Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Eksistensi

leave a comment »

A. Banyak masalah yang tidak dapat dipecahkan
Kalau ada orang yang mengeluh terlalu letih bekerja, maka apapun yang dikeluhkannya bukanlah suatu permasalahan, atau dengan kata lain bukanlah suatu hal yang bisa dipecahkan, bukanlah suatu hal yang ada solusinya. Semua permasalahan itu ada solusinya, yang tidak ada solusinya bukanlah permasalahan.

Contoh ada keluarga yang terdiri dari 5 orang dewasa ingin pergi menggunakan taksi. Jumlah penumpang dewasa dalam taksi maksimal 4 orang. Namun 5 orang ini ingin tetap berangkat menggunakan satu buah taksi. Bisakah masalah ini dipecahkan? tentu masalah ini tidak bisa dipecahkan. Yang ada adalah menggunakan dua buah taksi, atau memaksakan 5 orang ini masuk dalam satu taksi. Masalah diatas tidak ada solusinya.

Masalah baru ada solusinya jika ruang lingkupnya diperjelas. Misalnya jumlah uang hanya 40,000. Maka solusinya adalah menggunakan bis, atau solusinya adalah berjalan kaki. Pergi bersama dalam satu taksi adalah keinginan (solusi) yang paling baik, tapi hal ini tidak mungkin bisa dicapai.

Hal ini sama seperti pakar ekonomi politik, yang menyatakan bahwa solusi dari masalah sosial dimasyarakat adalah kesenjangan.

B. Eksistensi adalah masalah terbesar dari manusia
Orang yang bekerja selama 30 tahun dari jam 8 hingga jam 5 sore, setiap harinya tidak memiliki masalah dengan eksistensi, meski orang itu tidak menghasilkan sesuatu, apakah anak keturunan atau memiliki rumah dan kendaraan. Tapi orang tersebut bisa bermasalah eksistensinya ketika pekerjaannya hilang.

Written by Anjar Priandoyo

Maret 25, 2016 pada 7:47 pm

Ditulis dalam People

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: