Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Bingung: Policy vs Indicator

leave a comment »

Seorang petani mangga, punya indikator mangga yang siap dijual. Mangga tersebut harus berusia 3-4 bulan dari berbuah, Mangga tersebut diambil dari pohon mangga yang sudah berusia 4-5 tahun untuk cangkokan atau 5-6 tahun dari biji. Menjelang musim panen, cuaca yang baik untuk memetik mangga adalah kering, sehingga rasa mangga lebih manis dibandingkan mangga panen di musim penghujan.

Seorang pedagang buah-buahan, punya indikator buah mana yang siap dijual. Bila musim panas tiba, maka supply mangga akan meningkat. Bila musim hujan tiba, maka supply buah jambu akan meningkat. Bila musim panas tiba, maka demand jeruk akan meningkat, bila musim hujan tiba maka demand jahe akan meningkat.

Dari ilustrasi diatas, kita bisa menjadi bingung dengan istilah:

  • Indikator bisa berarti sesuatu yang ingin dicapai. Misalnya, petani mangga punya indikator kesuksesannya adalah bisa menghasilkan 5 ton mangga per hektar.
  • Indikator bisa berarti sesuatu yang diluar kontrol. Misalnya, petani mangga melihat cuaca panas/hujan untuk menjadi indikator berapa hasil panennya. Bila musim hujan, petani bisa menghasilkan 4 ton mangga, sementara bila musim panas bisa menghasilkan 6 ton mangga.
  • Policy bisa berarti sesuatu tindakan yang diambil agar sesuatu tercapai. Misalnya petani punya policy untuk membrongsong (membungkus) buah mangga menjelang panen agar tidak dimakan codot (kelelawar).
  • Policy bisa berarti sesuatu tindakan yang strategis. Contoh membrongsong bukanlah tindakan yang strategis karena sudah bertahun-tahun dilakukan. Policy adalah sesuatu yang diluar kebiasaan. Misalnya, policy petani mangga untuk tahun ini adalah memanen mangga pada usia 2 bulan, karena ada permintaan dari ibu hamil mengidam, yang membutuhkan mangga muda.

Dari ilustrasi diatas, kita bisa bingung, karena empat point diatas bisa dikatakan adalah policy. Contoh policy pemerintah yang menginginkan agar pemenuhan supply pasokan (industri) energi sebanyak 200 MTOE. Bisa juga policy pemerintah yang menginginkan pemenuhan demand (konsumsi domestik) energi sebanyak 160 MTOE.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Januari 23, 2017 pada 10:50 am

Ditulis dalam Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: