Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Emas Freeport dan Masalah

leave a comment »

Saya sedari dulu ketika menulis di blog ini bertujuan untuk satu hal: menyelesaikan masalah. Makanya, masalah saya bagi dalam bebeberapa kategori: kehidupan, pekerjaan, bisnis. Masalah kehidupan itu berhubungan dengan diri sendiri, relatif mudah dipecahkan karena tidak melibatkan orang lain. Masalah pekerjaan, membutuhkan aspek kerjasama dengan orang lain. Masalah bisnis juga sama membutuhkan kerjasama dengan skala yang lebih luas.

Namun sekarang saya mencoba membuat kategori lagi dengan lebih baik. Pada dasarnya ada masalah yang bisa diselesaikan dan ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Ini hanya bisa diselesaikan dengan cara “management” cara yang qualitative, softscience. Contohnya, bagaimana membagi sepotong kue untuk lima orang. Ini ada banyak cara, namun cara yang lebih efektif sebenarnya adalah mencari kue yang lebih banyak.

Contoh praktis, anggaran pemerintah, sudah kecil, boros tidak akuntabel. Lengkap, mau ribut-ribut dengan parameter apapun dari dasarnya sudah bermasalah. Mau dianalisa bahwa budget terbesar 34% pendidikan, 30% gaji dan hanya 10% untuk infra pun tidak bisa diotak-atik lebih advance. Solusinya adalah mencari pemasukan baru. Bila pemasukan baru tidak ada? ya selesai. Masalah tidak bisa diselesaikan lagi.

Produksi emas misalnya, Indonesia produksi emasnya tidak banyak. Hanya kisaran 100 ton/tahun, China mencapai hampir 500 ton pertahun. Di Indonesia, ini pun 90% dari Freeport, Antam memproduksi emas sangat rendah, hanya sekitar 2 ton pertahun. Meski Freeport dari kacamata FDI sangat penting, namun pada dasarnya ini adalah kue kecil yang terlalu gaduh untuk diperebutkan.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_gold_production
https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/1730230/produksi-emas-ri-capai-120-ton-tahun-terbesar-dari-freeport
http://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20151026082348-85-87282/sampai-september-papua-sumbang-97-produksi-emas-freeport/
http://www.eastasiaforum.org/2014/04/18/how-indonesian-local-governments-spend-too-much-on-themselves/

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 2, 2017 pada 5:47 am

Ditulis dalam Management

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: