Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Teori vs metodologi dalam kenyataan hidup

leave a comment »

Sebelum membahas mengenai teori dan metodologi, ada baiknya kita melihat contoh klasik dalam soal ujian PMP, mengenai sumber konflik

  • Rita Mulcahy’s Definition: 1) Schedules, 2) Project Priorities, 3) Resources, 4) Technical Opinion, 5) Costs, 6) Personality.
  • PM Study’s Definition: 1) Schedule, 2) Priorities, 3) Manpower, 4) Technical, 5) Procedures, 6) Personality, 7) Costs

Artinya? baik Mulcahy maupun PM Study menempatkan bahwa teori dan metodologi adalah sumber konflik terbesar bagi seorang PM. Dalam pelaksanaan sebuah proyek, boleh jadi proyek tersebut kekurangan dana, kekurangan resources, waktu yang mepet, tapi alasan tersebut sebenarnya bukan sumber konflik terbesar. Alasan terbesar adalah perbedaan metodologi, perbedaan teori dan opini mengenai pelaksanaan proyek, sesuatu yang bisa bikin satu tim bertengkar.

Membumikan Teori, Membumikan Metodologi
Dalam dunia nyata antara theory, framework, methodology, approach merupakan hal yang sama. Kalaupun dilakukan pembedaan, biasanya dalam tingkat abstraksi. Theory cenderung sangat abstract, sementara approach/metodologi cenderung praktis.

Dalam merancang sebuah sistem, seorang PM bisa memilih metodologi yang akan dia pakai dalam proyek misalnya Waterfall (sequential) atau Spiral (continuos, cyclic) atau Prototyping. Metodologi adalah domain PM, dituangkan dalam charter, bagaimana PM memiliki otoritas untuk mengeksekusi proyek, termasuk didalamnya mengalokasikan resources. Metodologi ini harus dituangkan dalam charter karena berhubungan dengan otoritas, memiliki konsekuensi dalam proyek.

Bagaimana dengan teori dalam proyek? teori dalam proyek (atau sesuatu yang sangat abstrak) tidak perlu dituliskan, atau dituangkan dalam charter atau dalam requirement gathering. Contohnya mengenai teori motivasi, apakah menganut X dan Y ataukah menganut Mintzberg, ini merupakan cara pandang. Tentunya merupakan domain dari PM.

Written by Anjar Priandoyo

Februari 29, 2016 pada 2:24 pm

Ditulis dalam People

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: