Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Penjahit dan Petani

leave a comment »

Alkisah disebuah desa, hidup seorang penjahit. Penjahit ini membuka usahanya didepan rumahnya. Setiap hari ada pelanggan yang datang untuk menjahitkan kainnya. Karena hasil kerjanya bagus, orang percaya pada Penjahit ini dan usahanya pun semakin besar. Penjahit ini kemudian merekrut asisten jahitnya. Pertama satu orang asisten, kemudian menjadi dua, tiga dan akhirnya menjadi 5 orang penjahit. Asisten jahit ini tidak sebagus kualitas jahitnya dibandingkan si Penjahit.

Setelah punya 5 orang asisten. Penjahit ini kemudian mencoba membuat merk jahitannya, maksudnya supaya orang tetap mengenal kualitas si Penjahit. Ternyata, sukses. Penjahit ini kemudian mendidik 5 asisten ini untuk memegang satu produk jahit. Ada yang menjahit celana, ada yang menjahit baju, ada yang menjahit kaos. Lagi-lagi usahanya berhasil. Si penjahit ini kemudian membeli mesin-mesin yang lebih besar, membangun jaringan distribusinya.

Singkat kata, si penjahit kini hidup sukses. Jumlah penjahitnya saja sudah 2000 orang, belum lagi jumlah bagian pengepakan barang, bagian pemesanan kain bahan, hingga bagian penggajian karyawan. Total orang yang bekerja dibawahnya mencapai 2500 orang, keuntungan bersih perbulannya 2 milyar.

Suatu ketika, datang konsultan manajemen menemui si penjahit, mengamati proses produksi hingga penjualan. Si konsultan berkesimpulan bahwa si penjahit ini bertindak sebagai CEO, gajinya 200 juta/bulan. Dibawah si penjahit tidak ada C-level yang lain. Hanya ada satu bagian pemesanan bahan yang dulunya asisten pertamanya, gaji si asisten pertama ini 20 juta. Kemudian ada bagian juru bayar, lulusan SMEA gajinya 10 juta per bulan menghandle 2500 orang, yang rata-rata gaji karyawannya 2-3 juta per bulan.

Di desa yang lain, hidup seorang petani. Petani ini bekerja dengan sangat rajin. Petani ini merawat tanamannya dengan penuh kasih sayang. Petani ini sukses karena hasil panennya bagus dan besar-besar. Suatu ketika petani ini membeli lahan tanah baru disebelahnya dan merekrut beberapa buruh tani untuk membantunya. Petani ini sukses dan hasil panennya selalu dicari para pembeli.

Suatu hari, petani ini mendapatkan ide untuk mempercepat pertumbuhan hasil tanamnya. Dia bekerja sama dengan beberapa temannya. Meminjam uang dari bank, meminta nasihat dari konsultan manajemen. Si konsultan ini baru saja meliput rahasia kesuksesan si penjahit. Dengan dasar analisa dari kasus si Penjahit, akhirnya si Petani meraih kesuksesan yang lebih besar dari si penjahit. Keuntungan bersihnya 4 milyar perbulan. Jumlah buruh tani yang bekerja di bawahnya mencapai 5000 orang, dengan struktur gaji, ratio karyawan yang mirip dengan kisah si penjahit.

Pertanyaannya? mana yang cerita nyata? Penjahit atau Petani?

Written by Anjar Priandoyo

Januari 22, 2016 pada 6:44 pm

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: