Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Cara orang IT mensyukuri nikmat

leave a comment »

Dulu, saya pernah membuat semacam prediksi kapasitas IT dari sebuah perusahaan dalam 10 tahun kedepan. Prediksi ini diperlukan untuk menyiapkan berapa banyak infrastruktur yang dibutuhkan perusahaan. Prediksi ini digunakan untuk menjustifikasi berapa banyak perangkat IT yang harus dibeli oleh perusahaan.

Untuk bisa menyusun prediksi kapasitas, cara dan data yang digunakan bisa beragam. Cara yang pertama adalah dari data pertumbuhan perusahaan (demand), jika dalam 10 tahun terakhir pertumbuhan bisnis perusahaan 10%, maka pertumbuhan teknologi harus diatas 10%. Cara yang kedua adalah dari data pertumbuhan perangkat teknologi (supply), jika dari data pertumbuhan perangkat teknologi (storage) sekitar 20% pertahun, maka pertumbuhan perangkat IT yang dibutuhkan harus lebih dari 20%

Agar analisa lebih tajam, maka kita harus mengukur secara lebih detail, semisal di perusahaan aplikasi mana yang pertumbuhannya paling cepat, misalnya core banking, kemudian switching dan seterusnya. Diranking dan diprediksi tingkat pertumbuhannya. Diakhir analisa final, disusun pula estimasi pertumbuhannya, misalnya pertumbuhan tinggi 15%, sedang 10% dan rendah 5%.

Waktu itu saya puas, karena best practice prediksi kapasitas IT dilakukan seperti itu.

Sekarang, saya sedang mengerjakan prediksi kapasitas juga, dengan cara yang mirip dengan yang saya lakukan dahulu. Bedanya kapasitas yang saya kerjakan adalah kapasitas dalam bidang energi.

Waktu saya memulai analisa energi ini, saya merasakan sangat bersemangat. Toh ini mirip dengan apa yang saya lakukan terdahulu. Bahkan sekarang dalam waktu yang lebih panjang dan sumber yang lebih banyak. Sayangnya, ketika mengetahui hasil akhir, saya sedikit kecewa.

Kalau kapasitas IT, meskipun dokumen tersebut pada akhirnya hanya dipajang, tapi paling tidak ada satu baris kalimat dari dokumen tersebut yang digunakan oleh perusahaan. Digunakan untuk basis dokumen tender, digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham -bahwa dana mereka digunakan untuk pengembangan perusahaan secara professional.

Kekecewaan saya bukan karena data hasil analisa energi saya tidak dipakai oleh pemerintah Indonesia -iya lah, ini kan dokumen sekolah. Pemerintah Indonesia tentunya menggunakan dokumen dari institusi -entah kantor konsultan atau bappenas. Kekecewaan saya adalah karena hasil analisa tersebut tidak hanya tidak bisa memprediksi masa depan -hal yang saya kira kalau sekolah lagi membuat saya menganalisa masa depan dengan baik, tapi juga analisa itu membuka mata saya bahwa banyak kompleksitas dibelakang sebuah kalkulasi yang sebenarnya saya bypass.

Jadi misalnya, dulu menghitung kapasitas IT, jumlah server dicabang tidak saya hitung karena tidak material. Beberapa proses juga saya tabrak, karena waktunya tidak cukup. Tapi, itulah realita. Dan gap yang sangat besar antara apa yang harus dilakukan dan apa kenyataan yang dihadapi dilapangan membuka mata saya lebar-lebar, bahwa tidak ada sesuatu yang bisa sempurna didunia ini. Ini tugas kita untuk lebih banyak bersyukur.

Semakin banyak belajar, orang akan semakin banyak bersyukur.
Dalam karir? ya sama saja.

Written by Anjar Priandoyo

Oktober 7, 2016 pada 6:23 am

Ditulis dalam Career

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: