Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Negara vs Bisnis, antara + dan =

leave a comment »

Bisnis dikelola ala Negara
Melihat bagaimana seragamnya seragam karyawan televisi, seperti Trans TV, MNC atau TV One menurut saya seakan melihat bagaimana Perusahaan dikelola seperti Negara dikelola. Menurut saya ini aneh, karena televisi adalah industri kreatif yang tidak membutuhkan uniformity (keseragaman) seperti layaknya (mungkin) militer, polisi atau membutuhkan efisiensi seperti industri manufaktur. Tapi, melihat bagaimana trend di dunia televisi belakangan ini, dengan pin logo, emblem di tangan, rasanya model pengelolaan bisnis seperti mengelola negara ternyata efektif.

Negara dikelola ala Bisnis
Melihat beberapa pengusaha yang sukses di ajang politik nasional. Orang melihat bahwa ternyata negara memang lebih baik dikelola oleh pebisnis, yang cara pikirnya efisien dan cepat. Di Amerika orang pun berpikiran sama, ada yang berpendapat bahwa pebisnis dianggap bisa mengelola negara lebih baik dari pada politisi karir.

Bisnis berbeda dengan Negara, (A + B = C)
Orang yang berargumen bahwa mengelola bisnis sama dengan mengelola negara biasanya menganggap bahwa bisnis dan negara sama-sama memiliki tujuan, sumberdaya (orang, aset), hambatan (biaya, waktu, persaingan). Untuk mencapai tujuan, orang-orang ini menganggap bahwa A + B = C. Jika ingin mencapai tujuan (C) maka harus ada efektivitas (A) dan harus ada efisiensi (B), Jika ingin perusahaan maju maka harus meraih pendapatan sebesar-besarnya dan biaya sekecil-kecilnya. Jika negara ingin maju, maka harus ada produksi setinggi-tingginya dan biaya sekecil-kecilnya.

Orang yang berargumen bahwa mengelola bisnis berbeda dengan negara, melihat bahwa secara prinsip, Bisnis fokus pada komponen tambah (+) sementara negara fokus pada komponen (=). Dalam bisnis, jika ada dua produk baju dan celana, maka produk yang tidak menguntungkan akan dibuang, karena fokusnya adalah (+), sementara dalam negara, jika ada produk yang tidak menguntungkan, jika ada satu anak yang nakal, maka anak nakal tadi tidak dibuang (karena anak nakal jika tidak dimanage, nanti akan membahayakan negaranya).

Written by Anjar Priandoyo

Februari 4, 2016 pada 6:46 pm

Ditulis dalam People

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: