Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Mengubah budaya 5K (kagum kaget kecewa kasus keluar)

leave a comment »

Saat baru masuk ke dunia kerja, adalah sebuah istilah yang umum digunakan oleh karyawan senior ketika membriefing karyawan yang baru masuk dengan istilah 5K. Istilah ini menggambarkan siklus karyawan saat memasuki tempat kerja yang baru.

Karyawan yang baru masuk umumnya merasa kagum dengan nama besar perusahaan, termasuk kagum dengan kemampuan dirinya yang bisa bergabung diperusahaan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, rasa kagum itu kemudian berubah menjadi kaget. Misalnya kaget mengisi form yang begitu banyaknya, kaget dengan budaya perusahaan yang penuh persaingan, hingga kaget melihat beban kerja dan gaji yang diterima.

Setelah kaget yang berlarut-larut, kemudian berubah menjadi kecewa. Karyawan biasanya akan kecewa dengan manajemen perusahaan, dengan atasannya langsung, dengan pihak HRD dan seterusnya.

Kekecewaan yang tidak segera diatasi ini dapat berubah menjadi kasus. Karyawan yang semula baik-baik saja bisa saja berbuat kasus, baik yang sederhana seperti mulai terlambat masuk kantor, kehilangan motivasi hingga kasus berat seperti pencurian atau pelecehan.

Diakhir siklus biasanya karyawan tersebut akhirnya memilih untuk keluar. Ada yang bisa bertahan 3-4 tahun, ada yang hanya bertahan dalam hitungan bulan ataupun hari.

Siklus 5K yang tidak sehat ini terjadi dimana-mana. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengatasinya. Diantaranya mengubah siklus ini menjadi siklus yang lebih positif. Misalnya

1. Mengubah kagum menjadi kenali
Daripada terkagum-kagum dengan perusahaan lebih baik berusaha mengenali perusahaan dengan baik. Kenal artinya melihat secara obyektif perusahaan. Kagum bukanlah hal yang baik, karena hanya mengenali dari satu sisi saja. Tidak melihat secara obyektif

2. Mengubah kaget menjadi kerjasama
Kaget adalah hal yang wajar, ketika seorang karyawan baru merasa kaget, maka dia tidak sendirian, karyawan lain pun merasa kaget. Artinya ditahap ini kita harus mengubah kaget menjadi kerjasama. Kerjasama antara karyawan yang baru begitu juga kerjasama dengan karyawan yang lebih senior

3. Mengubah kecewa menjadi konflik
Karena kecewa dengan kondisi, orang cenderung tidak bertindak apa-apa. Orang cenderung pasif. Pada tahap ini maka orang harus bisa mengubah kekecewaan menjadi sesuatu yang lebih produktif. Sesuatu yang harus bisa dibenturkan, dicari persoalannya. Dalam tahap ini berkonflik adalah sesuatu yang wajar. Tahap ini biasanya karyawan baru takut mencari solusi, padahal untuk mendapatkan solusi berkonflik adalah hal yang wajar.

4. Mengubah kasus menjadi koordinasi
Perusahaan pada dasarnya adalah organisasi. Oleh karena itu, masalah hanya bisa diselesaikan melalui sistem organisasi, salah satunya dengan koordinasi. Koordinasi antara atasan dan bawahan, antara sesama karyawan.

5. Mengubah keluar menjadi kendali
Keluar merupakan opsi paling akhir yang bisa diambil oleh karyawan. Keluar artinya meninggalkan semua persoalan dibelakang. Sebelum memutuskan untuk keluar langkah yang harus dipertimbangkan adalah mendapatkan kendali sebesar-besarnya atas lingkungan kerja.

Selamat bekerja

Written by Anjar Priandoyo

September 23, 2016 pada 9:42 am

Ditulis dalam Career

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: