Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Kebahagiaan ala Indonesia

leave a comment »

Penelitian mengenai kebahagiaan (happiness) di Indonesia sudah banyak dilakukan. Peneliti tersebut kebanyakan menyadari bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada materi atau tingginya penghasilan (Sohn, 2013). Kebahagiaan lebih banyak terkait dengan kedekatan dengan tetangga dan lingkungan, kepuasan tempat tinggal hingga faktor religius keagamaan (Matsunaga, 2015). Kebahagiaan merupakan hal yang subyektif (subjective well-being), bahkan tinggi badan saja mempengaruhi tingkat kebahagiaan seseorang (Sohn, 2014). Di negara barat misalnya, orang tua lebih senang hidup sendiri, ketergantungan pada anak menjadi sumber ketidakbahagiaan, sebaliknya di Indonesia ketergantungan pada anak justru meningkatkan kebahagiaan orang tua (Rudkin, 1994).

Para peneliti kebahagiaan tersebut melihat Indonesia sebagai sebuah budaya yang unik. Contohnya dari sisi perbendaharaan kata, peneliti tersebut mengumpulkan 124 kata (lexicon) yang menggambarkan perasaan orang Indonesia, ternyata dari 10 kata emosi yang sering digunakan, tidak ada sama sekali kata yang berhubungan dengan marah, yang paling dekat adalah cemburu (envy/jealousy), termasuk juga kata sedih tidak ada dalam 10 kata tertinggi, yang paling mendekati adalah rindu (yearning/homesick) (Shaver et al, 2001).

Masih ingat film “Inside Out 2015”, dimana tokoh utamanya adalah Joy, Sadness, Anger, Disgust dan Fear? klasifikasi umum emosi dalam budaya barat (Shaver et al, 1987) dalam hal emosi, meski punya klasifikasi yang sama, orang Indonesia berbeda dalam cara mengungkapkannya. Lebih lanjut, orang Indonesia memandang kebahagiaan lebih pada sisi moril dan spiritual, berbeda dibandingkan orientasi kebahagiaan di barat. (Shaver et al, 2001)

Buat saya, penelitian mengenai kebahagiaan ini sangat menarik untuk dikaji. Cara membaca ekspresi wajah marah atau sedih ternyata berbeda-beda antara budaya satu dan lain, misalnya bagaimana orang Sumatera Barat membaca emosi dibandingkan dengan orang Jawa Barat menilainya (Ekman and Heider, 1988).

Enam penelitian mengenai kebahagiaan diatas memberikan pencerahan pada saya bahwa ada banyak faktor kebahagiaan yang tidak kita ketahui. Ada orang yang bahagia dengan bangun jam 3 dini hari kemudian membersihkan rumah, ada orang yang bahagia dengan minum kopi dan marah-marah. Ada orang yang banyak pikiran tapi sehat, ada orang yang selalu tertawa tapi ternyata sakit-sakitan. Semoga kita semua bisa mengambil pesan yang baik dari penelitian diatas.

Written by Anjar Priandoyo

Januari 15, 2016 pada 7:38 pm

Ditulis dalam Business

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: