Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Ada yang tahu PT Inti?

with 53 comments

PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau dikenal dengan PT Inti adalah perusahaan perangkat telekomunikasi yang seharusnya sekelas dengan Ericsson/Siemens, tapi entah kenapa:

Pada 2006, PT Inti mencatat penjualan Rp 629,5 miliar dengan laba bersih Rp 8,6 miliar dan ekuitas Rp 488 miliar. Meski mencatat laba bersih, Kementerian BUMN memasukkan PT Inti sebagai BUMN yang kurang berkembang. Bahkan, Kementerian BUMN berniat memasukkan PT Inti dalam sebuah strategic holding bersama BUMN strategis lainnya, seperti PT Krakatau Steel, PT Barata Indonesia, PT LEN Industri, PT Industri Kereta Api, dan PT PAL Indonesia. Dirut Inti Abdul Aziz berambisi menggerakkan kembali sektor manufaktur telekomunikasi itu yang sempat melambungkan perseroan pada 1990-an
06.08.2007 Investor Daily: Telkom diminta akuisisi PT Inti .

Ada yang tahu kenapa? konon cerita seorang teman
“Gw heran Jar sama INTI, di Bandung tuh gedungnya megah sekali. Dulu waktu gw TA, gw butuh semacam alat yang harganya >1M, di kampus rusak, akhirnya dapet di BPPT/LIPI tapi harga sewanya mahal banget. Iseng-iseng nyari di INTI, ternyata alat mahal itu dianggurin di INTI. Aneh”

Buat yang heran kenapa INTI ga berkembang:
“Mungkin ini gara-gara undang-undang antimonopoli, jadi Telkom(sel) ga bisa pake alatnya dari Inti.”

Apapun, mungkin ada yang ingin sharing tentang PT Inti? Dengan jumlah karyawan 742 per Des 2006 harusnya benefitnya ga kalah dengan Freshgrad di Icon+ yang 4.5 juta

Baca juga:
06.08.2007 Investor Daily: Telkom diminta akuisisi PT Inti .
03.08.2007 Antara: Akuisisi PT Inti dan Icon+ rampung bulan ini?

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 14, 2007 pada 3:09 am

Ditulis dalam Career

53 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kalo kata JK, kalo ga bisa bikin apa2 mending dibubarin aja! Ingin maju, mari mulai berdikari sekarang. Bisa bikin pesawat sendiri, bikin Kereta sendiri, bikin alat telekomunikasi sendiri. Jangan kalah ama Cina!!

    Amir Karimuddin

    Agustus 14, 2007 at 5:45 am

  2. gak dapet order lagi buat bikin komponen elektronik di KRL Indonesia. kan ptka masih nunggak pelunasannya.

    jim

    Agustus 14, 2007 at 7:55 am

  3. PT INTI ?
    deket skolaku :D

    nonfa

    Agustus 14, 2007 at 8:58 am

  4. halo kita bisa tukar pikiran ngak mengenai bisnismu

    CV. Rasta Com

    Agustus 14, 2007 at 12:32 pm

  5. PT INTI udah dari taun 1980-an dapet lisensi dari siemens untuk bikin spare-part EWSD koq ga berkembang yah, dulu pernah tanya sama orang inti pas pameran IITELMEET di jhcc kenapa ga bikin sentral telp sendiri, jawabannya teknologi kita udah kuasai tapi birokrasinya yg ga boleh, sayang sekali yah, kolo gw ada dolang udah gw TO deh

    biccar

    Agustus 14, 2007 at 6:45 pm

  6. Sepupu suami bekerja di PT INTI, alumni ITS, dan pernah beberapa kali dikirim ke Jerman. Tapi nggak pernah erita-cerita tentang perusahaannya, dan terlihat tenang-tenang aja.

    edratna

    Agustus 14, 2007 at 11:50 pm

  7. Masalahnya memang industri seperti PT INTI itu tidak bisa lagi diberi proteksi oleh pemerintah, semisal dengan mewajibkan operator telekomunikasi memakai produk2 PT. INTI, karena itu bertentangan dengan prinsip anti monopoli. Karena memang saat ini sudah eranya pasar global dan bebas, sehingga semua badan/persh negarapun berhak mencari barang dengan harga terbaik dan kualitas terbaik. Lagipula monopoli dan proteksi memang rawan terhadap KKN.

    Nah, masalahnya, bagaimana PT INTI bisa bersaing di era sekarang ? Ada ide strateginya ?

    andrias ekoyuono

    Agustus 15, 2007 at 2:57 am

  8. PT. INTI sekarang udah banyak berubah, diversifikasi katanya.., udah agak melenceng dari visi misi awalnya, maunya berdikari di bidang telekomunikasi, tapi seiring berjalannya waktu, banyak kebijakan pemerintah yang tidak mendukung, strategi dan pembinaan yang salah arah, akhirnya lagi-lagi gak mampu bersaing dengan negara lain, akhirnya jadi kacung ajah, supporting element, cari sisa-sisa rejeki dari vendor alias jadi subkon. Sedih juga, banyak teman yang jagoan switching, banyak teman yang jagoan transmisi, tapi nasibnya gak jauh beda dengan pakar exs PTDI, tidak termanfaatkan.
    Akhirnya, ketika pemerintah memberikan waktu untuk mendevelop WiMAX versi indonesia, mereka gagap, tidak mampu menjawab tantangan zaman, dan terbukti sampai sekarang tidak terdengar beritanya. ah..akhirnya kita hanya jadi penonton saja.
    Kapan bangsa ini akan maju?? kalau segenggam pasir diolah oleh negara lain menjadi ribuan microchip berharga jutaan dolar, sedangkan bagi kita buat nembok satu bata ajah gak cukup..

    voldemort

    Agustus 15, 2007 at 3:03 am

  9. Jaman dahulu industri strategis memang selalu mendapatkan kemudahan dari penguasa saat itu. Sejak keterbukaan (yang kebablasan) dan adanya peraturan anti monopoli, para pemain di industri strtegis mulai kedodoran.

    Jika jaman dahulu mereka dipersiapkan untuk dapat bersaing dengan industri dari luar negeri, bisa dipastikan, mereka tidak akan kedodoran saat ini, setidaknya tetap survive dan tidak tertegun saja serta menjadi penonton dari maraknya teknologi dari luar negeri.

    Hedwig™

    Agustus 15, 2007 at 3:50 am

  10. yah, mereka gak diajarin berkompetisi sih. dan belajar berkompetisi itu memang tidak mudah. so, halooo, dimana kabarnya para ideolog anti pasar bebas dan liberalisasi ekonomi ? tunjukkan taring dan cakarmu ! :D

    papabonbon

    Agustus 15, 2007 at 3:57 am

  11. yang saya tahu sekarang PT. Inti join dengan PT. Pindad buat perusahaan konstruksi dan jadi subkont CME di beberapa vendor telco dan operator.
    Sebelumnya PT.INTI banyak ngesub pekerjaan CME tetapi terakhir ini performance-nya jelek dan di black list di beberapa vendor n operator.

    sombreng

    Agustus 15, 2007 at 6:20 am

  12. rodo gak mudheng :)

    hmcahyo

    Agustus 15, 2007 at 8:28 am

  13. Salam kenal mas Anjar.

    Wah ngomongin PT INTI saya jadi inget ketika melakukan penelitian tugas akhir di situ, waduh itu gedungnya kelihatan banget tdk terawat. aniwei berdasarkan peneltian saya tsb ternyata PT INTI pernah berada di puncak kejayaan pada tahun 90-an, kemudian akhir2 2000-an selalu mengalami defisit. Dulu ketika zamannya BJ Habibie jadi menteri byk karyawan2 PT INTI yg berkualitas dikirim utk belajar di luar, tapi sayang ketika kembali tdk mendapatkan tempat akhirnya ya mubazir aja.
    Kalo tdk salah ketika Jhon welli jadi dirut byk terobosan yg dilakukan shg bisa maju.
    Sebenarnya kalo ini bukan BUMN tapi swasta pastinya udah bangkrut dan lokasi yg di sukarno-hatta bisa dijual.

    Ronny

    Agustus 15, 2007 at 9:28 am

  14. kenapa gak diswastanisasi model kayak indosat aja yah ?

    papabonbon

    Agustus 15, 2007 at 2:59 pm

  15. Kl skg saya belum tahu PT. Inti sebenarnya core businessnya apakah masih di telekomunikasi apa tidak…yang jelas PT. Inti adalah salah satu tempat tujuan magang / praktek untuk anak-anak kampus S1 saya dulu … dilihat dari pengalaman teman2 yang pernah magang / praktek disana, tempat ini sangat banyak memberikan fasilitas yang mendukung deh… :-)

    Rici

    Agustus 16, 2007 at 1:34 am

  16. karyawan INTI banyak yg pindah ke vendor asing, salah satunya yg di pancoran, ada jg ke vendor di pondok indah, pokoknya macem2 deh..

    dulu (97) temen2 yg lulusan S1 gajinya 800rb & yg D3 500rb mereka dikontrak oustsourcenya INTI..
    padahal mreka kerjanya sama2 sbg engineer & installer (ngerjain perangkat vendor yg di pancoran & pd. indah)

    kalo sekarang gimana situasi di INTI ya..??

    wong ndeso

    Agustus 16, 2007 at 7:15 am

  17. @papabbn.
    Jika harapannya adalah seperti swastanisasi Telkom, Isat, dkk, tampaknya sudah terlambat buat swastanisasi PT Inti. Sudah terlanjur bulukan dalam inefisiensi. Sedangkan di dunia luar, kompetisi telco sangat ketat. Bisa seperti bayi yang belajar merangkak tergagap2 melihat orang berlari.

    Hmmm… patut dicoba mungkin. Sebagai test juga, kalau gagal bisa dilikuidasi, daripada menjadi cost-center. But I doubt the market will give a good capitalization price for Inti.

    konsultan

    Agustus 16, 2007 at 8:12 am

  18. mmmmm…. gitu ya?

    dhoni roma

    Agustus 20, 2007 at 1:40 am

  19. Ibarat obsesitas, kalau nggak di dissolve, direvitalisasi dengan merubah sistem management-nya agar kompetitif, malu dong sama perush. tetangga sebelah.. yang udah meraup untung dari dulu.. banyak kok resources muda yang nggak kalah profesionalnya – asal diberi kesempatan dan tidak di’bonsai’kan karena alasan politis..

    Mudah2an BUMN kedepan bisa bersaing dan nggak ‘kegendutan’ dan berat dibungkus.. :-)

    Domba Garut!

    Agustus 20, 2007 at 6:12 pm

  20. Kesalahan Pemerintah pas bangun INTI itu karena tidak ada long term plan dan fokusnya dimana. Biasa dulu BUMN cuman jadi tempat naruh orang. Dulu dijadikan OEM untuk perangkat Siemens, habis itu lewat nggak dapat apa2 lagi. Sekarang mengerjakan kerjaan telco tapi nggak fokus juga. Coba Government punya plan dan fokus yang jelas, mungkin sekarang sudah bisa bersaing dengan vendornya China. Vendor China itu khan startnya hampir sama dengan INTI.

    Pengamat Umum

    Agustus 22, 2007 at 4:59 am

  21. waktu stm gw pernah pkl(praktek kerja lapangan) di situ tuh thn 1996, gw lihat emang paling canggih alat2nya, ada 2 mesin perakitan pakai robot, yang gw tau untuk militer, disitu perakitannya, gw rasa juga orang orang nya yang kurang canggih…………… :P ngga memanfaatkan fabrikasi pt. inti, mungin disitu banyak KKN kali jadi ngga maju ……….

    jimmik4

    Agustus 22, 2007 at 9:23 am

  22. Kalo di tempat gw kerja, sekarang INTI kayak jadi makelar aja antara perusahaan kami (TLKM) dengan Motorola (salah satu vendor CDMA kami). Tapi g tahu setelah MOtorola dipest-out diganti dengan Huawei, apa INTI jadi broker juga antara TLKM dengan HW :-?
    Beberapa rekan INTI memang sudah banyak yang dipendikan –gosipnya mau diakuisisi TLKM tapi INTInya g mau — gitu deh—menurut gw sebuah arogansi, emang seberapa worthynya sih buat TLKM?

    Ummu Luthfia

    Agustus 24, 2007 at 9:24 am

  23. PT Inti itu yang di jl. BKR di Bandung khan? lom denger2 proyek2nya sih, kemaren inginnya Kerja Praktek disana, tapi ga jadi…

    kalo diliat di web sitenya, kebanyakan PT Inti bergerak ke arah jasanya saja dan mengerjakan beberapa proyek dari Telkom, Indosat, dll.

    sekelas erricson/siemens? kalo PT Inti ini komitmen di selulernya, trus berinovasi dan mengembangkan produknya. Trus buat juga beberapa produk yang bisa dipakai secara luas dan umum untuk masyarakat…
    bisa aja sih…

    bobby n. ariffin

    September 1, 2007 at 6:07 am

  24. PT INTI pasti bisa kembali mengalami masa jayanya.., jika! pihak manajemen khususnya Dirut baru dapat mengambil langkah2 cerdas dan startegi yang jitu.., Sistem perekrutan karyawan INTI jangan terpaku jurusan telco aja.., lagipula masih banyak orang2 cerdas di PT INTI yang kurang dimanfaatkan potensinya.., ga usah takut ama perubahan jika memang dimaksudkan mengembalikan INTI menjadi inti-nya persero telekomunikasi nasional!
    -saya harap Pak Abdul Aziz dapat menjadi akselarator terhadap Kejayaan INTI kembali!-

  25. asalamualaikum.halooooo PT INTI yang saya minati?gmn pa da lowongan nga?saya gie butuh nie,dulu saya sempet PKL disana selama 6 bulan di bagian diklat.paklo misalkan da lowongan hubungi saya yah pa.terima kasih untuk webnya jadi bisa liat nmr yang bapa bisa hubungi nie 02291704514……………terima kasih pa pamitttttttttttt ……………………………………………………
    asalamualaikum

    Yana rosmayudi

    Januari 20, 2008 at 2:30 am

    • skrg masuk pt inti ada jalur rekruitmen khususnya,sktr bulan September-November,coba ajja

      freakgalz

      Maret 5, 2011 at 3:08 am

  26. asalamualaikum………..
    pa saya denger-denger ada lowongan untuk anak STM gimana ada nga?pa klo da kasih informasi di nmr hp saya punten pa saya jadi nyuruh ke bapa ataw klo masukin informasi ke email aja pa atur nuhun sateacan na…………………………………………

    asalamualaikum

    yana rosmayudi

    Yana Rosmayudi

    Januari 20, 2008 at 2:37 am

  27. Yg namanya PT.Inti itu udah akrab banget di telingaku,..
    secara gtu ortu aku dua2nya gawe disana (skrng dah pensiun siy),ditambah paman&tante aku jg disana,..
    huhuhu,.kyk perusahaan keluarga aja.
    Duluuu banget aku inget wktu msh SD,yg namanya “tamasya bareng PT.Inti ampir tiap taon.Klo aku ditanya : “ortunya kerja dimana? aku jwb “pt.inti,..
    pasti aja imagenya org bagus banget,..
    Tp sekarang bnyk yg meragukan keberadaannya.Aku yakin dgn bnyk pesaing perusahaan telekomunikasi,pt inti msh tetap bertahan.Pdhl klo g ada monopoli dr Telkom,PT.Inti lho yg pertama jd Perusahaan Telekomunikasi!!

    shanDRA

    Mei 28, 2008 at 7:38 am

  28. Hallo PT Inti,
    Setahu aku sih PT Inti sedang kerjasama dengan pindad entah dalam bidang apa…. Makanya aku sempet ngelamar kesana waktu bln Januari, kabar terakhir sih aku diterima dan akan ditempatkan di PT Pindad Persero. Tapiiiiiiiii kenyataannya sampe skrg belum ada kbr lagi tuh…….? Aneh bgt deh, sbnerya PT Inti seriuuuus ga seh???

    Ochid

    Juli 23, 2008 at 4:43 am

  29. jual aja tu PT inti..

    mulyana

    Desember 10, 2008 at 2:39 am

  30. Jual juga kagak laku…dah jadul
    paling baik hancurin saja

    (ooopssss kasar ya)

    Indonesia

    Desember 10, 2008 at 3:54 am

  31. saya tahu PT.INTI karena pas kuliah dulu sering solat di masjid PT.INTI, mesjid-nya oke, gedung-nya oke….tp manajemennya ternyata kacrut

    bayu.an

    Desember 10, 2008 at 5:40 am

  32. sekarang kan gedung PT. Inti dipake tempat kawinan..

    inu

    Desember 17, 2008 at 1:24 am

  33. fnfd

    xx

    Desember 23, 2008 at 10:25 am

  34. ahir2 ini saya sedik banyak memperhatikan PT.INTI, pada kenyataanya seperti yg bnyk org bilang INTI adalah perusahaan keluarga, dimana istri, suami, paman, tante, ua, keponakan, sepupu, numplek pada kerja disitu… mending klo memang meliliki skill, potensi, loyalitas dan integrasi yg tinggi, tp tdk jarang mereka bekerja seenaknya menatang2 ada saudara, anak titipan,dll. Jadi sebaiknya, KKN sudah smestinya di hilangkan dari pada malu-maluin nma INTI.

    saran saya buat INTI, sering2 lah buat acara/ kegiatan Pelatihan sesuai dgn , pengembangan kepribadian, motivasi, couching & counseling, karna SDM yg baik tentu akan menghasilkan produktifitas kerja yg baik pula.

    jika sekiranya pegawai tidak memenuhi kualifikasi, anak perusahaan pun tidak kompeten, bubarkan saja, dan buat regenerasi yang baru, yang jauh lebih unggul, karena memperbaiki kendaraan jadul lebih sulit dari pada merawat kendaraan baru yang masih fresh!!!

    mayda_mutiara@yahoo.com

    Januari 16, 2009 at 2:26 pm

  35. Meneg BUMN slalu memperhatikan PT INTI

    Ini terbukti dengan dipilihnya Pak Irfan Setiaputra (Ex Cisco director) menjadi Dirut baru INTI.

    Penting bagi INTI untuk mendapat suntikan dana segar dari negara, sebab jika kita ingin mengembangkan suatu genuine produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi kita harus slalu terus mendevelop SDM serta teknologi yang kita punya.

    Tidak dapat kita pungkiri, perdagangan anti monopoli yang dikeluarkan pemerintah membuat PT INTI harus memutar otak lebih untuk dapat bersaing dengan perusahaan dunia.

    Tapi saya yakin PT INTI dapat berjaya kembali dan menjadi perusahaan yang diperhitungkan di Asia.

    Kita bangga menjadi bagian dari PT INTI.

    Bontang

    Maret 20, 2009 at 5:11 am

  36. Pak Anugerah Iwan Wijaya masih di PT INTI?

    baroto

    April 25, 2009 at 4:18 pm

  37. sebetulnya peluang pasar masih terbuka luas baik di dalam maupun luar negri.
    1.perampingan tenaga kerja. the right man in the right place.demi mengurangi biaya operational.
    2.taruh pimpinan yang pinter melihat peluang pasar, jangan yang pinter KORUPSI.
    3.berani buat produk yg margin kecil. low teknologi. contoh SUICOM dari CHINA. KENWOOD, Icom dll
    katanya khusus telekomunikasi? lebih baik terlambat dari pada tdk. jika harga produk terlalu mahal.
    koreksi mana yg membuat harga jadi mahal.
    ngomong-ngomong BUMN kan di desain utk tdk PROFIT kan?
    PT INTI banyak orang pinter-nya, apa pemegang komandonya yg GOBLOK.
    INILAH INDONESIA….

    mbah mol

    Mei 12, 2009 at 2:12 pm

  38. Aq kira PT.Inti perlu langkah /system tools :
    1.Disk Cleanup…
    2.Disk Defragmenter…
    3.Scan Virus…
    4.Format…
    5.Install…
    6.Start Up…

    Moch.Taufik

    Juni 11, 2009 at 2:25 am

    • klo mau di format & inul juga ngapain capek2 ada no.1-3 om ?????

      APra

      Juli 7, 2012 at 6:36 pm

  39. Mudah2an perusahaan2 vendor telekomunikasi di indonesia akan lebih berkembang pesat dapat bersaing dengan produk2 eropa dan cina yg semakin menjajah dunia telekomunikai di Indonesia.
    Mulai dr sekarang ayo kita berikan dukungan moral kpd perusahaan2 asli indonesia untuk lebih maju.. agar kita tidak lg dijajah dinegeri sendiri..

    fadli-bekasi

    Fadly

    Juni 28, 2009 at 2:12 pm

  40. INTI-nya support produk dalam negeri

    Earth

    Oktober 7, 2009 at 12:44 pm

  41. SANGAT BERHARAP PT INTI CEPAT MAJU SETARAP SAMSUNG, NOKIA, SIEMEN, HUAWEI,ETC

    wajidi

    Desember 16, 2009 at 4:58 am

  42. untuk saya, memang permasalahan PT. INTI tidak hanya dapat dilihat dari satu sisi saja.
    permasalahan yang mendasar bagi BUMN yang dituntut untuk menciptakan profit (profit centre) adalah dalam hal efisiensi.
    budaya kekeluargaan dan meninggalkan profesionalisme dalam perekrutan dan pelaksanaan pekerjaan akan sangat menghambat hal ini.
    ditambah lagi permasalahan karyawan yang (dulu) underpaid, menimbulkan corruption by need dan bukan corruption by greed di PT.INTI (Setiaputra dalam Eksekutif, 2009).
    masih belum pelik? masalah UU anti monopoli yang sedikit banyak akan mengganggu penjualan PT INTI itu sendiri.
    PT INTI haruslah berubah, mungkin sedikit menggeser inti usahanya (core business) dengan tetap memanfaatkan asset menonjol yang dimilikinya (People, capital, and goverment support).
    semoga INTI tetap menjadi Industri Telekomunikasi (milik) Indoesia…..

    yanuar

    Desember 28, 2009 at 2:43 am

  43. maV saya mau tanya ada yang tau ga cara ngajuin kerja praktek di PT INTI, sebenarnya saya lagi butuh no.HP taw email kepala Training SEction pT inti da yang bisa bantu ga
    kirim ke email isam_020700197@yahoo.com

    isam

    Januari 7, 2010 at 5:10 am

  44. Dlu mantan oe pernah kerja di anak perusahaan PT. INTI yang sebetulnya proyek PT.Inti tapi dilempar ke anak perusahaan, anak perusahaannya juga ngambil proyekan dari NSN (Nokis Siemens) sekitar pertengahan tahun 2010.
    dya keluar kerja karena pusing ama manajemen c anak perusahaan,mana koordinasi PT.INTI-anak perusahaan n’ klien ga beres,dan gaji disunat melulu, biaya operasional ga dibayarin,safety prosedur menyalahi aturan dari klien (NSN)..akhirnya diantara PT.INTi n anak perusahaan saling menyalahkan,,alamat udah ga bener aja kerja disitu….

    Snape

    Maret 5, 2011 at 2:20 am

  45. kalem brad/sis, sudah ditangani oleh jago-nya mantan country director cisco indonesia. pt.inti 100% berubah total! mantap lah maju terus pt.inti.

    dhanaje

    Juni 9, 2011 at 3:43 am

  46. Salam kenal pak anjar… Tulisan yg sangat jujur
    Kebetulamn sy bekerja disalah satu projeck pt.inti dan sudah hampir 8 tahun bekerja sebagai OS, dan skarang sdh skitar 1 thn ini status kami juga tdk jelas dan untuk peng gajiannya selalu diover2 dgn vendor lain… Malahan skaarang kita disebut tenaga borongan… Tanpa ada pkwt ato pun sejenisnya… Padahal menurut uu ketenagakerjaan 3 tahun kontrak itu sDh bisa diangkat menjadi karyawan tetap… Ini malh jd borongan sperti dizholimi kita semua dan spsi nya juga diam sj sperti kambing conge yg dicocoli dgn uang korup…
    Saya pikir management nya yg harus di rubah dan diganti dan disesuaikan dgn projeck yg dikerjakan jgn sampai tenaga kerja senndiri yg harus menalangi oprasional dlm projeck itu sendiri.. Sungguh sangat ironis mereka makan tidur nnyenyak sedangkan kami harus berpikir bgaimana caranya dpt uang utk makan besok… Dan seharusnya juga diambil keputusan jgn bilang bagusss terus ke mentri padahal kenyataan dilapangan bobrok uang hasil dri porjek pada kmana semua gayanya sj anak baru masuk sperti org pintar dan sombong krna status mereka sdh jd kryawan tetap sedangkan mereka dpt gaji dri hasil projeck yg kita kerjakan… Itulah sdm yg skarang sdh tdk berkualitas…. Terlalu mementingkan kekayaan pribadi daripada kesejahteraan karyawan semua…
    Kalo menurut sy inti sdh tdk bsa lg beroperasi… Dan alangkah bijaknya semua asset yg ada dijual dan dibayarkan Hutang ke vendor…
    Jika ada yg merasa tersinggung berarti anda ikut menghancurkan dan korup terhadap pt.inti.
    Semoga mentri BUMN membacanya…
    Terima ksih pak anjar

    dinatakusumaj

    Juli 4, 2015 at 1:51 pm

    • wkwkwk curiga fsl atau swh ieu mah,,
      sami lah sanasib

      kacong

      Oktober 27, 2016 at 9:24 am

  47. sadadsadasdsa

    asdsadasdsa

    Juli 6, 2015 at 11:21 am

    • Para kontraktor yg pasang / tanam kabel fiber optic banyak yg ikut susah karena tidak di bayar ber tahun tahun,,,,,!

      S S.

      Juli 9, 2016 at 6:13 am

  48. Para kontraktor sudah masuk ke kandang singa,,,,,,,, sulit menagih uang yg sudah tertanam di serat optik,,,,! Memprihatinkan,,,,,,,, !

    S S.

    Juli 9, 2016 at 6:20 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: