Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Perfect Simalakama

leave a comment »

Framing: Problem can be solved in mathematical equation
Modeling: Mathematical equation

1. Semua Masalah ada Solusinya
Cara membuat teh adalah mencampur antara kantung teh dengan segelas air panas. Kalau ditulis dalam persamaan matematika menjadi

A + B = X (Kantung Teh + Air Panas = Minuman Teh), atau dalam persamaan yang lebih kompleks menjadi
A + B + C = X (Kantung Teh + Air Panas + Gula = Minuman Teh Manis)

Dengan rumus seperti ini, maka setiap masalah ada solusinya. Contoh, bagaimana membuat Teh Manis, bila hanya ada kantung teh dan air panas. Dalam persamaan matematika menjadi:

C = X – A – B (Teh Manis – Kantung Teh – Air Panas, apa yang kurang? Gula, yang mana C)

Dengan ilustrasi diatas semua masalah bisa dimodelkan dan PASTI ada solusinya, mau dengan teknik mencelup teh selama 25 detik, mencampurkan 20% dengan susu, sebelum atau sesudah, berapa sendok gula atau berapa celcius suhu airnya.

2. Simalakama, Masalah yang tidak ada solusinya
Dalam hikayat, buah Simalaka adalah buah yang bila dimakan bapak mati, bila tidak dimakan ibu mati. Simalakama ada paradox yang tidak ada solusinya. Simalakama seklasik Barber Paradox atau Russel’s Paradox. Kalau ditulis dalam persamaan matematika menjadi

i.i = -1 (bilangan dikali bilangan hasilnya negatif satu, tidak ada jawabannya)

Solusi atas Simalakama adalah Imaginary Number. Dalam bahasa saya, Simalakama itu tidak ada solusinya

3. Contoh Simalakama
Dalam kerangka praktis, apakah ada masalah yang simalakama? contohnya sebagai berikut:

Simalakama dalam konteks sederhana
Jujur dalam interview, Jujur tidak diterima, tidak jujur ada yang mengganjal
Murahnya harga Tomat, dipetik biaya petik lebih tinggi dari pada harga tomat, tidak dipetik tomat busuk

Simalaka dalam konteks negara
Subsidi Energi, Disubsidi neraca bermasalah, tidak disubsidi diprotes rakyat
Ojek Online, Dibiarkan melanggar UU 22 tahun 2009, Dilarang diprotes rakyat

Dalam kasus simalakama sederhana, ilustrasi diatas bukan simalakama yang sempurna, karena dalam interview orang bisa saja bohong (survey, 58% orang berbohong), dan dalam kasus tomat, kenyataannya petani tomat membiarkan tomatnya busuk. Begitu juga dalam konteks negara yang variablenya lebih rumit, itu juga bukan simalakama sempurna, karena pemerintah tetap punya power yang lebih besar (government is any institution that has monopoly of violence) kata Hobbes (b 1588). Contoh diatas merupakan Simalakama hampir sempurna (Near Perfect Simalakama)

4. Lalu apa itu Perfect Simalakama dan untuk apa itu ada?
Dalam konteks semantics (disclaimer, saya ini lulusan MIPA dengan skripsi mengenai AI), semantics ini mutlak diperlukan, karena kalau semantics tidak ada maka Facebook dan iPhone tidak ada. Semantics diperlukan, karena diperlukan sebuah metode untuk merepresentasikan apa yang ada dalam imajinasi menjadi nyata. Mudahnya dalam musik ada notasi balok, maka dalam komputer perlu ada notasi, sama seperti matematika menuliskan notasinya. Maka orang menciptakan, Complex Number, Real Number, Irrational Number, hingga Imaginary Number semacam i.i = -1 diatas, Perfect Simalakama.

5. Apa manfaat praktis Perfect Simalakama
Hmm, secara praktis ya buat saya, masalah anak dua bertengkar saja sudah perfect simalakama, masalah mencari centong nasi hingga masalah dikantor (bagaimana balancing work/life, bagaimana balancing bigboss/staff) sudah ultra perfect simalakama.

Perfect Simalakama ini mengingatkan saya untuk tetap mengingat betapa menyedihkannya kehidupan saya. Bahwa betapa apapun keputusan yang saya ambil tidak akan bisa membahagiakan semua orang, jangankan jauh dengan ilustrasi buah simalakama saja saya tidak bisa menjawab.

Perfect Simalakama juga mengingatkan saya bahwa orang lain bisa jadi melihat masalah yang dihadapinya sangat kompleks, jelas tidak semudah apa yang dilihat motivator di TV atau quotes di instagram, sementara saya yang berada di luar melihatnya sangat sederhana dan konyol.

6. Solusi Perfect Simalakama
Mengacu pada HOMMM (self quoted), solusi perfect simalakama bukan pada teori rational, tapi bisa dari teori natural atau dari teori modern yang kita belum tahu. Untuk Near Perfect Simalakama, PASTI bisa diselesaikan.

Tambahan
Simalaka dalam konteks negara
Upah minimum, upah naik pengusaha keberatan, upah tetap karyawan keberatan
Rumah Rakyat, Dipacu harga pengembang tinggi masyarakat tidak mampu, tidak dipacu diprotes rakyat
Pengiriman TKI, Dikirim kena kekerasan, tidak dikirim tidak ada pekerjaan
Kriminalisasi KPK, KPK mengakui pelanggaran UU ITE dan HAM, KPK tidak mengakui kesaksian palsu
Eksistensi KPK, Dipelihara menjadi singa, dibunuh takut dengan rakyat
Mata uang dan neraca perdagangan, mata uang naik neraca turun, mata uang turun neraca naik

Written by Anjar Priandoyo

Januari 28, 2016 pada 10:42 am

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: