Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Lalu Lintas: Policy vs Priorities

leave a comment »

Studi Kasus A:
Policy 1: Ambulan boleh terobos lampu merah
Policy 2: Pemadam boleh terobos lampu merah

Siapa yang mendapatkan prioritas? perlu satu policy lagi, misalnya, melihat dari jumlah korban. Pemadam biasanya lebih besar.

Studi Kasus B:
Indikator 1: Penyebrang jalan menyebrang sembarangan (tidak ada zebra cross)
Indikator 2: Pejalan kaki berjalan di jalan raya (tidak ada trotoar)
Indikator 3: Pengendara mobil selalu aware terhadap penyebrang dan pejalan. Dijalan kecil prioritas ada pada penyebrang dan pejalan. Di jalan besar prioritas ada pada pengendara mobil

Policy 1: Tidak ada aturan tertulis mengenai aturan berjalan dan menyebrang
Policy 2: Tidak ada aturan yang efektif (dendanya apa, sosialisasinya bagaimana)

Important Factors
Factor 1: Culture, safety bukan issues di Indonesia
Factor 2: Culture, bila terjadi tabrakan, maka kendaraan besar selalu salah
Factor 3: Economy, orang membeli motor, karena transport mahal, kendaraan banyak banget

Apa pendapat praktisi mengenai kasus B?
1. Segera membangun infrastruktur (zebra cross, trotoar)
2. Segera membangun aturan (policy)

Apa pendapat policy scientist mengenai kasus B?
Segera membangun policy. Policy ini harus memperhatikan aspek-aspek budaya dan ekonomi. Dari aspek budaya misalnya, bisa diketahui bahwa prioritas dijalan biasanya pada pejalan kaki.

*Istilah bikin bingung

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Januari 23, 2017 pada 12:06 pm

Ditulis dalam Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: