Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Berkarir tanpa Pensiun

with 2 comments

Membayangkan wajah bapak saya yang harus pensiun pada usia 50 tahun setelah bekerja selama 27 tahun merupakan sebuah mimpi buruk. Alasannya ada dua, yang pertama si bapak masih tergolong muda, usia 50 tahun masih banyak yang bisa dikerjakan si bapak. Alasan yang kedua, setelah 27 tahun bekerja dibagian perawatan mesin, kenapa keahlian yang diperolehnya tidak bisa diaplikasikan di luar pekerjaan formalnya?

Dengan uang pensiun yang cukup dari sebuah perusahaan swasta tentunya banyak kegiatan yang bisa dilakukan si bapak. Sayangnya, realitanya tidak banyak aktivitas yang bisa dikerjakan, selain beberapa bidang usaha yang merugi -tentunya karena tidak berpengalaman. Namun si bapak tetap bersyukur, karena beberapa temannya sampai harus sakit atau meninggal karena tidak terbiasa dengan kegiatan menganggur selepas rutin bekerja selama puluhan tahun.

Cerita si bapak bukanlah cerita yang pertama saya dengar, setiap tahun cerita seperti ini rutin saya dengar di kantor. Cerita orang-orang yang pensiun di usia 50 tahun. Cerita orang-orang yang sepertinya stuck di usia 45 tahun, tidak lagi bisa berkompetisi dengan tenaga kerja baru yang tidak hanya lebih murah, tapi juga lebih beretos kerja lebih baik.

Melihat kondisi seperti ini, tentunya saya harus sedari dini mempersiapkan hal tersebut. Mempersiapkan agar saya bisa terus berkarir hingga usia 70 tahun. Artinya, puncak karir kantoran saya berada pada usia 50 tahun, sehingga perlu waktu sekitar 20 tahun untuk mengisinya dengan karir yang produktif. Paling tidak yang menarik adalah sebagai guru yang bisa mencapai usia 60 tahun atau menjadi dosen yang bisa mencapai usia 65 tahun. Semoga.

Written by Anjar Priandoyo

Oktober 14, 2016 pada 9:58 am

Ditulis dalam Career

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Akhirnya ada juga postingan dalam bahasa indonesia 😅

    Sir De Leon

    Oktober 18, 2016 at 1:22 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: