Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Rumitnya Biodiesel

leave a comment »

(Ini tulisan paling aneh yang saya buat, terlalu banyak ide tidak terstruktur yang sulit untuk dijadikan satu, mohon maaf, jadi acak membacanya)

Biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) atau Bahan Bakar Nabati (BBN) Kepala Sawit adalah sebuah ide alternatif yang menarik. Biodiesel mulai disinggung sejak KEN 2006, yang selanjutnya pada tahun 2008 (PP 32 ESDM 2008) mengeluarkan peraturan mandatori biodiesel, termasuk dengan program semacam Desa Mandiri Energi dengan fokus Biodiesel dari Jarak (Jatropa Curcas).

Hasilnya, sudah bisa diduga, gagal. Wajar, sebagai orang yang pesimis dengan program-program pemerintah. Penyebabnya mungkin karena sasarannya pengusaha baru (rakyat kecil) dan penyerapannya (PLN/Pertamina) kurang tegas.

Program ini baru bisa dibilang beranjak berhasil pada tahun 2014, ketika serapan B10 mulai berjalan. Saat itu konsumsinya adalah sekitar 1.69 juta KL (43% dari target) ini bagus karena produksinya juga meningkat, dari 190rb KL (2009) menjadi 3.3jt KL (2014).

Akhirnya, program ini mulai terlihat hasilnya pada tahun 2015, setelah ada Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDKS) yang mewajibkan pungutan dana sawit, dan mewajibkan Pertamina untuk menyerap Biodiesel. Dus, program ini hingga Feb 2017, berjalan dengan target terus diperbesar hingga B30 dan akhirnya hingga B100.

Keberhasilan Biodiesel paska 2015 ini menarik dan juga dipertanyakan. Contohnya mengenai Dana Pungutan Sawit. Banyak pihak keberatan dengan pungutan ini. Ceritanya mungkin berbeda dengan Dana Ketahanan Energi yang karena stakeholdernya publik, maka dana ketahanan energi bisa dibatalkan karena tuntutan publik.

Biodiesel ini stakeholdernya banyak, mulai dari produsen Sawit, produsen Biodiesel dan pengguna (Pertamina/PLN). Jadi wajar banyak konflik. Namun, ini konflik yang lebih baik dibandingkan yang terjadi di 2008.

Seperti biasa begitu dimunculkan banyak yang pesimis, alasannya karena produksi sawit sensitif dengan musim (el nino), berdampak pada harga sawit dunia, berdampak pada impor diesel. Alasan lain, semisal WALHI mengatakan program biodiesel hanya menguntungkan korporasi besar.

Pertanyaan besarnya (nanti sejarah yang akan menjawab) sustainable kah program ini?

Catatan:
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memungut dana USD 50 tiap ton sawit yang diekspor. Berlaku mulai 18 September 2015.

Biodiesel ini rumit karena ada beberapa hal:
– Subsidi, Subsidi Biodiesel semula 1500 menjadi 4000 dan Bioethanol semula 2000 menjadi 3000.
– Mean of Platts Singapore/MOPS, Pertamina hanya mau membeli Biodiesel bila lebih murah dari MOPS

Mandatori B10 (2014) sebesar 3.4 juta KL (1.7 PSO, 1.7 Non PSO)
Mandatori B15 (2015) 1 April 2015
Mandatori B20 (2016) sekitar 11 T dengan 11 perusahaan, diperkirakan sekitar 5.14 juta KL.

Kapasitas Pabrik Biodiesel 12 juta KL (Oct 2016)

Pertamina bisa kelebihan supply solar, karena ada kilang baru (residual fluid catalytic cracker (RFCC) di Cilacap) juga karena perlambatan ekonomi (orang mengurangi konsumsi solar).

PLN juga termasuk yang rumit dalam hal subsidi biodieselnya.

Biodiesel terlihat menarik karena Devisa negara (dari volume penjualan sawit), harga CPO jadi naik, tenaga kerja banyak.

Solusi untuk naik turunnya harga sawit adalah dana celengan CPO Supporting Fund. Yang per Oct 2016 mencapai 7T.

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) merupakan adalah lembaga yang merupakan unit organisasi noneselon di bidang pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Sekretaris Jenderal.

  • Undang Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
  • Undang Undang No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan
  • Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2015 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan
  • Peraturan Presiden No 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit
  • Peraturan Menteri Keuangan No 133 Tahun 2015 tentang Pungutan Ekspor
  • Peraturan Menteri Keuangan No 113 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)

Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit resmi menjadi Badan Layanan Umum dan penetapan organisasi dan tata kerja Badan tersebut melalui Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 113/PMK.01/2015 tanggal 11 juni 2015 dengan salah satu maksud melaksanakan amanat pasal 93 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan yakni menghimpun dana dari pelaku usaha perkebunan atau lebih dikenal dengan CPO Suppoting Fund (CSF)

As of Feb 2017, statementnya adalah:
“‎Sejak BPDP Sawit berdiri dengan kebijakan biodiesel, sumbangan ke pajak mencapai Rp 1 triliun, penghematan US$ 1,1 miliar, nilai tambah industri mencapai Rp 4,4 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 300 ribu orang

http://www.thestar.com.my/business/business-news/2016/03/10/indonesia-warned-over-its-biodiesel-plan/
http://www.platts.com/latest-news/agriculture/singapore/indonesias-biodiesel-consumption-to-jump-54-under-27538415
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/10/26/131400826/Walhi.Mandatory.B15.Hanya.Untungkan.Korporasi.Besar
http://indonesianindustry.com/menanti-formula-baru-harga-biodiesel
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/11/20/134708526/Pertamina.Pusing.Tahun.Depan.Kelebihan.Solar.sampai.400.000.Barrel.Per.Bulan.
http://katadata.co.id/berita/2015/09/08/pemerintah-genjot-pemakaian-biodiesel-melalui-b20
https://finance.detik.com/industri/d-3312268/sampai-agustus-2016-dana-celengan-sawit-capai-rp-7-t
http://bisnis.liputan6.com/read/2844259/menko-darmin-kelapa-sawit-ri-jangan-tinggal-sejarah
http://www.riaubook.com/berita/3645/pertamina-teken-kontrak-rp11-triliun-dengan-11-perusahaan-biodiesel
http://koran.bisnis.com/read/20161005/452/589563/kapasitas-pabrik-biodiesel-naik-signifikan
http://www.bappenas.go.id/files/4514/7219/9707/Laporan_Akhir_Kajian_Pengembangan_BBN_2015_min.pdf
https://priandoyo.wordpress.com/2017/01/17/sejarah-energi-terbarukan-di-indonesia/
http://www.kemenkeu.go.id/sites/default/files/Dana%20Ketahanan%20Energi%20Untuk%20Efisiensi.pdf
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160104184253-85-102101/jokowi-batalkan-rencana-pungutan-dana-ketahanan-energi/
http://nasional.kompas.com/read/2015/12/24/15233431/Soal.Pungutan.Dana.Ketahanan.Energi.Pemerintah.Dianggap.Ngawur.
http://www.kemenperin.go.id/artikel/15479/GIMNI-Minta-Besaran-Dana-Pungutan-Sawit-Dikaji
APPKSI: Dana Pungutan Sawit Untuk Subsidi Biodiesel Langgar UU!
http://kaltim.prokal.co/read/news/280923-pengusaha-merasa-terbebani
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160120175405-92-105663/gapki-desak-pemerintah-evaluasi-kebijakan-mandatory-biodiesel/
http://gapki.id/kebijakan-mandatori-biodiesel-dan-pilihan-instrumen-implementasi-yang-sustainable/
http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/14/03/25/n2zjbt-mandeknya-pengembangan-biodiesel
http://www.kompasiana.com/bob911/program-biodiesel-dari-cpo-terancam-gagal-sebuah-analisa-sederhana_552c9e526ea83461138b4580
http://www.kompasiana.com/bob911/deindustrialisasi-ancam-indonesia-jadi-negara-gagal_5832d60cf0967340058b4571

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Februari 2, 2017 pada 2:28 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: