Anjar Priandoyo

Ancaman Gangguan Hambatan Tantangan

with 8 comments

Buat saya, militer adalah salah satu organisasi paling efektif didunia. Bayangkan, untuk menerjunkan seseorang dengan kapasitas ‘fresh mining grad’ ke site antah berantah sebuah Oil MNC bisa mengeluarkan kocek belasan ribu dollar perbulannya. Sedangkan untuk menerjunkan tentara kesuatu tempat terpencil, atau wilayah konflik dimana nyawa jaminannya hanya butuh dana operasional sama dengan tentara di barak manapun sepanjang negeri -gaji Letnan Dua adalah 700ribu + laukpauk 600rb

Militer merupakan bentuk organisasi paling ideal yang saya tahu. KPI (key performance indikator) dalam organisasi ini hanyalah 100%. Tidak ada KPI 80%, 90% dan seterusnya. Sebuah misi tujuannya hanya satu: berhasil, diluar itu misi gagal. Untuk menaklukkan sebuah negeri, pilihannya hanya satu: Negeri itu takluk, pemberontak habis.

Salah satu konsep pertahanan dalam militer yang menarik menurut saya adalah konsep AGHT (Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan). Misalkan untuk mencapai suatu tujuan dari Jakarta ke Surabaya maka konsep AGHT ini bila diterapkan:

Ancaman, sesuatu yang aktif dari eksternal
Ancaman ini bisa berasal dari bajing loncat, dan begal-begal disepanjang jalur pantura. Ancaman ini jelas, terlihat di mata kita, berseliweran didepan hidung kita. Ancaman ini datang dari musuh, musuh yang akan kita hadapi atau musuh yang menghalangi.

Gangguan, sesuatu yang pasif dari internal
Gangguan ini bisa datang dari polisi, preman sepanjang jalan. Amplitudonya lebih rendah dibandingkan ancaman. Gangguan ini laten, bila dibiarkan maka akan menjadi ancaman. Supir yang baik harus bisa membaca lebih dini tanda-tanda munculnya gangguan.

Hambatan, sesuatu yang tidak menyerang tapi mempengaruhi pencapaian tujuan. Hambatan ini bisa jadi macetnya jalur pantura. Bisa jadi kenek yang malas-malasan. Bisa jadi sopir yang penakut, tidak punya mental jagoan.

Tantangan, sesuatu yang tidak membahayakan, pasif, tapi harus dilakukan untuk menjaga kestabilan. Tantangan ini misalnya, bagaimana jalur Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam 6 jam, selamat. Tidak dilakukan tidak masalah, tapi dilakukan akan jauh lebih baik.

Sebenarnya barat, punya konsep yang serupa: SWOT. Masalahnya kita terlalu fokus pada Strength dan Opportunity. Padahal namanya musuh jelas-jelas ada dimuka kita.

Baca juga: Mengapa kita harus punya musuh, tulisannya Om Fertob

About these ads

Written by priandoyo

August 1, 2007 at 10:18 am

Posted in Culture

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. That’s why i hate them at all.
    Unlike human, they had extraordinary skills.

    Fadli

    August 1, 2007 at 12:22 pm

  2. menurut aku KPI tentara udah berubah sejak jaman jenderal S di tahun 60an. [… susah namanya nama jerman].

    karenanya di USA berkembang kajian geopolitik. silakan baca baca blog phillip j vermonte di

    http://pjvermonte.wordpress.com/2006/10/13/kajian-budaya-politik/
    http://pjvermonte.wordpress.com/2007/05/20/politik-aliran/

    untuk mendapatkan gambarannya serba sedikit.

    papabonbon

    August 1, 2007 at 2:23 pm

  3. wiks, ada moderasinya sekarang. btw, link lain yg juga bagus dan paling relevan.

    http://pjvermonte.wordpress.com/2006/09/27/membaca-lagi-paradigma-realisme/

    papabonbon

    August 1, 2007 at 2:28 pm

  4. ya disamping itu tentara juga merupakan organisasi yang paling adaptif terhadap perubahan. berhubung waktu itu pak riri satria cuman menjelaskan efektivitas organisasi, dan belum menyentuh KPI-KPIan.

    jim

    August 2, 2007 at 10:16 am

  5. “gaji Letnan Dua adalah 700ribu + laukpauk 600rb” ini data tahun berapa? bener nih total gaji nya cuma 1,3jt? ato mungkin masih ada tambahan lain2 (maksudnya yg legal)?

    amin

    August 2, 2007 at 10:51 am

  6. Gaji tahun 2006 mas, lulus Akabri

    priandoyo

    August 2, 2007 at 11:06 am

  7. soal gaji mungkin mas priandoyo keliru kali mas, saya konsultant yang terlibat banyak di tni tau kok gaji untuk letnan dua lulusan akabri gak segitu :)

    panca

    August 7, 2007 at 3:51 pm

  8. Oh gitu ya Mas Panca, kalau ga segitu terus berapa ya? coba deh sharing datanya bagaimana.

    priandoyo

    August 10, 2007 at 12:59 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 508 other followers

%d bloggers like this: