Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Mitos dan Dilema: Bagaimana Menilai Baik dan Buruknya Sesuatu

with one comment

Mencermati apa yang terjadi di dunia akademik (mitos dan dilemanya), sebenarnya sama persis dengan mencermati apa yang terjadi di dunia energi, perbankan ataupun sektor lain seperti politik dan ekonomi: complicated (rumit) dan unpredictable (gaib, misterius, impossible to understand, uncertainty).

Untuk perkara-perkara yang rumit sebenarnya masih mudah dijelaskan contoh:
– Kenapa saintis (dosen senior, peneliti) tidak bisa coding (ref).
– Kenapa mengukur kualitas pendidikan sulit dilakukan ref, ref, (ref)
Hal serumit apapun bisa dijelaskan, karena adanya perbedaan sudut pandang, yang tentunya tidak bisa dibandingkan. Bagaimana mahasiswa melihat universitas, tentunya beda dibandingkan bagaimana dosen melihat universitas, apalagi dari bagaimana pemerintah dan masyarakat melihat. Perbedaannya bisa bumi dan langit. Sama seperti bagaimana peneliti komputer melihat pekerja programmer misalnya.

Bagaimana dengan hal yang sifatnya mendekati gaib? kebijakan misalnya. Kebijakan merupakan elemen yang paling paling sulit dijelaskan, karena secara alamiah, besaran dampaknya sangat besar. Contoh perusahaan yang karyawannya paling banyak ke empat di dunia McD 1.9 jt nomor 4 terbesar (#1: DoD US, #2 Chinese PLA, # Wallmart, #5 NHS), jumlah ini masih dibawah jumlah penduduk bekasi misalnya. Tingkat interaksi di bekasi bisa jadi lebih rumit dari pada US DoD sekalipun.

Kebijakan dari Regulator sangat penting dan dominan
Pemerintah, baik DIKTI, SKK Migas, BI ataupun ESDM mengeluarkan kebijakan tentunya dengan berbagai analisa dan pertimbangan yang masak, sudah dihitung prioritas dan untung ruginya. Contoh dasar untuk penyusunan kebijakan:
– Publikasi ilmiah kurang terbit Peraturan Dikti 152/E/T 2012, Permen PAN 46 2013
– Renewable energi kurang terbit PP 79 2014
– Manajemen risiko lemah terbit PBI 5/8/2003, PBI 9/15/2007
– Emisi tinggi terbit PP 61 2011

Mitos dan Dilema membuat kebijakan sulit diimplementasikan
Di perbankan misalnya, PBI memang bagus, tapi buat bank-bank berukuran kecil peraturan tersebut cukup berat untuk dilakukan. Dalam hal ini konflik yang terjadi hanya dua dimensi saja antara Regulator dan Bank, ya ada dampak sedikit pada nasabah (tapi tidak signifikan). Untuk dunia akademik, konflik yang terjadi bisa lebih dari dua dimensi. Konflik antara DIKTI dan Dosen, konflik antara DIKTI dan Mahasiswa. Antara BI dan DIKTI sebagai sama-sama regulator perannya pun berbeda. BI dan BRTI dan SKK Migas/ESDM juga memiliki signifikansi yang berbeda.

Bagaimana dengan kebijakan dengan tingkat interaksi tinggi? kebijakan energi misalnya? atau kebijakan ekonomi yang berdampak pada masyarakat e.g subsidi. Lebih gaib kan.

Mana yang lebih gaib? jualan atau menjalankan
Buat seorang salesman yang handal, jualan bukan masalah yang berat. Sekalipun itu gaib, ada beberapa hal yang si salesman itu tahu, berikut dengan pengalaman yang sudah dia jalani. Sebaliknya untuk menjalankan juga bukan masalah yang berat. Saya pernah terheran-heran dengan orang yang bisa menyelesaikan hal-hal yang menurut saya gaib, seperti memperbaiki motor atau elektronik, namun hal tersebut sama sekali bukan hal yang gaib.

Kesimpulan: Mulai belajar untuk mendefinisikan sesuatu dengan jelas, dengan definisi yang jelas. Seharusnya tidak ada hal yang rumit dan gaib. See Uncertainty Heisenberg Principle

Written by Anjar Priandoyo

Januari 14, 2016 pada 6:59 am

Ditulis dalam Business

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Wah terima kasih sudah mengulasnya saya juga menyadari kadang sesuatu bagi orang lain terasa susah, tapi di tangan orang yang sudah biasa mungkin terasa mudah, bahkan kelihatan sangat mudah.

    runtrader

    Januari 14, 2016 at 8:28 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: