Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Apakah “worth it”, analisa sektor industri?

leave a comment »

Sebelum sakit kepala lagi :) mari kita refleksikan apa yang sudah dipelajari hari ini. Mari kita mulai dengan asumsi Indonesia mengkonsumsi sekitar 149 MTOE energi di tahun 2010. Dari 149 MTOE, biang kerok pemborosan energi terbesar adalah dari sektor domestik, yaitu sekitar 63 MTOE, selanjutnya juga sektor transportasi sekitar 34 MTOE -yang bisa dikatakan merupakan sektor domestik. Dan sektor industri? sebenarnya sangat kecil hanya berkisar 41 MTOE + 10 MTOE feedstock.

Artinya? policy untuk mengotak-atik efisiensi energi di sektor industri, seakan tidak ada artinya dibandingkan dengan effort untuk melakukan efisiensi di sektor domestik. Jadi, kalau saya bertanya-tanya, worth engga sih saya mematikan lampu selama 10 menit? jawabannya secara makro adalah worthed sekali.

OK kembali ke sektor industri tadi. Yang akan kita analisa hanyalah konsumsi energi sebesar 34 MTOE, yang entah mengapa kalau data dari LEAP 2006 bila dikurangi Non Specified Industry sebesar 26 MTOE. Penggunaan energi di sektor industri hanya sekitar 10 MTOE.

Worthed kah? mengelola 10 MTOE?
Dari 10 MTOE itu, sekitar 40% ada di industri non metalic minerals (Semen, Kapur, Keramik, Gelas). Secara lebih spesifik adalah industri semen yang produksi mencapai kisaran 40 Mton per tahun. Setelah industri semen. Setelah semen, industri unggulan yang konsumsi energinya tinggi adalah Kertas 10%, kemudian tekstil 10% yang order produksinya mencapai 10 Mton. Baru setelah itu adalah industri baja. Baja meski energi intensity-nya paling tinggi 900 Kwh, namun skala produksinya hanya dikisaran 5 Mton.

Kesimpulan?
Analisa sektor industri merupakan sebuah kegiatan dimana “pihak yang berkepentingan” sangat banyak. Secara sederhana saja, Depperin, KLH dan ESDM punya analisa sendiri mengenai analisa sektor industri. Turunannya seperti OJK dan BPPT juga memiliki sudut pandang, metodologi dan analisanya tersendiri.

Pertanyaannya, lalu bagaimana sektor akademik bisa berkontribusi, dimana para pemain besar (institutional) memiliki kajian tersendiri? (tarik nafas) maka disinilah pentingnya untuk mengambil sudut pandang yang valid (berlaku dalam praktek professional di lembaga riset) dimana concernnya bukan untuk menyelesaikan sebuah masalah besar, namun menyelesaikan sebuah masalah kecil yang belum pernah dipecahkan (novelty)

Depperin – Critical Industry (Highly-dependent-energy industry)
1. Baja
2. Tekstil
3. Pupuk
4. Pulp & Kertas
5. Sawit
6. Semen
7. Keramik

KLH – Critical Industry (Highly-dependent-energy and large emitter industry)
1. Mineral (Semen, Kapur, Gelas, Keramik)
2. Kimia
3. Logam (Besi, Baja, Aluminium, Lead, Zinc)
4. Pelumas & Lilin
5. Pulp & kertas (Soda Abu)

ESDM – Critical Industry (Highly-dependent-energy industry) (Buku Profil Investasi Energi 2013)
1. Baja
2. Semen
3. Keramik
4. Tekstil

LEAP (Energy Usage)
1. Iron and Steel 8.84%
2. Chemical and Petrochemical 6.85%
3. Non Ferrous Metals 1.90%
4. Non Metallic Minerals 43.73%
5. Machinery 0.59%
6. Mining and Quarrying 8.90%
7. Food and Tobacco 5.84%
8. Paper Pulp and Print 10.35%
9. Construction 2.86%

LEAP (Energy Usage)
4. Non Metallic Minerals 43.73%
8. Paper Pulp and Print 10.35%
9. Textile and Leather 10.14%
6. Mining and Quarrying 8.90%
1. Iron and Steel 8.84%
2. Chemical and Petrochemical 6.85%
7. Food and Tobacco 5.84%
9. Construction 2.86%
3. Non Ferrous Metals 1.90%
5. Machinery 0.59%

Depperin – Energy Intensity
Baja 900 Kwh/ton
Semen 120 Kwh/ton

ESDM/OJK – Energy Intensity
Semen (clinker) 800kcal/kg= 930 Kwh/ton
Keramik 16.6 Gj/ton = 4444 Kwh/ton
Spinning 9.5 GJ/ton = 2638 Kwh/ton
Weaving 33 GJ/ton = 9166 Kwh/ton

http://www.kemenperin.go.id/artikel/5579/Produksi-Tekstil-Nasional-Tahun-Ini-Stagnan

Analysis of Energy Consumption in Woven Fabric Production
http://www.fibtex.lodz.pl/pliki/Fibtex_(sskubscc9tle2w75).pdf
http://euratex.eu/fileadmin/user_upload/images/ongoing_projects/SET/SET-_Production_Processes_and_efficiency_measures.pdf
https://oecotextiles.wordpress.com/2009/06/16/what-is-the-energy-profile-of-the-textile-industry/

Energy consumption assessment in a cement production plant
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S221313881500020X
https://www.eia.gov/todayinenergy/detail.php?id=11911

Peranan sektor baja dalam PeReKonomian indonesia
http://www.kemendag.go.id/files/pdf/2013/04/26/-1366949140.pdf

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Maret 29, 2017 pada 12:21 pm

Ditulis dalam Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: