Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Prospek investment banking di Indonesia

with 23 comments

Mas, Saya lulusan S1 akuntasi dari sebuah universitas di US, dan saat ini saya sudah bekerja (juga di US) selama 2 tahun. Di saat yang sama juga saya sedang mengambil MBA. Saya ingin mencari informasi tentang Investment Banking di Indonesia, bagaimana entry barrier nya? sebenernya saya tertarik dengan posisi seperti Market research analyst di Investment Banking Industry. Mungkin Mas Anjar bisa memberikan sedikit insight, bagaimana untuk memulai karir tsb.

Alternatif lain, yang saya temukan menarik yaitu Internal Audit, mungkin seperti di Big 4 dengan Advisory linenya, tetapi saya juga kurang yakin apa typical responsibility pekerjaan tsb. Saya ada sedikit pengalaman dengan Sox testing dan Procedure documentation di tempat pekerjaan saya, karena kebetulan perusahaannya public. Alasan saya bertanya karena dengan peraturan imigrasi US yang masih belum stabil (dan rese juga) saya berencana utk pulang kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studi S2. Any advice would be greatly appreciated.
Mas Alex, via email

Komentar:
Konon di US, profesi terkait investment banking termasuk salah satu profesi dengan bayaran tertinggi selain corporate lawyers, engineers -mohon maaf tidak termasuk kategori ini-. Ada yang bisa membayangkan punya total income $ 1.7 Milyar pertahun?

Di Jakarta orang-orang ini bekerja di lingkungan BEJ mulai dari investment broker: Trimegah Sekuritas (lokal), Kim Eng (highest transcation), Morgan Stanley, Merril Lynch, Credit Suisse dan teman-temannya, ataupun investment banking seperti ABN Amro, DBS dan sebagainya.

Kenapa entry barrier di industri ini rendah?
Dari pengamatan di lapangan, sangat sedikit lokal graduate yang tahu (apalagi tertarik) mengenai pekerjaan ini. Padahal beberapa universitas ‘maju’ semacam Pelita Harapan, Binus kerap kali mengirimkan mahasiswanya untuk kerja praktek disini. Penyebabnya selain mata kuliah yang tidak mendukung, tidak adanya inisiatif atau network dari institusi kampus untuk memberanikan diri bergabung di pekerjaan ini.

Apakah diperlukan kemampuan analisa dalam bidang ini?
Rekan Bahar -alumni Carnegie Mellon- ada baiknya menjawab pertanyaan ini (semua pertanyaan ini sebenarnya pun lebih tepat ditujukan pada beliau)

Jadi kesimpulannya?
Barrier di industri ini sebenarnya rendah, siapapun dengan jam terbang yang cukup seharusnya dengan mudah bisa masuk di industri ini, tapi karena pengetahuan tentang bidang ini masih sangat jarang, maka berlaku hukum alam.

Any comment?

Written by Anjar Priandoyo

Juni 5, 2007 pada 10:08 am

Ditulis dalam Job

Tagged with

23 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. beberapa temen milis yg hidup di dunia investasi ini :

    milis wanita-muslimah : mbak mia dan pak DP – dana pamilih
    milis apakabar & ahli keuangan: poltak hotradero
    temen TN : budi aprianto, b. wicahyo ratomo, mega satria, soni agustino laksito, bahar riandpassa, b. antonius puguh,

    papabonbon

    Juni 5, 2007 at 11:49 am

  2. sistem pendidikan indonesia blon solid.

    hebiryu

    Juni 5, 2007 at 2:00 pm

  3. temen2ku pada mau nyoba ke investment banking. padahal itu kan riba. ketimbang riba lebih baik zina. hehehehe…

    hebiryu

    Juni 5, 2007 at 2:02 pm

    • Hahaha,….. kalau bisa dua-duanya kita hindari,… friend

      Yasra

      November 22, 2011 at 2:52 am

  4. Anjar,

    Investment Bank memang belum terlalu banyak di Indonesia, sehingga masih cukup banyak lowongan. Tapi kalau di bilang entry nya mudah, saya kira Bahar bisa menjelaskan. Kadang orang pandai belum tentu cocok…karena selain dibutuhkan kemampuan analisis yang tinggi, juga kemampuan mengambil risiko yang telah diperhitungkan.

    Ini sama saja dengan bekerja di Bank, entah sebagai account officer, bidang Treasury (yang agak mirip-mirip)….selain kemampuan analisa, dia harus pandai membidik pengusaha yang akan mendapat penyaluran dana…dan sekali memberi pembiayaan, maka sebetulnya akan terjadi terus menerus sepanjang perusahaan tersebut going concern. Tetapi kalau keliru, maka Bank akan ikut menanggung kerugian.

    edratna

    Juni 5, 2007 at 10:44 pm

  5. benar sekali,

    untuk investment banking, or trading, di jakarta masih terbuka lebar.

    akan tetapi saat ini untuk trading, peminatnya masih sedikit, karena biasanya pekerjaan di mulai dengan cara mengumpulkan investor untuk ikut serta dalam trading dan investment.

    di negara amrik, UK pekerjaan ini menjadi profesi yg paling bergengsi dan populer, karena banyak lahir trilyuner baru dr bidang ini, contohnya warren buffet (cmmiw)

    di spore juga lagi hangat2nya , ada yg namanya freely or something.

    soal lulusan luar negeri, tentunya peluangnya besar sekali untuk masuk ke bidang investment or banking. dimana Bank Asing di Indo, untuk posisi strategicnya mereka sangat mempercayai bahwa lulusan asing akan mampu memberikan performance yg lebih baik.

    but, mungkin musti di pikir sih, seandainya sudah berkarir di luar, tapi kembali ke indonesia, tentunya ada selisih income yg berbeda.. (mungkin significant)
    but tentunya seseorang kembali ke indonesia, setelah berkarir di luar, karena berbagai alasan :)

    oh ya satu lagi.

    sepertinya untuk lulusan MBA or marketing / management bagi org asia di negara barat, kurang di pandang. karena org asia dianggap warga kelas dua, sehingga untuk posisi strategic n management, kita jarang sekali di berikan kesempatan.
    sehingga banyak lulusan2 MBA dari luar kembali ke asia untuk berkarir.

    what do you think ?

    karirzone

    Juni 6, 2007 at 1:28 am

  6. Dunia investment banking belum tumbuh pesat di Indonesia ada 2 penyebab utama.
    Pertama, karena pada prinsipnya Industri IB adalah industri yg melayani sektor real dan multi industri, sehingga akan mengikuti pertumbuhan sektor real. Kedua, regulasi dunia finasial di Indonesia masih terlalu ketat, terutama soal reinvestment ke product di luar negeri dan over-taxing. Karena biasanya selain korporasi, client investment jg para High Net Worth Individual.

    Kalau soal pendidikan rasanya tidak ada masalah, karena dunia investment hanya mencari the best available individual. Contoh : banyak Quantitave Analyst di Wall Street itu para PhD dari Science/Engineering, dan juga typical best graduate dari engineering di US/UK/S’pore masuk Investment Bank.

    Tanggapan buat mas karirzone, persoalannya bukan soal dipandang/tidak, tp soal corporate culture, ga semua org2 asia bisa masuk ke Western type corporate culture. Mgkn mas belum pernah pergi merantau jauh jadi belum terpikir apa saja pertimbangan orang2 tersebut. Sehingga demi personality fit ini memutuskan untuk kembail. Disamping juga fact that It is better to pursue career closer to home than elsewhere.

    Johan Batubara

    Juni 6, 2007 at 8:46 am

  7. Let’s get things straight first. Sepertinya ada istilah-istilah di sini yang artinya agak berlainan dengan yang umumnya dipahami.

    Investment Banking: Investment Bank traditionally berususan dengan raising funds untuk klien mereka melalui penjualan aset di primary market (penjualan pertama). contoh: IPO saham, penjualan pertama surat utang korporasi, dll. Apa yg dilakukan investment banker dibidang ini? Mencari klien (baik klien strategik atau retail) untuk subsrcibe aset yg dijual itu, menyiapkan presentasi untuk memikat klien tersebut, berperan sebagai underwriter, dan mengurusi segala urusan administrasi berkaitan dengan raising funds tersebut. Investment Bank juga memberikan strategic advisory services untuk korporasi dalam bidang merger & akusisi dan transaksi-transaksi finansial lainnya. Contoh: Goldman Sach, Merril Lynch, etc. Mereka kadang-kadang disebut “the Sell Side”

    Private Banking: Berurusan dengan managing aset milik high net worth individuals. Contoh: Credit Suisse, UBS.

    Fund/Investment Management: berurusan dengan pengelolaan dana untuk diinvestasikan secara profesional. Contoh: Danareksa, hedge funds, mutual funds, private equity, dll. Mereka juga biasa disebut “the Buy Side”

    Brokers: berususan dengan menfasilitasi trading aset-aset yang dijual di secondary market (e.g. BEJ). Brokers itu perantaranya. contoh: Trimegah, Kim Eng

    Sekarang ini, sebagian besar investment bank tidak hanya menjual investment banking services. Sebagian punya subsidiari yang menjalankan bisnis fund management, market research, prime brokerage, dll.

    Mas Jono, sepertinya lebih menanyakan tentang investment banking. Di Indonesia, kegiatan investment banking sepertinya belum semarak. Kenapa? Karena kebanyakan korporasi kita mencari dana lewat kredit bank => so mereka berurusan dengan commercial bank (BNI, BCA, Bank Mandiri, dll). Mungkin Bu Endratna lebih tahu perbandingan dana yang raised lewat kredit dan dana yg raised lewat investment banking. Kegiatan-kegiatan IPO di Indonesia masih segelintir. Merger dan akuisisi juga belom marak. Mungkin beberapa tahun lagi berubah.

    Yang lebih berkembang di Jakarta sepertinya adalah management investasi: contoh reksa dana. Mas Jono mungkin juga tertarik sama fund management karena dia tertarik dgn market research.

    Entry barrier:

    kalau benar-benar mau masuk investment banking, saya rasa entry barriernya tidak rendah (not so many opening in the first place). Be prepared to work 20*7. You need excellent stamina and good communications skills.

    Kalau mau masuk private banking, saya rasa entry barriernya juga gak rendah. U need excellent communication skills and good network of wealthy people.

    Kalau mau masuk management investasi: tunjukin kalau kita punya track record yang bagus. Pendidikan gak terlalu penting. Kemampuan analisa dan disiplin tentu sangat dibutuhkan.

    Kalau mau masuk brokerage mungkin entry barriernya lebih rendah.

    Bahar

    Juni 6, 2007 at 2:15 pm

  8. Bravo, bravo,

    Around of Applause buat Mas Johan dan Bahar.

    Buat Mas Johan, terima kasih atas dukungannya. Akhirnya ada orang jg yg mengerti kalo kerja di indonesia/di sekitarnya bisa jadi pilihan yg terbaik buat beberapa orang dibandingkan bekerja di negara lain seperti US, karena faktor “cultural barrier” dan “personality fit”. Dan saya juga mau membenarkan argument Mas Johan kalo kebanyakan orang yg bekerja di wall street sebagai quantitative analyst, lulusan engineering, in fact, saya kenal 2 orang Indonesia bekerja di walstreet satu dari jurusan engineering bekerja di Deutche Bank, bagian sub-prime mortgage, dan satu lagi Ivestment Banking di Citigroup M&A.

    Terima kasih juga buat Mas Bahar, atas clarifikasi nya tentang subject yang saya pertanyakan. Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Blognya Mas Bahar membaca banyak article menarik tentang dunia Investasi, tetapi kebanyakan memang dari the other side of the “great wall”
    the “buy side”… Juga, saya impress dengan technical analisis nya Mas Bahar.

    Yang saya pingin tau…(kalo gak keberatan ngeshare. pngetahuan dan pengalamannya) lebih ke arah Fundamental analisis, Yang saya maksud dengan market research analisis, lebih mengarah ke industri yg di cover sama market analyst ini, tentunya keadaan ekonomi perusahaan dengan stock dan bond di market place. Stock dan bond valuation berdasarkan neraca keuangan. Biasanya Market analyst ini yang memberikan rate kepada stock dan bond yang diperjual belikan di pasar modal berdasarkan analisa mereka.

    Dengan pernyataan Mas Bahar tentang ke tidak laziman invesment banking di Indonesia, mungkin Mas Bahar bisa bercerita sedikit tentang career prospect di singapore, hong kong, atau even Tokyo, sebagai financial hub di Asia Pasific/Tenggara.

    terima kasih sekali lagi…atas comment dan reply nya

    Si Jono yang nanya Investment Banking Opportunity

    Juni 6, 2007 at 3:56 pm

  9. Mungkin Bahar bisa lebih menjelaskan, investment banking apa yang saat ini bisa dilakukan di Indonesia…karena tak semua dari definisi Bahar di atas dapat dilakukan di Indonesia….karena ada peraturan ketat dari Central Bank (ini Osinaga lebih tahu).

    Di satu sisi korporasi Indonesia memang belum banyak yang kesana…kalaupun umpamanya korporasi mau jual obligasi, maka korporasi tadi harus sehat, agar obligasinya menarik bagi investor…mirip dengan perusahaan yang go public. Jika kita menjadi CEO perusahaan/korporasi, maka saat membutuhkan dana untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, kita akan memilih, apakah akan meminta pembiayaan dari Bank (kredit)…apakah dengan menjual saham (go public), atau apakah menerbitkan obligasi? Disini ada analisis tersendiri…dan bagi korporasi yang berkualitas, sehat, prospektif, going concern..dia bisa memilih perangkat-perangkat tadi, mana yang paling menguntungkan.

    edratna

    Juni 7, 2007 at 1:58 am

  10. pengen comment lain, itu antara judul dan isi kok ga nyambung ya…
    Seharusnya judulnya prospek karir di Investment Banking Indonesia misalnya..

    Amir

    Juni 7, 2007 at 4:54 am

  11. yang pasti kalo mo masuk k dunia investasi entah itu investment banking or institusi yang lain, lo harus prepare otak dan mental yg oke… bisnis ini berat mas…

    indah

    Juni 7, 2007 at 10:51 am

  12. Nimbrung … banyak kadang lulusan luar kerja balik di indo langsung agak “shock” krn satu dan lain hal terutam gaji, cara kerja, dll dll lah yg harus disesuaikan dulu “iramanya”, contoh teman yg mengalami ini saya banyak.
    Jika anda memang belum siap mental dan berpotensi, saya saran bisa coba kerja via Singapore dulu, hanya 1+ jam koq dari jakarta …

    dahsyat

    Juni 10, 2007 at 3:01 pm

  13. Mas Jono,

    menurut saya sih kesempatan investment banking di Singapura lebih terbuka daripada di Jakarta untuk saat ini. Bahkan banyak juga loh investment banker di singapura yang projek-projeknya sebenarnya bukan menangani klien di Singapura sendiri, tapi di Asia Tenggara.

    Hong Kong mungkin lebih fokus buat pasar China yah. Pasarnya juga lebih besar dari Singapura. Saya yakin lebih banyak kesempatan di sana.

    Jepang ya banyak juga kesempatannya, tapi siap2 saja buat mengikuti kultur kerja di sana. Dan kemungkinan besar bakal menangani klien2 orang Jepang juga. Cuma, sepertinya mereka lebih suka bekerja dengan orang Jepang sendiri.

    Menurut saya sih, bener kata “dahsyat”, coba cari kerja di Singapura dulu.

    Bahar

    Juni 11, 2007 at 3:17 am

  14. pak Anjar kan lagi kerja di USA ya??
    Saya mau tanya, lu2san apa yang sekarang gampang memperoleh kerjaan paling gampang di USA??
    Tolong balas di e-mail saya pak…
    SEkian..
    terima kasih…

    chandra

    Juni 25, 2007 at 2:21 pm

  15. Saya setuju dengan Mas Bahar. Entry barrier di dunia investment banking Indonesia (apalagi i-bank asing) sangat tinggi. Untuk entry level, abroad graduates is a must. Itupun dari universitas-universitas terkemuka. This is due to the high intensity of communication with colleagues from other countries compared to other MNCs. For instance, untuk mempersiapkan presentasi ke client di Indonesia, dibutuhkan input dari country specialist (that’s Indonesia), sector specialist (resources, financials, telecommunications, industrial) and product specialist (Equity cap mkt, debt cap mkt, equity derivatives, M&A) where each team above will contribute some pages for the presentation. Imagine that for every single presentation you do. When you are in the live deals, there will bankers from Singapore/HK/NY stationed here for the life of the deal.

    Most of the recruitings are done out of the Singapore and HK team who roadshow to the US and Europe to attract the bright young individuals out of college. 1st question they will ask is the ability to work long hours.

    Saat mengikuti training di NY, I remembered a fellow analyst was telling us that, at that time, she had been working in I-bank for a year and she never had a day off (that includes Saturday AND Sunday). Average working hours in NY for analysts are 90 – 110 hours/week (you do the math!) They simply don’t go home. Most of my colleagues (and ex-colleagues) in Singapore who are analysts work an average of more than 80 hours per week. In Indonesia, it is a little better. Even then, I went home around 11 pm – midnight on average. Kalau lagi preparing a big pitch or in a live deal, staying over at the office is not uncommon.

    Hours are much better in the local houses (Danareksa, Bahana, Mandiri to name a few). On average, jam 8 malem udah bisa pulang.

    willy

    Agustus 1, 2007 at 10:28 am

  16. Hi Willy,

    I am an overseas graduate who just got back to Jakarta two weeks ago. Currently, I am looking for an opportunity to work in an investment banking in Indonesia. It would be great if I can meet with you and talk more about investment banking in Jakarta. My email is ftikus@gmail.com. Please let me know what your email address is so we can talk more about this. Thanks a lot!

    vaans

    Agustus 6, 2007 at 4:29 am

  17. […] Mengapa lulusan asing lebih mudah mendapatkan pekerjaan: tentang investment banking […]

  18. […] juga: Investment banking di Indonesia Posted in Banking, Job […]

  19. […] juga: Prospek investment banking di Indonesia. Bank Lippo – Career. Bank BCA – MDP (Management Development Programme) Posted in Dunia […]

  20. Is there any internship/development program for investment banking or fund management for fresh graduate? My major is IT, but I am currently attending CFA lv 1 preparation program. Hopefully I can get some experience from such program to fasten my understanding of finance/investment industry.

    Any info feel free to discuss at aj.wike(at)gmail(dot)com

    thanks

    Wike

    Februari 20, 2008 at 8:15 am

  21. @mas priandoyo
    numpang curhat ya.. tapi diusahakan tidak OOT.

    Saya seorang lulusan S2 Manajemen Risiko dari MM Universitas Indonesia. Lulus dengan GPA 3.77. Namun status cumlaude pun tidak otomatis memberi saya akses ke bidang perbankan, investment banking maupun manajemen risiko yang saya idam-idamkan sejak banting setir mengambil S2 di bidang ini.

    Menyongsong 2009, Krisis menghantam Indonesia.. apalagi di sektor finansial.. kebanyakan instansi memberlakukan “freeze headcount”.

    Dulunya saya dari S1 Teknik Sipil. susah masuk ke Bank karena IP yang tidak mencukupi (hanya 2.89).. tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, saya total terjun dalam kuliah manajemen risiko, yang kuliahnya tidak murah juga (hampir 100juta) ….sekarang IP sudah lebih dari cukup.. malahan cumlaude.. tapi untuk apply segala posisi MT di Bank… ternyata kebanyakan bank merubah age limit applicant.. dari 30 ke 28 tahun.. Saya sendiri lahir bulan Mei 1980. sudah gugur jalur untuk MT mereka.. apalagi bank asing macam Citibank, Standard Chartered.

    Bagaimana dengan jalur PRO HIRE? kemungkinannya tambah kecil.. saya sendiri tidak punya background pengalaman di BANKING.. justru saya mengambil S2 Manajemen Risiko untuk bisa menebus kekecewaan di masa lalu, yang tidak bisa masuk karena IP S1 dibawah 3.00

    Jika menyangkut usia, maka hanya bisa berharap BRI, BNI, Bank Indonesia ataupun Depkeu (unit Bapepam) yang baru buka lowongan mulai bulan Juni Juli.

    saya bukan tanpa usaha:
    1. segala job portal telah saya isi digital CV
    2. semua relasi yang bekerja di BANK saya titipi CV
    3. tanggal2 recruitment seperti di http://www.bicarakarir.com saya catat dan bookmark
    4. semua email HRD saya riset menggunakan internet.. kemudian satu persatu saya kirimi CV saya, menandakan kesanggupan untuk bekerja A.S.A.P.

    Namun hingga hari ini belum ada berita baik…

    Ada yang kira-kira bisa kasih saran ataupun pencerahan. Segala masukannya saya hargai. thanks. GBU!

    atobing

    Februari 27, 2009 at 4:01 am

  22. @MOD
    om mod.. ternyata harusnya comment saya diatas itu ditulis dalam link ini ya:
    https://priandoyo.wordpress.com/2007/09/26/apakah-s2-memudahkan-kita-mencari-kerja-dan-berapa-gajinya/

    kalau bisa di move aja postingannya, mau copy paste di situ nanti dikira double posting. :)

    atobing

    Februari 27, 2009 at 4:14 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: