Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Perbandingan yang Tidak Tepat

leave a comment »

Saya seringkali membandingkan antara karyawan dan pengusaha, walau sebenarnya bukan perbandingan yang tepat, tapi lama-lama saya melihat perbandingan saya lebih baik. Kalau dulu saya melihat bahwa perbedaan karyawan dan pengusaha adalah bagaimana adanya kesempatan, dan saya selalu melihat bahwa pengusaha selalu lebih baik dari karyawan. Sementara sekarang saya melihat bahwa perbedaannya adalah pada sisi resikonya, pengusaha memiliki risiko yang lebih besar (dari sisi dampak dan frekuensinya) dibandingkan menjadi karyawan. Sesuatu lebih sulit didapatkan karena risikonya besar, dan bila berhasil rewardnya juga besar. Tidak banyak yang berubah penilaian saya tapi penerimaan argumentasi saya lebih baik.

Saya juga seringkali membandingkan antara Indonesia dan negara lain, Malaysia misalnya. Seperti diatas meskipun bukan perbandingan yang tepat, tapi saya sekarang melihat lebih baik. Kalau dulu saya hanya melihat perbedaan GDP, perbedaan country risk e.g risiko politik, risiko budaya (korupsi). Sekarang saya melihat perbedaan dalam sisi yang lain. Misalnya saya melihat bahwa di negara yang lebih mapan, kesempatan yang ada lebih besar. Butuh usaha yang berat dan lama untuk menjadi negara yang mapan, dengan risiko dan pengorbanan yang besar, namun reward yang didapatkan seimbang. Membandingkan seringkali memiliki tendensi untuk melihat mana yang lebih baik, walau sebenarnya tidak tepat. Contoh membandingkan antara jeruk dan apel, namun sering digunakan secara sadar oleh kita dalam menjalani hidup.

Lalu kenapa membandingkan itu tidak tepat?
Membandingkan satu dengan lainnya itu tidak hanya tidak tepat, tapi juga tidak baik. Karena pada akhirnya yang harus kita lakukan adalah menjalani, bukan membandingkan.

Bisa saja ada orang yang kerjanya komplain tiap hari mengenai segala hal, tapi orang itu menjalani hidupnya dengan baik, rajin bekerja, rajin menabung dan hidup sehat, hal itu lebih baik dari pada orang yang tidak pernah mengeluh, tapi tidak menjalani hidup dengan baik.

Mari jalani hidup dengan baik.

Written by Anjar Priandoyo

Januari 4, 2016 pada 6:57 pm

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: