Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Apa yang bisa dikritisi dari energi di Indonesia – SNM

leave a comment »

Ada tulisan yang dibuat tahun 2009, hanya 3 tahun dari Blue Print Pengembangan BBN 2006, yang mengkritik bahwa pengembangan Biofuel tidak berhasil. Dejavu, sama dengan apa yang terjadi di tahun 2017, ketika ada penulis yang mengkritik program listrik 35,000 MW juga tidak berhasil (rencananya 35,000 adalah membangun hingga 2019) ref

Mari kita lihat lagi. Berhasil tidaknya tidak semata dilihat dari perbandingan antara rencana dan realita. Gojek misalnya, tidak pernah bermimpi menjadi E-money, yang sekarang justru berpotensi menjadi pemain kuat e-money.

Jika kita melihat dari sisi yang lain. Pemerintah hanyalah salah satu pemain saja bagi perkembangan RE. Artinya, meski pemerintah punya policy mengenai keharusan Mix menjadi 23%, ada faktor lain seperti:
– Harga Minyak Dunia
– Faktor Keekonomisan
– Faktor Birokrasi di daerah

Jadi kalau untuk mengejar target 23% paling tidak ada beberapa pathway yang bisa diambil, misalnya
– Biofuel High, Geothermal High, Wind Low, Solar Low > Energy
– Biofuel Low, Geothermal High, Wind Medium, Solar Medium > Electricity

Hypothesis:
Pengembangan RE akan lebih optimal bila dimulai dengan pengembangan listrik.

See ref IEA National Team for Biofuel Development and Biofuel Roadmap (Decree No. 10/2006)
ref Roadmap Biofuel ESDM

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Januari 17, 2017 pada 2:50 pm

Ditulis dalam Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: