Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Klaim sektoral: Transportasi

leave a comment »

Pertanyaan: Benarkah sektor transportasi merupakan sektor yang paling signifikan dalam kebijakan energi?

Jawaban: Tidak benar, sektor transportasi bukan yang paling signifikan. Namun dari kacamata kebijakan publik, sektor transportasi merupakan sektor yang paling signifikan karena menyangkut kepentingan orang banyak. Lebih lanjut dari kacamata kebijakan energi, transportasi bukanlah yang paling utama, yang paling utama adalah sektor industry bisa mencapai 50%. Sektor Industry sendiri bisa dibagi lagi menjadi dua, yaitu power generation (bisa mencapai 10-40%) dan industry in general.

Yang perlu diperhatikan adalah “introductory claim”, peneliti power akan bilang power mengkonsumsi 40% energi sehingga ini penting. Sementara peneliti transport akan bilang transport mengkonsumi 30% energi, sama seperti orang building (residential/commercial) yang mengklaim sektor building merupakan sektor yang paling signifikan.

Namun orang energi/environment in general tidak mengatakan bahwa salah satu sektor merupakan yang paling signifikan, tapi menjelaskan bahwa ketiga sektor tersebut memiliki komposisi yang sama.

Sebagai catatan, orang yang meneliti kebijakan publik akan memiliki kacamata yang berbeda, misalnya menekankan pada aspek Fuel Subsidy untuk mengurangi beban APBN, atau menekankan pada aspek kemacetan/emisi untuk membangun transportasi massal.

Mana yang lebih baik?
Tergantung. Analisa pada sisi supply (fuel mix) lebih efektif menggunakan LEAP, sementara analisa pada sisi demand (sektor) lebih efektif menggunakan MARKAL.

Sektor transportasi merupakan konsumen BBM terbesar (lebih dari 50% dari total konsumsi BBM nasional). Oleh karena itu, penghematan BBM di sektor ini akan berdampak cukup besar bagi keseluruhan
upaya penghematan BBM secara nasional. Dalam sektor transportasi, sebesar 88% dikonsumsi oleh angkutan jalan, dimana 66% merupakan mobil pribadi dan mobil angkutan barang.
http://www.bappenas.go.id/files/3713/5648/9773/penghematan__20081123205050__0.pdf

99% Energi di DKI Jakarta Diserap Sektor Transportasi
http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/01/27/99-persen-energi-di-dki-jakarta-dihabiskan-sektor-transporasi

ESDM 2012: Industri 41%, Transportasi 37%, Residential 13%, Komersial 5%, Lain-lain 4%
http://iesr.or.id/wp-content/uploads/Pembukaan-Ibu-Maryam-Ayuni-EBTKE.pdf

ESDM 2012: Darat 89%, Udara 7.5%, Laut 2.6% atau by fuel 52% bensin, 21% solar/ADO, 17% Avtur, 8% Biosolar.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Maret 2, 2017 pada 11:38 am

Ditulis dalam Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: