Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Briket Batubara (Coal Briquette) Transition 2005-2007

leave a comment »

Case 1: Domestic Battle: Coal Briquette vs LPG Transition
Membicarakan transisi energi di Indonesia tidak lepas dari kisah Briket Batubara. Secara konsep, Briket sudah diperkenalkan oleh Presiden Suharto pada tahun 1993. Selanjutnya dituangkan dalam keputusan menteri 2200.K/20/M.PE/1994 mengenai pengembangan briket batubara, termasuk mendorong PT Bukit Asam sebagai industri perintis.

Meski sudah dicanangkan sejak tahun 1993, Briket tidak banyak dilirik hingga tahun 2005. Seiring dengan harga minyak yang semakin meninggi, pengalihan subsidi BBM sehingga pemerintah harus mencari alternatif sumber energi lainnya. Hingga tahun 2005, konsumsi briket batubara sekitar 25.000-27.000 ton per tahunnya.

  • Subsidi, Program Satu Juta Tungku Batubara oleh Kemenkop & UKM tahun 2006 kemudian ditargetkan mencapai 10 juta tungku pada tahun 2009.
  • Industri, PT Bukit Asamn disiapkan membangun tiga pabrik dengan kapasitas produksi 500ribu ton. Di tahun 2009 produksinya mencapai 22.000 ton dan tahun 2014 hanya 16.000 ton.
  • Peraturan, Peraturan Menteri 47 tahun 2006 (September) mengenai Briket Batubara dikeluarkan lagi dengan lebih praktis (sudah bicara teknis kompornya seperti apa)
  • Riset, BPPT, LIPI

Program ini diproyeksikan bisa mengkonsumsi briket sebesar 1-1.9 juta ton pertahunnya -bila program ini berhasil. Sayangnya, takdir berbicara lain, program ini tidak berhasil. Sebagaimana kita tahu di 2015 konsumsi LPG sekitar 4-5 juta ton per tahunnya. Momentum Briket mulai kehilangan dengan Surat Wakil Presiden RI Nomor 20/WP/9/2006 tanggal 1 September 2006 untuk konversi atas 5,2 juta kilo liter kepada penggunaan 3,5 juta ton elpiji hingga tahun 2010.

Case 2: Biodiesel Battle: Jatropha Curcas vs Palm Oil.
Selain pertempuran di sektor domestic, pertempuran yang lain adalah dari sektor biodiesel. Minyak jarak merupakan kandidat utama biodiesel. Minyak jarak sudah perkenalkan sejak perang dunia II oleh jepang sebagai energi alternatif.

http://www.kemenperin.go.id/artikel/640/Satu-Juta-Tungku-Batubara-Disediakan-Kemenkop-&-UKM
http://www.antaranews.com/print/34044/rp58-miliar-pengadaan-tungku-briket-dialihkan-ke-kompor-gas
http://ahsonul-anam.blogspot.co.uk/2013/06/hari-gini-pakai-briket-batubara.html
http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1129600070
https://m.tempo.co/read/news/2005/12/12/05670488/pt-bukit-asam-bangun-tiga-pabrik-briket
https://www.tambang.co.id/meski-rugi-ptba-tetap-produksi-briket-batu-bara-8281/
http://www.tribunnews.com/nasional/2014/10/01/jk-cerita-keberhasilan-konversi-minyak-tanah-ke-gas
http://news.liputan6.com/read/145706/pemerintah-tak-bisa-menolong-perajin-kompor-batubara

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Februari 10, 2017 pada 11:21 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: