Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Siapakah ekonom terkemuka di Indonesia?

with one comment

Ekonom secara definisi adalah orang yang belajar (study) dan menerapkan (apply) ilmu ekonomi. Kalau kita melihat daftar ekonom di Indonesia -paling tidak yang disampaikan media-, maka kita akan menemukan nama seperti Sumitro Djojohadikusumo (b 1917) -the only Indonesian with doctorate in economics, Widjojo Nitisastro (b 1927), Mubyarto (b 1938) atau Thee Kian Wie (b 1935).

Namun menurut saya, ketiga orang itu (Sumitro = Widjojo) memiliki spektrum yang sangat berbeda. Dan yang seharusnya, dan yang lebih tepatnya yang disebut ekonom sejatinya hanya satu orang: Thee Kian Wie. Kenapa?

Widjojo Nitisastro, keahlian Population Study, brand Capitalism, Political Ministry of Economics
Mubyarto, keahlian Rural Development (aktif lecturer), brand Economy Pancasila, Political N/A
Thee Kian Wie, keahlian Industrialization (aktif researcher), brand N/A, Political N/A

Widjojo tidak terus menerus belajar/meneliti. Beliau lebih banyak praktek, menerapkan ilmu ekonomi dalam konteks kenegaraan. Sementara Thee Kian Wie sepanjang hidupnya dihabiskan untuk meneliti. Dan sayangnya diakhir hidupnya, beliau ‘hanya’ diberi gelar Sejarawan Ekonomi. Mubyarto nasibnya lebih baik, dengan adanya brand ekonomi pancasila, memegang universitas, nama beliau lebih harum daripada Thee Kian Wie.

Saya berdoa pak. Mendoakan Pak Thee Kian Wie, dan mendoakan calon ekonom-ekonom baru dari Indonesia, untuk mengingat pencapaian yang sudah dilakukannya. Republik ini butuh jauh lebih banyak ekonom seperti Thee Kian Wie daripada (tanpa mengecilkan jasa) dari Widjojo dan Mubyarto. Terimakasih pak.

Ingat, kalau PR terbesar bangsa ini untuk mengurangi kemiskinan. Maka orang tidak didorong untuk menjadi kaya, tapi mendorong orang untuk berprestasi. Dengan berprestasi, misalnya berprestasi dalam olahraga, berprestasi dalam penelitian, berprestasi dalam pengajaran maka kesenjangan itu bisa dihilangkan.

Menambahkan faktor “uang” (monetary value) dalam setiap pencapaian akan berdampak buruk. Namun, bukan salah kita bila tidak mau menjadi Thee Kian Wie. Ini seperti berada di bus yang rusak, orang yang baik bukan duduk tenang dengan sabuk pengaman, tapi orang yang duduk dekat pintu keluar bus.

Catatan:
Memang membandingkan antara Thee Kian Wie dengan Widjojo, sama seperti membandingkan antara Dennis Ritchie dan Steve Jobs. Namun orang memberikan kredit besar kepada Dennis Ritchie, karena pada akhirnya Dennis Ritchie akan menunaikan misinya sebagai pahlawan bagi ilmu pengetahuan -sama seperti Steve Jobs yang mendapatkan National Medal of Technology dan Innovation.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Februari 1, 2017 pada 2:21 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ternyata negeri ini tidak kekurangan ekonom hebat ya.
    tinggal kapan waktunya Indonesia menjadi negara hebat?
    terima kasih

    Ina Wahyu

    Februari 2, 2017 at 3:57 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: