Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Era dan perkembangan zaman

leave a comment »

80an, Globalisasi
Era 80an merupakan awal dari era globalisasi, perusahaan perusahaan multinasional semakin banyak membuka usahanya di negara berkembang. Alasannya mulai dari kedekatan dengan bahan baku (rokok, semen) hingga kedekatan dengan konsumen (motor, mobil). Di Indonesia, investor biasanya dari Jepang, Amerika dan Eropa -negara negara yang sudah lebih dahulu kaya dan punya bisnis besar di negaranya.

Era 80an ini juga mendorong bermunculannya sekolah bisnis seperti ST PPM membuka MBA di Indonesia tahun 1985 (berdiri sejak 1967), Prasetya Mulya tahun 1982, MM UI kuliah perdana tahun 1988. Penerbit buku, majalah dan koran (The Jakarta Post, b1983) juga melihat peluang di era ini dengan buku-buku seperti The Third Wave (Toffler, 1980), Megatrends (Naisbitt, 1982). Drucker juga populer meski dalam dekade terakhirnya (60,70,80). Munculnya trend seperti ini menandakan dimulainya kesadaran kebutuhan orang akan pengetahuan dan informasi

90an, Informasi
Era 90an merupakan awal dari era informasi, Windows 95 muncul pada era ini. Orang juga membaca buku dari tokoh seperti Jack Welch (1992) Winning, atau Stan Shih Acer (1996) “Me to is not my style”. Sekolah juga kembali berdiri seperti UPH berdiri tahun 1994, UBinus berdiri tahun 1996 (AMIK tahun 1986).

Globalisasi? makin-makin, perusahaan dan produk dari Korea semakin banyak di Indonesia. Mulai dari TV, AC hingga mesin cuci. Mulanya pandangan negatif akan produk Korea masih bermunculan, mulai kualitas yang tidak sebagus produk Jepang. Hingga manajemen pabriknya yang keras. Perusahaan Jepang pada era ini juga tidak diam menyikapi pesaing-pesaing barunya.

00an, Krisis
Era 00an merupakan era paling kompleks, mulai dari kebangkitan China, Terorisme, Hyper Consumerism, hingga dotcom buble dan krisis ekonomi. Informasi dan Pengetahuan? tetap berjalan dengan berdirinya Paramadina 2002 (b1998), President University tahun 2001, Binus Inter 2001, S1 Prasetya Mulya 2005. Bisnis dan globalisasi tetap berjalan semakin efisien dan efektif.

10an Era Saat ini
Era 10an merupakan era terbaru, era social media sekaligus menghapus konsep pada era yang sudah berusia satu generasi sebelumnya. Periode waktu yang cukup untuk menyatakan bahwa konsep tahun 80an sudah tidak relevan lagi. Contoh, apa yang ditulis Drucker di era 80an, bisa jadi tidak berlaku di era 2010an, Drucker dan konsep Branding misalnya (Forbes, 2015). Atau konsep Vitality Curve-nya Jack Welch, yang masih dipakai di beberapa perusahaan di Indonesia – yang mana sudah tidak relavan lagi, GE menghentikannya di tahun 2015. Dan Acer yang akan diakuisisi Asus. Tapi disisi lain, secara prinsip tetap relavan. Sama seperti relevannya pemikiran Henri Fayol (b1841) atau Ford (b1863) memandang eranya. Tapi pandangan Fayol dan Henri tentang masa depan tidak bisa dipakai lagi.

Pelajaran

  1. Tidak ada yang baru. Apa yang terjadi di Amerika, juga terjadi di Indonesia. Sejak tahun 1980an orang Indonesia membaca buku yang sama dibaca orang Amerika. Orang Indonesia membaca Third Wave, begitu juga Orang Amerika. Trend ini konstan dari dulu hingga sekarang. Liberalisasi Pendidikan juga sudah berlangsung dari era 80an (e.g ppm, pm) dan era 90an (e.g uph, binus) yang murni bisnis, tidak ada kaitannya dengan ‘liberalisasi pemikiran’ ataupun kebijakan pemerintah.

  2. Tidak ada konsep yang abadi, e.g Drucker, Jack Welch, Stan Shih. Semua trend sesaat. Apa yang Drucker ajarkan, dalam berbagai buku teks tebal, sekarang bisa disajikan dalam buku teks standar Manajemen mahasiswa S1, lengkap dengan infografis paling mutakhir dan contoh kasus paling ajaib.

  3. Tidak ada orang yang tahu masa depan, e.g Toffler, Naisbitt
    Kalau dilihat dari hari ini, periode yang paling mudah dijelaskan adalah periode Globalisasi 80an, periode 3 dekade yang lalu. Apa yang sedang terjadi, apa hubungan sebab dan akibatnya. Periode Informasi 90an lebih sulit dijelaskan, dan periode 00an amat sulit dijelaskan. Karena? simply masih baru. Daan orang dengan mudahnya bisa memberi label periode 00an sebagai periode krisis.

Tapi coba bayangkan dari kacamata orang yang hidup pada era 00an, tentunya era yang paling gampang dijelaskan adalah era Industrialisasi 70an, kemudian yang lebih sulit adalah era Post-Industrialisasi 80an, dan krisis adalah periode 90an e.g Perang Irak, Cloning hingga trend anak muda saat itu.

Kenapa saya menulis ini.
Saat ini saya hidup di era 10an, saya bisa melihat era generasi sebelumnya dalam periode 3 dekade. Saya bekerja dalam tiga dekade, dimana setengahnya sudah saya jalani (15 tahun). Kelak periode 00an yang mana orang menyebutnya sebagai masa krisis adalah periode paling indah dan mudah dalam hidup saya. Periode 10an akan menjadi periode yang penuh harapan, dan periode 20an akan menjadi periode yang rumit dan penuh konflik.

Sejarah berulang. History repeats itself

Written by Anjar Priandoyo

Januari 24, 2016 pada 7:02 am

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: