Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Jangan percaya head hunter

with one comment

Saya punya teman yang bekerja di sebagai head hunter. Si teman ini berbicara dengan sangat manis mengenai manajemen karir, bahwa segala sesuatu mengenai karir itu harus direncanakan dengan baik, harus diperbaharui dengan berkala, harus punya network yang luas dan seterusnya.

Sekitar 5 tahun yang lalu, si teman berkata bahwa dia baru mendapatkan posisi baru karena jaringannya dengan beberapa head hunter yang lain sehingga dia bisa mendapatkan jabatan dengan gaji yang wah. Indah sekali bukan?

Hari ini saya ngobrol lagi dengan si teman, karirnya cenderung stuck, tidak banyak perubahan dari posisi 5 tahun yang lalu. Sebelumnya si teman sangat percaya diri dengan kemampuannya melompat-lompat antar perusahaan, membuat CV linkedin yang sangat indah, ternyata sekarang tidak banyak perubahan karir yang dia lakukan.

Sekarang saya baru tersadar, bahwa head hunter dan perjalanan karir kita tidak ada hubungannya. Head hunter dibutuhkan industri, head hunter menulis artikel mengenai karir, situs lowongan kerja menjamur dimana-mana. Tapi itu tidak berarti bahwa kesempatan untuk mendapatkan kerja akan lebih mudah. Adanya industri karir dengan head hunter, tidak menjawab kebutuhan akan tenaga kerja.

Artinya, talent war itu tetap ada, dengan atau tanpa adanya head hunter. Orang yang mempromosikan pentingnya membangun network adalah orang yang punya kepentingan. Kalau ada orang yang sangat talented disebuah perusahaan, dan bila orang tersebut worthed, maka perusahaan yang berkepentingan akan membajak orang tersebut bagaimanapun caranya -dengan atau tanpa head hunter.

Jadi kalau dulu mencari lowongan dari kompas itu hype -yang ada adalah perusahaan beriklan lewat lowongan mengatakan bahwa ada lowongan berarti perusahaan tersebut bagus. Maka sekarang ketika mengatakan bahwa head hunter itu signifikan juga tidak lebih dari hype -yang ada adalah eksekutif, yang kinerjanya tidak bagus, kemudian mengkambinghitamkan tidak adanya staff sebagai alasan kenapa dirinya gagal berkinerja.

Dunia karir menurut saya sangat kompleks. Ada orang yang bisa sukses tanpa pernah punya profile di linkedin, tanpa tahu dunia diluar perusahaannya, tapi punya skills, punya kemampuan yang sell-able, yang orang luar berani membayar mahal untuk talent tersebut.

Head hunter? hanya menambah layer, berfungsi sebagai salah satu element dalam supply demand chain tenaga kerja. Hadir dalam kondisi pasar tertentu dan bisa hilang sewaktu-waktu.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Oktober 19, 2016 pada 11:25 am

Ditulis dalam Career

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. harus lebih selektif dalam memilih informasi

    Manfaat

    Maret 21, 2017 at 5:36 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: