Anjar Priandoyo's Shortcut

Simple Career Advice for Everyone

Faktor yang mempengaruhi kesuksesan karir

leave a comment »

Bukan, faktor itu bukan penampilan, network, kejujuran atau kerja keras. Faktor seperti itu, merupakan faktor normatif. Orang yang karirnya sukses, biasanya punya karakteristik seperti itu, tapi itu lebih pada hasilnya, bukan input yang mempengaruhinya, bukan faktor utamanya.

Saya lebih sependapat bahwa faktor yang mempengaruhi kesuksesan karir hanya dua, yang pertama career satisfaction (kepuasan) dan yang kedua perceived promotion prospects (persepsi).

Orang yang puas dengan pekerjaannya saat ini bisa jadi terus bertahan di pekerjaan yang kelihatannya tidak menyenangkan, misalnya engineer yang banyak lembur tapi tetap bertahan. Ataupun sales yang serba tidak pasti closingnya tapi tetap bertahan.

Sebaliknya, ada orang yang tidak puas dengan pekerjaannya. Semisal, orang yang sangat supel, dan pintar bergaul, namun tidak mau bekerja dibidang marketing alat berat, karena merasa lebih cocok bekerja dibidang marketing consumer good. Atau engineer yang sudah aman damai di telco, tidak puas dan menginginkan bekerja sebagai engineer di perusahaan minyak.

Career satisfaction ini sulit diukur. Orang yang tidak pindah pindah perusahaan selama 10 tahun, bisa berarti orang tersebut memang loyal atau tidak laku dipasaran. Orang yang bisa melakukan suatu hal dengan baik, bukan berarti orang tersebut puas dengan pekerjaannya.

Akibatnya, ini juga berdampak pada persepsinya mengenai promosi. Ada yang memandang suatu promosi sebagai proses yang negatif -persepsi politik kantor. Sementara ada yang memandang sebagai suatu hal yang positif. Ada yang tidak mau berpindah posisi -karena ada agenda pribadi yang diprioritaskan, semisal seorang ibu ingin merawat anak. Atau ada yang senang pindah -karena ada pertimbangan lokasi yang lebih dekat.

Artinya, sebagai HR, cocok atau tidak cocoknya seseorang ini bisa dikarenakan banyak faktor. HR professional, tahu bahwa dari sekian persen rekrutan yang masuk, berhasil atau tidaknya tidak bisa ditentukan dari kinerja kandidat diperusahaan sebelumnya, tetap ada potensi rekrutan tersebut melempem kerjanya.

Sebagai karyawan, dengan melihat dasar ini, artinya karyawan harus lebih jeli lagi melihat mana yang merupakan faktor pendukung keberhasilan karir mana yang merupakan faktor penghambat keberhasilan karirnya.

Bisa jadi, faktor-faktor yang justru potensial, tidak pernah kita pertimbangkan.

Written by Anjar Priandoyo

Oktober 20, 2016 pada 10:57 am

Ditulis dalam Career

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: