Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Bicara dengan bahasa yang mudah

leave a comment »

Saya, seringkali membuat kesalahan dengan berbicara dengan bahasa yang rumit. Saya baru sadar, kenapa saya berbicara dalam bahasa yang rumit seringkali karena saya tidak menguasai tema dan membuat tema yang saya omongkan menjadi rumit. Seorang teman saya mengomentari karena bahasa saya yang terlalu tinggi bisa jadi tidak cocok dengan apa yang orang lain ingin dengar.

Contoh yang paling gampang adalah istilah “bisnis”, istilah di masyarakat sebenarnya lebih tepat menggunakan “usaha”. Contoh “bapak itu punya usaha kost-kostan”, atau “ibu itu usahanya macem-macem”. Usaha itu juga kesannya lebih pada sesuatu yang UKM, Mikro, tidak lebay dan low profile. Pengusaha, punya usaha, lebih enak didengar daripada Enterpreneur atau Pebisnis. Sesuatu yang diterjemahkan langsung belum tentu tepat. Penggunaan kata usaha lebih baik daripada bisnis.

Dibidang audit juga sama. Governance bahasa Indonesianya adalah tata kelola. Sebenarnya lebih tepat disebut dengan “aturan main”, atau menurut bahasa seorang bos saya adalah “pembagian kekuasaan”. Orang yang berpengalaman dalam bidang audit, akan mengatakan “melihat roles & responsibility disebuah perusahaan” bukan mengatakan “melihat policy/SOP”.

Bahasa-bahasa yang lebih mudah inilah yang harus dilatih. Memang, tanpa latihan juga bisa, tapi membutuhkan waktu yang lama. Seorang bos saya yang bisa mengatakan “pembagian kekuasaan”, tentunya setelah melewati proses yang lama, hingga akhirnya menemukan istilah padanan yang tepat untuk tatakelola.

Konsultan misalnya, istilah ini pun terlalu tinggi sebenarnya. Istilah padanan yang tepat mungkin adalah pendamping (assistance) atau pengawal (safeguarding). Konsultan, kesannya adalah memberikan nasihat, artinya si konsultan lebih pintar dari si user. Sementara pendamping, kesannya adalah menemani, artinya si client lebih pintar, namun si pendamping lebih banyak membantu, lebih banyak bekerja. Lebih lanjut, istilah mendamping juga bisa diganti dengan mengawal yang menyatakan bahwa pendampingan yang diberikan lebih detail dibandingkan pendampingan biasa.

Contoh yang lain? banyak, dan mungkin saya perlu berlatih untuk bisa lebih banyak menggunakan istilah tersebut. Yang pasti ini butuh waktu yang panjang untuk melatih semua istilah tersebut. PR, saya masih banyak, terutama untuk istilah-istilah yang sering saya gunakan untuk menakuti-nakuti orang. Misalnya, Rencana Strategis yang padanannya Strategic Plan, istilah Rencana Strategis terdengar tidak nyaman di telinga client.

Rencana Strategis yang dibuat oleh pihak ketiga terasa hambar. Kalau di Bank mungkin istilah yang paling mendekati adalah RBB (Rencana Bisnis Bank). Menggunakan istilah RBB lebih baik dibandingkan istilah Strategic Plan, Business Plan atau versi Indonesianya rencana strategis dan rencana bisnis yang terdengar asing oleh client.

Menggunakan istilah yang umum digunakan orang Indonesia ini butuh waktu. Istilah Minutes of Meeting (MoM) rasanya kurang pas, dibandingkan menggunakan istilah Raker (Rapat Kerja).

Produk dari konsultan juga demikian, bisa disebut sebagai Report atau Laporan, yang istilah tersebut kurang menjual dibandingkan dengan Kajian. Penggunaan bahasa asing juga perlu diperhatikan. Bahasa Inggris tidak selalu bagus. Contoh mengatakan “kita telah melakukan kajian” lebih nendang dibandingkan “kita telah membuat report” atau bahkan “kita telah melakukan analysis”. Melatih diri menggunakan istilah yang baik ini sekali lagi perlu waktu yang tidak sebentar.

Kajian misalnya, padanannya adalah review. Tapi, review kesannya adalah tidak mendalam. Kajian bisa diganti analisa. Namun mengatakan analisa kesannya terlalu mendalam dan terlalu science. Istilah yang tepat adalah kajian atau kalau bidangnya tidak dikuasai dengan baik -misalnya belum pernah membuat satelit, maka istilah yang tepat adalah membandingkan.

Contoh “untuk membantu bapak, kita akan bikin kajiannya pak, dalam kajian nanti akan dibandingkan mana yang lebih menguntungkan diantara opsi yang ada”. Bandingkan dengan seorang konsultan junior yang bahasanya adalah “kita akan perform review, nanti ada cost and benefit analysisnya”. Berat banget bukan? “perform, review, cost benefit, analysis”. Kita bisa menggunakan bahasa yang lebih mudah seperti “perbandingan, menguntungkan, opsi”

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

November 13, 2016 pada 2:33 pm

Ditulis dalam Career

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: