Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Saya Tidak Tahu

leave a comment »

Suatu ketika ada seorang Letnan lulusan Akmil yang baru pulang pendidikan di Amerika. Si Letnan sejak pendidikan memang dikenal cerdas dan kritis. Suatu hari si Letnan bertanya pada komandannya, mengapa prajuritnya harus menyemir sepatu setiap hari. Menurut si Letnan tindakan menyemir sepatu tidak efisien, apalagi sepatu itu akan dipakai berlumpur-lumpur. Ditanya seperti itu si Komandan kemudian menjawab “Supaya menang perang”. Meski, tidak puas, si Letnan mengiyakan, namun esoknya si Letnan kembali lagi sambil membawa checklist yang lebih banyak, mulai dari kenapa harus membraso ikat pinggang sampai penataan kamar tidur. Lagi-lagi jawaban si Komandan sama “Untuk mempersiapkan diri memenangkan perang”

Singkat kata, akhirnya si Letnan ini terus berkarir hingga pensiun tiba, selama hampir 40 tahun berkarir, si Letnan ini kemudian bertemu lagi dengan komandannya. Si Letnan ini bermaksud menanyakan kembali pertanyaannya yang terdahulu, kali ini si Letnan lebih bersemangat, karena selama 40 tahun berkarirnya, belum pernah sama sekali terjadi pertempuran, dan hubungan antara semir sepatu dan perang pun tidak pernah ada. Komandannya menjawab “I dont know, Saya tidak tahu, kenapa harus menyemir, komandan saya terdahulu pun mengatakan hal yang sama”

Kecewa karena pertanyaannya tidak terjawab, si Letnan ini berjanji kalau ada bawahannya yang menanyakan hal yang sama dia akan mencari jawabannya. Si Letnan ini kemudian belajar lagi sampai menemukan maksud komandan terdahulunya. If it ain’t broke, don’t fix it, menurut si Letnan dengan mengambil filosofi dari komandannya dulu. Si Letnan ini tersenyum bahagia, pertanyaan besarnya terjawab sudah. Menyemir sepatu itu tradisi militer, tradisi positif, jadi tidak perlu diubah.

Si Letnan tadi kebetulan punya anak yang melanjutkan masuk akmil juga, si Anak menemukan hal yang sama seperti yang ditanyakan si Letnan. Setelah melalui proses pencarian yang sama panjangnya, si Anak memberikan jawaban yang berbeda dari si Letnan, ini Predictive Maintenance. Menyemir sepatu itu tradisi militer, tradisi positif, membiasakan untuk berdisiplin, jadi tidak perlu diubah.

Di akhir cerita, Komandan, Letnan dan Anaknya berkumpul kembali. Masing-masing punya beban pertanyaan yang mengganjal mengenai tradisi menyemir sepatu. Dan masing-masing dari mereka pun tidak bisa merasa lega bahwa pertanyaannya sudah 100% terjawab. Padahal, bisa jadi jawaban “Saya tidak tahu” adalah jawaban yang paling tepat. Dan jawaban “Saya tidak tahu” ini bisa di reframing dalam bentuk apapun. Si Komandan bisa menjawab dengan alasan tujuan organisasi, Si Letnan bisa menjawab dari budaya organisasi, si Anak bisa menjawab dari sisi manajemen operasi organisasi. Sama saja

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Januari 23, 2016 pada 6:53 pm

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: