Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Singkat Kata

leave a comment »

Orang bisa memiliki argumen yang berbeda-beda. Contoh, seorang pedagang A bisa mengatakan rahasia suksesnya adalah karena teknik jualannya lebih baik, dia jualan dengan cara mendatangi rumah ke rumah. Seorang pedagang lain B, bisa mengatakan karena manajemen jualannya lebih baik, dia jualan dengan cara menemui si pembeli disaat pembeli sedang santai. Padahal, kenyataannya kedua pedagang ini melakukan hal yang sama persis. Singkat kata si pedagang A menjadi pengajar teknik industri di engineering school dan pedagang B menjadi pengajar manajemen operasi di business school. Ilmu ini diturunkan ke murid-muridnya, muridnya menjalankan semua nasihat gurunya, namun sedikit yang berhasil, hanya 5% murid saja.

Karena sedih, pedagang A dan pedagang B pun menuntut ilmu lagi. Pedagang A kembali ke pasar, dan melihat pedagang-pedagang sejenis, melihat kualitas productnya, cara pengemasannya. Pedagang A melihat bahwa ternyata ada hal yang kurang dalam hal product experience. Sementara pedagang B kembali menemui pelanggan-pelanggannya, melihat feedback pelanggannya, menjalin komunikasi, memahami ekspektasinya. Pedagang B melihat bahwa hal yang kurang dalam penyampaian ilmu nya adalah mengenai customer experience. Singkat kata, kedua pedagang ini kembali ke sekolah dan mengajarkan hal baru yang sama persis. Murid-muridnya kembali menjalankan nasihat gurunya, dan hasilnya pun bisa ditebak, sedikit yang berhasil, hanya 5% murid saja.

Karena sama-sama pekerja keras, pedagang A dan pedagang B tidak pernah mau menyerah. Setelah melihat dari dimensi linguistik, dimensi proses, dimensi sosial, dimensi industri dan berbagai sudut pandang yang mungkin untuk memformulasikan ilmu berdagang yang baik, kedua pedagang ini datang dengan buku tebal, bagaimana cara berdagang yang sukses. Akhirnya ketika murid-muridnya menjalankan nasihatnya, hasilnya lebih baik, ada sekitar 10% murid yang berhasil usaha dagangnya.

Pedagang A dan B kemudian menjadi sedih, rasanya usahanya mengajarkan ilmu berdagang tidak berhasil. Di usianya yang lanjut, pedagang A dan B masih terus bertanya-tanya, apa yang salah dari ilmu yang diajarkannya. Mengapa persentasenya tidak meningkat seperti yang ia harapkan. Pedagang A dan B merasa gagal menjadi guru untuk murid-muridnya. Sama seperti Pedagang C yang merasa gagal bahwa usahanya tidak sebesar yang dia inginkan, dan sama seperti Ahli Ekonomi D yang sedari awal memperhatikan tingkah laku pedagang A, B dan C tapi tidak bisa mencegah terjadinya krisis.

Moral of Story: Ilmu dimana-mana sama saja. Apalah manusia dengan waktu yang sangat pendek, taruhlah Drucker, guru dengan masa kerja 75 tahun (1909-2005) bertemu Keynes dan Schumpeter ref and ref, tujuannya adalah untuk mempersiapkan hidup yang lebih baik.

Ref:

Other:
PMI recommendation for S1 Project Management, ref: PMBOK

Bonus refer curriculum recommendation from to DIKTI KKNI PP 73 2013, ACM IEEE CS

  • Ilmu Komputer, UI Kurikulum. Minat: Arsitektur & (Infra), Perangkat Lunak (Soft.Eng), Multimedia, Kecerdasan Komputasional (AI).
  • Ilmu Komputer, UGM Kurikulum. Minat: Komputer & Komunikasi (Infra), Komputasi (Soft.Eng), Sistem Cerdas (AI), SI & Multimedia,
  • Informatika, ITB Kurikulum. Minat: Soft.Eng, Comp Science.

Written by Anjar Priandoyo

Januari 11, 2016 pada 6:54 am

Ditulis dalam Business

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: