Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Memotivasi itu mudah, murah dan menyesatkan

leave a comment »

Motivasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Mahasiswa memanggil seorang tokoh terkemuka dibidang teknologi untuk memberikan motivasi pada sebuah seminar. Didalam seminar, si tokoh memberikan motivasi bahwa negara Indonesia memiliki potensi besar namun tidak terkelola dengan baik. Si tokoh kemudian memberikan pernyataan bahwa mahasiswa harus bersungguh-sungguh dalam belajar dan berkarya agar bisa memperbaiki bangsa ini.

Indah sekali bukan? biaya seminar murah, bahkan gratis tinggal meminta izin untuk menyewa ruangan. Pembicara yang dipanggil juga terkadang tidak meminta biaya. Sponsor juga banyak membantu, dari minuman hingga toko alat tulis setempat yang memberikan bantuan pembuatan spanduk.

Kira-kira apa yang salah dengan kegiatan seminar tersebut? semua orang senang, ini kegiatan positif, hiburan yang mendidik, ilmu yang bermanfaat.

Saya tidak menentang tapi juga tidak mendukung diadakannya seminar seperti demikian. Hanya saja, saya khawatir seminar tersebut memberikan persepsi yang salah mengenai apa yang terjadi didunia kerja atau dunia nyata yang sesungguhnya.

Ujung dari seminar tersebut akan menciptakan tokoh-tokoh yang populer, yang bisa berbicara tanpa data yang jelas, tanpa dasar ilmu pengetahuan, lebih sering mengandalkan emosinya belaka. Disisi lain, peserta seminar tersebut akan melihat bahwa menjadi populer merupakan sebuah prasyarat untuk kemajuan.

Ketika industri popularitas ini berkembang pesat, maka akan diikuti dengan elemen pendukungnya seperti organisasi massa, slogan, yel-yel dan kemudian branding tertentu. Tidak hanya popularitas tokohnya, tapi juga popularitas gerakannya.

Seminar yang tadinya bersifat hiburan dan pendidikan akan berubah menjadi sebuah sarana untuk menggalang massa. Fungsi seminar yang tadinya untuk dikritisi berubah menjadi fungsi doktrinisasi. Seminar yang tadinya memaparkan sebuah opini yang sangat terbatas, dengan maksud meminta pandangan orang lain secara setara, berubah menjadi satu arah memberikan sebuah pandangan yang kemudian diamini oleh peserta seminar tersebut.

Seminar seperti ini lebih banyak membodohinya daripada mencerahkan.

Written by Anjar Priandoyo

Oktober 14, 2016 pada 10:44 am

Ditulis dalam Career

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: