Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Tone

leave a comment »

Studi Kasus 1: Diskusi teman kantor
Staf B: Bos lu tuh ya, si Andri ga bener banget. Terlalu ambisius, bernafsu banget ngejer target, akibatnya kita semua jadi korban. Ga kaya bos gua, si Benni bos gua tuh pekerja keras.
(Staf B anak buahnya Benni)

Staf A: Ah engga juga bro, si Andri itu tuh sebenarnya ga ambisius, dia itu cenderung relax malah, fleksibel banget. Kalau si Benni itu malah terlalu santai, malah kelihatannya males.
(Staf A anak buahnya Andri)

Dalam kerangka loyalitas antar tim, testimoni staf B terhadap Benni tidak pernah akurat cenderung memberi nilai positif. Sama halnya testimoni staf A terhadap Benni, juga tidak pernah akurat cenderung memberi nilai negatif.

Studi Kasus 2: Rumah Tangga
Istri A: Dia emang ambisius banget orangnya, selalu ingin menang kompetisi. Kalau kita sih beda ya. Orang kita cenderung dominan tapi ga ambisius. Lihat aja sekarang kondisi ekonominya.

Istri B: Ah dia mah orangnya dominan banget. Apa apa decision dia yang mutusin bukan pasangannya. Lihat aja sekarang kondisi ekonominya bagaimana.

Baik istri A maupun istri B. Sama sama memiliki tingkat ekonomi yang sama. Pemilihan kata, intonasi, nada, tempo dan bahasa tubuh sangat mempengaruhi makna pesan yang disampaikan.

Jangan mudah percaya gosip

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Oktober 16, 2015 pada 5:57 am

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: