Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Indikator Kesehatan Lingkungan

leave a comment »

Mencari data itu susahnya minta ampun. Pengalaman saya mencari data akses sanitasi layak (septic tank), flow yang saya lakukan sebagai berikut:

1.Data World Bank (2010) Average 57%, Rural 43.5%, Urban 70.4%
WHO/UNICEF Joint Monitoring Programme ( JMP ) for Water Supply and Sanitation ( wssinfo.org ).

http://data.worldbank.org/indicator/SH.STA.ACSN?locations=ID
Improved sanitation facilities (% of population with access)

http://data.worldbank.org/indicator/SH.STA.ACSN.RU?locations=ID
Improved sanitation facilities, rural (% of rural population with access)

Improved sanitation facilities, urban (% of urban population with access)
http://data.worldbank.org/indicator/SH.STA.ACSN.UR?locations=ID

Data World Bank sama seperti data IEA, ini merupakan data yang paling reliable, bisa diakses dari web. Keunggulan lain dari data worldbank ini adalah tersedianya report dari WorldBank (termasuk ADB). Report ini, pengalaman saya merupakan data yang paling reliable, karena disertai dengan narasi sehingga memudahkan kita untuk mengetahui konteks permasalahannya secara luas.

2.Data BPS (2010) Average 50.8%
Data BPS merupakan data yang paling reliable, namun seringkali merupakan data yang kurang mendetail. Contoh, data BPS (Susenas), di Susenas 2013, statistik septic tank adalah 68.75% (urban) dan 41.42% (rural) atau rata-rata 55.01%.

3.Data Departement Kesehatan (2010) Average 55.5%
Data juga bisa didapatkan dari instansi atau departemen terkait, contohnya Riskedas 2010, mengatakan septictank rata-rata adalah 55.5%. Dari Riskesdas kita juga bisa mendapatkan data lain e.g MSW, misalnya pengelolaan sampah rumah tangga di perkotaan dan di perdesaan terbesar adalah dengan cara dibakar (52,1%) dan masih rendahnya yang diangkut petugas (23,4%).

Sebagai catatan, data kesehatan lingkungan termasuk contohnya data-data yang sulit diukur dan dilaporkan, seringkali berupa data kesehatan e.g akses ke sanitasi, sangat sulit untuk diketahui. Satu-satunya cara adalah menggunakan pendekatan sampling/blok sensus.

Sebagai perbandingan, kerumitan ini tidak hanya terjadi untuk data kesehatan lingkungan, tapi juga data penggunaan energi. Konsumsi energi per sektor transportasi misalnya, seringkali tidak diukur, e.g berapa banyak mobil diesel dan berapa konsumsinya. Data ini harus diturunkan secara estimasi/ekstrapolasi dari data BPS-Dephub-ESDM.

Menarik.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Maret 7, 2017 pada 11:38 am

Ditulis dalam Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: