 2007
“I hate this job”
“I really hate this job”
“Damn, i suer i really hate this job”

Jakarta hujan deras sepanjang hari kali itu, Timika mendung, namun siang itu hujan pun turun dengan derasnya. Mitsubishi Kuda yang mengantar ke Sheraton berjalan perlahan menyusuri jalan. Pegunungan Jaya Wijaya, Grasberg terlihat dengan congkaknya. Sepertinya semua menertawakan diriku.

“Flight terakhir dari Timika”
“Flight terakhir dari Timika”
“aku harus pulang”
“pulang…”

I promise to find another job then
I promise to you nda

*the same promise just three days before i marry you
*same situation when Purwakarta sky also laught at me

“forgive me ya nda”
“maafin masnya”
“mas sayang sama Dinda”
“…sayang banget..”

Timika hari keempat, April 2007
“Ya Ren, pesawat apapun Jumat besok ke Jakarta”
“Garuda mungkin susah Jar, ada Merpati atau Airfastnya perusahaan”
“Aku apapun Ren”
..”Merpati pakai MD, Garuda pakai 737″
…”Gua pilih Garuda aja”
“Aku apapun Ren, tolong ya”
(selang 3 jam kemudian)
“Gila, wiken susah Jar. aku masih bisa kasih Merpati jam 12.15 besok”
“Hmfff, andai”

Rasanya baru kemarin dindaku harap-harap cemas positif/negatif

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 1, 2007 pada 4:32 am

Ditulis dalam Life

45 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Anjar, saya ikut sedih. Saat membaca blog Nunung yang menyatakan kegembiraan saya udah kawatir, karena kalian belum ada pembantu, sibuk bekerja…dan memang sampai usia 4 bulan masih rawan sekali untuk terjadi keguguran.

    Tapi Anjar dan Nunung masih muda, jangan patah semangat ya. Dan jangan menyesali pekerjaan, saya kira Nunung juga berpikir sama…tahu nggak, saya dulu cuma berdoa semoga saat anakku lahir bapaknya bisa hadir…karena memang berjauhan, ini risiko berkarir, dan tidak ada karir yang mudah. Yang perlu disikapi adalah apa yang harus dilakukan jika keadaan darurat dan suami tidak ada…..saya dulu punya panduan bagaimana jika keadaan darurat, dan bapak ibu sedang keluar kota…lebih berat kan? Saya yakin Nunung termasuk wanita yang kuat, siapa tahu ini ada hikmahnya agar Nunung dan Anjar semakin mengenal satu sama lain, bisa mesra tanpa gangguan.

    OK, semangat ya.

    edratna

    Mei 1, 2007 at 4:42 am

  2. Turut berduka. Sabar dan tawakkal buat kamu dan Nunung ya…

    Hardono Arifanto

    Mei 1, 2007 at 5:02 am

  3. Turut bersedih, mas. Bener kata b Ratna, minggu2 awal pertumbuhan janin sangat rentan dari gangguan.

    Lihat sisi baiknya, mungkin Azkia pikir belum saatnya bergabung dengan kalian. Dia masih menunggu saat yang tepat untuk berbagi kebahagiaan. Tapi tenang saja, dia pasti akan datang. Dia akan datang lagi pada saat yang lebih tepat buat m Anjar, m Nungqee juga buat d Azkia.

    Semoga m Anjar, m Nungqee selalu diberi kesabaran. Tetap semangat, man !!

    Indra

    Mei 1, 2007 at 5:24 am

  4. Maaf yah..
    Gue telat nelpon lo…
    Sebenarnya gue udeh mencoba ngingetin istri lo dengan bilang bahwa ‘gue trauma’.. tapi kebiasaan buruk gue yaitu ngomong kagak jelas masih kebawa.

    kunderemp

    Mei 1, 2007 at 5:46 am

  5. Turut berduka ya…Mas Njar & Mbak Nunung….
    Allah bersama org2 yg sabar…

    Olie

    Mei 1, 2007 at 6:04 am

  6. Njar .. mewakili anak2 kostan turut bersedih aku ikut bersedih … semoga … Tuhan mengganti yang lebih baik … amien ..

    rory

    Mei 1, 2007 at 6:51 am

  7. turut berduka njar..

    nuar

    Mei 1, 2007 at 7:45 am

  8. tetap semangat njar. seeperti yang papabonbon tulis di http://papabonbon.wordpress.com/2007/04/30/kisah-sedih-dari-sahabat/ insyaallah, tahun depan kalian sudah bertiga dengan dende mungkil yang lucu.

    papabonbon

    Mei 1, 2007 at 9:15 am

  9. Sing sabar Jar, ojo lali, Gusti Allah ora sare.

    Hmm..not sure about the job i think it’s about the place we work … :(

    Aresto

    Mei 1, 2007 at 10:17 am

  10. Semoga Allah menganti dengan yang terbaik pada saat yang tepat buat Anjar dan Dinda……..amien

    Dissa

    Mei 1, 2007 at 10:23 am

  11. sabar ya, mas…

    joesatch

    Mei 1, 2007 at 12:21 pm

  12. Turut prihatin atas musibah yang menimpa Mas Anjar dan Mbak Nurul…Semoga diberi ketabahan dan kesabaran…
    …..(speechless)….

    andri_ph

    Mei 1, 2007 at 1:48 pm

  13. Turut berduka cita ya Njar..
    semoga lo dan Nunung diberi ketabahan.. insyaAllah yang Di Atas akan memberikan ganti yang jauh lebih baik. Amin..

    Amir

    Mei 1, 2007 at 1:49 pm

  14. Turut berduka buat mas Anjar & Mbak Nunung…

    kekuatan dan ketabahan itu selalu berasal dari Tuhan….

    fertobhades

    Mei 1, 2007 at 2:41 pm

  15. Turut berduka, mudah2an segera sehat dan di berikan penggatinya, InsyaAlah. Gpp jangan sedih mas, jangan menyalahkan pekerjaan, sabar dan tawakal, juga ke dokter musti di chek penyebab kegugurannya apa? Sehingga kedepannya bisa di cegah, barangai harus bed rest

    With My Smile

    Mei 1, 2007 at 3:43 pm

  16. Mas Anjar dan Mbak Nunung … a very deep symphaty from both of us … Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita … dan ada sesuatu yang ingin disampaikan-Nya lewat setiap kejadian … life must go on ya … tetaplah tersenyum kepada kehidupan … (dari Riri en Iid)

    RIRI SATRIA

    Mei 1, 2007 at 5:46 pm

  17. Numpang mampir.

    Turut prihatin ya, buat anda juga buat istri. Yang penting sekarang jangan terlalu dipikirin berat. Istrinya juga disuruh buat rileks, nyantai, jangan emosian dan nggak usah mikir banget-banget.

    Percayalah. Gw pernah ngalamin juga kayak anda dan bener-bener nggak enak rasanya.

    martin

    Mei 1, 2007 at 5:49 pm

  18. Turut berduka cita. Meski belum pernah merasakan apa yang mas rasakan, tapi saya saat ini memang berjauhan dengan orang yang saya cintai. Dan memang, pada saat-saat susah saya lebih banyak tidak ada.
    Tidak perlu disesali, Allah akan mencarikan jalan yang lebih baik.

    wiraprasetya

    Mei 1, 2007 at 7:07 pm

  19. Tabah ya mas Anjar…

    Dimas

    Mei 1, 2007 at 7:47 pm

  20. Turut berduka. Mungkin Allah mempunyai skenario lain yang lebih baik.

    doeytea

    Mei 2, 2007 at 12:37 am

  21. Sabar ya mas…

    Salam buat istrinya, semoga dua-duanya tabah…

    Yakin, pasti ada skenario lebih baik yang sedang disiapkan untuk mas dan istri…

    manusiasuper

    Mei 2, 2007 at 1:46 am

  22. Pak Pri..

    Saya dan istri turut berduka mengenai musibah ini. Semoga Pak Pri dan istri diberi ketabahan dan senantiasa sabar.

    Alloh mempunyai maksud lain dengan kejadian ini. Nanti kalau waktunya sudah tepat, pasti dapat lagi. Nah, saat kedatangan itu merupakaan saat yang paling tepat di antara waktu-waktu yang lainnya. Mungkin saat ini Pak Pri dan istri disuruh untuk berbenah rumah dulu dan menikmati masa-masa berdua sambil mempersiapkan datangnya calon bayi lagi.

    Tetap sabar, tabah, berdoa dan bersyukur. Semoga Alloh memberikan kemudahan dan jalan yang terbaik. Amin.

  23. Salam alaykum.
    Gak usah sedih ya mas, pasti nanti Allah ganti dengan yang lebih baik.

    Wira Mandiri

    Mei 2, 2007 at 2:07 am

  24. My deepest sympathy njar…Allah pasti punya rencana yang lebih baik. Tetep semangat yo pren..

    arip

    Mei 2, 2007 at 2:17 am

  25. turut berduka mas, saya benar2 baru tau tadi soal ini. malah baru kemaren saya ucapin selamat buat kehamilan istri mas anjar (karna blm tau berita ini) … tetap tabah dan semangat buat mas anjar dan mbak nunung. Tuhan pasti memberi yg terbaik.

    osinaga

    Mei 2, 2007 at 2:26 am

  26. salam kenal buat mas anjar..
    tabah ya mas, jangan pernah lupa slalu berdoa dan tawakal, jangan pernah marah pada dunia, karena dunia sama dengan kita…hanya segelintir dari ciptaan-NYA
    apapun yang dilakukan oleh-NYA, apapun yang terjadi pada kita, percayalah….DIA….
    Allah SWT sedang mendidik kita..

    (slalu ada kebahagiaan yang lebih besar yang menunggu kita)

    ncips

    Mei 2, 2007 at 3:54 am

  27. sabar ya,mas dan mbak. semoga ALLAH akan memberi ganti yang lebih baik. mungkin kita harus lebih dekat kepadaNYA.
    dan mungkin kita ada kesalahan pada kedua orang tua kita, sebaiknya kita minta maaf. (maaf,bukan maksud saya menggurui.sekali lagi maaf.) Semoga ALLAH membarokahi.
    salam kenal.

    sidiq

    Mei 2, 2007 at 5:02 am

  28. turut berduka cita njar. Kaget aku mbacanya :(

    Bahar

    Mei 2, 2007 at 6:27 am

  29. turut berduka bang,

    bagus

    Mei 2, 2007 at 7:32 am

  30. Sabar ya Mas Anjar.. Semoga semuanya diganti dengan yang lebih baik.. amin

    fimana

    Mei 2, 2007 at 11:49 am

  31. Turut Berduka Cita Pak Priandoyo, semoga diberi kesabaran dan tawakal untuk anda dan keluarga…amin

    Iyul

    Mei 2, 2007 at 1:29 pm

  32. sedihnyaaa…
    prihatin mas dedeknya…

    yang sabar yah…
    mungkin sekarang lagi nunggu di surga sana…

    Gebenx

    Mei 2, 2007 at 1:55 pm

  33. sabar aja ya mas anjar, semua ini ada hikmahnya

    chatoer

    Mei 2, 2007 at 2:14 pm

  34. Ada sebuah quote yang selalu jadi pegangan saya mas, semoga juga sedikit menguatkan ketabahan hati mas anjar.
    “Semua akan Indah pada waktunya”…Turut Berduka mas….

    MasIndra

    Mei 2, 2007 at 2:20 pm

  35. Turut berduka cita yang sedalam2-nya

    wikan

    Mei 2, 2007 at 5:55 pm

  36. mas anjar, turut berduka cita.
    saya sepakat dengan komennya aresto tentang pekerjaan.
    yang sabar ya mas. tidak akan pernah sebuah ujian terjadi melebihi kemampuan kita.

    Alief

    Mei 2, 2007 at 10:27 pm

  37. turut berduka cita :(

    om ganteng

    Mei 3, 2007 at 12:18 am

  38. Yang sabar, ya.
    Turut prihatin.

    calupict

    Mei 3, 2007 at 1:55 am

  39. Firstly, Aku masih protes karena kamu ikut2an pakai nama Dinda !!! :D

    Secondly, yang sabar ya Njar.
    Jangan dengerin kata-kata orang kalau dapat musibah kayak begini. Jangan pernah dengarkan kata orang kalau ini karena kecapekan atau hal lain sebagainya.
    Percaya deh, dengerin kata orang itu cuma bikin stress.

    Seperti Anjar tahu, Dinda (this is mine) juga pernah keguguran waktu di awal pernikahan. Dan sampai beberapa lama sesudah itu Dinda agak sedikit trauma dan merasa bersalah karena itu. Kebetulan juga ternyata sejak itu berita “positif” tidak kunjung datang.

    Yg harus kamu lakukan sekarang adalah hibur istrimu dan dirimu sendiri. Musibah ini terjadi bukan karena salah siapapun di antara kalian berdua. Mungkin ini hanya bukan saat yang tepat. Dan suatu saat nanti kamu akan tahu.

    bank al

    Mei 3, 2007 at 2:54 am

  40. Turut berduka. Semoga kamu belajar dari peristiwa ini

    Bang As

    Mei 3, 2007 at 12:22 pm

  41. […] : telat ngepostingnya, mungkin dah keduluan si mas yah, baru masuk kantor nih setelah seminggu istirahat di rumah….thanx to all my bestfriends yang […]

  42. turut berduka cita, kayaknya baru kemarin saya baca postingan mbak e… :)

    smoga diberi ketabahan

    dobelden

    Mei 8, 2007 at 10:51 am

  43. […] Pengumuman pemenang undian ini terjadi saat saya masih di Timika, persis beberapa jam setelah Dinda SMS. Akhirnya karena XL tidak dapat sinyal di Timika, HP saya tinggal dirumah. Rejekinya Dinda, karena […]

  44. turut prihatin mas..

    jabon

    Juli 16, 2010 at 6:25 am

  45. semoga kelak akan dapat pengantinya…

    Jabon

    Juli 16, 2010 at 12:28 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: