Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Politik dan Ekonomi, Politik paling utama, politik paling tidak sehat

leave a comment »

Melihat dokumen RIPIN Kemenperin dan RUEN Kesdm, saya menyimpulkan kenapa Kemenperin dan Kesdm tidak di merge menjadi satu saja? dua-duanya membahas isu yang sama, pengembangan industri, dengan fokus pada industri yang membutuhkan energi. Setelah saya lihat lagi, ternyata memang dari sejarahnya Kesdm ini didirikan belakangan pada tahun 1966 lewat Kementerian Pertambangan, dan Migas yang membawahi Departemen Minyak, dan Gas Bumi.

Sebenarnya, kalau mau efisien, maka seharusnya Industri, Energi, Perdagangan, Kelautan bisa dijadikan satu saja, karena berhubungan dengan Economic Execution, sementara yang Economic Policynya di Kementerian Keuangan. Dan banyak departmen juga bisa dimerge. Contoh di Korea Selatan, Ministrynya adalah Trade-Industry-Energy. South Korea 17 Minister.

Tapi kenapa yang terjadi adalah kabinet selalu membesar? tentunya adalah kompromi politik.

“…Labour’s last cabinet had 25 ministers around the table, which has increased to 29 in Cameron’s first cabinet (mainly to accommodate coalition partners). Contrast that with the much more modest size of the cabinet in countries such as Germany (16), Poland (19), Sweden (21) and France (21)…”

Kenapa kabinet yang tidak efisien bisa terjadi, ada beberap hal.

  1. Politik yang tidak stabil. Tidak banyak yang mau punya kabinet ramping. Lebih banyak orang yang mau kabinet yang mewakili kepentingan kelompoknya. Ketidakstabilan politik, bagi beberapa pihak bisa memungkinkan mendapatkan posisi politik yang lebih baik.

  2. Kenapa kemampuan (sumberdaya) politik itu penting? bila memiliki kemampuan politik yang baik, maka departemen tersebut bisa dimerge menjadi satu, tanpa menimbulkan pertentangan. Namun bisa punya sumberdaya politik itu perkara yang tidak mudah.

  3. Namun memberikan kritik bahwa “kompromi politik merupakan hal yang bisa menghambat pembangunan” bisa jadi merupakan kritik yang kontra produktif. Karena memang saat ini situasi politik di Indonesia tidak stabil.

Negara seharusnya adalah organisasi ekonomi bukan organisasi politik. Negara seharusnya berfokus untuk memiliki pendapatan yang besar bukan berfokus untuk pembagian harta waris. Negara yang fokusnya adalah bertikai, adalah negara yang tidak efisien dan akan terus tertinggal. Masalahnya, negara yang ekonominya tidak baik maka cenderung bertikai.

Catatan:
Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009) jumlahnya adalah 34 menteri.
Kabinet Kerja (2014-2019) jumlahnya adalah 34 menteri.

http://blogs.lse.ac.uk/politicsandpolicy/britain%E2%80%99s-supersized-cabinets-are-too-expensive/

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Februari 8, 2017 pada 1:46 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: