Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Sampah, Limbah, Entahlah

with one comment

wastewater

“…Begini, saya bukan orang lingkungan lho, jadi maaf ya, kalau mengenai topik lingkungan, kebersihan dan sejenisnya saya tidak menguasai. Dan jangan tanya saya juga mengenai sampah, sanitasi dan instansi yang terlibat. Jadi saya tidak tahu mengenai bagaimana keterlibatan kementerian PU dengan kementerian lingkungan untuk penyediaan air bersih, untuk sanitasi dan pembuangan sampah…”

Saya merenung, kalau saya bisa menjawab berbagai pertanyaan yang ada dikelapa saya dengan jawaban seperti diatas, betapa menyenangkannya hidup ini.

Sayangnya sampah dan limbah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah kebijakan. Energy policy sekalipun, harus mempertimbangkan faktor sampah dan limbah tersebut.

“…Saya pikir, yang diurus oleh orang lingkungan itu sebenarnya cuman tiga hal saja. Sampah padat (solid waste), sampah cair (wastewater) dan sampah gas (air pollution). Namun dimensi melihatnya bisa muter-muter kesana kemari…”

Ambil contoh seorang ahli air pollution, maka dia harus bisa melihat bahwa sampah dalam bentuk gas itu ada yang long term semacam GHG dan ada yang short term seperti SLCP. Untuk memberantas GHG sederhana saja sebenarnya, bisa mengatur sektor transportasi saja sudah 1/3 masalah terselesaikan. Sisanya diatur dari sektor domestik dan industri.

Namun untuk seorang calon phd air pollution, masalahnya bukan bagaimana menyelesaikan masalah, tapi menemukan cara baru untuk menyelesaikan masalah. Artinya, cara menyelesaikan lewat memberantas GHG itu sudah banyak dilakukan orang. Cara yang belum adalah memberantas SLCP.

Nah SLCP ini bisa diberantas melalui Domestik Energy (Biomass), melalui Domestic Waste (Solid Waste/MSW, Wastewater) dan melalui cara-cara lain -total sekitar 11 cara.

Pertanyaannya, kenapa kita ga pake cara yang gampang?

Iya, kenapa tidak menggunakan sectoral saja, misalnya fokus pada Agriculture-Industry-Services, atau fokus pada Urban-Rural, atau fokus pada Agriculture-Transport-Energy? ya karena cara ini sudah pernah dipakai sebelumnya. Yang mana kita harus ikut pembimbing, kira-kira area mana yang belum pernah digarap. Makanya, kita harus belajar dari pembimbing yang sudah berpengalaman.

Intinya, kenapa saya melakukan hal ini, bukan untuk menyelesaikan masalah. Bukan untuk menyelesaikan masalah sampah di Indonesia. Tapi untuk menemukan masalah yang bisa diselesaikan. Kalau cara mengatasi sampah di Indonesia sudah banyak.

Google: “Solusi Sampah Jakarta”

Jawabannya sama: Edukasi Masyarakat memilih sampah, Peraturan larangan penggunaan plastik di supermarket.

Namun sains tidak melihat pertanyaan dan jawaban sebagai sebuah masalah yang bernilai sains. Yang bernilai sains adalah apakah sampah mempengaruhi kesehatan, tapi bukan ya atau tidaknya, yang bernilai sains adalah berapa besar dampak sampah pada kesehatan.

Namun, ketika sains menemukan jawabannya, hal ini tidak berarti bahwa kebijakan yang dibuat harus berdasarkan sains. Industri sains berada dalam sektor lain, yang hanya akan menjadi besar jika industri ekonomi lainnya berkembang.

Catatan:
UU 18 tahun 2008: Sampah
UU 32 tahun 2009: Lingkungan Hidup

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Januari 10, 2017 pada 2:24 pm

Ditulis dalam Science

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ayo ajak masyarakat untuk berkarya mengolah sampah menjadi produk daur ulang yang bermanfaat dan di daerah walau area masih di pulau Jawa, sungai masih dijadikan tempat untuk membuang sampah!!!! Ya sedih ingat menginap di sebuah rumah kerabat, saat tahu belum ada truk sampah yang siap mengangkut sampah di desa desa, masing masing warga disana dengan cara mudah membuang sampah di sungai sungai tanpa berpikir dampak jauhnya akan berpengaruh kepada kesehatan dirinya.

    Lia Yuliawati

    Januari 10, 2017 at 9:40 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: