Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Manajemen Proyek: Teori dan Praktek

leave a comment »

Saintis pada dasarnya adalah orang yang berusaha memotret kehidupan sehari-hari dalam sebuah pernyataan (lisan/tulisan, persamaan/variable matematis). Pernyataan ini fungsinya adalah untuk memudahkan pembuatan keputusan atau membuat sesuatu dalam skala yang lebih besar. Pernyataan ini memiliki nilai ekonomis, (bisa dijual ada pembelinya). Sama seperti tukang potret, sebagus apapun hasil karyanya tidak akan berarti bila tidak ada yang membeli (nilai ekonomi dan politisnya baru ada bila ada yang tertarik)

Contoh dalam mengelola proyek, seorang PM yang baik mengetahui bahwa tim perencanaan yang optimal adalah 3 orang, span control yang ideal adalah 8 orang, semakin banyak orang yang terlibat proyek semakin berantakan. PM yang baik, tahu mengenai hal ini, dan mengapa harus seperti ini seringkali PM tidak tahu penyebabnya apa. PM bisa jadi menyatakan bahwa pembagian model seperti ini yang dilakukan dan selalu berhasil. Kalau fenomena tim ini ditanyakan ke orang ekonomi dia bisa menjawab bahwa ini adalah “Law of Diminishing Return (David Ricardo)”

Contoh lain dalam mengelola motivasi tim, seorang PM yang baik mengetahui bahwa bila ia memberikan bonus makan siang kepada timnya, timnya akan senang. Seminggu sekali diberikan makan siang performancenya akan sangat baik, tapi ketika setiap hari diberikan, di hari kesekian timnya akan bosan. Kembali, kalau fenomena ini dilihat orang ekonomi dia bisa menyatakan bahwa ini adalah “Diminishing Marginal Utility”

Jadi teori itu tidak berguna?
Yup, dalam skala kecil, dalam level eksekusi teori sama sekali tidak berguna. Seorang PM tidak perlu mendapatkan teori mengenai PM dan bagaimana menjadi PM yang baik dan sukses. Teori tersebut tidak berguna sama sekali dalam pelaksanaan pekerjannya.

Jadi kapan teori itu berguna?
Teori bagi seorang PM hanya berguna untuk:

  • Teori yang diberikan dalam bentuk training -dimana training adalah even paling efektif dan berguna bagi PM untuk beristirahat. PM pastinya membutuhkan waktu beristirahat, training adalah salah satu upaya untuk beristirahat yang legal. Dengan mengikuti training dan mendapatkan teori (cerita dan dongeng), maka PM bisa mengurangi tingkat stress dalam pekerjaannya.
  • Penguasaan Teori yang distandarisasi dalam bentuk terstruktur di perusahaan merupakan bagian penting dalam karir dan peningkatan pendapatan. E.g dalam perusahaan ada requirement tertentu untuk memiliki kredit training/pendidikan. Meningkatkan kepercayaaan stakeholder dsb.

Bisakah teori di industrialisasi kan?
Bisa sekali dan sudah dilakukan, mulai dari skala corporate seperti universitas, skala consumer seperti koran dan mass media, hingga sekali micro seperti account twitter/instagram yang menshare mengenai motivasi.

Written by Anjar Priandoyo

Februari 29, 2016 pada 1:44 pm

Ditulis dalam People

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: