Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Kesimpulan: Catatan Harian

leave a comment »

Mencatat adalah kebiasaan yang positif dan apa saja bisa dicatat. Dan selama ini mencatat, paling tidak ada empat bagian yang paling sering untuk dicatat. Empat hal tersebut adalah mengenai karir (career), ilmu (science), nafkah (practical) dan bermasyarakat (cultural). Dimana pada intinya adalah dua hal, seseorang harus bisa berfungsi dimasyarakat dan harus bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri, karena pada dasarnya segala hal ada ilmunya dan perlu kesabaran untuk menjalaninya.

Karir adalah bagian pertama yang paling sering dicatat, dan catatan yang ditulis pada bagian awal adalah mengenai perkembangan karir. Tulisan mengenai karir juga merupakan tulisan yang paling menarik untuk didiskusikan. Karir dan segala dinamikanya menarik untuk dibahas, karena pada dasarnya karir adalah bagaimana cara orang untuk meniti apa yang dicita-citakannya. Sebuah cerita mengenai perjalanan.

Buat saya, karir seperti titian dimana tahapan satu demi satu dijalani. Titian bisa diibaratkan sebagai tangga, walau saya pribadi berpendapat tangga konotasinya harus sesuatu yang diatas -yang mana tidak harus selalu seperti itu. Karir merupakan perjalanan yang tiap-tiap orang memiliknya. Ada yang berkarir sebagai ibu rumah tangga, berkarir sebagai pengajar atau berkarir sebagai penjaga toko, yang mana tiap-tiap tahapan tersebut merupakan cerita mengenai perjuangan, perjalanan dan pilihan yang diambil.

Ilmu adalah perpustakaan, buku, kapasitas dan cerita mengenai apa yang telah dan sedang terjadi. Ilmu idealnya adalah sesuatu yang dipelajari secara dengan tekun, didokumentasikan dan diulang-ulang. Ada ilmu pasti mengenai alam, ada ilmu bermasyarakat. Belakangan ini cukup banyak catatan yang dibuat mengenai ilmu pengetahuan yang sifatnya formal menurut kacamata pendidikan, walau sebenarnya ada lebih banyak ilmu informal yang bisa dipelajari.

Nafkah adalah bagaimana cara memenuhi kebutuhan. Ini adalah bagaimana mempraktekkan ilmu yang sudah dimiliki dan bagaimana hasil titian itu terjadi. Nafkah merupakan catatan yang sangat luas. Ada banyak cara untuk mencari nafkah, mulai dari membangun usaha hingga bagaimana mengelola pekerjaaan. Menurut saya, ilmu dan nafkah adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ilmu adalah kenyataan yang kita catat, sementara nafkah adalah bagaimana penerapan apa yang kita catat dan ingat.

Kalau ada bagian yang ingin saya pertahankan, atau bagian yang paling masuk akal adalah mengenai nafkah ini. Ini merupakan praktek apa yang sudah kita jalani dan berhasil. Contohnya seperti memasak, memasak adalah praktikal, walaupun ada ilmu memasak, ada karir memasak, tapi pada akhirnya yang dibutuhkan adalah masakan yang bisa dimakan. Tumpukan buku resep bisa jadi tidak berguna, begitu juga dengan latihan dan skill memasak bisa jadi tidak berguna sama sekali ketika tidak ada bahan yang dimasak.

Bermasyarakat adalah implementasi dari semua hal diatas. Intinya adalah bagaimana bisa berfungsi dengan baik di masyarakat. Mulai dari mencari jodoh, berkeluarga, menjadi orang tua hingga bagaimana bisa bermanfaat dengan baik di masyarakat. Masyarakat adalah faktor yang sangat kuat, sama kuatnya seperti faktor lingkungan dalam pengembangan pertanian. Meskipun ilmu sudah dimiliki, menerapkan sudah dengan baik, tapi orang lain memiliki penilaian dan cara pandang yang berbeda. Bermasyarakat merupakan lapisan terluar dari apa yang kita miliki.

Namun, dari semua jenis tulisan diatas, pada akhirnya bagian yang paling sering ditulis adalah mengenai kehidupan. Catatan mengenai kehidupan itu sendiri tidak bisa dijelaskan dengan sistematis. Kehidupan itu ada matematika dan dinamikanya tersendiri. Catatan mengenai kehidupan pada dasarnya mengingatkan kepada saya untuk bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Seperti halnya tulisan-tulisan klasik terdahulu mengenai sabar dan syukur.

Layaknya sebuah perjalanan, ada masanya sangat senang terhadap suatu hal baru, ada saatnya berjuang dan ada saatnya untuk merefleksikan apa yang sudah, telah dan akan dihadapi. Termasuk tulisan renungan akhir tahun seperti ini. Akhirnya, semoga catatan ini ada manfaatnya suatu saat nanti.

Written by Anjar Priandoyo

Desember 18, 2015 pada 8:05 pm

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: