Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Nasihat orang tua: Pendidikan itu tidak berguna

leave a comment »

Orang itu pada dasarnya memiliki tingkat kecerdasan yang sama. Saya mulai mengingat-ingat lagi nasihat apa saja yang diberikan oleh orang tua saya terdahulu, salah satunya mengenai pendidikan. Orang tua saya pendidikannya adalah sekolah kejuruan, setelah bekerja 10-an tahun, bapak saya berinisiatif mengambil kelas karyawan untuk menjadi S1, kalau tidak salah bidang hukum. Hasilnya? bisa ditebak, hanya beberapa bulan mengambil kuliah akhirnya berhenti.

Saya tidak pernah menanyakan alasan kenapa kuliahnya berhenti, hanya kesan yang saya tangkap adalah pendidikan S1 itu tidak berguna. Ibu saya pun menyadari hal ini, namun beliau memberikan nasihat yang kira-kira menyatakan bahwa sebagai pegawai negeri, jenjang pendidikan itu penting untuk kenaikan pangkat. Diakhir nasihat, ibu saya memberikan pernyataan bahwa banyak teman-temannya yang mengambil kuliah abal-abal untuk mendapatkan kenaikan pangkat. Ibu saya tidak setuju dengan hal tersebut.

Pendeknya, sebagai anak umur 10 tahun waktu itu, saya meyakini bahwa pendidikan itu tidak berguna. Terlebih melihat bagaimana respon orang tua memandang pendidikan. Secara normatif mereka mengatakan pendidikan penting, tapi secara implisit, perbuatan dan tingkah laku, pendidikan bukanlah hal yang penting dan signifikan.

Menginjak bangku SMP, saya mulai mendapat pandangan bahwa pendidikan itu penting. Seiring dengan sistem ranking, sekolah favorit dan kesempatan merubah nasib, saya mulai meyakini hal yang sebaliknya. Bahwa pendidikan itu penting dan segala-galanya. Pendidikan merupakan satu-satunya cara mobilitas sosial. Hasilnya terbukti, pendidikan bisa menaikkan taraf hidup orang. Terbukti dengan sangat empiris, membandingkan dengan teman-teman pada tingkat pendidikan yang sama terdahulu.

Keyakinan bahwa pendidikan itu penting itu cukup lama bertahan, hingga saya melihat beberapa hal yang menurut saya fenomena yang unik. Fenomena itu adalah sistem ranking dan sistem kompetisi. Sistem ranking -yang saya sangat yakini kebenarannya- dalam dunia akademik, di tahun 2000an awal (atau bahkan sebelumnya) ternyata sudah tidak digemari lagi. Di tahun 90an, peringkat di kelas hanya 1-10 saja, bahkan sekarang sudah dihapus sama sekali.

Ketika saya berpikir, tidak ada yang salah dengan sistem ranking, maka ada ratusan literature yang mengatakan bahwa sistem rangking itu salah dan berbahaya.

Fenomena kedua adalah sistem kompetisi. Kalau pendidikan itu penting, maka IPK akan signifikan menentukan prestasi kerja. Maka jurusan komputer dari PTS seharusnya bisa lebih baik menjadi programmer dari pada jurusan Biologi dari PTN. Ternyata kedua hal ini malah sebaliknya. Bahkan Michael Spence dan Joseph Stiglitz dalam Signaling Theory menyatakan bahwa “Pendidikan itu ga menambah ga bikin orang nambah pinter, tapi menunjukkan ke perusahaan bahwa karyawan memiliki sesuatu, yang mengharuskannya memiliki gaji lebih besar”. Pernyataan ini diberikan oleh orang yang meraih Nobel dalam bidang ekonomi.

Kesimpulan
Jadi, ketika saya mendengar ada orang kampung (tapi pengusaha sukses e.g Madura dalam bisnis Ikan, atau Tegal dalam bisnis Warteg dalam skala regional) mengatakan (dengan nada membingungkan antara tidak tahu atau merendah) bahwa “Anak saya ga penting sekolah, yang penting bisa membaca dan tambah kurang”, maka pernyataan itu tidak boleh dipahami secara literal belaka. Sama seperti perilaku ibu saya yang menunjukkan bahwa pendidikan itu tidak penting. Bisa jadi pernyataan-pernyataan seperti ini adalah pernyataan yang paling arif dan bijak. Pernyataan hasil kontemplasi berpikir yang setingkat dengan analisa peraih Nobel.

Written by Anjar Priandoyo

Maret 3, 2016 pada 5:47 am

Ditulis dalam People

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: